
"Jadi... Dimana benda itu?" Tanya Nathan yang tidak melihat barang pesanannya ada disana. Nathan bisa sedikit menebak kalau Li Shi belum membuatkan barang pesanannya.
Mendengar pertanyaan dari Nathan, Li Shi yang semula terlihat sedih langsung mencoba memasang raut wajah senang seolah tidak memiliki beban sama sekali.
"Kemari, ikuti aku..." Balas Li Shi sambil mengajak Nathan menuju sebuah benda yang ditutup oleh tirai kain bekas.
Dengan bangga Li Shi kemudian membuka tirainya dan menunjukkan alat yang Nathan pesan dari sejak semalam. Benda tersebut tidak lain merupakan sebuah jantung buatan yang mampu memompa darah mirip seperti milik manusia.
Tapi sayangnya alat pemacu darah yang dibuat oleh Li Shi tampaknya bermasalah, dengan penempatan kabel yang acak-acakan dan benda itu masih menggunakan baterai isi ulang.
Ketika Nathan mengeceknya lebih dekat, terdapat beberapa masalah lain seperti detak jantung yang terlalu cepat, dan perputaran cairan yang nanti akan digunakan sebagai pengganti darah justru terbalik.
"Bagaimana, apa sudah sesuai yang kamu pesan? Aku mengerjakannya hanya dalam satu malam saja!" Tanya Li Shi yang sudah merasa puas dengan hasil kerjanya.
Nathan menunjukkan ekspresi tidak senang dan menggelengkan kepalanya. "Untuk mengerjakan alat pacu jantung selama semalam memang aku akui kamu cukup berbakat. Tapi untuk hasilnya, masih banyak kekurangan nya..."
Saat tengah mengomentari alat pacu jantung buatan Li Shi. Nathan mencoba menyentuh alat pacu jantung tersebut, namun hal yang tak terduga terjadi dimana benda tersebut seketika meledak seperti balon dan membuat Nathan terkena cipratan cairan.
Melihat alat pacu jantung buatannya meledak dan membuat Nathan terkena cipratan cairan plasma, Li Shi dengan panik berusaha untuk mengelap pakaian Nathan dan juga wajah pria tersebut.
"Maaf-maafkan aku!" Pinta Li Shi dengan raut wajah ketakutan sambil membantu untuk mengelap cairan plasma di pakaian Nathan.
Nathan tampak tidak senang dan mengambil kain yang ada di tangan Li Shi untuk mengelap wajahnya sendiri. Nathan masih tidak menyangka kalau barang pesanannya akan meledak dengan mudah saat disentuh.
"Apa kamu menggunakan material dari sampah untuk membuatnya, sampai bisa meledak seperti ini?" Tanya Nathan sambil mengelap wajahnya.
__ADS_1
Raut wajah Li Shi seketika menjadi gugup dan ia tidak bisa menyangkal apa yang dikatakan oleh Nathan tentang material yang dia gunakan.
"Hihihihi.... Sebenarnya aku tidak punya cukup uang untuk membeli material yang seharusnya digunakan, dan karena waktunya yang juga mepet jadi aku terpaksa menggunakan material seadanya...." Balas Li Shi sambil tertawa canggung dan menggaruk pipinya.
Mendengar jawaban dari Li Shi seketika membuat Nathan mendengus kesal dan mengambil cetak biru alat pacu jantung yang diletakan di atas meja.
Begitu melihat cetak biru tersebut Nathan langsung paham mengapa Li Shi mengatakan kalau dia tidak memiliki cukup uang untuk membeli material yang asli.
"Begini saja, aku akan membeli cetak birumu saja dengan setengah harga yang sudah dijanjikan sebelumnya. Bagaimana?" Tanya Nathan yang merasa kalau Li Shi tidak mampu untuk membuat alat pacu jantung buatan yang terbilang sangat rumit.
Setengah harga yang dimaksud oleh Nathan tentu masih tergolong banyak, tetapi bagi Li Shi uang tersebut sangatlah kurang untuk menutupi semua hutangnya.
"Aku tidak menjualnya dengan setengah harga. Bisakah kamu menaikan harganya lagi. Aku memerlukan uang untuk membayar hutang-hutangku agar adikku bisa selamat. Aku mohon!" Ucap Li Shi yang bersujud memohon dihadapan Nathan.
Melihat Li Shi yang bersujud memohon kepadanya, tentu saja tidak membuat Nathan merasa nyaman dan langsung menyuruh pria tersebut untuk segera berdiri.
Sikap putus asa yang ditunjukkan oleh Li Shi untuk membayar kesalahan kepada adiknya sendiri, membuat Nathan tidak enak karena harus menjadi harapan satu-satunya pria tersebut.
Nathan lalu mengeluarkan Black Card miliknya dan hendak memberikan kepada Li Shi. "Baiklah aku akan membantu untuk melunasi semua hutangmu. Tapi dengan syarat kamu harus menjadi assisten ku selama mengerjakan project ini..."
Belum sempat Nathan menyelesaikan perkataan nya, Li Shi langsung memotong dan merebut Black Card milik pria tersebut dengan sangat cepat
"Aku setuju untuk menjadi assisten mu bahkan sampai seribu tahun sekalipun. Kalau begitu aku pergi dulu!" Kata Li Shi sebelum pergi meninggalkan Nathan di rumah nya.
"Hei! Jangan lupa untuk membeli bahan-bahannya!" Teriak Nathan dengan suara lantang agar Li Shi mendengarnya karena pria itu berlari sangat cepat.
__ADS_1
Setelah ditinggal oleh Li Shi, Nathan menjadi bingung harus berbuat apa sekarang di rumah pria tersebut. Kini hanya ada dirinya sendiri dan adik Li Shi yang ada di lantai dua.
Meskipun Xiao Mei tergolong wanita cantik, tetapi Nathan tentu tidak akan menyentuh gadis tersebut atau bahkan sampai melakukan hal hina kepadanya.
Nathan kemudian duduk dimeja kerja Li Shi yang penuh dengan berbagai macam alat dan perkakas. Melihat alat-alat yang tersedia disana, Nathan memutuskan untuk mencicil project nya dengan membuat akselerator yang akan menjadi inti daya tubuh android Echelon.
Dengan menggunakan material robot rongsokan yang ia temukan di garasi, Nathan mulai merangkai dan mengerjakan perangkat akselerator.
*******
Disisi lain Li Shi yang sekarang berada di bank untuk mengambil uang dengan raut wajah cerah. Setelah menarik sejumlah uang dengan ijin yang diberikan oleh Nathan, Li Shi segera bergegas untuk menemui Zi Mao sang rentenir.
Setibanya di markas Zi Mao, beberapa orang anak buah Zi Mao yang melihat kedatangan Li Shi di markas mereka merasa kesal dan hendak menghajar pria tersebut lagi.
Tetapi aksi mereka langsung dicegah oleh Zi Mao yang kebetulan berada di sana. Terlihat pria berusia 40 tahun tersebut keluar dari markasnya dengan dua wanita penghibur disamping nya.
"Ada apa kamu datang kesini, Nak? Apa kamu tidak bisa membayar hutang-hutangmu dan ingin menjual adikmu kepadaku?" Tanya Zi Mao sambil menyeringai.
Pertanyaan ini membuat semua anak buah Zi Mao tertawa dan sebenarnya mereka juga tidak sabar menunggu kedatangan Xiao Mei yang tubuhnya bisa mereka gunakan untuk memuaskan hasrat.
Dengan kesal Li Shi melempar karung berisi uang sebanyak 5 Juta Yuan atau setara dengan 11 milir rupiah lebih di hadapan Zi Mao dan para anak buahnya.
"Aku ingin membayar semua hutangku lengkap dengan bunganya. Silahkan saja dicek!" Ucap Li Shi sambil menahan perasaan kesal karena sudah banyak ditipu oleh mereka.
Zi Mao tampak tidak percaya dengan perkataan dari Li Shi dan menyuruh anak buahnya untuk mengecek isi karung tersebut. Hingga setelah dicek Zi Mao langsung terlihat kaget bagaimana Li Shi bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu singkat.
__ADS_1