
Dengan mempertimbangkan kembali kejadian tempo hari lalu, Nathan kali ini mulai bisa terbang meski masih kesulitan dalam menyeimbangkan tubuhnya.
Selang beberapa saat Nathan berhasil mengendalikan tubuhnya dan mulai terbiasa untuk terbang dengan pakaian Cyber Army nya.
Meski hanya terbang didalam ruangan yang tidak terlalu besar Nathan sudah merasa puas dan ingin menuju tahap berikutnya yaitu mengendalikan drone.
Delapan buah drone berukuran sedang yang terdapat dibagian belakang pakaian Nathan mulai memisahkan diri dan melayang disekitarnya.
Untuk menggerakan drone miliknya Nathan harus memecah konsentrasi menjadi dua dengan tujuan mengendalikan tubuhnya yang tengah melayang serta delapan drone miliknya.
"Aku harus berhati-hati jika tidak ruangan ini bisa-bisa hancur!" Gumam Nathan yang mengetahui bahwa kedelapan drone miliknya sangat berbahaya.
Benar saja saat Nathan kehilangan kendali atas drone nya, tidak sengaja salah satu drone tersebut menembakan laser kearah tembok hingga berlubang dan menimbulkan ledakan.
Nathan yang melihat ledakan tersebut, ia segera membuat dinding energy agar api yang dihasilkan serta daya kejut tidak menyebar.
Boommm!!!
Seketika ledakan yang terjadi menghantam dinding energy milik Nathan dan untungnya masih bisa ditahan namun hampir setengah ruangan kini telah hancur.
"Kerja yang sangat bagus tuan..." Sindir Echelon melihat kecerobohan yang telah dibuat oleh tuan nya.
"Diamlah..." Balas Nathan yang masih terkejut dengan ledakan akibat tembakan laser dari salah satu drone miliknya.
Nathan kemudian segera mengembalikan kondisi ruangan seperti semula dengan menggunakan time stone agar tempat tersebut tidak hancur ditimpa tanah.
Setelah melihat daya serang drone miliknya, Nathan memutuskan untuk mengunci sistem serangan pada seluruh drone miliknya karena akan sangat berbahaya untuk saat ini.
Begitu selesai mengatur sistem serangan pada drone miliknya, Nathan kemudian kembali berlatih untuk mengendalikan drone sekaligus pakaian Cyber Army nya secara bersamaan.
*******
Tak terasa Nathan sudah hampir seharian berada di dalam ruang bawah untuk berlatih menggunakan alat hasil ciptaannya sendiri.
Nathan terlihat belum menyadari hari yang sudah menjelang petang dan ia masih saja berlatih. Namun latihannya tampak sudah membuahkan hasil, dan ia sudah mulai bisa mengendalikan kedua alatnya meski beberapa laki drone miliknya tak sengaja saling bertabrakan.
__ADS_1
"Tuan, jam sudah menunjukan pukul enam sore dan sebaiknya anda segera bersiap-siap!" Ucap Echelon.
Nathan yang terlihat asik dengan mainannya berhenti sejenak dan raut wajahnya tampak kesal. "Bersiap-siap untuk apa, kenapa kamu menggangguku!?"
"Apa anda sudah lupa tentang acara ulang tahun nona Marsella. Acaranya akan dimulai pukul delapan nanti..." Ucap Echelon.
Untuk sejenak Nathan berpikir dan setelah mengingat acara ulang tahun Marsella dengan cepat ia segera keluar dari ruang bawah tanah lalu bersiap-siap.
Setelah membersihkan dirinya yang berkeringat akibat melakukan latihan kontrol sebelumnya, Nathan kini terlihat tengah merapihkan dasinya didepan kaca.
Karena mengetahui acara ulang tahun Marsella yang pasti di hadiri oleh orang-orang penting baik dari kalangan pebisnis ataupun pejabat pemerintah, Nathan memutuskan untuk memakai pakaian formal.
Tetapi pakaian formal yang Nathan punya hanya satu dan itupun ia gunakan dulu untuk melamar pekerjaan.
Meski Nathan kini memiliki banyak uang dan mampu membeli apapun tetapi karena faktor kenyamanan, Nathan memilih untuk memakai pakaian lamanya itu yang dulu ia dapatkan di tempat grosir.
Setelah merasa bahwa penampilan sudah rapih Nathan segera memesan taksi online dan bergegas keluar dari kamarnya.
Ketika berpapasan dengan Alicia, Nathan segera menghampiri wanita tersebut untuk mengajaknya ikut denganya ke pesta ulang tahun Marsella.
Bukannya menjawab Alicia justru kabur dari Nathan karena masih malu dengan kejadian tadi pagi dan hal ini membuat pria tersebut menjadi heran.
Merasa Alicia tidak ingin ikut dan supir taksi online nya sudah menunggu di depan gerbang, Nathan segera pergi dari rumahnya.
Saat masuk ke dalam taksi yang ia pesan, supir taksi tersebut tampak keheranan dengan Nathan karena ini merupakan kali pertamanya melihat rumah sebesar itu.
"Apa ada yang salah Pak?" Tanya Nathan dengan raut wajah heran.
"Eh... Maaf mas tidak ada yang salah, saya hanya melamun saja..." Balas supir taksi sambil tersenyum dan kemudian segera melajukan mobilnya.
Ditengah jalan Nathan terlihat panik saat melihat jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 19.45 dan jelas ia akan terlambat karena rumah Marsella cukup jauh dari tempatnya.
Tak berselang lama Nathan akhirnya sampai dan turun di depan sebuah Mansion mewah dengan gaya Eropa.
Sebelum masuk ke dalam Nathan mencoba untuk menenangkan dirinya dan menguatkan mentalnya yang akan di uji oleh kemewahan.
__ADS_1
Yang Nathan tidak sadari meski Mansion tersebut tampak mewah dan berkelas tetapi rumahnya sebenarnya lebih mahal dari Mansion itu sendiri.
Setelah merasa sudah siap Nathan kemudian berjalan menaiki tangga yang dilapisi kain merah menuju kepintu masuk Mansion.
"Tunggu, tolong tunjukkan undangan mu anak muda!" Ucap seorang penjaga yang memiliki postur seperti penjaga keamanan klub malam.
Saat hendak menunjukkan undangan yang dikirim oleh Marsella melalui email, tiba-tiba sepasang kekasih yang tidak ingin Nathan temui datang.
Mereka tidak lain adalah Angel dan kekasih barunya yaitu Dion yang datang dengan mengendarai mobil baru mereka Ferrari Roma 3.9 Coupe 2021 dimana memiliki harga hampir 10 Miliar rupiah.
"Wah... Wah... Wah... Lihat siapa yang datang ke acara ini. Bukannya dia mantan kekasihmu Angel?" Ucap Dion sambil tersenyum sini kearah Nathan.
Angel yang mendengar ucapan Dion langsung mencubit pinggang pria tersebut dengan kesal sebelum melihat kearah Nathan.
Saat Angel melihat kearah Nathan yang sudah hampir setengah tahun ia temui, perasaan yang sudah lama hilang kini kembali lagi muncul didalam dadanya.
Wanita tersebut tampak terkejut dengan postur tubuh Nathan yang kini terlihat kekar meski ditutup oleh jas dan terlihat lebih tinggi. Tak hanya itu Angel juga melihat bahwa paras Nathan kini bahkan lebih baik sewaktu masih SMA.
Tetapi karena mengingat ia sudah memiliki kekasih yang kaya membuat Angel mencoba untuk menahan dirinya.
Disisi lain Nathan yang melihat pasangan tersebut menjadi jijik dan memilih untuk diam tidak menggubri perkataan Dion.
Melihat Nathan yang diam dan tidak menanggapinya, Dion merasa sedikit kesal dan tidak ingin melepaskan Nathan begitu saja.
"Apa kamu datang menggunakan taksi online tadi? Coba lihat mobil baruku yang baru saja aku beli setelah mendapat bonus dari kantor!" Ucap Dion sambil menunjuk kearah mobilnya yang akan diparkir kan oleh seorang petugas.
Nathan kembali tidak bergeming sama sekali dan tetap diam. Meski begitu ia sebenarnya ingin tertawa karena uang yang digunakan oleh Dion hasil dari investasi miliknya.
Wajah Dion seketika memerah saat Nathan lagi-lagi tidak menggubris nya. Ia kemudian berdecih dan masuk kedalam bersama Angel.
"Kenapa orang miskin sepertinya ada disini, kamu sebaiknya mengusir pria itu!" Ucap Dion kepada penjaga sebelum masuk.
Terlihat bahwa saat Dion dan Angel masuk mereka tidak perlu memperlihatkan undangan yang hal ini membuat Nathan sedikit skeptis.
Nathan kemudian menunjukkan undangan nya kepada penjaga dimana setelah discan akhirnya ia dapat masuk kedalam meski terlambat.
__ADS_1