Echelon System

Echelon System
Pernikahan


__ADS_3

Semua mata para tamu undangan seketika tertuju kearah tiga mempelai wanita yang baru saja memasuki aula dengan gaun pengantin berwarna putih.


Harry yang melihat kekasihnya yaitu Julia tengah berjalan kearahnya tampak gugup, begitupun dengan Kevin saat melihat kekasih nya Amanda. Sementara Robby justru terlihat senang saat melihat Gisela kekasihnya.


Disisi lain Nathan yang melihat pasangan ketiga temannya, ia tersenyum dan berpikir kalau ketiga pria itu cukup beruntung.


Emilia yang melihat Nathan tersenyum saat tengah memandang kearah tiga pengantin wanita itu justru terlihat sedikit cemburu dan berpikir negatif.


"Apa mereka secantik itu sampai-sampai kamu tersenyum sendiri?" Tanya Emilia dengan nada cemburu sambil melirik tajam kearah Nathan.


Nathan bingung mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Emilia kepadanya ditambah tatapan tajam dari wanita cantik tersebut.


"Huh, kenapa kamu bertanya seperti itu dan kenapa menatap ku dengan tajam. Jangan mulai lagi..." Ucap Nathan sebelum mengalihkan perhatian nya kembali ke atas mimbar.


Emilia mendengus kesal dan menginjak sepatu Nathan berulang kali untuk memberitahu kalau dia tidak suka saat pria itu melirik wanita selain dirinya.


Saat kakinya diinjak-injak berulang kali oleh Emilia jelas Nathan merasa kesakitan dan sebenarnya sudah paham kalau istrinya itu tengah kesal kepadanya.


Nathan kemudian menangkup pipi Emilia dan melihat dengan jelas raut wajah dari wanita cantik tersebut yang sedang kesal bahkan tak mau menatap matanya secara langsung.


"Okey-okey aku akan menatapmu terus sepanjang hari, apa kamu puas sekarang?" Tanya Nathan sambil memandangi wajah Emilia.


"Siapa juga yang menyuruhmu untuk menatapku sepanjang hari, aku hanya tidak suka saat kamu melirik wanita lain..." Balas Emilia sambil memalingkan tatapan matanya dari Nathan.


Nathan menghela nafas panjang lalu merangkul pinggang ramping Emilia dan membawa tubuh wanita cantik tersebut lebih dekat kearahnya.


Emilia menyandarkan kepalanya didada Nathan. Meski terlihat kesal tetapi sebenarnya ia saat ini tengah senang namun hanya berusaha tetap terlihat biasa-biasa saja.


Tanpa keduanya sadari seorang anak kecil yang tengah melihat tingkah mereka berdua tampak bingung. "Mah... Kenapa paman dan bibi itu tadi saling marahan lalu sekarang terlihat bermesraan seperti itu?" Tanya anak kecil itu sambil menarik baju seorang wanita disampingnya.


Ibu dari anak kecil itu kemudian melihat kearah Nathan dan Emilia kemudian menutupi pandangan anaknya dari mereka dengan panik.

__ADS_1


*******


Beberapa waktu kemudian acara pun dimulai dan suasana di aula menjadi senyap selama beberapa saat sebelum akhirnya dipenuhi suara tepuk tangan serta sorakan ketika tiga pengantin baru itu telah sah menjadi pasangan.


Acara berikutnya dilanjutkan dengan melempar bunga dan secara mengejutkan Nathan mendapatkan salah satu dari tiga bunga yang dilemparkan.


Nathan tertawa canggung saat menghadapi tatapan tajam Emilia yang melihat nya mendapatkan bunga tersebut. "Um... Ini untukmu..." Ucap Nathan sambil memberikan bunga yang ia dapat kepada Emilia.


"Memangnya secantik apa kekasih mu yang ada dimasa depan?" Tanya Emilia yang menyinggung perihal Alicia kepada Nathan dengan tiba-tiba.


"Ya, dia cantik sama seperti mu dan berasal dari Rusia..." Balas Nathan. "Memangnya ada apa?" Nathan balik bertanya.


"Ah Rusia... Apa kamu akan menikahi nya juga?" Tanya Emilia sambil mencoba melihat niat Nathan sebenarnya yang akan mempoligami dirinya atau tidak.


"Tentu saja, kalau bisa dua kenapa harus satu..." Balas Nathan dengan percaya diri sambil menganggukan kepalanya.


Emilia mendengus kesal dan menginjak kaki Nathan. Ia pikir waktu itu Nathan hanya bercanda tetapi sekarang Emilia sadar kalau apa yang dikatakan oleh pria itu sepertinya sungguh-sungguh akan terjadi.


"Ayolah, kita sudah membicarakan ini sebelumnya. Lagi pula kita akan menghabiskan waktu bersama lebih lama. Ayo, apa kamu tidak ingin memberi mereka ucapan selamat?" Balas Nathan sambil mengajak Emilia mendatangi para pengantin baru tersebut.


Dengan perasaan campur aduk Emilia menggengam tangan Nathan dan berjalan bersama untuk mengucapkan selamat.


Saat Nathan datang Harry, Kevin, dan Robby tentu saja menyambut nya dengan senang. Sementara Julia, Amanda, dan Gisela yang melihat Nathan wajah mereka jadi tersipu malu.


Namun raut wajah ketiga wanita itu berubah saat mereka mendapat tatapan tajam dari Emilia yang memiliki level diatas ketiganya.


"Selamat atas pernikahan kalian bertiga. Dan selamat mulai sekarang kalian akan menjadi babu para wanita..." Ucap Nathan dengan senang sambil menepuk-nepuk pundak ketiga pengantin pria tersebut.


"Jangan lagi Nathan, bisakah untuk sekali saja kamu mengatakan hal baik?" Ucap Harry dengan tatapan datarnya.


"Oh iya, aku ada sesuatu untuk kalian bertiga. Ya siapa tahu saja kalian membutuhkannya..." Kata Nathan sambil memberikan masing-masing dari mereka sebuah kotak kecil.

__ADS_1


Harry, Kevin, dan Robby yang mendapatkan hadiah dari Nathan sedikit bingung karena tidak tahu kotak yang diberikan oleh pria itu kepada mereka.


"Apa ini semacam permen?" Tanya Robby sambil membolak-balikan kotak pemberian Nathan.


Nathan hanya tersentum tipis yang membuat ketiga pria itu menjadi curiga kepadanya. "Hei Nathan. Ini benar-benar permen bukan?" Tanya Kevin yang hanya dibalas senyuman tipis oleh Nathan.


Rasa curiga tentang isi dari kotak bertuliskan Fiesta yang diberikan oleh Nathan semakin tinggi. Saat Kevin mengeceknya ia menjadi panik dan memasukan isi yang ada didalam kotak tersebut kembali.


Wajah Kevin sedikit memerah dan ia merasa malu dengan kotak pemberian Nathan yang isinya adalah pengaman. "Apa kamu bodoh memberikan hal semacam ini didepan umum?"


"Kenapa harus malu, itu hanya balon kalau ditiup..." Balas Nathan dengan santai seolah tidak ada beban saat mengatakannya yang justru membuat Kevin tambah malu.


Harry dan Robby yang penasaran kemudian melihat isinya. Ekspresi keduanya seketika berubah menjadi malu dan gugup sama seperti Kevin.


Nathan tertawa saat melihat raut wajah merah padam ketiga pria itu yang tengah malu sekaligus kesal kepadanya, sebelum akhirnya pandangannya tertuju kearah tiga pengantin wanita yang tengah menatap kearahnya.


"Jadi siapa wanita yang mau menikah dengan pria seperti kalian ini?" Tanya Nathan sambil melirik kearah ketiga wanita yang ia maksud.


Sudut alis Harry, Kevin, dan Robby berkedut mendengar perkataan Nathan yang seolah-olah mengejek mereka bertiga karena ada wanita yang mau dengan ketiga pria itu.


Ketika Harry ingin menjawab pertanyaan dari Nathan, Julia, Amanda, dan Gisela langsung menyerobot mendekat kearah Nathan dengan senang hati.


"Perkenalkan namaku Julia sedangkan mereka Amanda dan Gisela temanku..." Ucap Julia dengan senang sambil mengulurkan tangannya kearah Nathan begitu pula dengan Amanda dan Gisela.


Emilia langsung berdiri di hadapan Nathan dan menjabat tangan ketiga wanita itu. "Ya salam kenal, aku Emilia istrinya pria bernama Nathan ini..."


Raut wajah Julia, Amanda, dan Gisela berubah menjadi kusut saat Emilia menghalangi mereka untuk berkenalan dengan Nathan.


Sementara Nathan tampak bingung dan saat melihat kearah Harry, Kevin, dan Robby ia justru mendapatkan tatapan tajam dari ketiga pria itu yang jelas membuatnya semakin bingung.


Emilia tiba-tiba menarik tangannya pergi dari sana tetapi sebelum pergi wanita itu melemparkan kotak kecil berisi pill KB kepada Julia, Amanda, dan Gisela.

__ADS_1


"Untuk jaga-jaga saja kalau kalian tidak mau memiliki keturunan dalam waktu dekat..." Ucap Emilia sebelum pergi membawa Nathan pergi karena kehadiran suaminya itu justru menarik perhatian dari semua wanita tamu undangan disana.


__ADS_2