Echelon System

Echelon System
Gangguan Kecil 18+


__ADS_3

Emilia menatap Nathan dengan dingin sambil memegang dagu pria tersebut. Wanita itu kemudian membuka mulut Nathan dengan jompolnya dan memperhatikan gigi-gigi pria tersebut.


"Didalam bunker sebelumnya, apa kamu ingin meniduri paksa seorang wanita?" Tanya Emilia sambil menatap Nathan dengan tajam.


Mendengar pertanyaan dari Emilia membuat Nathan berkeringat dingin dan merasa gelisah. "Ti-Tidak, aku tidak melakukan itu..." Balas Nathan yang mengelak tuduhan dari Emilia.


"Jangan bohong, aku dapat mendengar semuanya!" Ucap Emilia sambil menekan lidah Nathan dengan ibu jarinya.


Merasa mual saat Emilia memasukan ibu jari ke dalam mulutnya, Nathan akhirnya terpaksa menjelaskan apa yang terjadi kepada Emilia.


"Aku hanya mengancamnya saja, tidak lebih..." Ucap Nathan.


Karena tidak merasa ada kebohongan dalam ucapan Nathan akhirnya membuat Emilia percaya dan mengeluarkan ibu jarinya dari mulut pria tersebut.


"Kalau kamu ingin melakukannya kenapa tidak bilang saja kepadaku? Kita bisa melakukannya..." Ucap Emilia yang kini ekspresi berubah 180° menjadi tersipu malu.


Melihat ekspresi dari Emilia seketika membuat sudut bibir Nathan berkedut. "Drama lagi..." Gumam Nathan yang tak sengaja didengar oleh Emilia.


Emilia yang mendengar gumaman Nathan kembali menjadi kesal dan memukul dada pria tersebut. "Barusan apa yang kamu katakan, apa kamu ingin mati huh!?"


"Aku hanya bercanda, bisakah kamu menyingkir dari atasku ada hal yang harus aku kerjakan..." Balas Nathan sambil tersenyum dan mengusap kepala Emilia.


Merasa ada yang menusuk-nusuknya dibawah seketika membuat Emilia menyadari kalau Nathan sekarang sudah terpancing.


"Kamu menyuruhku menyingkir tapi kenapa benda kerasmu itu menusuk-nusukku?" Tanya Emilia sambil tersenyum dan mencoba menggoda Nathan.


Nathan yang tertangkap basah lalu mengalihkan pandangannya dari Emilia, tetapi wanita itu langsung menangkup wajahnya dan menatapnya erat-erat.


Emilia lalu menjulurkan lidahnya dan melilit lidah milik Nathan didalam mulut pria tersebut. Ciuman diantara keduanya semakin erat dan dalam.


Tangan Nathan dengan nakal dan lembut mulai memijat dada milik Emilia hingga membuat wanita itu terangsang sampai mengeluarkan jus licin dibawah sana.


"Nathan..." Ucap Emilia dengan lirih sambil membuat ekspresi aneh karena sudah tidak dapat menahan gairahnya yang sudah beberapa hari tidak tersalurkan karena Nathan terlalu sibuk.

__ADS_1


Saat sepasang suami-istri itu akan melanjutkan kegiatan mereka, seorang gadis kecil dengan polosnya masuk kedalam yang membuat keduanya kaget.


"Apa yang kamu lakukan disini, Yifei?" Tanya Emilia sambil menghampiri Liu Yifei dan tersenyum lembut kearahnya meski saat ini tengah menahan gairahnya.


"Um... Apa kalian serius untuk mengadopsi ku?" Tanya Liu Yifei malu-malu dan ingin memastikan apa dia benar-benar akan diadopsi atau tidak oleh mereka.


"Tentu saja, kemarilah..." Ucap Emilia sambil memeluk Liu Yifei dengan hangat.


Disisi lain Nathan yang melihat kejadian itu hanya bisa tersenyum sebelum pandangannya tertuju kearah lantai. 'Dasar wanita mesum...' Batin Nathan saat melihat jus milik Emilia menetes dilantai.


"Yifei, kenapa kamu tidak main bersama bibi Julia, Amanda, dan Gisela diluar. Ada hal yang harus mama lakukan sekarang..." Ucap Emilia sambil mencobamenahan dirinya yang sudah sangat gatal.


Liu Yifei lalu melihat kearah Nathan yang tersenyum kearahnya dan membuatnya malu. "Baiklah..." Ucap Liu Yifei sebelum lari keluar karena merasa sangat malu saat melihat senyuman Nathan.


Setelah Liu Yifei pergi Emilia kemudian mengunci pintu kamar mereka dan melepaskan pakaiannya hingga hanya menyisakan pajama pink yang tembus pandang.


"Dasar mesum, siapa yang mengajarimu menjadi seperti ini?" Tanya Nathan saat melihat Emilia memakai pakaian tugas seorang istri dihadapannya.


Emilia berjalan kearah Nathan dan duduk diatas perut pria tersebut. "Semua wanita yang telah berhubungan intim pasti akan ketagihan. Ini tidak perlu diajari lagi..."


'Ini menjadi lebih besar dari sebelumnya, apakah bisa muat?' Batin Emilia sebelum melahap junior meski tidak seutuhnya dan mulai bergerak.


Nathan yang merasa keenakan lalu memegang kepala Emilia dan tanpa aba-aba memasukkan junior lebih dalam lagi hingga mengenai tenggorokan wanita itu.


'Apa dia ingin membunuhku, aku tidak bisa bernafas...' Batin Emilia disaat harus menghadapi junior milik Nathan yang memenuhi tenggorokannya.


Tak lama kemudian Nathan akhirnya mencapai kenikmatannya dan membuat Emilia harus menelan semua jusnya.


Disisi lain Emilia juga tampaknya sudah merasakan hal yang sama dan membuat kasur menjadi basah akibat jus miliknya.


Nathan kemudian mengubah posisi menjadi diatas dan meletakkan ujung junior nya dimulut gua Emilia yang sudah sangat basah.


'Ini tidak akan muat..." Batin Emilia saat melihat junior kekar milik Nathan yang akan mengoyak isi guanya yang sudah beberapa waktu tidak dijamah oleh pria itu.

__ADS_1


Perlahan Nathan memasukkan junior nya kedalam hingga menyentuh bibir rahim milik Emilia dan menekannya dengan kuat seakan ingin masuk lebih jauh lagi.


"Ini lebih sempit dari sebelumnya..." Ucap Nathan saat merasakan jepitan Emilia yang sangat kencang kepadanya.


"Tentu saja itu karena aku merawatnya untukmu..." Balas Emilia sambil menahan rasa ngilu dan enak saat merasakan junior Nathan berkedut didalamnya.


Melihat ekspresi dan lekuk tubuh Emilia membuat Nathan semakin menjadi lalu memulai olahraga nya bersama dengan wanita tersebut.


Erangan Emilia dan suara tepukan yang dihasilkan saat dua tubuh bertabrakan seketika mengisi kehiningan yang ada didalam kamar tersebut, bahkan membuat hawa didalam sana menjadi panas.


Hingga pada suatu titik Nathan menekan junior nya lebih dalam hingga menerobos masuk mulut rahim Emilia dan mengisinya dengan jus miliknya.


Emilia yang sudah keluar beberapa kali ditengah permainan menjadi lemas dan mulai mengatur nafasnya. "Aku benar-benar akan hamil anak kita jika sebanyak ini..."


Nathan tersenyum tipis dan merubah posisi kaki Emilia kesamping hingga membuat junior nya yang masih ada didalam semakin dijepit.


"Nathan, biarkan aku istirahat sebentar. Aku baru saja keluar banyak~" Erang Emilia yang tentu saja tidak digubris oleh Nathan hingga ronde kedua pun langsung dimulai.


Meski rahim Emilia sudah penuh Nathan terus menggerakkan junior nya hingga kembali mengeluarkan jus didalam dan membuat rahim Emilia kepenuhan hingga meluber keluar.


Nathan kemudian mencabut junior dari gua milik Emilia dan membuat jus mulai keluar dari sana hingga membuat genangan berukuran kecil diatas kasur.


"Sudah... Aku tidak bisa menggerakan kakiku sekarang~" Ucap Emilia dengan raut wajah memerah sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Bukannya kamu yang menginginkannya semua ini?" Tanya Nathan.


"Ya, tapi kita istirahat sebentar. Perutku terasa keram..." Balas Emilia.


Nathan yang merasa kalau Emilia masih kuat kemudian kembali memasukkan junior nya tetapi ditempat berbeda hingga membuat Emilia kaget.


Emilia yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa pasrah dan menahan rasa perih saat Nathan bermain ditempat yang menurutnya kotor.


Hingga pada akhirnya Nathan berhenti dan mencabut junior nya hingga membuat jusnya kembali keluar dari tubuh Emilia dari tempat berbeda.

__ADS_1


Nathan kemudian berbaring disamping Emilia dan tersenyum lembut kearah istrinya tersebut yang menatapnya dengan kesal.


"Aku akan membalasmu setelah ini..." Ucap Emilia sambil menatap Nathan.


__ADS_2