
Proses pembuatan akselerator kini sudah setengah jalan. Dengan barang-barang yang ada di sana tidak butuh waktu lama bagi Nathan untuk membuatnya.
Meski terbuat dari barang rongsokan, tetapi Nathan tentunya memilih bahan yang sesuai dengan kriteria agar tidak terjadi masalah nantinya.
Saat Nathan tengah bekerja, pintu garasi tiba-tiba terbuka yang seketika membuat pandangan Nathan teralihkan. Nathan memicingkan matanya sambil melihat siapa yang datang kesana.
Rupanya orang yang datang adalah Li Shi. Pria itu terlihat datang sambil menarik gerobak berisi beberapa perlengkapan yang telah Nathan pesan sebelumnya.
"Ini kartumu... Aku mau keatas dulu, kalau ada yang kurang panggil saja aku..." Ucap Li Shi dengan raut wajah kelelahan setelah berkeliling kota untuk mencarikan barang-barang yang Nathan minta.
Nathan mengangguk pelan dan melihat Li Shi yang naik ke lantai atas, sebelum mengalihkan pandangan kearah Black Card miliknya.
Pria itu kemudian memeriksa transaksi yang telah dilakukan oleh Li Shi saat menggunakan kartu miliknya. Meski memiliki banyak uang, Nathan hanya ingin melihat apakah Li Shi jujur atau tidak saat membelanjakan uangnya.
Setelah dicek Nathan menemukan transaksi diluar barang pesanannya. Li Shi tampaknya membeli sesuatu dari apotek tanpa memberitahunya terlebih dahulu.
Melihat nominal yang terbilang kecil untuk Nathan yaitu sekitar 200.000 Yuan, Nathan tidak terlalu memikirkan hal tersebut tetapi pasti akan menanyakan soal ini kepada Li Shi.
Nathan kemudian membongkar muatan yang ada didalam gerobak dan memeriksa apakah barang pesanannya sesuai atau belum.
"Kelihatannya disini sangat mudah untuk mendapatkan barang-barang seperti ini, tidak seperti diluar..." Gumam Nathan sebelum meletakkan alat di tangannya keatas meja.
Setelah mendapatkan semua barang pesanannya, Nathan langsung melanjutkan pekerjaannya tanpa memperhatikan waktu.
*******
Disisi lain Li Shi yang sudah naik ke lantai atas diam-diam mengeluarkan kantung pelastik dari balik bajunya. Kantung pelastik tersebut berisi obat yang sebelumnya Li Shi beli di apotek.
Li Shi kemudian menghampiri Xiao Mei yang tampak sedang menggerutu didepan televisi. "Apa yang sedang kamu lakukan?" Tanya Li Shi heran.
__ADS_1
"Tidak ada... Apa yang kamu bawa itu, Kak?" Ucap Xiao Mei sambil memperhatikan kantung plastik yang dibawa oleh Li Shi ditangannya.
"Oh, ini obat untukmu aku membelinya tadi sebelum pulang..." Balas Li Shi dengan santai namun langsung membuat Xiao Mei terkejut.
Seketika Xiao Mei menatap Li Shi dengan tajam. "Dari mana kamu mendapatkan uang untuk membelinya. Obat itu sangat mahal!" Ucap Xiao Mei.
"Tenanglah, aku membelinya setelah dibayar oleh pria itu. Berbalik lah sekarang... " Balas Li Shi yang tidak mau membuat adiknya curiga.
Mendengar perkataan dari Li Shi tentu membuat Xiao Mei tidak begitu mempercayai nya, karena ia merasa kalau Nathan tidak akan membayar Li Shi sebanyak itu.
Tetapi karena kini ia sangat membutuhkan suntikan obat Medroxyprogesterone acetate untuk mengatasi masalah pada hormon nya, Xiao Mei akhirnya hanya bisa pasrah dan membiarkan Li Shi menyuntikan obat tersebut.
Raut wajah Li Shi tampak bersalah saat harus berbohong kepada Xiao Mei, tetapi ia tidak punya pilihan lain karena sudah 2 bulan Xiao Mei tidak mendapatkan suntikan obat tersebut yang bisa memperparah kondisi tubuhnya.
*******
Sementara itu di garasi Nathan masih saja mengerjakan akselerator miliknya meski waktu sudah menunjukkan pukul 2 pagi dan ia belum makan sama sekali.
Tetapi sampai jam 2 pagi Nathan tidak juga memanggil Li Shi karena sibuk dengan pekerjaannya. Hal ini dikarenakan Nathan tidak bisa berlama-lama ditempat tersebut dan harus segera pulang karena sudah menjadi buronan para wanitanya sendiri.
Dari lantai atas Xiao Mei datang menghampiri Nathan yang tengah sibuk dan membawakan semangkuk Mie instant buatannya.
"Apa kamu tidak bosan terus duduk di tempat itu? Makanlah dulu..." Tanya Xiao Mei sambil meletakkan semangkuk Mie di meja kerja Nathan.
Bukannya berterimakasih dan menerima makanan yang diberikan oleh Xiao Mei, Nathan justru menolaknya mentah-mentah dan enggan untuk istirahat.
"Aku tidak lapar, ambil saja kembali. Bukannya aku sudah bilang tadi agar tidak diganggu?" Balas Nathan dengan acuh dan memilih fokus merakit akselerator miliknya.
Namun apa yang dikatakan oleh Nathan, tampaknya tidak sejalan dengan suara perutnya yang mulai berbunyi untuk diberi makanan.
__ADS_1
Xiao Mei seketika langsung menertawakan Nathan dan menyodorkan mangkuk berisi Mie kepada pria itu. "Baiklah, aku tau kamu malu. Kalau begitu aku pergi dulu dan jangan lupa dimakan..."
Raut wajah Nathan seketika menjadi merah dan ia merasa malu serta kesal terhadap perutnya sendiri yang tidak bisa diajak kompromi.
Nathan lalu melihat sekelilingnya dan setelah merasa Xiao Mei telah pergi, ia kemudian mulai memakan Mie hangat yang ada di atas meja dengan lahap.
Jujur saja Nathan sudah merasa lapar sejak 6 jam lalu, tetapi Nathan merasa malu untuk meminta makanan dan disisi lain ia sedang dikejar waktu.
Xiao Mei yang mengintip Nathan dari anak tangga tersenyum tipis sebelum akhirnya pergi menuju kamarnya untuk istirahat karena sudah sangat ngantuk.
*******
Pagi harinya Li Shi yang sudah terbangun segera turun ke lantai bawah, untuk melihat pekerjaan apa yang sedang dilakukan oleh Nathan sekarang.
Saat sampai di garasi Li Shi mendapati Nathan yang masih saja bekerja dan menghampiri pria tersebut. Pandangan Li Shi seketika tertuju kearah sebuah benda yang memancarkan cahaya hijau.
"Kalau tidak mau terkena radiasi, sebaiknya jangan menyentuh benda itu..." Ucap Nathan saat menyadari Li Shi hendak menyentuh akselerator buatannya.
Li Shi yang dipergoki hanya bisa tertawa canggung, tetapi ia masih saja penasaran dengan cara kerja akselerator buatan Nathan yang tak pernah ia temui sebelumnya.
"Apa kamu menggunakan bahan yang sama untuk membuat nuklir?" Tanya Li Shi yang mencoba menebak akselerator ciptaan Nathan.
Nathan menggelengkan kepala. "Bukan, aku tidak bisa mengatakannya. Yang pasti ada satu bahan yang tidak akan bisa diciptakan lagi dan hanya ada satu di dunia ini..."
Li Shi mengangguk pasrah dan sangat kesal kenapa dirinya semalam tidur bukannya melihat Nathan bekerja. Sekarang ia tidak akan bisa mengetahui bahan apa yang dimaksud oleh Nathan.
"Dari pada kamu melamun seperti itu, lebih baik bantu aku menyelesaikan benda ini..." Ajak Nathan yang melihat Li Shi tidak ada kerjaan sejak kemarin.
Dengan senang hati Li Shi membantu Nathan sebagai asisten saat tengah membuat jantung tiruan yang jelas pernah ia pelajari meski berakhir gagal sebelumnya.
__ADS_1
Li Shi dan Nathan akhirnya mulai bekerja sama untuk membuat setiap komponen yang akan digunakan dalam pembuatan tubuh android Echelon.