Echelon System

Echelon System
Acara Utama


__ADS_3

Malam itu Nathan dan orang tua dari Eimi mulai membahas tentang perjodohan yang akan mempererat hubungan bisni di antara mereka.


Nathan juga menjelaskan tentang dirinya yang sudah tidak lajang lagi dan hal itu tampaknya tak terlalu dipermasalahkan baik dari orang tua Eimi maupun gadis itu sendiri.


Namun saat Nathan menjelaskan perihal dirinya yang juga akan menikahi seorang wanita dalam waktu dekat alias besok, seketika membuat Eimi menatapnya tajam.


"Jadi alasan sebenarnya kamu datang awalnya untuk menikahi seorang wanita bernama Kanae?" Tanya Eimi sambil memberikan tatapan membunuh kepada Nathan.


Melihat tatapan yang diberikan oleh Eimi tidak membuat Nathan merasa takut. Ia menghela nafas dan mulai memberi penjelasan kepada semua orang di sana.


"Tidak, awalnya aku hanya ingin mengembalikan sebuah barang di sana. Tetapi secara mengejutkan aku justru mendapatkan Jackpot untuk menikahi putri dari keluarga Yamamoto. Sebenarnya perjodohan antara Eimi dan aku juga aku tau saat mau pulang ke hotel tadi. Ya singkatnya semua ini terjadi sangat cepat dan membuatku cukup terkejut..." Balas Nathan.


Mendengar apa yang baru saja disampaikan oleh Nathan, semua orang di sana termasuk Eimi akhirnya paham dengan situasi yang dihadapi oleh Nathan.


Pada akhirnya mereka semua sepakat untuk melaksanakan acara pernikahan secara bersamaan dengan pihak keluarga Yamamoto esok hari.


Nathan yang sudah tidak tahan lagi dan ingin segera tidur karena sangat kelelahan, akhirnya meminta tolong kepada orang tua Eimi untuk membicarakan hal ini dengan keluarga Kanae melalui panggilan video.


Ketika Nathan hendak kembali menuju hotel ia ditahan oleh orang tua Eimi dan menyuruhnya untuk menginap saja mengingat kondisi hujan hang sangat lebat di luar.


Nathan setuju dan kemudian dituntun oleh Eimi menuju kamar nya. Awalnya Nathan mengira ia akan tidur dikamar tamu, tetapi tanpa diduga ia justru dibawa ke kamar pribadi milik Eimi.


"Heh... Aku tidak menyangka kalau wanita kasar sepertimu ternyata menyukai hal semacam ini..." Sindir Nathan saat melihat kondisi kamar Eimi yang dipenuhi oleh warna pink dan boneka.


Raut wajah Eimi seketika menjadi merah padam dan ia merasa benar-benar malu karena telah membuat Nathan mengetahui sisi dirinya yang lain.


"Diam lah! Ini tidak seperti yang kamu lihat!" Ucap Eimi yang ingin menyembunyikan perasaan malunya sekarang di hadapan Nathan.


Nathan hanya tersenyum tipis dan tidak mengatakan apapun. Dengan langkah yang terhuyung ia lalu menjatuhkan tubuhnya di atas sofa dan tidur begitu saja.

__ADS_1


Melihat Nathan yang tidur begitu saja karena kelelahan, seketika membuat rasa kesal Eimi mendadak menghilang.


Eimi kemudian mengambil selimut dan memakainya ditubuh Nathan agar tubuh pria tersebut tidak merasakan kedinginan.


Sebuah pikiran aneh seketika terbesit di kepala Eimi saat melihat Nathan yang tengah tertidur pulas. Dengan malu-malu dan mengabaikan egonya, Eimi kemudian berbaring di sofa dan memeluk tubuh Nathan.


Eimi tersenyum dan merasa sangat nyaman saat tidur di samping Nathan yang membuatnya terlena hingga akhirnya terlelap.


*******


Pagi harinya saat terbangun Eimi mengucek matanya dan terkejut saat melihat Nathan yang tengah bertelanjang dada baru akan memakai pakaian.


Lekukan otot yang tercetak di tubuh Nathan seketika membuat Eimi merasakan tubuhnya mulai menjadi panas dan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya.


Wajah memerah seperti orang yang sedang mabuk, pikiran nya menjadi kosong dan pandangannya hanya tertuju kearah Nathan saja.


Merasa ada yang sedang memperhatikan dirinya, Nathan menoleh kebelakang dan melihat yang tengah melihatnya dengan tatapan aneh.


Suara dari Nathan seketika membuat Eimi tersadar dari pikiran liarnya, tanpa sebab ia langsung melempar bantal ke arah Nathan dan berlari menuju kamar.


Nathan yang melihat tingkah gadis tersebut hanya bisa terheran-heran lalu keluar kamar untuk menemui orang tua Eimi.


Setelah bertemu dengan orang tua Eimi yang sudah bersiap-siap, Nathan lalu mengobrol bersama dengan mereka membahas bisnis dan sedikit kehidupan pribadi sambil menunggu Eimi.


Ketika Eimi sudah selesai bersiap-siap, mereka semua kemudian berangkat menuju Koichi menggunakan pesawat agar perjalanan menjadi lebih singkat.


Begitu sampai di Prefektur Koichi setelah menempuh perjalanan selama dua jam, mereka segera menuju kediaman keluarga Kanae dan bersiap melangsungkan acara inti.


Acara tersebut hanya dihadiri keluarga inti saja dan tidak mengundang banyak orang, mengingat acara tersebut berlangsung dadakan.

__ADS_1


Untuk prosesnya sendiri Nathan hanya mengikuti cara pernikahan tradisional Jepang dan sedikit gugup saat melihat kedua calon istri nya yang terlihat cantik mengenakan Kimono.


Prosesi pernikahan akhirnya dimulai di sebuah kuil yang tak jauh dari kediaman tempat tinggal Kanae dan berlangsung sampai sore hari.


Begitu acara selesai keluarga dari Eimi langsung kembali ke Tokyo sedangkan Eimi dan Nathan kini memutuskan untuk menginap di kediaman Kanae.


Kini Nathan berada di dalam kamar dan berbaring di atas kasur sambil memainkan IPadnya membiarkan Eimi serta Kanae ganti baju.


"Aku baru tau kalau di negara ini ada juga perampokan..." Ucap Nathan yang berkomentar saat melihat berita perampokan Bank di IPadnya.


Nathan dibuat heran saat melihat rekaman yang diambil ketika perampokan terjadi, di mana para pelaku tampaknya tidak mengalami luka sedikitpun saat ditembak polisi.


Bahkan beberapa dari mereka mampu melempar mobil polisi dengan mudahnya seperti memiliki kekuatan fisik yang kuat.


Disisi lain Eimi dan Kanae tampaknya merasa kesal melihat Nathan yang lebih fokus dengan IPadnya mengabaikan mereka.


Karena jengkel akhirnya Eimi merebut Ipad milik Nathan yang jelas membuat pria tersebut kaget dan menatapnya dengan bingung.


"Berhenti main-main, apa kamu sadar sekarang malam apa?!" Tanya Eimi sambil menjauhkan IPad ditangan nya dari Nathan.


"Malam Rabu, benarkan Kanae?" Balas Nathan.


Kanae tersenyum dan naik keatas kasur lalu mendekat kearah Nathan. "Bukan itu yang dimaksud oleh Eimi, menurut apa yang akan dilakukan suami istri yang baru saja menikah di malam hari?"


"Tentu saja istirahat... Kalau kalian lelah bilang saja dan silahkan tidur, aku masih ada kerjaan yang harus diurus..." Balas Nathan.


Merasa pikiran Nathan terlalu dangkal, Kanae langsung berinisiatif menahan Nathan yang hendak beranjak dari kasur untuk mengambil tablet nya kembali dari tangan Eimi.


"Ara~ Sepertinya kamu hanya berpura-pura tidak mengerti, Nathan..." Ucap Kanae sambil tersenyum kepada Nathan yang berada dibawah nya.

__ADS_1


Raut wajah Nathan seketika menjadi sedikit memerah dan ia kemudian melihat ke arah Eimi berharap gadis tersebut mengerti kalau dia tidak bisa melakukannya sekarang.


Namun Eimi justru bertingkah sebaliknya dan mulai menanggalkan bajunya yang membuat Nathan terkejut, sedangkan Kanae hanya tersenyum.


__ADS_2