Echelon System

Echelon System
Arnold Swagger


__ADS_3

"Ada apa dengan kelian, kenapa memakai pakaian seperti itu. Apa tidak malu, huh?" Tanya Nathan saat melihat pakaian para wanita di rumahnya yang cukup terbuka.


Raut wajah Nathan sedikit memerah saat melihat beberapa pakaian yang digunakan oleh para wanita tersebut transparan, hal ini tentu membuatnya dapat dengan jelas melihat pakaian dalam mereka.


Nathan tidak habis pikir dengan para wanita tersebut terutama Alicia yang sepertinya dalang dibalik semua ini.


"Memangnya kenapa, bukannya kamu suka hal semacam ini. Aku mengetahuinya setelah melihat catatan browsing mu di ponselmu..." Balas Alicia sambil tersenyum nakal kearah Nathan.


Sontak saja Nathan menjadi gugup mendengar ucapan Alicia yang membuatnya tidak dapat berkutik lagi. "Y-Ya, tapi bukan seperti ini juga. Kenapa kamu menyuruh mereka untuk ikut memakainya?"


"Menyuruh? Tidak, mereka sendiri yang memintanya..." Balas Alicia yang langsung diangguki oleh dua puluh wanita cantik itu.


Nathan menyeka darah yang mengalir dari hidungnya dan memejamkan mata sambil menggelengkan kepala.


"Apa kalian paham dengan semua ini, akan ada hal buruk yang terjadi kepada kalian kecuali Alicia..." Ucap Nathan sambil menatap para wanita dengan tajam.


Wajah para pelayan seketika memerah dan menjadi malu saat tahu apa yang dimaksud oleh Nathan tentang hal buruk tersebut.


"Sebagai pelayan anda kami tidak merasa keberatan dengan hal itu, lagipula kami ingin mendedikasikan semuanya mau itu jiwa ataupun tubuh..." Ucap Diana yang diangguki oleh para wanita lainnya.


Nathan menghela nafasnya dan berkata, "Kalian bukan robot dan seharusnya tidak memiliki pikiran seperti itu, sekarang aku minta kalian semua keluar dan memikirkan nya kembali..."


"Apa anda tidak tertarik dan merasa jijik kepada kami tuan?" Tanya Diana yang terlihat raut wajahnya kini menjadi putus asa.


"Tidak, aku hanya ingin kalian memikirkan semuanya lagi sebelum terlambat itu saja." Balas Nathan singkat.


Meski tampak enggan Diana dan para pelayan lainnya memahami maksud dari Nathan kemudian segera keluar untuk memikirkannya kembali.


Sementara itu Alicia tampak masih berdiri di tempatnya, merasa bingung dengan Nathan yang tidak langsung memakan para pelayanan dan memberikan mereka waktu untuk berpikir kembali.


"Heh... Aku tidak menyangka kamu membiarkan wanita cantik seperti mereka begitu saja tanpa melakukan apapun..." Ucap Alicia sambil berjalan kearah Nathan.

__ADS_1


Ketika Alicia duduk disamping Nathan pria itu langsung menariknya keatas kasur dan menahan kedua lengan nya dengan satu tangan.


Wajah percaya diri Alicia seketika hancur setelah ia kini berada dibawah cengkraman Nathan yang sudah cukup menahan diri.


"Wanita nakal... Apa kamu paham dengan perbuatanmu. Aku bisa saja memakan mereka sebelumnya..." Ucap Nathan sambil menyeka bibir Alicia dengan ibu jarinya.


"Aku sudah mencoba untuk menahan diri karena kamu memintaku untuk tidak selingkuh sebelumnya, tapi sekarang justru kamu yang secara langsung agar aku melakukannya..." Sambung Nathan.


Raut wajah Alicia semakin memerah dan nafasnya menjadi memburu saat melihat ekspresi Nathan yang tampak dingin kepadanya.


Hal ini membuat Alicia tidak bisa mengatakan sepatah katapun karena terlalu gugup ditambah dengan tubuhnya yang mulai memanas.


Melihat Alicia yang tidak mengatakan apapun Nathan menghela nafasnya dan menyingkir dari atas tubuh wanita tersebut.


"Kenapa tidak melanjutkannya, apa aku sudah tidak menarik lagi untukmu?" Tanya Alicia saat melihat Nathan yang berhenti di tengah jalan.


Nathan yang ingin menuju kamar mandi seketika berhenti dan terkekeh. "Coba kamu mengecek tubuhmu sekarang dan jangan lupa bersihkan noda dikasurku..." Ucap Nathan sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Wajah Alicia seketika memerah dan ia merasa sangat malu karena lupa bahwa dirinya sedang berhalangan. Ia kemudian segera keluar sambil membawa seprei yang terkena noda darah nya.


*******


Nathan kini terlihat sudah berada diruang bawah tanah lagi dan tengah menggambar tato yang ia lihat dileher penjahat kemarin menggunakan tablet.


Gambar mata satu dengan aksen piramida dibelakangnya selesai Nathan buat dan langsung ia transfer ke super komputer dihadapannya.


"Echelon, tolong kamu carikan informasi tentang orang kemarin dan juga gambar tato yang sudah aku buat!" Ucap Nathan.


Tanpa penundaan sedikitpun Echelon segera mancari informasi tentang pria yang sebelumnya Nathan tangkap serta tato di lehernya.


Beberapa foto dari berbagai tempat yang berbeda tentang penjahat kemarin serta informasi nya segera ditampilkan di layar monitor oleh Echelon.

__ADS_1


"Tuan, pria yang anda tangkap kemarin adalah Arnold Swagger asal Kanada. Ia merupakan seorang buronan interpol paling dicari karena banyak terlibat dalam berbagai kejahatan, dan salah satunya adalah pengeboman..." Ucap Echelon.


Nathan segera membaca dan melihat fakta-fakta tentang penjahat yang ia lumpuhkan kemarin.


Dari informasi yang telah ia baca membuat Nathan sedikit tertarik dengan penjahat itu. Mulai dari teror sampai pengeboman diberbagai negara dan sudah menewaskan banyak orang.


Tetapi yang membuat Nathan lebih tertarik ialah bom yang digunakan oleh Arnold. Bom itu berbentuk kristal kecil dan akan sangat sulit terdeteksi.


"Bom yang cukup menarik, Echelon tolong carikan sumbernya..." Ucap Nathan.


Tak butuh waktu untuk Echelon menemukan informasi tentang bom yang dimaksud oleh Nathan dan segera ia beritahukan kepada pria tersebut.


"Menurut data yang saya dapat bom itu dikenal sebagai X110. Pengembangnya adalah sebuah perusahaan besar Xander Industri yang berbasis di Florida Amerika Serikat..." Ucap Echelon.


Mendengar nama perusahaan yang kini dipegang oleh keluarga dari mendiang Ayahnya seketika membuat Nathan tersenyum tipis.


Jika tentang pengembangan teknologi senjata ia tidak mungkin meragukan bahwa perusahaan itu yang menciptakan bom X110 tersebut.


"Apa mereka sengaja menjualnya kepada kelompok dari pria bernama Arnold Swagger itu?" Tanya Nathan.


"Tidak tuan, sebenarnya bom tersebut merupakan kerjasama antara Xander Industri dengan pemerintah Amerika Serikat. Namun sepertinya beberapa ada yang dicuri selama pengantaran atau memang sengaja dijual secara diam-diam oleh beberapa orang dari pihak Xander Industri..." Balas Echelon.


Nathan yang mendengar ucapan Echelon membenarkan perkataan dari sistemnya tersebut kerena sudah paham dengan sifat dari keluarga ayahnya yang gila harta.


Merasa telah mendapatkan titik terang Nathan berencana untuk mencari lebih jauh lagi tentang penjahat tersebut, namun sebelum hendak mengetik ia berhenti.


"Apa yang ingin aku lakukan... Wanita itu pasti sudah mencari tahu semuanya..." Ucap Nathan sambil tersenyum masam.


Karena merasa semua ini bukan tanggung jawabnya dan berpikir pihak kepolisian sudah menyelidikinya, Nathan memutuskan untuk tidak melanjutkan mencari tahu soal penjahat kemarin.


Nathan kemudian beranjak dari kurainya dan berjalan ke tengah-tengah ruangan lalu mengenakan pakaian Cyber Army nya untuk mempelajari kembali.

__ADS_1


__ADS_2