Echelon System

Echelon System
Adopsi


__ADS_3

"Kemana Nathan lama sekali?" Celetuk Kevin ditengah obrolan kecil mereka. Ia tampaknya penasaran dengan kepergian Nathan yang katanya buang air kecil namun sudah 30 menit belum juga kembali.


"Entahlah... Mungkin dia juga buang air besar disana. Kalian sendiri kan tahu kalau pria itu makannya banyak dan pasti perlu waktu lama untuk mengeluarkan nya!" Sahut Robby yang tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Harry.


Tetapi usai mengatakan hal itu Robby langsung mendapatkan lemparan batu dari Emilia yang tidak terima dan merasa kesal dengan perkataan pria tersebut.


Robby yang dilempar batu dan mendapat tatapan tajam dari Emilia hanya bisa tertawa canggung lalu mengalihkan pandangannya dari wanita cantik tersebut.


Disisi lain Emilia tampaknya cukup merasa khawatir dengan kepergian Nathan yang tak kunjung kembali setelah setengah jam lamanya.


'Kamu pergi kemana, Nathan?' Batin Emilia yang risau sambil menatap kearah pepohonan tempat terakhir kali Nathan terlihat.


Namun tak berselang lama kemudian batang hidung Nathan akhirnya terlihat juga. Tetapi kali ini datang tidak sendirian melainkan bersama seorang gadis kecil yang tengah ia gendong di belakang.


"Siapa gadis kecil yang kamu bawa itu?" Tanya Emilia dengan tatapan menyelidik saat melihat Nathan kembali sambil menggendong seorang gadis kecil.


Tak hanya Emilia saja yang merasa penasaran dan mencurigai Nathan, tetapi juga semua orang yang ada disana tampaknya memiliki pemikiran yang sama.


"Hei Nathan, apa kamu menculik gadis kecil itu dan ingin..." Tanya Kevin namun belum sempat ia selesai bertanya Nathan langsung memotongnya.


Nathan berdecih kesal dan menggelengkan kepalanya saat melihat semua orang disana curiga terhadap nya. "Tentu saja tidak bodoh! Aku kebetulan melihat anak ini ingin dilecehkan dua prajurit Jepang ditepi sungai dan aku hanya menolongnya saja..."


Melihat raut wajah kesal Nathan dan menyadari kalau mereka salah paham, Harry, Robby, Kevin, Amanda, dan Emilia hanya bisa tertawa canggung tanpa berani melihat kearah pria itu.


Nathan lalu menurunkan Liu Yifei, namun tampaknya gadis kecil itu masih takut saat melihat orang-orang disana dan hanya bisa bersembunyi dibalik Nathan.


Melihat gadis kecil yang tampaknya masih ketakutan, Emilia lalu mendekat kearahnya dan mengulurkan tangannya. "Siapa namamu gadis kecil?"


Liu Yifei yang melihat seorang wanita cantik tersenyum sambil mengulurkan tangan kearahnya justru tambah takut dan mencengkram baju Nathan dengan erat.


Mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh gadis kecil tersebut, Emilia lalu mengeluarkan sebungkus permen.

__ADS_1


"Aku Emilia, siapa namamu?" Tanya Emilia sambil tersenyum dan mengulurkan sebungkus permen kepada gadis kecil itu.


Dari gelagat Emilia yang dilihat oleh Liu Yifei mirip dengan Nathan sebelumnya, walaupun terkendala bahasa ia akhirnya mengerti dan menerima permen yang diberikan Emilia kepadanya.


"Yifei... Liu Yifei..." Ucap Liu Yifei dengan malu-malu sambil tetap bersembunyi dibalik Nathan.


Mendengar nama dan logat bicara gadis kecil tersebut, Emilia segera mengerti kalau Liu Yifei bukan berasal dari negara ini melainkan berasal dari China.


"Sepertinya gadis kecil bukan berasal dari sini. Benarkan?" Tanya Emilia kepada Nathan yang tengah mengusap kepala Liu Yifei.


"Ya, gadis ini sepertinya diculik..." Balas Nathan.


"Lalu mau kamu apakan gadis kecil itu?" Tanya Robby sambil melihat gadis kecil berpakaian lusuh dan sobek itu.


"Kalau boleh, aku bisa merawatnya!" Sahut Amanda dengan antusias yang membuat Kevin terheran-heran sambil menatap istrinya tersebut.


Dengan cepat Emilia langsung membawa Liu Yifei kedalam pelukannya yang membuat wajah gadis kecil tersebut langsung disambut oleh melon empuk milik Emilia.


Amanda yang tahu kalau dia tidak akan menang hanya bisa mendengus kesal, sementara Kevin tampaknya justru merasa lega.


Disisi lain Nathan yang mendapat tatapan tajam dari Emilia hanya bisa mengangguk dan berpikir kalau tidak ada salahnya mengadopsi Liu Yifei.


Liu Yifei yang berada didalam dekapan Emilia tampaknya mulai merasa nyaman dan perlahan mulai tertidur sambil memeluk tubuh wanita tersebut.


Melihat Liu Yifei yang sudah tertidur, Emilia tersenyum dan menyingkap rambut yang menutupi wajah Liu Yifei. Meski terlihat dekil karena tak mandi beberapa waktu, namun Emilia bisa melihat kalau gadis kecil itu memiliki paras wajah yang cantik.


Nathan yang melihat Emilia tengah senang hanya bisa tersenyum tipis sambil mengelap pistolnya dengan kain.


Harry yang melihat Nathan duduk di sendirian lalu menghampiri dan duduk di sebelahnya. "Apa kamu yakin untuk mengadopsi anak yang tidak jelas asalnya?"


Nathan terkekeh dan menggelengkan kepelanya. "Selagi itu membuat Emilia senang tak masalah. Lagipula aku kasihan dengan gadis kecil itu yang kelihatannya sudah tidak memiliki orang tua..."

__ADS_1


Mendengar perkataan Nathan langsung membuat Harry menganggum mengerti. Tetapi ia seketika dibuat heran saat melihat ekspresi wajah Nathan yang aneh.


"Apa kamu sedang memikirkan seseorang, apa itu orang tuamu? Kalau boleh tahu bagaimana kehidupan mu dimasa depan?" Tanya Harry yang merasa Nathan memerlukan teman untuk berbicara saat ini.


Untuk kesekian kalinya Nathan tersenyum tipis dan melirik kearah Harry sebelum kembali fokus melihat pistol yang sedang ia lap.


"Ada apa denganmu, jangan menatapku seperti itu karena sangat menjijikan. Aku baik-baik saja..." Balas Nathan.


"Sialan..." Decih Harry dengan kesal sambil memalingkan wajahnya dari Nathan. Tetapi diam-diam ia melihat kearah Nathan dan tahu kalau sebenarnya pria itu hanya mencoba untuk tetap bungkam.


Harry seakan tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Nathan. Dia berpikir jika Nathan memiliki masalah atau kenangan buruk dengan orang tuanya dan membuat pria itu tidak mau bercerita.


"Akan kamu beri nama apa anakmu dan Julia nanti, Harry?" Tanya Nathan disaat suasana menjadi hening.


Sejenak Harry tampak berpikir dengan keras sebelum raut wajahnya berubah menjadi putus asa. "Aku tidak tahu, lagipula itu masih lama dan kami belum mencari nama..."


"Begitu..." Ucap Nathan datar yang membuat sudut bibir Harry berkedut.


"Lalu bagaimana denganmu dan Emilia, apa kalian sudah menentukan nama untuk anak kalian?" Tanya Harry.


Mendengar pertanyaan dari Harry jelas membuat Nathan merasa heran sebab Emilia belum mengatakan apapun kepadanya.


"Huh? Apa yang kamu maksud. Jelas-jelas Emilia belum hamil..." Balas Nathan.


"Begitu..." Ucap Harry datar seolah meniru Nathan sebelumnya.


Menyadari kalau Harry hanya ingin membalasnya, Nathan hanya menggelengkan kepala dan merasa pria disebelahnya masih seperti anak kecil padahal dalam beberapa bulan lagi akan menjadi orang tua.


Nathan kemudian menyandarkan tubuhnya dibatang pohon dan memejamkan matanya untuk tidur sambil menunggu pukul 2 pagi untuk menjalankan rencana mereka.


Melihat Nathan yang tertidur Harry lalu berjalan pergi meninggalkan nya menunju rekan-rekan nya yang lain karena tidak mau mengganggu pria itu.

__ADS_1


__ADS_2