
Rencana Nathan untuk membuat Alia pingsan nyatanya tidak berhasil karena ia melakukannya kepada orang yang salah, dimana wanita tersebut sendiri sudah terlatih dan pukulan ringan dari Nathan tidak berefek sama sekali kepadanya.
Alia yang lehernya dipukul oleh Nathan melepaskan ciumannya dan menatap kekasihnya sambil tersenyum tipis kepadanya.
"Aku tidak mabuk seperti yang kamu pikirkan dan untuk membuatku pingsan tidak semudah itu, sayang..." Ucap Alia sambil menempelkan jari telunjuk ke bibir Nathan.
Nathan kemudian didorong oleh Alia hingga terduduk disofa dan perlahan wanita tersebut berjalan mendekat sambil membawa botol Wine milik Nathan.
Wine yang Alia bawa kemudian ditumpahkan tepat di celana Nathan hingga membuatnya basah seketika.
"Apa yang kamu lakukan Alia, ini akan culit untuk dicuci nantinya!" Ucap Nathan sambil mencoba mengelap celananya yang basah.
Alia tersenyum tipis dan berjongkok di hadapan Nathan. Ia secara tiba-tiba langsung melucuti pakaian Nathan hingga membuatnya dapat melihat tongkat emas milik kekasihnya yang basah akibat terkena Wine.
Secara reflek Nathan berusaha untuk menutupi barang miliknya namun usahanya gagal, dan alhasil barang milik Nathan mulai dimakan oleh Alia.
Ini pertama kalinya Nathan mendapat servis yang merupakan seorang wanita cantik yaitu kekasihnya sendiri.
Bukan hanya Nathan saja yang baru pertama kali melainkan hal ini juga saat pertama bagi Alia melakukan hal dewasa.
Alia hampir muntah beberapa kali saat milik Nathan masuk kedalam tenggorokan nya dan ia tidak menyangka bahwa akan berurusan dengan barang monter di pengalaman pertamanya.
Beberapa saat kemudian Nathan yang tidak tahan lagi akhirnya mengeluarkan nektar dan membuat Alia terbatuk namun wanita tersebut mencoba untuk menelan nya sampai tak tersisa.
Alia melepaskan barang milik Nathan dari mulutnya lalu melihat bahwa wajah kekasihnya tersebut sudah berubah menjadi memerah tidak seperti biasanya yang dingin dan acuh.
Mengetahui bahwa milik Nathan yang masih keras Alia semakin tidak bisa mengendalikan dirinya dan melepaskan seluruh pakaian.
Nathan kini dapat melihat bentuk tubuh indah milik Alia yang selalu ditutupi oleh apron dan pakaian yang cukup tebal. Ia tidak menyangka bahwa bentuk tubuh Alia sudah sangat matang.
"Apa kamu serius dengan semua ini, Alia?" Tanya Nathan ingin memastikan kegiatan panas yang akan segera terjadi di antara keduanya.
Alia tidak menjawab dan duduk tepat diatas tubuh Nathan. Ia kemudian memposisikan dirinya dan langsung memasukan barang milik Nathan kedalam dirinya.
"Ahn~" ******* cukup keras terdengar dari Alia saat selaput dara nya dirombak oleh barang milik Nathan yang juga menekan bibir rahim nya juga seolah ingin masuk lebih jauh lagi.
__ADS_1
Darah seketika mengalir keluar dari sela-sela milik Alia dan membuat Nathan cukup terkejut, karena tidak menyangka gadis yang memiliki tubuh matang seperti Alia masih belum terjamah oleh seorang pria.
"Alia, apa kamu kesakitan. Kita bisa menghentikannya kalau kamu mau, aku tidak memaksa..." Ucap Nathan yang merasa tidak tega melihat Alia kesakitan.
Alia tersenyum dan berkata, "Diamlah, ini tidak sakit sama sekali dan jangan remehkan aku. Kamu hanya perlu memberikan bayi kepadaku dan setelah itu kamu tidak bisa lepas dariku..."
Melihat Alia yang keras kepala Nathan yang semula menahan diri kini tidak bisa lagi dan langsung menggerakan tubuhnya.
Tindakan Nathan seolah membuat Alia merasa tubuhnya akan hancur dan malam itu dia hanya bisa mengerang sambil menikmati permainan dari kekasihnya.
*******
Keesokan harinya terlihat sepasang kekasih yang sedang tidur sambil berpelukan di atas sofa setelah menghabiskan malam panas bersama.
Cairan nektar milik Nathan berceceran di beberapa tempat seperti lantai, meja bar, sofa, bahkan dinding kaca. Semalam ia benar-benar sudah membuat Alia hancur dan mencetakan bentuk barang miliknya di dalam tubuh wanita tersebut.
Cahaya matahari yang masuk melewati celah-celah jendela mengenai wajah Nathan dan membuatnya seketika terbangun.
Begitu terbangun ia mendapati bahwa Alia masih tertidur lelap dipelukan nya sehelai benang pun ditubuhnya.
Dengan mata telanjang Nathan dapat melihat kemegahan dada Alia yang memiliki kekenyalan dan kelembutan setelah ia merasakannya sendiri semalam.
Alia tiba-tiba berbalik dan tidur membelakangi Nathan yang membuat aksi nakal pria tersebut harus terhenti.
Namun merasa belum puas dengan kegiatan semalam, Nathan kembali memasukan barangnya kedalam milik Alia akan tetapi ia justru memasukan kedalam tempat yang salah.
'Ini terasa lebih sempit dari sebelumnya...' Batin Nathan sambil terus mendorong barang miliknya hingga sepenuhnya masuk kedalam Alia.
Sontak Alia terbangun dan merasa kesakitan saat merasakan barang milik Nathan yang tiba-tiba masuk kedalam dirinya dalam tempat yang salah.
Belum sempat Alia berbicara dan memberitahu kekasihnya tiba-tiba Nathan memulai kegiatan panas mereka di pagi hari yang membuat wanita cantik tersebut hanya bisa menahan rasa perih.
Beberapa menit kemudian Nathan akhirnya mencapai titik puncaknya dan keluar didalam Alia lalu segera mengeluarkan barangnya.
Cairan nektar seketika keluar dari dalam tubuh Alia dan mengalir keatas sofa. Nathan yang mengira Alia masih tidur segera menyingkir dan memakai pakaiannya kembali.
__ADS_1
Tanpa Nathan sadari Alia yang terbaring diatas sofa menatapnya dengan tajam sambil menahan rasa perih di dua tempat berbeda sekaligus.
Merasa ada yang memperhatikan dirinya Nathan berbalik dan mendapati Alia tengah menatapnya dengan tajam.
"Aku membencimu! Seharusnya biarkan aku bersiap terlebih dahulu!" Ucap Alia sambil memakai pakaiannya kembali.
Nathan hanya tersenyum tipis dan membantu Alia memakai pakaiannya kembali yang sedang terlihat sedikit kesulitan.
"Aku ingin pulang dan jangan lupa untuk tidak menonton hal seperti itu lagi, sayang..." Ucap Alia sambil memasukan dua buah pistol ketempat nya.
Alia kemudian memberi ciuman dibibir Nathan dan segera pulang mengendarai mobilnya dengan perasaan yang bahagia sambil memegangi perutnya berharap segera mengandung anak dari pria tersebut.
Setelah kepergian Alia, Nathan hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tidak menyangka jika akan melakukannya semalaman.
Ketika keluar dari ruangan bar Nathan melihat beberapa pelayan yang sedang bekerja memperhatikan nya dengan wajah memerah.
Nathan yang menyadari hal tersebut seketika terbatuk canggung dan berkata, "Lupakan tentang kejadian yang terjadi semalam dan seharusnya kalian melakukan dengan orang yang kalian suka jika ingin... Permisi..."
Setelah mengatakan beberapa patah kata Nathan langsung berjalan dengan langkah cepat menuju kekamar nya karena merasa sangat malu.
Didalam kamar Nathan langsung membenamkan wajahnya di kasur dan berpikir ia tidak lagi mampu untuk bertemu dengan para pelayanannya akibat kejadian semalam bersama Alia kekasihnya.
Disisi lain para pelayan yang mendengar perkataan dari Nathan memiliki pemikiran sama dan memikirkan sebuah rencana bersama-sama.
*******
Sementara itu setibanya Alia di restauran ia melihat ayahnya yang sedang menurunkan bahan makanan dari truk dibantu oleh beberapa karyawan.
Dengan langkah cepat Alia segera masuk kedalam dan ingin membersihkan dirinya yang terasa lengket sehabis melakukan hubungan bersama Nathan.
Pak Danang yang melihat putrinya baru datang di pagi hari merasa curiga apalagi saat melihat cara berjalan wanita tersebut yang tampak aneh.
Kecurigaan Pak Danang bertambah saat mencium bau alkohol dan bau aneh yang tak asing lagi baginya yaitu aroma parfum dari Nathan.
Wortel yang dipegang Pak Danang seketika hancur diremas olehnya dan raut wajahnya tampak memerah dengan urat di dahinya.
__ADS_1
'Nathan sialan, berani-beraninya kamu merusak putri kecilku. Kamu sebaiknya bersiap-siap ketika kita bertemu nanti!' Batin Pak Danang sambil mengeratkan giginya.
Para karyawan Pak Danang yang melihat bos mereka tampak kesal merasa ketakutan dan tetap menurunkan muatan bahan makanan dari dalam truk sambil berpura-pura tidak melihatnya.