
Eimi tersenyum puas setelah melihat Nathan mengangguk menuruti permintaan nya, meski raut wajah pria itu menunjukkan rasa kesal kepadanya.
Tetapi Eimi tidak perduli karena yang terpenting sekarang ia bisa lebih lama bersama dengan pria tersebut dan dapat mengantarkannya untuk mengambil mobil yang ketinggalan di area parkiran bar.
"Kalau begitu ayo cepat kita pergi, aku tidak mau mendapat amukan dari ayahku karena pulang terlalu siang..." Ucap Eimi sambil berjalan didepan Nathan.
Nathan menghela nafas panjang karena merasa rencana awalnya datang ke Jepang akan sedikit berubah akibat gadis yang tampaknya baru berusia 19 tahun tersebut.
Dengan malas dan terpaksa Nathan mengambil kunci mobilnya dan berjalan mengikuti Eimi dari belakang sambil mengirim pesan kepada Emilia kalau dia akan tinggal lebih lama lagi di Jepang.
Setelah sampai di area basement Eimi tampak kebingungan sebab tidak tahu mobil milik Nathan yang mana, tetapi pandangannya seolah terpaku kearah salah satu mobil dengan bentuk cukup aneh tetapi terkesan elegant.
"Hei lihat, bukannya ini Lamborghini V12 Vision GT yang hanya ada satu didunia? Kenapa mobil ini bisa ada disini?" Kata Eimi sambil menyentuh body mobil sport tersebut dengan antusias.
"Menyingkirlah..." Ucap Nathan yang membuat Eimi berjalan sedikit menjauh dari mobilnya.
Nathan kemudian menekan tombol pada kuncinya dan membuat pintu mobil tersebut terbuka keatas yang membuat Eimi menjadi kaget.
"Apa mobil ini punyamu? Bagaimana bisa kamu mendapatkannya?" Tanya Eimi takjub sambil menatap Nathan dengan mata yang berbintang-bintang.
"Cepatlah naik, kamu jadi mau di antar atau tidak?" Nathan tidak menjawab pertanyaan dari Eimi dan menyuruh gadis tersebut masuk kedalam mobil.
Eimi yang melihat hanya ada satu bangku penumpang saja menjadi merasa canggung, karena ia tidak biasa terlalu dekat dengan seorang pria.
"Maksudnya aku duduk dipangkuan mu begitu? Aku tidak bisa melakukannya..." Tolak Eimi yang tidak ingin tubuhnya dinodai oleh pria tersebut.
Sudut alis Nathan terangkat dan jadi sedikit bingung dengan sikap gadis tersebut yang ia rasa aneh. "Apa maksudmu tidak bisa? Tentu saja bisa, buktinya semalam aku membawamu dengan mobil ini..."
__ADS_1
Mendengar penuturan dari Nathan seketika membuat raut wajah Eimi memerah dan ia menjadi malu. Eimi dengan cepat berpose seolah melindungi area miliknya dan menatap kesal Nathan.
"Dasar pria tidak tahu malu, bisa-bisanya kamu mencari kesempatan pada gadis yang tengah mabuk!" Ucap Eimi yang terlihat kesal serta hampir menangis karena merasa dirinya kini sudah ternodai.
Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan melihat kearah Eimi dengan tatapan bingung begitu mendengar perkataan dari gadis tersebut.
"Mencari kesempatan apanya, untuk apa aku melakukan itu kepada wanita yang tubuhnya sama sekali belum matang..." Balas Nathan yang ingin melakukan pembelaan.
Tetapi tiba-tiba Nathan merasa tangannya menjadi kesemutan akibat Echelon yang tampaknya tahu kalau ia berbohong dan langsung memberinya setruman ringan.
Nathan dengan cepat langsung menepuk-nepuk jam tangannya dan tak lama kemudian Echelon menghentikan aliran listrik ke pergelangan tangannya.
Eimi lalu melihat kearah dadanya yang sebenarnya lumayan besar dan hanya menunggu waktu saja sampai benar-benar matang, saat merasa tersinggung dengan perkataan Nathan barusan.
"Sialan, apa kamu mengatai milikku kecil. Ya memang kalau milikku tidak terlalu besar, tetapi ini wajar karena aku masih dalam tahap pertumbuhan!" Kata Eimi.
Sejenak Eimi berpikir, jelas ia tidak mau duduk di pangkuan pria yang baru saja dia kenal. Meski tampan, tapi tetap saja Eimi tidak mau tubuhnya dinodai oleh pria sembarangan.
Mungkin terdengar aneh kalau wanita Jepang yang sudah pernah memiliki kekasih seperti Eimi masih menjaga pengalaman pertamanya, tetapi selama berpacaran dengan Tanaka ia sendiri tidak pernah untuk mengijinkan pria yang sudah menjadi mantannya itu menyentuh tubuhnya. Bahkan memegang sehelai rambutnya ia tidak akan pernah sudi.
"Jadi... Tapi tidak dengan mobil itu. Antar aku menggunakan taksi saja! Aku tahu akal busukmu itu yang mau mengambil kesempatan dariku, iyakan!?" Kata Eimi yang masih mencurigai Nathan.
Nathan menghela nafas panjang dan keluar dari mobil lalu menguncinya kembali. "Yang benar saja, terserah kamu saja. Setelah aku mengantarmu mengambil mobil, anggap saja kita tidak pernah bertemu dan lupakan semua kejadian ini..."
Diam-diam Eimi tersenyum tipis dan jelas ia tidak akan melepaskan pria yang sudah berani menyentuh tubuhnya begitu saja. Berbagai skenario kini sudah Eimi pikirkan untuk membuat Nathan bertanggung jawab karena sudah berani menodainya.
Eimi kemudian mengangguk dan ia bersama Nathan lalu memutuskan untuk pergi menggunakan taksi menuju bar tempat pertama kali mereka bertemu.
__ADS_1
Ditengah perjalanan menuju bar, Eimi yang duduk disamping Nathan merasa heran saat melihat itu tengah membaca sebuah artikel tentang penemuan-penemuan di dunia.
"Apa kamu masih seorang pelajar?" Tanya Eimi sambil melihat Nathan yang tengah sibuk membaca artikel menggunakan IPadnya.
"Tidak, aku tidak punya cukup uang untuk membayar biaya sekolah..." Balas Nathan tampak melirik sedikitpun kearah Eimi.
Merasa apa yang dikatakan oleh Nathan bohong tentu saja membuat Eimi menjadi tertawa. Hanya dengan melihat barang-barang yang dimiliki oleh Nathan sudah membuat Eimi tahu kalau pria itu tidak mungkin kekurangan uang.
"Hahaha... Jangan bercanda, mana mungkin kamu tidak bisa membayar biaya sekolah!" Kata Eimi yang tertawa sambil menutupi mulutnya.
Dengan tatapan datar Nathan melirik kearah Eimi yang tidak mempercayai ucapannya, padahal ia telah mengatakan hal yang sejujurnya kalau tidak melanjutkan pendidikan karena faktor finansial.
Setelah lulus dari bangku SMA, Nathan sudah mulai bekerja dan menabung sedikit demi sedikit karena memiliki rencana saat itu yaitu untuk menikahi Angel.
Namun semua rencananya berantakan dan sempat membuatnya menjadi depresi. Tetapi kini sudah tidak lagi, karena ia telah memiliki semuanya baik itu wanita cantik atau harta.
Tujuan Nathan sebenarnya sekarang hanya satu yaitu mencari kebenaran tentang siapa dirinya dan juga kedua orang tuanya, yang sebenarnya ia ragu kalau mereka telah meninggal dunia.
"Aku tidak bohong, mau kamu percaya atau tidak itu terserah kamu..." Balas Nathan dengan acuh sebelum kembali fokus membaca artikel.
Eimi hanya mengangguk sambil menahan tawa dan masih belum percaya dengan perkataan dari Nathan barusan yang tidak cukup masuk akal baginya.
"Semalam aku bertemu dengan pacarmu Tanaka..." Kata Nathan dengan tiba-tiba dan masih tidak melihat kearah lawan bicaranya.
Ekspresi senang Eimi seketika berubah menjadi murung sekaligus kesal saat mendengar nama mantan kekasihnya yang baru saja disebut oleh Nathan.
"Jangan sebut nama itu lagi..." Ucap Eimi dengan raut wajah menghitam seolah menyiratkan dendam tersendiri untuk mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Huh? Memangnya ada apa? Oh, biar aku tebak. Kamu baru saja diselingkuhin?" Tanya Nathan sambil tertawa pelan yang justru membuat Eimi menjadi marah.