
Lima menit menunggu tapi Liu Yifei belum juga mendengarkan jawaban dari Emilia. Liu Yifei mengetukan jarinya pada sandaran tangan ketika menunggu balasan.
Raut wajah Liu Yifei perlahan mulai terlihat kesal. "Hallo... Apa kamu masih ada disana, kak?" Tanya Liu Yifei dengan nada yang ditekankan.
"Iya, aku masih ada disini. Memangnya ada apa?" Ucap Emilia dengan santai seolah tidak ingat konteks pembicaraan mereka. Bahkan saking santainya Emilia kini sedang memakan donat bersama Marshela dan Alicia di ruang tengah rumah Nathan.
Krakkkk!!!
Pena ditangan Liu Yifei seketika patah menjadi dua bagian setelah ia merematnya dengan kuat. Awalnya Liu Yifei sudah bersiap mencatat alamat tempat Nathan saat ini berada, namun menghadapi sikap Emilia seketika membuatnya kesal.
"Kak, aku sedang serius sekarang. Jangan main-main denganku!" Tukas Liu Yife kesal sambil menaikan volume bicaranya.
Menyadari kalau Liu Yifei sekarang sedang kesal kepadanya, membuat Emilia tertawa. "Hoh... Apa gadis kecilku ini baru saja membentak ku? Rupanya kamu sudah berani melawan Mamamu sendiri, Yifei?"
"Aku bukan gadis kecilmu lagi kakak, lagipula bukankah kita sudah sepakat untuk merubah hubungan kita tidak menjadi ibu dan anak lagi? Ayolah katakan padaku, dimana dia sekarang!" Ucap Liu Yifei yang sudah mulai geram dengan sikap Emilia.
"Baiklah aku mengerti... Memang nya kamu sekarang berada dimana?" Tanya Emilia santai sambil mengunyah gigitan donat.
"Aku sedang dalam perjalanan menuju acara galeri seni disalah satu Museum. Memangnya ada apa, kak?" Kata Liu Yifei memastikan.
"Begitu... Kalau gitu sudah dulu, acara TV kesukaanku sudah dimulai!" Balas Emilia sebelum menutup panggilan telepon mereka.
Raut wajah Liu Yifei memerah padam setelah panggilan telepon dimatikan secara sepihak oleh Emilia, padahal ia masih belum mengetahui keberadaan Nathan saat ini.
Berulang kali Liu Yifei mencoba menghubungi Emilia kembali, namun tidak kunjung diangkat hingga membuat Liu Yifei semakin kesal dan membanting ponselnya.
*******
Disisi lain, mobil yang dikendarai oleh Hirota dan Nathan telah sampai didepan gedung Museum. Namun tampaknya malam ini Museum tersebut tidak dibuka untuk umum karena akan digunakan melangsungkan sebuah acara.
__ADS_1
Tentu saja Nathan sudah mengantisipasi hal ini, ia kemudian meminta undangan palsu dari Hirota yang sudah dibuatkan sebelumnya.
Begitu mendapat undangan Nathan lalu keluar dari mobil dan berjalan menuju pintu masuk yang dijaga oleh seorang pria berpakaian pelayan serta dua pria besar dibelakangnya.
"Maaf, tempat ini sedang tidak dibuka untuk umum, nak..." Ucap pria berpakaian pelayanan tanpa melihat kearah Nathan.
Nathan tidak menghiraukan perkataan dari pria tersebut barusan, ia mengeluarkan kartu undangan dan menunjukkan kepada pria tersebut.
Melihat seorang anak muda memiliki kartu undangan ekslusif, pria itu kemudian segera mengeceknya dengan melakukan scan barcode dan alhasil ada nama Nathan dalam daftar nama undangan. Bahkan fotonya juga tertera disana.
Karena anak muda itu adalah tamu undangan, segera pria tadi mempersilahkan nya masuk kedalam dengan sopan dan tidak bersikap acuh seperti sebelumnya.
Nathan masuk kedalam Museum dan melihat sudah banyak orang yang datang. Pria itu tidak menghiraukan mereka dan memilih untuk melihat koleksi lukisan disana.
Banyak lukisan yang Nathan temukan di museum tersebut, namun yang membuatnya tertarik adalah beberapa lukisan monokrom hitam putih.
Nathan mendekat ke arah salah satu lukisan monokrom yang menunjukkan sebuah gambar pohon dan seorang gadis kecil tengah bersandar di bawah nya.
Ketika Nathan sedang melihat-lihat lukisan, acara amal yang diadakan di museum sudah mulai dilaksanakan. Dari atas panggung seorang presenter mulai menyambut para tamu dan membawakan acara tersebut.
Acara yang dimaksud adalah lelang lukisan dari beberapa seniman terkenal Dunia. Dimana hasil keuntungannya akan digunakan sebagai amal.
Dari kejauhan Nathan memperhatikan seorang wanita cantik yang menghadiri acara tersebut dimana ia sendiri sangat mengenalnya.
Wanita itu tidak lain merupakan Liu Yifei yang duduk bersama para naga Tiongkok pemilik bisnis-bisnis raksasa dinegeri bambu tersebut.
Nathan menyilangkan kedua tangannya didada dan menyandarkan tubuhnya ke tembok sambil memperhatikan sosok Liu Yifei dari kejauhan.
Sementara itu Liu Yifei yang berada satu meja dengan para tamu undangan VIP merasa bosan mendengar obrolan mereka disana.
__ADS_1
Liu Yifei yang terlihat bosan seketika menyadari ada seseorang tengah mengawasinya, namun kali ini rasanya tidak seperti biasa seolah ada ia memiliki ikatan dengan orang yang tengah memperhatikan nya.
Wanita cantik tersebut kemudian menoleh ke samping dan dari kejauhan ia melihat seorang pemuda menggunakan jaket tengah memperhatikan nya.
Liu Yifei menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas siapa yang tengah memperhatikan nya, karena pemuda tersebut menggunakan tudung yang membuat redup cahaya disekitar wajahnya.
Nathan yang melihat Liu Yifei menatapnya balik kemudian membuka tudung jaketnya dan tersenyum tipis sambil melambaikan tangannya pelan.
Melihat Nathan dari kejauhan seolah membuat Liu Yifei tidak langsung percaya. Beberapa kali ia mencoba memastikannya terlebih dahulu sebelum yakin bahwa itu beneran adalah Nathan.
Tetapi saat sedang memperhatikan Nathan dari jauh, Liu Yifei dibuat panik saat melihat pria yang sudah lama tunggu berjalan pergi menuju lorong.
Dengan cepat Liu Yifei beranjak dari kursinya dan mengabaikan orang-orang yang menanyakan kemana dirinya akan pergi saat acara tengah dimulai.
Liu Yifei sedikit kesulitan saat harus berjalan menggunakan sepatu hak tinggi untuk mengejar Nathan dan membuatnya merasa sangat kesal hingga melepaskan lalu membuang sepatu yang bernilai fantastis.
Begitu berbelok di lorong Liu Yifei benar-benar kehilangan jejak Nathan yang membuatnya cukup frustasi bahkan membuatnya berpikir kalau ia hanya menghayal saja.
Namun tiba-tiba dari belakang seseorang membungkam mulut indah Liu Yifei dan menarik tubuh wanita cantik tersebut menuju suatu tempat yang sepi.
Liu Yifei mencoba untuk memberontak dan setelah terlepas dari genggaman orang asing tersebut, ia mengeluarkan sebilah pisau dan berbalik untuk melakukan perlawanan.
Tepat saat pisau ditangan Liu Yifei hendak menyayat leher sosok tersebut, Liu Yifei menghentikan serangan nya saat melihat bahwa sosok tersebut tidak lain adalah Nathan.
"Sudah lama tidak bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu, Yifei?" Tanya Nathan sambil tersenyum kearah Liu Yifei yang tengah membeku.
Tranggg!!!!
Pisau yang ada ditangan Liu Yifei seketika jatuh ke lantai dan wanita cantik tersebut langsung membenamkan wajahnya dipelukan hangat Nathan.
__ADS_1
Sosok wanita cantik dan anggun serta angkuh yang dikenal oleh banyak orang, seketika berubah menjadi sosok gadis kecil dan manja ketika bertemu dengan Nathan.
Liu Yifei langsung menangis sejadi-jadinya didalam pelukan Nathan yang sangat ia rindukan selama puluhan tahun sejak terakhir kali bertemu.