Echelon System

Echelon System
Pertengkaran antara ayah dan anak


__ADS_3

Nathan dan Eimi kini tengah menunggu orang tua dari gadis tersebut di ruang tamu. Raut wajah Eimi yang cemberut menandakan bahwa ia benar-benar tidak merasa senang saat ini.


Berbeda dengan Eimi, Nathan justru terlihat santai sambil memakan camilan yang ada di meja sambil memperhatikan rumah mewah milik gadis cantik tersebut.


"Rumahmu bagus juga..." Ucap Nathan.


"Cih! Aku tak menyangka kalau kamu sama saja seperti orang-orang diluar sana yang menginginkan hadiah setelah berhasil membawa ku kemari!" Balas Eimi dengan kesal.


"Memang apa salahnya?" Tanya Nathan yang seketika membuat Eimi menginjak kakinya dengan keras.


"Sakit bodoh!" Nathan mengeluh kesakitan sambil mengelus kakinya yang baru saja di injak dengan keras oleh Eimi.


"Rasakan itu! Setelah semua yang kamu lakukan kepadaku, aku bersumpah akan membuatmu merasakan yang lebih sakit dari ini semua!" Balas Eimi memalingkan wajahnya dari Nathan.


Tak berselang lama sepasang suami istri dan seorang gadis turun melewati tangga. Mereka tidak lain adalah orang tua Eimi dan juga adiknya.


Eimi yang melihat kedatangan orang tuanya jelas merasa kesal dan bangkit dari sofa dan hendak pergi lagi meninggalkan rumah. Namun langkahnya seketika tergenti saat mendengar suara dari ayahnya.


"Duduk kembali Eimi!" Kata Kenta dengan suara yang masih santai.


Dengan kesal Eimi menoleh kebelakang dan melirik ayahnya dengan tajam sebelum ia kembali akan berjalan pergi meninggalkan rumah.


"Aku bilang duduk!" Ucap Kenta kali ini dengan suara lantang yang seketika membuat semua orang disana terkejut, termasuk Nathan yang sedang memakan camilan hingga tersedak saat mendengar suara dari pria tersebut.


Tangan Eimi mengepal erat, dengan kesal ia berbalik dan menatap pria paruh baya yang merupakan ayahnya sendiri.


"Jangan memberi perintah kepadaku, ayah tidak punya hak untuk melakukannya!" Kata Eimi dengan penuh emosi saat berbicara kepada Kenta.

__ADS_1


"Dasar tidak tau diri, jangan berbicara dengan nada lantang kepada orang tuamu sendiri!" Ucap Kenta dengan kesal sambil menunjuk kearah wajah Eimi.


Semua orang yang melihat pertengkaran antara ayah dan putrinya sendiri hanya bisa diam tidak berani melerai mereka karena takut.


Tetapi berbeda dengan semua orang di rumah itu yang tampak ketakutan, Nathan justru terlihat santai melihat pertengkaran tersebut seolah melihat drama secara nyata tepat di depan matanya sendiri.


"Tidak tau diri kata ayah? Memangnya bagaimana sikap ayah kepada ku selama ini. Dari kecil aku selalu dituntut untuk menjadi seorang wanita yang hanya akan dijadikan alat transaksi bisnis ayah! Aku ingin bebas seperti anak-anak lain diluar sana!" Kata Eimi dengan kesal sambil meneteskan air mata.


Perkataan Eimi seketika membuat Kenta terdiam begitu pun dengan semua orang yang ada dirumah tersebut, seolah menandakan jika apa yang dikatakan oleh gadis cantik tersebut memang sebuah kebenaran.


"Aku tidak mau dinikahkan dengan seorang pria tua bangka yang gendut dan suka bermain wanita. Aku mohon sekali saja untuk mengerti ayah..." Pinta Eimi.


Raut wajah Kenta seketika menjadi heran dengan perkataan dari putrinya tersebut. Bagaimana bisa Eimi mengatakan kalau pria yang dijodohkan dengan nya seperti itu padahal jelas-jelas ia sudah bertemu dengannya secara langsung.


Kenta sebenarnya telah mengetahui apa yang Eimi lakukan sejak kemarin dan tidak pulang-pulang ke rumah. Ia sebenarnya bisa saja menyeret putrinya itu langsung ke rumah, tetapi saat melihat pria yang bersama dengan Eimi adalah Nathan, Kenta dengan sengaja hanya membiarkan gadis itu.


Kenta menghela nafas panjang dan kini ia menjadi lebih tenang. "Baik kamu bisa bebas memilih keputusan mu mulai sekarang dan ayah tidak akan lagi menganggu. Tapi sebelum itu duduk dulu, ada yang ingin ayah bahas sekarang..."


Mendengar ucapan dari ayahnya jelas membuat Eimi merasa sedikit senang, ia mengangguk pelan dan kemudian kembali duduk di samping Nathan.


"Jadi apa kamu benar-benar ingin menolak pria yang ayah jodohkan untukmu, Eimi?" Tanya Kenta dengan suara yang halus.


Dengan cepat Eimi mengangguk dan berkata, "Ya, aku menolak nya! Lagipula aku belum pernah bertemu dengan pria itu!"


"Lalu bagaimana jika kamu bertemu dengannya. Apa kamu akan mempertimbangkan keputusan mu itu dulu?" Tanya Kenta.


Sejenak Eimi merenungkan pertanyaan dari ayahnya sebelum membuat keputusan. "Aku bisa mempertimbangkannya terlebih dulu, kalau aku bisa melihat foto pria itu sekarang..."

__ADS_1


"Ayah tidak memegang foto pria itu sekarang, tapi kamu bisa melihat ke arah pria yang duduk disebelah mu dan buatlah keputusan mu sendiri..." Balas Kenta sambil melihat kearah Nathan.


Alis Eimi seketika mengerut dan ia merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh ayahnya barusan. Dengan bingung dan heran Eimi kemudian melihat kearah Nathan yang tersenyum sinis sambil mengunyah kacang kearah nya.


"A-Apa maksud ayah pria bodoh ini yang dijodohkan dengan ku?" Tanya Eimi dengan gagap sambil menunjuk kearah Nathan.


"Tentu saja, apa Tuan Nathan belum berbicara sebelum nya kepadamu?" Balas Kenta dengan heran karena Eimi belum mengetahui calonnya sendiri.


Tubuh Eimi seketika menjadi kaku dan ia masih belum menyangka kalau Nathan adalah pria yang selama ini dijodohkan dengannya.


Dengan heran Eimi kemudian melihat kembali kearah Nathan dan tidak bisa mengatakan apapun sekarang karena merasa sangat terkejut.


"Mulai sekarang kamu harus lebih sopan dengan ku, gadis kecil..." Ucap Nathan sambil menepuk-nepuk kepala Eimi dengan lembut.


Raut wajah Eimi seketika menjadi merah dan ia langsung melompat menjauh dari Nathan. "Gila! Ini semua gila! Apa ayah mau menjodohkan ku dengan pria menyebalkan seperti dia!?"


"Tentu saja, apa kamu tidak suka? Kalau tidak suka biarkan adikmu saja, dia kelihatannya tertarik dengan Tuan Nathan..." Balas Kenta.


Dengan cepat Eimi menggelengkan kepala dan tanpa memikirkan egonya lagi langsung memeluk Nathan seolah pria itu adalah miliknya yang tidak boleh direbut oleh adiknya sendiri.


"Tidak, kali aku tidak akan mengalah lagi denganmu. Narumi!" Ucap Eimi sambil menatap tajam ke arah adiknya yang duduk disebelah ibu mereka.


Narumi yang melihat tingkah kakaknya lalu tertawa. "Tenang saja kakak aku tidak akan melakukannya, tapi kalau Tuan Nathan ingin aku tidak keberatan..."


Sebelum Nathan sempat menjawab Eimi langsung menyerobot. "Tidak! Dia adalah milikku, lebih baik kamu cari pria lain diluar sana!"


Perkataan Eimi seketika membuat semua orang tertawa karena tidak menyangka kalau gadis tersebut kali ini sangat protektif. Tetapi hal ini justru membuat Eimi bingung kenapa semua orang bisa menertawakan nya.

__ADS_1


"Jadi... Apa kamu menyetujui usulan perjodohan ini, Eimi?" Tanya Nathan sambil tersenyum kearah Eimi yang membuat gadis tersebut menjadi malu dan membenamkan wajahnya di pelukan Nathan.


__ADS_2