
Kaito yang melihat Nathan sedang sendiri lalu menghampirinya dan bermaksud untuk memperkenalkan diri. "Permisi, apakah kamu temannya Eimi?" Tanya Kaito memastikan.
Nathan yang tengah melihat-lihat mobil begitu mendengar seseorang bertanya kepadanya lalu berbalik, ia mendapati bahwa itu adalah pria yang tadi sempat mengobrol bersama Eimi.
"Ya bisa dianggap begitu. Bagaimana denganmu?" Balas Nathan sambil mengulurkan tangan nya tanpa sungkan.
Kaito dengan cepat menjabat tangan Nathan dan tampak raut wajahnya seketika menjadi senang. "Aku juga temannya, dalam artian lain aku sudah menganggap dia sebagai adikku. Perkenalkan namaku Kaito, kamu?"
"Nathan..." Balas Nathan singkat.
"Benar juga, ayo masuk..." Ajak Kaito yang diangguki oleh Nathan. Keduanya lalu masuk kedalam bengkel dan Nathan langsung disuguhkan dengan tambahan mobil hasil modifikasi didalamnya.
Setelah menemukan Eimi yang tengah asik ngobrol dengan beberapa orang disana, Nathan kemudian mendekatinya dan berbisik ditelinga Eimi.
"Sebenarnya apa yang ingin kita lakukan disini?" Tanya Nathan yang merasa tidak nyaman setelah berjabat tangan dengan Kaito, sebab ia merasa kalau pria itu telah menyimpang dan menyukai sesama jenis.
"Tentu saja mencarikanmu mobil untuk balapan nanti..." Balas Eimi dengan santai sambil meminum air isotonik yang ada ditangannya.
"Apa kamu sudah lupa? Aku memiliki mobil!" Ucap Nathan yang mencoba mengingatkan bahwa ia memiliki mobil kepada Eimi.
"Tidak, mobilmu itu tidak cocok untuk balapan yang biasa kami lakukan. Apa kamu ingin mobilmu hancur nantinya?" Jawab Eimi.
Mendengar jawaban dari Eimi membuat Nathan sedikit terkejut dan merasa penasaran dengan seberapa keras balapan yang nanti malam akan dia ikuti.
"Sudahlah jangan banyak tanya nanti malam juga kamu akan tahu..." Kata Eimi sambil menepuk pundak Nathan dan berjalan menghampiri Kaito.
"Kaito, apa mobil yang aku minta sudah kamu urus?" Tanya Eimi.
"Iya sudah, memangnya ada apa? Oh... Apa kamu ingin menggunakannya untuk balapan nanti malam?" Jawab Kaito.
"Bukan aku, tapi pria yang ada disana yang akan balapan nanti malam...." Kata Eimi sambil menunjuk kearah Nathan. "Mana mobilnya tolong tunjukkan kepadaku, aku ingin melihatnya." Ucap Eimi.
Kaito mengangguk dan membawa Eimi serta Nathan ke salah satu tempat, dimana ia dan teman-temannya telah merakit sebuah mobil yang merupakan pesanan dari Eimi.
__ADS_1
Setelah sampai disalah satu ruangan Nathan dan Eimi dapat melihat sebuah mobil Toyota GR Supra yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa Kaito serta temannya.
Kaito kemudian membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Eimi untuk mengecek hasil kerjanya. "Silahkan dicek, kalau ada yang kurang bilang saja..."
Eimi mengangguk pelan dan masuk kedalam mobil yang interiornya sudah dirombak menjadi sebuah mobil yang khusus digunakan untuk balapan.
Gadis cantik tersebut kemudian melakukan pengecekan dan menyalakan mesin mobil. Eimi lalu mengemudikan mobilnya keluar dari bengkel dan melakukan drifting di tempat parkiran.
Kaito tampaknya sangat percaya diri dengan mobil milik Eimi yang sudah dia rombak habis-habisan dan percaya kalau wanita cantik tersebut puas dengan pekerjaannya.
Disisi lain Nathan tampak terkesan dengan permainan yang tengah Eimi lakukan, tetapi disisi lain ia juga tidak suka dengan asap hasil gesekan antara ban dan aspal akibat ulah Eimi.
Merasa telah puas dengan performa mobilnya, Eimi lalu menyudahi aksinya dan keluar dari mobil menghampiri kedua pria yang dari tadi melihatnya.
"Lumayan, tetapi untuk rem tangannya apa kamu bisa buat lebih enak lagi saat digunakan. Satu hal lagi, tolong tambahkan tabung itu untuk digunakan nanti..." Kata Eimi yang langsung diangguki oleh Kaito.
Kaito kemudian segera mengerjakan tugas yang diberikan oleh Eimi dan memasukkan kembali mobil tersebut kedalam bengkel, meninggalkan Eimi dan Nathan berdua disana.
"Ayolah, aku punya mobil sendiri dan tidak perlu menggunakan mobil milikmu. Bagaimana kalau nanti aku merusaknya?" Ucap Nathan.
"Cih! Kalau begitu aku yang akan merasa keberkatan, dasar bodoh!" Ucap Nathan sambil menepuk kepala Eimi dengan kesal.
Eimi yang kepalanya ditepuk oleh Nathan tampak kesal dan menatap pria itu dengan tatapan mata yang sudah berair seolah bisa menangis kapan saja.
"Dasar pria jahat, apa kamu tidak bisa bersikap lebih lembut kepada seorang wanita?" Tanya Eimi dengan kesal sambil menahan rasa sakit di bagian kepala.
"Bisa saja, tapi bagiku kamu masih belum cocok dipanggil seorang wanita. Kamu masih terlihat seperti gadis kecil..." Balas Nathan sambil menepuk-nepuk kepala Eimi.
Dengan kesal Eimi menyingkirkan tangan Nathan dari kepalanya dan menatap tajam kearah pria tersebut. "Sialan, kamu harus bertanggung jawab atas hal ini. Kalau tidak aku akan melakukan visum dan membuat laporan kekerasan serta percobaan pelecehan kepada polisi untukmu!"
"Hei, jangan melebih-lebihkan cerita. Siapa juga yang mau dengan gadis seperti mu. Baiklah aku akan tanggung jawab, berapa yang kamu minta?" Kata Nathan sambil mengeluarkan dompetnya.
Eimi dengan cepat merebut dompet milik Nathan dan menyimpannya. "Cih! Kalau begitu untuk hari ini kamu harus berkencan denganku. Lihat saja nanti pasti kamu akan menelan ludahmu sendiri dan tertarik kepadaku!"
__ADS_1
"Silahkan saja..." Balas Nathan sambil tersenyum mengejek dan membuat Eimi merasa kesal.
Eimi kemudian meminjam mobil kepada Kaito dan pergi bersama dengan Nathan sambil menunggu mobilnya selesai diperbaiki oleh Kaito.
"Buru-buru sekali, memangnya kalian mau kemana?" Tanya Kaito saat Eimi meminta ijin untuk memakai mobilnya.
"Aku ada urusan dengan pria kulkas ini. Kalau begitu aku pergi dulu, nanti malam aku akan kembali untuk mengambil mobilku..." Balas Eimi sebelum menginjak pedal gas mobil, lalu pergi meninggalkan bengkel milik Kaito.
"Jadi kita akan pergi kemana dulu, gadis kecil?" Tanya Nathan sambil tersenyum tipis kearah Eimi yang tampaknya masih saja kesal sampai saat ini.
"Siapa yang kamu panggil gadis kecil, apa kamu tidak lihat milikku lebih besar dari wanita Jepang pada umumnya? Diamlah jangan banyak bertanya!" Balas Eimi dengan nada kesal.
Nathan yang diomelin oleh Eimi hanya bisa terkekeh dan mulai menyetel musik di radio sambil menunggu kemana Eimi akan membawa dirinya pergi.
Tetapi baru saja radio dinyalakan, Eimi langsung mematikannya yang jelas membuat Nathan merasa bingung sekaligus menjadi sedikit kesal.
Karena merasa suasana didalam mobil terasa hening, Nathan akhirnya kembali menyalakan radio mobil dan lagi-lagi Eimi mematikannya karena tidak suka mendengarkan berita.
Nathan berdecih kesal dan mengeluarkan ponselnya untuk menyetel musik dengan volume keras yang seketika berhasil memancing emosi Eimi.
"Berikan ponselmu kepadaku cepat!" Pinta Eimi sambil mengulurkan tangan meminta ponsel milik Nathan.
Jelas Nathan menolaknya dan menjauhkan ponsel miliknya dari Eimi agar tidak direbut. "Apa masalah mu, ini ponsel milikku. Bukannya kamu punya sendiri?"
"Cih! Kalau kamu tidak mau memberikan ponselmu kepadaku, cepat matikan musik nya. Itu sangat berisik!" Kata Eimi.
Nathan berdecih kesal dan memutuskan untuk menyalakan musik menggunakan airpods di telinga lalu memilih tidur dari pada berdebat dengan seorang gadis berusia 19 tahun seperti Eimi.
...****************...
Toyota GR Supra ;
__ADS_1
sumber dari pinterest.