Echelon System

Echelon System
Eimi Diculik


__ADS_3

Memasuki area lapangan, Nathan mulai merenggangkan tubuhnya sambil menunggu konfirmasi untuk masuk dan menggantikan seorang pemain yang terlihat mengalami cidera pada bagian kakinya.


Kemunculan Nathan dilapangan tentu saja membuat Kanae dan Eimi cukup terkejut, sebab hanya para mahasiswa saja yang boleh mengikuti pertandingan ini.


Tak hanya mereka saja yang terkejut, tetapi para penonton lain juga merasakan hal yang sama sebab baru pertama kali melihat sosok Nathan ada di Universitas tersebut.


Begitu mendapat konfirmasi pergantian pemain, Nathan segera masuk dan mencoba mengakrabkan diri dengan para pemain lain.


Tanpa disangka Nathan baru menyadari kalau lawan bermainnya adalah Tanaka yang beberapa hari lalu memiliki masalah dengannya.


Nathan tersenyum tipis dan mengangguk kearah Tanaka, sementara Tanaka sendiri tamapknya tidak suka dengan kehadiran Nathan disana.


Pandangan Nathan kemudian teralihkan ke papan skor dimana timnya tertinggal dua puluh angka dari tim milik Tanaka yang jauh lebih unggul.


Bukannya merasa akan kalah karena waktu tersisa tinggal sepuluh menit saja, Nathan justru merasa senang dan seolah bernostalgia tentang pertandingan basket yang ia ikuti saat SMA dulu.


Peluit segera dibunyikan oleh wasit dan pertandingan kembali dimulai. Nathan yang mendapat operan bola langsung menembak kearah ring dari garis tengah lapangan.


Tembakan Nathan dengan mulus masuk ke dalam ring dan membuat timnya mendapat tiga skor dengan mudah. Apa yang dilakukan oleh Nathan tentu saja membuat timnya merasa senang, namun tidak dengan lawannya.


Bola kembali di umpan oleh pihak lawan dan mereka mulai melakukan strategi menyerang. Hingga ketika seorang pemain lawan menembak dari luar garis ring, tembakan nya memantul dan meleset hingga membuat bola kini berada di rekan satu tim Nathan.


Serangan balik coba dilakukan dan kali ini Nathan dibayang-bayangi oleh seorang pria setinggi dua meter yang tampaknya berasal dari Amerika Selatan.


Pergerakan Nathan seolah di kunci dan membuatnya akan kesulitan jika mendapatkan umpan, tetapi hal ini tentunya tidak menjadi masalah untuk Nathan.


Ketika ia mendapat umpan, Nathan langsung menepis bola dan menyalurkan umpan ke arah pemain lain yang seketika mengecoh pria dihadapannya.


"Belajarlah lebih sering..." Ucap Nathan sambil tersenyum tipis mengejek pria besar dihadapannya yang tampak kesal.


Poin kembali didapatkan oleh tim Nathan setelah seorang rekannya melakukan dunk dengan sempurna yang merobek jaring ring milik lawan.

__ADS_1


Perolehan poin perlahan mulai seimbang bahkan skor tim Nathan akhirnya mengungguli tim Tanaka dengan selisih satu poin saja.


Waktu tersisa satu menit lagi dan Tanaka yang tidak mau timnya kalah akhirnya memikirkan rencana licik untuk membuat Nathan mengalami cidera serius, sebab kehadiran pria tersebut telah membuat rencananya untuk mendapatkan perhatian dari Eimi gagal.


Hingga pada saat Nathan akan melakukan trik dunk, Tanaka yang menjaga didepan nya dengan sengaja menabrakkan tubuhnya sendiri, karena sangat percaya diri setelah mendapat suntikan serum dari pria misterius tempo hari.


Namun hal yang tidak Tanaka duga sebelumnya terjadi, dimana ia justru terdorong saat menabrak tubuh Nathan yang sangat keras hingga membuatnya terjatuh.


Begitu mencetak skor Nathan menatap kearah Tanaka dengan heran, sebab telah dengan sengaja menabrak dirinya tadi namun berakhir kegagalan.


Pertandingan akhirnya berakhir dengan skor 68-71 yang dimenangkan oleh tim Nathan, mereka kemudian mendapat uang senilai 200 ribu Yen dan berfoto bersama.


Setelah berfoto Nathan melepas bajunya dan bertukar dengan pria besar yang sebelumnya menjadi lawannya sambil bermaafan.


Melihat Nathan yang telanjang dada membuat beberapa mahasiswi berteriak bahkan orang tua mereka yang menonton juga ikut berteriak. Apalagi saat Nathan membasahi rambutnya dengan air mineral untuk mendinginkan kepala dan tubuhnya yang terasa panas.


Eimi yang merasa kesal dengan kelakuan Nathan seolah tebar pesona langsung mengambil handuk dan memberikannya kepada pria itu.


"Cepat ke ruang ganti dan berpakaian lah dengan benar!" Ucap Eimi dengan kesal sambil mengulurkan handuk untuk Nathan.


"Aku ingin berfoto dulu bersama teman-teman ku. Tunggu aku diluar nanti..." Ucap Eimi sebelum meninggalkan Nathan.


Nathan hanya mengangguk dan kemudian menuju ruang ganti untuk membersihkan tubuh nya yang berkeringat sebelum berpakaian seperti semula.


Pria tersebut kemudian menghampiri Kanae yang terlihat sudah menunggunya diluar lapangan tempat pertandingan basket sebelum nya.


Belum sempat Nathan berbicara, Kanae tiba-tiba menarik kerah bajunya dan menatapnya. "Ara~ Apa kamu menyukai saat para gadis dan ibu mereka berteriak menyorakimu tadi?"


Mendapat tatapan membunuh dari wanita yang ia kira kalem dan lembut, Nathan seketika menjadi gugup. "Te-Tentu saja tidak. Bagaimana bisa kamu suka saat mendapat banyak perhatian dari orang lain, benarkan?"


Kanae yang melihat raut wajah Nathan menjadi gugup, lalu menghela nafas dan melepaskan Hoodie Nathan yang ia tarik.

__ADS_1


"Lain kali apa kamu bisa tidak mencari perhatian dengan cara melepas baju di depan umum?" Tanya Kanae sambil mengalihkan pandangannya dari Nathan.


"Baik-baik aku mengerti, jangan marah lagi..." Balas Nathan sambil tersenyum dan memeluk Kanae dari belakang.


"Lalu dimana Eimi, kenapa dia tidak kembali bersama denganmu?" Tanya Kanae.


"Entahlah, katanya dia mau berfoto-foto dengan teman-teman nya dan menyuruhku untuk menunggunya diluar saja..." Balas Nathan.


*******


Disisi lain Tanaka yang berada diruang ganti dengan kesal memukul pintu rak didekat nya sampai hancur, karena merasa tidak terima harus kalah lagi dari Nathan.


Dengan amarah yang meluap, ia segera menghubungi teman-teman nya untuk melakukan sebuah rencana yang jelas bukanlah hal naik.


Setelah menghubungi teman-teman nya Tanaka kemungkinan keluar dari ruang ganti sambil menenteng tas dan berjalan di lorong.


Tanpa disangka orang yang baru saja akan dia cari ternyata muncul dan tengah berjalan seorang diri sambil memainkan ponsel.


Orang yang menjadi incaran Tanaka tidak lain adalah Eimi, begitu mendekat Tanaka langsung memukul temgkuk leher Eimi dan seketika membuat gadis tersebut pingsan.


"Sekarang siapa yang bisa menganggu kita, Eimi..." Ucap Tanaka sambil tersenyum jahat dan segera membawa Eimi yang tengah pingsan pergi.


*******


Nathan dan Kanae yang sudah menunggu Eimi selama setengah jam dibawah teriknya matahari, tidak kunjung menemukan gadis tersebut.


Bahkan saat menanyakan kepada teman-teman Eimi, Nathan dan Kanae hanya diberi tau kalau Eimi sudah pergi dari setengah jam yang lalu.


Merasa ada yang tidak beres Kanae langsung mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor milik Eimi tapi tidak kunjung diangkat.


Hingga sebuah pesan dari nomor asing masuk ke dalam ponsel Nathan dan ketika dibuka mereka berdua dapat melihat Eimi yang tengah disekap di sebuah bangunan tua.

__ADS_1


Dalam pesan tersebut juga terdapat kalimat yang mengatakan agar Nathan datang kesana dalam waktu dua jam sebelum semuanya terlambat.


Mencari tempat asing dan tidak diberi alamat oleh penculik tersebut tentu saja akan membuat pencarian menjadi sulit. Namun tidak dengan Nathan, dengan mudah ia meminta tolong kepada Echelon untuk melakukan pelacakan nomor.


__ADS_2