
Melihat kejadian tersebut para pilot Jepang menjadi heran dan tanpa berpikir panjang ingin menembusnya untuk menabrakan diri ke kapal Induk Yorktown.
Alhasil beberapa pesawat tempur Jepang harus hancur begitu saja dan membuat heran pihak Sekutu tentang kubah pelindung yang muncul untuk melindungi kapal induk Yorktown.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" Admiral Frank bertanya-tanya dan keheranan dengan perlindungan terhadap kapal induknya.
Tak hanya Admiral Frank saja yang merasa heran dan takjub dengan perlindungan mutlak tersebut, para perwira lain juga merasakan hal yang sama saat melihatnya.
Disisi lain Admiral Inoue dari kejauhan juga melihat kubah tersebut dan segera memerintahkan para pilot untuk menghancurkannya.
Usaha yang dilakukan oleh Admiral Inoue tidak membuahkan hasil. Meski sudah diserang menggunakan torpedo dan bom nyatanya tidak membuat pelindung tersebut hancur bahkan terlihat baik-baik saja.
Pertempuran seolah terhenti beberapa saat dan sosok menyerupai manusia muncul dari dalam laut lalu melayang disamping kapal induk Yorktown.
Tidak mau kehilangan momen tersebut, seorang kameramen perang di kapal Induk Yorktown mulai merekamnya dengan diam-diam karena merasa waspada terhadapnya.
Nathan yang kini sudah dibalut oleh pakaian tempurnya kemudian menengok kearah kapal induk Yorktown dan membuat para kru kapal tersebut menjadi waspada.
Delapan drone yang membuat formasi pertahanan terhadap kapal induk Yorktown kemudian menghilangkan pelindung itu dan melayang disekitar Nathan.
Nathan lalu menembakkan sinar laser dari kedua telapak tangannya kearah dua kapal perusak milik Kekaisaran Jepang.
Tak hanya itu saja drone yang dikendalikan oleh Nathan menembak delapan kapal perusak lainnya dan seketika menghancurkan mereka.
Kedua belah pihak yang melihat kejadian tersebut tidak bisa untuk tidak merasa takut saat menyaksikan daya serangan dari benda asing itu.
Admiral Inoue yang melihat sepuluh kapal perusaknya dihancurkan begitu saja dengan mudah langsung memerintahkan Armada nya untuk mundur.
Selain karena takut dengan sosok yang dikira merupakan senjata rahasia milik pihak Sekutu, Admiral Inoue tidak ingin mengambil resiko saat salah satu kapal induknya kehabisan pesawat tempur dan mengalami kerugian besar.
Pada akhirnya kedua belah pihak memutuskan untuk mundur dari pertempuran dan dengan ini pertempuran di laut koral berakhir.
Akibat pertempuran ini pihak Sekutu menderita kerugian yang cukup besar. 1 kapal induk,1 kapal perusak, 1 tanker tenggelam, 1 kapal induk rusak, 69 pesawat hancur, dan 656 tewas.
Sementara pihak Kekaisaran Jepang. 1 kapal induk ringan,
__ADS_1
1 kapal perusak, 3 kapal perang kecil, 1 kapal induk, 1 kapal perusak, 2 kapal perang yang lebih kecil, 1 kapal angkut rusak,
92 pesawat hancur,dan 966 tewas.
Sejarah akan mencatat kejadian yang terjadi di hari ini terutama sebuah objek asing itu.
Nathan kemudian turun dan berjalan di deck kapal induk Yorktown. Hal ini sontak membuat para marinir langsung menodongkan senjata kearahnya.
Meski sudah dibantu, pihak Sekutu masih merasa curiga kepada sosok dengan pakaian besi yang berjalan diikuti oleh delapan buah drone.
"Jangan bergerak!" Ucap seorang marinir sambil menodongkan senjata kearah Nathan diikuti oleh marinir lainnya.
Para marinir tersebut belum mengenali sosok tersebut yang tidak lain merupakan Nathan dan terlihat sangat waspada terutama kepada delapan buah drone miliknya.
Ditengah tekanan tersebut Nathan tidak menghiraukan para marinir itu dan berjalan mendekati seorang kameramen perang yang terlihat tubuhnya bergetar hebat.
"Berikan file rekamannya..." Nathan mengulurkan tangannya dan meminta file rekaman tentang dirinya kepada kameramen perang tersebut.
Karena sangat ketakutan setelah melihat kejadian sebelumnya, dengan tangan bergetar kameramen tersebut justru memberikan kameranya serta file didalamnya kepada Nathan.
Nathan kemudian melemparkan kamera tersebut keatas dan menembakkan sinar laser hingga hancur menyisakan debunya saja.
"Tunggu, siapa kamu dan kenapa membantu kami?" Tanya Admiral Frank yang mencoba menggali informasi meski ia sendiri saat ini tengah menahan rasa takutnya.
Nathan menengok ke belakang dan berjalan menghampiri Admiral Frank yang sontak membuat suasana semakin tegang.
Drone milik Nathan segera menyiapkan tembakan kearah para marinir yang menodongkan senjata mereka untuk balik mengancam.
Alhasil para marinir terpaksa menurunkan senjata mereka usai mendapat arahan dari Admiral Frank dan drone milik Nathan pun kembali ke mode netral.
Ketika mereka sudah berhadapan satu sama kain, keduanya saling menatap dan suasana menjadi hening dengan hanya diisi oleh suara deburan ombak.
Tak ada sepatah katapun yang Nathan katakan dan ia langsung terbang pergi menjauh dari konvoi Armada kapal perang Sekutu.
Semua orang yang melihat kepergian Nathan begitu saja tidak dapat mencegahnya karena takut untuk menyinggung sosoknya tersebut.
__ADS_1
Admiral Frank yang tak mendapat jawaban hanya menghela nafas dan tak lama seseorang mengabari bahwa komandan Chester memerintahkannya untuk kembali ke Pearl Harbor bersama Armada kapal nya.
Dengan masih diliputi oleh tanda tanya Admiral Frank kemudian memutuskan untuk kembali ke Pearl Harbor dan ingin segera membahas tentang kemunculan sosok misterius tersebut.
Ia juga terlihat lokasi jatuh nya pesawat yang dikendalikan oleh Nathan dan hanya bisa menghela nafas lalu berniat untuk memberitahu kepada putrinya nanti.
*******
Dibalik awan Nathan terbang dengan kecepatan sedang menuju kearah barat. Namun di tengah perjalanan ia memutuskan untuk berhenti dan melayang di langit.
"Jadi, apa kamu memiliki penjelasan tentang kejadian ini. Echelon..." Ucap Nathan dengan nada dingin seolah ia memiliki dendam tersendiri kepada sistemnya tersebut.
"Maafkan saya tuan, saya memiliki penjelasan untuk ini semua!" Balas Echelon yang merasa panik karena tidak mau dinonaktifkan oleh Nathan.
"Ya, coba jelaskan atau kamu akan tahu akibatnya..." Sahut Nathan.
"Sebenarnya malam itu saya hanya merasa penasaran dan ingin melihat sejauh mana Loop yang dapat ditempuh Time Stone... Tapi ini bukan kesalahan saya juga, karena tuan sendiri yang memintanya malam itu..." Ucap Echelon.
"Siapa yang menginginkan untuk kembali ke masa perang seperti ini. Apa kamu ingin aku mati huh?" Tanya Nathan.
"Anda sendiri yang mengatakan bahwa ingin kembali ke masa lalu, dan jelas saya sebagai pelayan tidak ingin anda mati. Sebenarnya anda tidak akan mati selain dimasa yang seharusnya dan tuan bisa dianggap abadi. Bahkan Anda tidak akan menua sama sekali..." Jawab Echelon.
"Jadi maksudnya kalau aku mati sekarang bisa hidup lagi? Teori macam apa itu..." Nathan terlihat tidak begitu percaya.
"Anda bisa mencobanya kalu masih tidak percaya dengan apa yang saya katakan..." Ucap Echelon.
Untuk sejenak Nathan berpikir. Ia tampak ragu dengan perkataan Echelon, namun disisi lain sebenarnya ia merasa bahwa itu ada benarnya juga.
"Aku tertarik, bawa aku pulang saja sekarang..." Ucap Nathan yang tidak betah jika harus hidup dimasa perang meski ia sendiri tidak bisa mati selain dimasanya sendiri.
"Maaf tuan... Energi yang ada di dalam Time Stone sudah habis dan memerlukan waktu hingga dua puluh lima tahun untuk mengisinya menggunakan reaktor ini." Balas Echelon.
"Sebenarnya bisa saja waktu pengisian daya dipersingkat, namun akan sangat beresiko dan bisa membuat Anda terjebak di aliran waktu tanpa batas..." Sambung Echelon.
Mendengar penjelasan Echelon mengenai Time Stone yang kehabisan daya dan memerlukan waktu cukup lama untuk mengisinya, Nathan kembali berpikir dan memutuskan.
__ADS_1
"Baiklah itu tidak buruk sama sekali, hanya dua puluh lima tahun saja. Kalau begitu aku akan tetap tinggal dan lebih baik membuat sebuah usaha dimasa ini dari pada mencuri saldo kripto orang lain..." Nathan mendesag pelan.
"Karena reaktor inti akan digunakan untuk mengisi daya Time Stone sepenuhnya, maka penggunaan pakaian tempur Anda akan dibatasi dan hanya bisa dipakai satu kali sehari selama sepuluh menit saja..." Balas Echelon yang diangguki oleh Nathan.