
Selepas menemui dan berbicara dengan Nyonya Sumiko, Nathan berjalan keluar dari ruangan dan mendapati hanya ada Hirota yang menunggunya didepan pintu.
"Apa kamu mendengar semuanya?" Tanya Nathan dengan raut wajah putus asa sebab secara mengejutkan akan dijodohkan seperti ini.
Karena tidak bisa berbohong di hadapan Nathan, Hirota mengangguk tanpa ekspresi. "Saya hanya mendengar saat Nyonya Sumiko ingin menjodohkan Anda dengan cucunya. Selebihnya saya tidak bisa mendengar semuanya..."
Nathan menghela nafas dan memijat wajahnya. "Dimana wanita itu? Aku harus berbicara dengan nya..." Tanya Nathan mencari keberadaan Kanae.
"Setelah sempat mendengar pembicaraan Anda dengan neneknya, wanita itu langsung pergi dan mengayunkan pedang kayu di sana tuan..." Balas Hirota sambil melihat kearah Kanae yang tengah mengayunkan pedang kayu di halaman rumah.
"Apa dia mendengarnya juga?" Tanya Nathan dengan raut wajah terkejut dan hanya dibalas anggukan oleh Hirota.
Karena sudah tidak ada jalan lain, Nathan memutuskan untuk menghampiri Kanae yang tengah berlatih Kendo, dengan maksud membicarakan tentang perjodohan yang tiba-tiba ini.
"Maaf mengganggu waktumu, Nona Kanae... Ada yang ingin saya bicarakan dengan mu sekarang..." Ucap Nathan sambil berdiri dibelakang wanita cantik tersebut.
Mendengar suara Nathan, Kanae memilih untuk mengabaikan nya dan terus mengayunkan pedang kayu miliknya. Bukannya ia tidak suka, hanya saja dirinya masih terkejut saat mendengar perjodohan sebelum nya.
Bagi wanita tak berpengalaman dan merasa sudah cukup tua, jelas Kanae merasa kurang percaya diri dan malu kalau harus dijodohkan dengan pemuda seperti Nathan.
Pemikiran Kanae diperburuk saat ia mendengar kalau pria yang dijodohkan dengan nya sudah beristri dan memiliki tiga wanita lain. Apalagi mereka berdua baru saja bertemu.
Melihat Kanae yang mengabaikan nya, Nathan berpikir kalau wanita itu menolak perjodohan ini. "Baik aku mengerti, aku akan membicarakan hal ini lagi dengan Nyonya Sumiko dan membatalkan rencana perjodohan ini. Tenang saja, aku bukan pria pemaksa..."
Begitu mengatakan hal tersebut Nathan lalu berbalik dan hendak menemui Nyonya Sumiko kembali, namun tanpa diduga Kanae langsung mencegahnya.
"Tunggu dulu! Bukan begitu maksud ku, hanya saja aku masih terkejut dan aku merasa kalau kamu tidak akan menyukai wanita tua seperti ku..." Ucap Kanae dengan malu-malu dan tidak berani menatap mata Nathan secara langsung.
Nathan membalik tubuhnya kearah Kanae dan cukup terkejut mendengar ucapan dari wanita tersebut yang tidak ia sangka sebelumnya.
"Apa berarti kamu setuju? Kamu tau bukan kalau aku sudah memiliki beberapa wanita..." Tanya Nathan memastikan ucapan dari wanita tersebut.
Kanae mengangguk pelan dan berkata, "Ya, aku sempat mendengar nya dan tidak masalah kalau harus berbagi..."
__ADS_1
"Aku sendiri tidak masalah dengan perjodohan ini, tapi kenapa kamu mau? Maksud ku, kenapa wanita seperti mu mau dijodohkan dengan pria seperti ku?" Tanya Nathan.
"Sebenarnya sudah ada banyak pria yang melamarku untuk menjadi istri mereka, tetapi ada satu aturan di keluarga ini dimana calon pria harus bisa mengalahkan pihak wanita dalam pertarungan pedang... Sejauh ini belum ada yang bisa mengalahkan ku dan sayangnya mereka pulang hanya dengan nama saja..." Balas Kanae dengan malu-malu.
Mendengar jawaban dari Kanae yang membuatnya cukup ngeri dengan aturan di keluarga ini, Nathan seketika menelan salivanya dan tidak menyangka wanita anggun serta memiliki sikap keibuan itu sudah membunuh banyak pria yang datang.
'Bagaimana dia bisa memasang ekspresi malu-malu seperti itu setelah mengatakan cerita horor barusan. Apa dia Yandere?' Batin Nathan.
"Lalu kenapa bisa langsung setuju padahal kita belum bertarung satu sama lain?" Tanya Nathan sambil tertawa canggung untuk menutupi perasaan takutnya.
"Karena ini adalah perintah langsung dari nenek, aku tidak bisa menolaknya. Lagipula aku tidak keberatan sama sekali..." Balas Kanae.
Nathan tersenyum canggung dan menoleh kearah Hirota yang dari tadi hanya memperhatikan mereka dari kejauhan. Pria itu kemudian membuat kode seolah meminta pertolongan, tetapi Hirota langsung menutup matanya.
Tidak tahu harus berbuat apa-apa lagi karena bawahannya sendiri tak bisa membantu, Nathan hanya bisa menerima Kanae dan akan mencoba untuk memahami wanita tersebut kedepannya.
Nathan dan Kanae kemudian memutuskan untuk mengobrol berdua di balkon yang menghadap halaman rumah.
Awalnya obrolan diantara keduanya sangat canggung, namun karena keahlian Nathan dalam berbicara akhirnya membuat obrolan diantara keduanya berjalan cukup lancar.
Nathan dan Hirota kemudian diajak untuk makan malam bersama, sebelum akhirnya Nyonya Sumiko mulai membahas keputusan nya untuk menjodohkan Kanae dengan Nathan kepada orang tua wanita tersebut.
Tojo dan Fumiko yang mendengar berita perjodohan tersebut awalnya cukup dibuat terkejut, karena ini tak seperti Nyonya Sumiko yang biasanya.
Namun karena merasa umur Kanae sudah menginjak usia 35 tahun dan belum ada yang berani melamarnya lagi, akhirnya Tojo dan Fumiko hanya bisa setuju.
Tojo dan Fumiko disisi lain dapat melihat Kanae yang tertarik dengan pemuda yang dijodohkan dengan nya saat terbukti memberi banyak perhatian saat tengah makan bersama.
Mereka juga merasa pria yang dijodohkan dengan Putri mereka tidak begitu buruk dan mampu dalam hal financial, yang membuat mereka berdua merasa bakal aman menyerahkan Putri mereka kepada Nathan.
Setelah selesai makan malam dan menentukan tanggal pernikahan yang akan dilakukan esok hari, dimana hanya keluarga inti saja yang akan hadir. Nathan dan Hirota pamit untuk kembali ke Tokyo terlebih dahulu dengan alasan mengambil barang-barang mereka yang tertinggal.
Awalnya Nathan sempat dicegah oleh Kanae yang tampaknya sudah sangat nyaman dengan nya, tetapi setelah berbicara akhirnya Kanae dengan terpaksa membiarkan Nathan untuk kembali ke Tokyo terlebih dahulu.
__ADS_1
Nathan dan Hirota kemudian langsung kembali menuju Tokyo terlebih dahulu sebelum kembali besok harinya ke Koichi.
Ditengah perjalanan Nathan membaringkan tubuhnya karena merasa lelah dan terkejut saat mendapatkan seorang wanita Milf asli Jepang yang hanya bisa ia lihat di komik dewasa.
Tetapi baru saja ingin tidur tiba-tiba telpon nya berbunyi dan saat melihat kalau Harry yang menghubungi nya, Nathan langsung mengangkat nya meski sangat malas.
"Apa!?" Tanya Nathan ketus.
"Ada apa denganmu, kenapa nada bicaramu terdengar kesal?" Ucap Harry heran.
"Tidak, aku hanya lelah setelah bertemu dengan keturunan pria itu... Kenapa kamu menelepon ku malam-malam begini?" Balas Nathan sambil memijat keningnya karena merasa pusing.
"Ekhem... Dulu apa kamu masih ingat dengan pria Jepang yang bertemu untuk membahas kerjasama saat tengah pesta?" Tanya Harry dengan canggung.
Untuk sejenak Nathan berpikir dan berusaha mengingat pria yang Harry maksud. "Iya... Aku ingat pria itu, memangnya kenapa?"
"Bagus kalau kamu mengingatnya... Begini, dulu kan saat mendatangi surat kerjasama kalian sudah membuat kesepakatan lain buka?" Ucap Harry.
"Kesepakatan lain yang mana?" Tanya Nathan bingung.
"Itu... Pria Jepang itu mengatakan jika dia memiliki keturunan seorang wanita, dia ingin keturunannya menikah denganmu untuk mengeratkan hubungan kerjasama kalian..." Balas Harry.
"Hah? Tunggu, bagaimana bisa mereka mengingatnya. Bukannya semua orang sudah kehilangan ingatan tentangku?" Tanya Nathan.
"Ya... Sebenarnya kami yang membuat mereka kembali mengingatmu. Tapi tenang saja, hanya beberapa orang yang kami anggap penting saja..." Balas Harry sambil tertawa.
"Sialan! Lalu apa gunanya aku melakukan hal itu semua bodoh!" Ucap Nathan dengan kesal sampai suaranya membuat Hirota yang mendengarnya menjadi takut.
"Maaf sudah terlanjur... Sebenarnya Kevin yang membeberkan semuanya..." Balas Harry.
"Orang itu... Sebentar, siapa pria Jepang yang kamu maksud ini?" Tanya Nathan.
"Koyata Iwasaki orang dari Mitsubishi Motors... Aku dengar kamu sudah bertemu dengan cicitnya bernama Eimi Iwasaki. Gadis itulah yang akan dijodohkan denganmu..." Balas Harry.
__ADS_1
Nathan seketika membeku dan tidak bisa berkata-kata lagi. "Jangan bercanda, aku baru saja dijodohkan dengan cucu dari Admiral itu. Sekarang tambah satu lagi, apa kalian sudah gila membuatku menikahi dua orang wanita dalam waktu berdekatan. Bagaimana aku menghadapi wanita ku yang lain?" Ucap Nathan.
"Mana aku tau, bukannya itu bagus untukmu. Kalau gitu sudah dulu, aku harus bermain dengan cucuku!" Balas Harry sebelum menutup telepon nya.