Echelon System

Echelon System
Cemburu


__ADS_3

Suara tembakan yang disebabkan oleh Nathan dengan jelas terdengar oleh penghuni kamar disebelah dan juga para Marinir yang kebetulan lewat didepan kamarnya.


Para Marinir kemudian berkumpul didepan pintu kamar Nathan dan Harry setelah mendengar suara tembakan yang berasal dari sana.


Kevin dan Robby yang kebetulan ingin menemui Nathan untuk membicarakan tentang bagaimana pria itu bisa selamat setelah dikatakan telah tewas, tak sengaja melihat beberapa Marinir yang berkumpul.


"Hei, kenapa kalian berkumpul disini. Apa ada sesuatu yang terjadi?" Kevin bertanya kepada beberapa Marinir yang berkumpul disana.


"Ah ya, kami tadi mendengar suara tembakan dari dalam kamar temanmu itu. Sebaiknya kita mengeceknya!" Balas seorang Marinir.


Kevin dan Robby yang mendengarnya jelas panik dan khawatir jika Nathan mengalami trauma hingga ingin mengakhiri hidupnya sendiri.


Sementara itu didalam kamar Nathan dan Emilia yang sedang terbawa suasana akan melakukan ritual untuk berkembang biak dengan posisi pria di atas.


Ketika Nathan ingin mencium bibir Emilia tiba-tiba pintu didobrak secara paksa dan membuat mereka berdua langsung kaget lalu reflek melihat kebelakang.


Kevin dan Robby serta beberapa Marinir yang melihat Nathan memegang sepucuk pistol sambil menindihi Emilia langsung syok mendapati kejadian tersebut.


Jelas mereka tidak percaya dengan perbuatan Nathan yang dikira ingin meniduri paksa Emilia sambil mengancam wanita itu menggunakan sebuah pistol.


Disisi lain Emilia langsung memukul perut Nathan yang membuat pria itu merasa sedikit kesakitan dan keluar tanpa menghiraukan tatapan dari para pria disana.


Nathan yang sedang memegang perutnya karena sakit kemudian dihampiri oleh beberapa orang Marinir termasuk kedua temannya sendiri.


"Kami tidak menyangka kamu akan berani untuk menodai putri seorang Admiral. Apa kamu sudah siap menghadapi hukuman, Nathan?" Tanya Kevin sambil tersenyum mengerikan sebab tak menyangka Nathan berani akan menodai maskot angkatan laut.


"Kamu ini bicara apa? Aku tak pernah berniat untuk meniduri nya! " Nathan tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Kevin dan para Marinir. Ia melihat tatapan mata mereka kepadanya sama yang tajam sambil tersenyum jahat.


"Lalu bagaimana dengan pistol yang kamu bawa. Cepat tangkap dia dan bawa ke hadapan Admiral!" Ucap Kevin.


Kedua tangan Nathan langsung dipasangi borgol dan ia dipaksa untuk menghadap Admiral Frank. Meski sempat memberontak, Nathan akhirnya tetap juga dibawa.

__ADS_1


"Dasar teman pengkhianat..." Ucap Nathan sambil menatap Kevin dan Robby.


"Terserah kamu, ini akibatnya karena berniat untuk menodai maskot kami. Bersiaplah kawan..." Balas Robby.


Selang beberapa saat Nathan kini telah dibawa menghadap Admiral Frank dengan penjagaan beberapa anggota Marinir yang memergoki nya tadi.


"Apa yang kalian lakukan disini dan kenapa membawa dia?" Tanya Admiral Frank yang heran dengan beberapa Marinir membawa Nathan kehadapan nya.


"Kami tadi mendengar suara tembakan, setelah dicek pria ini terlihat berniat untuk menodai putri anda dan mengancamnya dengan menggunakan sebuah pistol, tuan..." Ucap seorang Marinir sambil menunjukkan barang bukti berupa pistol dan selongsong peluru.


Admiral Frank yang mendengar penjelasan dari Marinir tersebut lalu menatap mata Nathan dengan tajam sambil menyangga dagunya.


"Apa kamu memiliki penjelasan untuk ini semua, tuan Nathan?" Tanya Admiral Frank.


"Tentu saja saya memiliki nya Pak. Waktu itu saya sedang berada didalam kamar dan tengah mencoba untuk menembak kepala saya sendiri. Tapi tanpa diduga putri anda datang dan menghentikan saya..." Nathan melakukan pembelaan.


"Kalau kalian mendengar suara tembakan seharusnya kalian juga mendengarkan pintu kamarku didobrak oleh seseorang secara paksa sebelum suara tembakan terdengar!" Sambung Nathan.


"Baik penjelasanmu cukup masuk akal. Setelah terdampar di pulau itu aku rasa kamu mengalami gangguan mental paska perang. Kalian cepat lepaskan borgolnya dan tinggalkan dia disini. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya secara empat mata..." Ucap Admiral Frank.


Kevin, Robby, dan beberapa Marinir yang membawa Nathan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut meski masih tak percaya dengan kesaksian Nathan.


Setelah para Marinir pergi Admiral Frank masih menatap Nathan dengan tajam dan tak mengendur kan intensitas nya.


"Jadi kenapa kamu ingin mengakhiri hidupmu sendiri?" Tanya Admiral Frank.


Nathan menjadi gugup dan gelagapan harus menjawab apa kepada Admiral Frank yang tampak mencurigai nya.


"Anda tahukan Pak permainan untuk menentukan takdir seseorang dengan sebuah pistol. Saat itu saya baru akan memainkannya dan tiba-tiba putri anda masuk lalu menghentikan saya. Beruntung putri anda tiba di waktu yang tepat saat saya menarik pelatuk pistol dan membuat peluru meleset dari kepala saya..." Nathan memberikan penjelasan dengan sedikit dibumbui kebohongan.


"Aku tidak tahu dengan tekanan yang sedang kamu rasakan, tetapi berusahalah untuk tidak mati karena jika kamu mati jelas akan membuat putriku menjadi gila. Jangan lupa waktumu tidak lama lagi, segera beri dia penjelasan sebelum esok hari..." Ucap Admiral Frank.

__ADS_1


Nathan bernafas lega dan kemudian pergi meninggalkan ruangan Admiral Frank menuju kantin untuk menemui kedua temannya yang cepu.


Setibanya dikantin Nathan langsung mengambil makanan dan duduk sebangku dengan kedua temannya yang tampak gugup setelah kedatangannya.


Menyadari tatapan mata Nathan, Kevin dan Robby menjadi gugup karena telah salah sangka dengan temannya sendiri yang ingin meniduri paksa Emilia.


"Bisakah kita melupakan kejadian tadi, aku minta maaf karena memfitnah mu..." Ucap Kevin yang tidak ingin hubungan diantara mereka menjadi rusak akibat salah paham.


"Aku juga minta maaf..." Sahut Robby.


Keduanya tampak masih gugup menunggu jawaban dari Nathan dan berharap pria itu mau memaafkan mereka yang telah salah sangka kepada-Nya.


"Begini saja, sebagai permintaan maaf. Kami akan mengenalkanmu kepada seorang gadis cantik setelah kembali nanti, bagaimana?" Kevin mencoba membujuk Nathan.


"Lupakan saja, apa kalian meragukan kemampuan ku untuk mendapatkan seorang wanita?" Ucap Nathan yang langsung diangguki oleh Kevin dan Robby.


"Tentu saja kami meragukanmu, diantara kita berempat hanya kamu yang tidak memiliki kekasih dan masih perjaka. Itu karena kamu terlalu pemilih! " Balas Kevin.


"Dasar bodoh, jika aku tidak memilih tentu saja hanya perlu sehari untuk berkenalan dengan seorang gadis dan malam nya bisa tidur dengannya!" Ucap Nathan.


"Aku sengaja melakukannya karena tidak menemukan wanita yang cocok dengan kriteriaku!" Sambung Nathan.


"Memangnya kriteria mu seperti apa. Sebagai permintaan maaf, kami akan mencarikan nya..." Ucap Kevin yang diangguki oleh Robby.


Untuk sejenak Nathan berpikir dan melihat sekelilingnya sampai menemukan seorang wanita yang bertugas menyiapkan makanan untuk para Marinir.


"Nah seperti dia, berpakaian tertutup diluar tapi memiliki kejutan dibalik pakaiannya!" Balas Nathan sambil menunjuk kearah seorang wanita.


Kevin dan Robby kemudian melihat kearah wanita yang Nathan tunjuk. Keduanya melihat seorang wanita lumayan cantik yang berpakaian tebal.


Disaat yang bersamaan, Emilia yang sengaja mengawasi Nathan dari kejauhan mendengarkan obrolan mereka dan tidak terima kalau pria itu melirik wanita lain.

__ADS_1


'Apa yang dia katakan! Kenapa wanita berdada triplek malah dia lirik sementara aku tidak! Ini tidak bisa dibiarkan!' Batin Emilia.


__ADS_2