
Pukul 2 Pagi Nathan, Harry, Kevin, dan Robby mulai menjalankan rencana mereka sementara Emilia serta Amanda sepertinya tidak akan ikut karena beralasan ingin menjaga Liu Yifei.
Rencana yang awalnya akan dilakukan oleh enam akhirnya terpaksa dirubah menjadi empat orang saja, tetapi tidak merubah rencana pada awalnya.
Saat beberapa tentara Jepang yang berjaga di menara pengawas mulai mengantuk, diam-diam Harry, Kevin, dan Robby menjebol kawat pembatas lalu masuk kedalam menuju kamp tempat para tahanan berada.
Jalan yang becek dan berlumpur akibat hujan deras membuat ketiga pria itu sedikit merasa kesulitan, sebab jika mereka terpeleset sekali saja pasti akan membuat tentara yang sedang patroli disekitar sana langsung curiga.
Kesialan pun akhirnya terjadi saat Kevin yang tergelincir tak sengaja menjatuhkan tong kayu didekatnya dan membuat seorang tentara yang mendengar suara tersebut langsung mengeceknya.
Tepat saat tentara muda itu mengecek asal suara yang ada dibelakang barak, mulut tentara tersebut langsung dibungkam oleh Harry dan lehernya lalu disayat menggunakan pisau, hingga membuat tentara tersebut tewas.
Harry lalu melirik kearah Kevin yang masih terduduk di tanah dengan kesal karena telah mengundang perhatian dan membuat mereka hampir saja ketahuan.
Kevin hanya bisa tersenyum canggung sambil mengalihkan pandangannya dari Harry yang menatapnya dengan kesal.
Sedangkan untuk Robby dia segera menyembunyikan mayat tentara tersebut kedalam tong kayu yang sempat disenggol oleh Kevin.
Ketiga pria itu kemudian melanjutkan aksi mereka dengan membobol dinding kayu tempat para tawanan berada menggunakan alat yang diberikan oleh Nathan.
"Harry berikan kepadaku, aku ingin mencobanya..." Ucap Kevin yang tertarik dengan alat ditangan Harry, dimana alat tersebut mengeluarkan sinar lurus yang perlahan memotong dinding kayu dengan mudah.
Harry tentu tidak memberikannya kepada Kevin karena tahu pria itu adalah yang paling ceroboh diantara mereka. Saat Kevin akan meraih alat ditangannya, Harry langsung menepuk tangan Kevin dan menatap pria tersebut dengan tajam yang membuatnya tampak kesal.
Setelah berhasil membuat celah cukup besar untuk masuk, mereka bertiga kemudian memasuki barak gelap dengan bantuan senter.
__ADS_1
Mereka bertiga cukup terkejut saat melihat kondisi para tawanan disana tetapi ketiganya juga memaklumi nya karena tidak ada yang tahu kondisi seseorang saat dalam peperangan.
Beberapa tawanan yang melihat kedatangan mereka bertiga tampaknya sangat senang, tetapi hal itu justru akan akan menjadi petaka jika suara mereka terdengar yang membuat Harry, Kevin, dan Robby menyuruh para tawanan agar tidak berisik.
Akhirnya satu persatu barak berisi para tawanan perang mulai dikosongkan. Harry, Kevin, dan Robby kemudian segera menjauhkan para tawanan yang jumlahnya ratusan dari kamp. Meski sangat sulit karena jumlah orang yang mereka selamatkan banyak, tetapi karena beruntung malam itu sedang hujan membuat semuanya dapat berjalan dengan lancar pada akhirnya.
Disisi lain Nathan yang mengetahui ketiga pria itu sudah menyelesaikan tugas mereka, saat jni terlihat sedang berdiri didalam salah satu barak tempat para tentara sedang tertidur.
Didalam kegelapan Nathan mulai merubah para tentara yang sedang terlelap menjadi abu dan meskipun ada satu atau dua orang dari mereka yang sadar, tetap saja para tentara tersebut pada akhirnya harus berubah menjadi abu usai ditembak oleh Nathan.
Dua orang tentara yang sedang mencari teman mereka yang menghilang tak sengaja melihat kedipan cahaya berulang kali dari salah satu barak.
Sayang sekali begitu mereka berdua membuka pintu untuk mengecek apa yang sedang terjadi, keduanya langsung dihadapkan oleh penampakan pria dengan baju besi yang sangat familiar untuk mereka.
Keduanya tentu saja tahu penampakan yang sedang mereka saksikan karena sudah tersebar berita tentangnya. Namun mereka tidak menduga kalau akan bertemu pertama kali secara langsung dan juga terakhir kalinya, sebab Nathan langsung menjadikan kedua prajurit tersebut menjadi abu.
Tepat saat ia keluar dari barak, lampu sorot seketika tertuju kearahnya, dan terlihat banyak tentara yang datang lalu mengarahkan senjata kepadanya.
"Apa hanya segini saja? Kalian tahu siapa aku bukan?" Tanya Nathan sambil menunjukkan koran yang terdapat foto dirinya kepada para tentara didepannya.
Seorang tentara yang keliatannya merupakan komandan pasukan tampak mengeratkan giginya dan tak menyangka akan bertemu dengan sosok yang baru muncul langsung membuat panggung nya sendiri diperang pasifik.
"Ini akan sulit, bukankah dia sudah dikabarkan hilang karena tidak pernah muncul lagi hampir setahun setelah pertempuran itu..." Ucap komandan kepada asistennya yang jelas ia tidak mendapat masukan apa-apa, karena asistennya sendiri tidak tahu.
Merasa tidak ada pilihan lain komandan itu langsung memberikan perintah kepada pasukannya untuk menghujani Nathan dengan peluru.
__ADS_1
Peluru yang ditembakkan lewat senapan serbu maupun senapan biasa tampaknya tidak mempan, bahkan membuat goresanpun tidak bisa.
Hal ini membuat komandan dan pasukannya merasa frustasi lalu melemparkan bom kearah Nathan berharap bisa membunuh orang tersebut.
Tetapi meski dibom sekali pun tampaknya tidak membuat kerusakan apa-apa pada pakaian tempur milik Nathan yang membuat pria itu sendiri merasa bosan.
"Hanya itu saja?" Sindir Nathan kepada semua orang yang ada disana.
Karena geram komandan pasukan itu kemudian memerintahkan para prajuritnya untuk menembak Nathan menggunakan peluncur roket dan juga Tank.
Alhasil Nathan yang terkena tembakan dari sebuah Tank langsung terlempar kebelakang dan menghancurkan barak dibelakangnya.
Melihat kalau tembakan Tank berhasil membuat sosok baju besi itu terlempar, Komandan langsung memerintahkan lagi untuk menembak sosok itu menggunakan Tank kembali sampai berulang kali.
Tepat saat debu dan kabut asap telah menghilang, mereka tidak menemukan keberadaan sosok baju besi tersebut disana dan mengira kalau dia telah hancur berkeping-keping.
Merasa telah berhasil menghabisi sosok yang membuat teror diperang pasifik tentu membuat Komandan dan pasukannya merasa senang. Namun kesenangan mereka tidak berlangsung lama saat mendengar suara sosok itu muncul.
"Itu sedikit geli asal kalian tahu..." Ucap Nathan yang kini terlihat melayang dengan santai diatas dan membuat semua orang disana jelas sangat terkejut.
Belum sempat mereka bereaksi, sebuah alat Nathan lemparkan kebawa dan meledakkan sebuah cahaya yang membuat semua orang disana menjadi abu seketika.
Bahkan kendaraan berat seperti Tank sekali pun tampak meleleh dan membuat orang yang ada didalam nya tewas dengan cara terpanggang hidup-hidup.
Melihat semua orang disana tampaknya sudah tidak ada lagi, Nathan tidak begitu saja percaya dan melakukan X-ray untuk mencari sisa-sisa prajurit terutama keberadaan Jenderal Yamashita yang ia cari.
__ADS_1
Senyuman tipis terukir diwajah Nathan saat ia melihat keberadaan sejumlah orang yang kini sedang bersembunyi di dalam bunker bawah tanah.