
Nathan yang ditangannya ditarik oleh Emilia pergi meninggalkan acara pernikahan tampak kebingungan. "Acaranya ada disana, kita mau pergi kemana?" Tanyanya.
"Tentu saja pulang, aku tidak suka dengan acara itu!" Emilia mendengus kesal dan menggenggam tangan Nathan lebih kuat lagi.
"Apa kamu cemburu atau marah saat ini, Emilia?" Tanya Nathan yang semakin dibuat heran dengan tingkah istrinya tersebut.
Bertepatan saat mereka sampai didepan rumah, Emilia melepaskan tangan Nathan yang ia genggam sebelumnya dan menatap pria itu dengan kesal.
"Ya aku marah saat kamu selalu dilirik para wanita disana dan aku juga cemburu. Memangnya kenapa, apa ada masalah huh!?" Ucap Emilia dengan kesal sambil menunjuk kearah Nathan.
Nathan yang melihat Emilia marah seketika tertawa sambil menggeleng kan kepala dan berjalan kesamping rumah meninggalkan wanita cantik tersebut sendiri.
"Hei, kamu mau kemana. Aku belum selesai denganmu!" Ucap Emilia sambil berjalan menghampiri Nathan yang mengambil sebuah sepeda tua disamping rumah.
"Aku mau ke pantai, apa kamu mau ikut denganku atau tetap marah-marah disini. Kalau tidak mau ikut tidak masalah..." Balas Nathan sambil hendak mengayuh pedal sepeda.
Emilia menghela nafas panjang dan duduk di kursi belakang sambil memeluk pinggang Nathan dengan erat. "Tentu saja aku ikut, jika tidak bisa-bisa kamu melakukan hal aneh kalau bertemu wanita disana!"
"Yayaya, apapun itu..." Nathan terkekeh dan kemudian mulai mengayuh sepeda tua itu pergi menuju ke pantai hanya sekedar untuk mencari angin laut.
Keduanya lalu berangkat menuju pantai disiang hari yang jaraknya tidak terlalu jauh dan hanya memerlukan waktu lima belas menit saja untuk sampai.
Setibanya disana Nathan dan Emilia melihat ada beberapa orang yang tengah berjemur dibawah teriknya matahari.
"Jaga pandanganmu atau tahu sendiri akibatnya..." Emilia mencoba memberi Nathan peringatan agar tidak melihat para wanita yang tengah berjemur dipantai.
"Apa kamu bercanda, aku sudah memiliki istri yang memiliki tubuh lebih baik. Buat apa aku melihat mereka..." Balas Nathan sambil tertawa ringan.
"Lalu kenapa kamu terus menatap mereka dengan tatapan mesummu itu huh!?" Ucap Emilia sambil mencubit pinggang Nathan.
__ADS_1
"Kita pindah saja, cari tempat yang lebih sepi. Aku tidak mau kamu main mata!" Kata Emilia dengan kesal yang membuat Nathan terpaksa harus mencari lokasi lain yang sedikit lebih sepi.
Setelah beberapa menit mencari akhirnya Nathan menemukan lokasi yang sedikit lebih sepi yaitu di dekat sebuah tebing besar dan tidak perlu payung jika ingin berteduh.
Nathan dan Emilia kemudian turun dari atas sepeda. Keduanya lalu duduk dan memandangi luasnya lautan yang ada didepan mereka.
Waktu berbincang ringan dengan Emilia, tatapan Nathan seketika tertuju kearah seorang peselancar yang tengah bermain tak jauh dari mereka dan hal itu membuat pria itu sedikit iri.
Emilia yang menyadari kalau Nathan ingin berselancar menghela nafas. "Kalau kamu mau berselancar lakukan saja..."
Mendengar perkataan Emilia barusan seketika raut wajah senang terlukis jelas wajah Nathan dan pria itu memberi kan Emilia ciuman di pipi sebelum beranjak pergi untuk meminjam papan selancar ke orang yang ada didekat mereka.
Setelah mendapatkan papan selancar yang dia perlukan, Nathan lalu melepas setelan jas nya dan hanya menggunakan celana pendek saja.
Tubuh atletis ditambah paras wajahnya seketika membuat beberapa wanita yang ada dipantai memeperhatikan Nathan, bahkan tak sedikit lelaki juga melihat kearahnya.
Saat Nathan mulai berenang untuk mencari ombak, Emilia tiba-tiba dihampiri oleh beberapa orang yang tidak lain adalah Harry, Kevin, Robby, Julia, Amanda, dan Gisela.
"Apa yang sedang kalian lakukan disini?" Tanya Emilia sambil melihat kearah tiga wanita yang kini mengenakan bikini.
"Tentu saja untuk berenang, memangnya apalagi?" Balas Amanda dengan santai sambil menunjukkan dadanya kepada Emilia meski sedikit kecil. Wanita itu belum tahu kalau di balik pakaian yang dikenakan oleh Emilia tersembunyi dua gunung megah.
"Bukan begitu, maksudku bagaimana dengan acara kalian?" Tanya Emilia.
"Ya, acaranya berjalan jauh cepat karena ada sedikit masalah. Memangnya kamu sendiri kenapa ada disini?" Ucap Julia yang terlihat seksi dengan bikinnya.
Emilia tidak mengatakan apapun dan hanya menunjuk kearah Nathan yang tengah berenang menggunakan selancar mencari ombak.
Pandangan Julia, Amanda, dan Gisela seketika tertuju kearah Nathan begitupun dengan suami baru mereka yang terlihat antusias saat melihat pria itu menunju kearah ombak setinggi 30 meter.
__ADS_1
Tak hanya mereka saja yang menyaksikan Nathan dengan polosnya menuju ombak ganas tersebut, melainkan juga orang-orang yang ada dipantai tersebut.
"Apa kamu tidak khawatir soal itu nona Emilia, apa kalian juga tidak khawatir melihat teman kalian itu?" Tanya Gisela kepada Emilia dan ketiga pria yang ada disana.
"Tenang saja dia tidak bisa mati, sayang..." Balas Robby sambil merangkul Gisela dari belakang.
Dari kejauhan Nathan yang sudah jauh dari bibir pantai dan mendekat kearah ombak besar dihadapan nya perlahan mulai berdiri keatas papan.
Begitu ombak datang Nathan segera bersiap dan mulai berselancar tanpa memperdulikan itu bahaya atau tidak untuknya.
Ombak besar itu perlahan mulai menggulung Nathan dan membuat pria itu kini berada di dalamnya sambil tetap mencoba untuk bertahan.
Secara perlahan ombak besar tersebut mulai menyusut dan Nathan juga keluar dari dalam gulungannya lalu menepi kepantai.
Ketika sampai dipantai Nathan langsung dihampiri oleh Harry, Kevin, dan Robby yang tidak menyangka kalau Nathan dapat menaklukkan ombak sebesar itu dalam sekali coba.
"Tidak buruk lumayan..." Ucap Kevin sambil bertingkah seolah dirinya jauh lebih baik meski belum pernah mencobanya dengan ombak setinggi tiga puluh meter.
"Lalu, yang baik itu seperti apa. Apa kamu mau menunjukan nya kepada kami semua? Kebetulan ada ombak yang sedikit lebih rendah disana..." Nathan mencoba memancing Kevin.
Ekspresi Kevin seketika menjadi gugup dan gelagapan saat ditantang oleh Nathan untuk menaklukkan ombak yang hampir sama. Jelas ia tidak punya keberanian untuk melakukannya, bahkan untuk ombak setinggi lima meter saja Kevin masih ragu.
"Huh, aku kesini hanya untuk menemani istriku saja dan berjemur..." Balas Kevin tanpa berani untuk melihat kearah Nathan secara langsung.
"Kalau kau tak berani bilang saja, jangan bertingkah seolah kamu dapat melakukan nya..." Sindir Nathan yang seketika membuat Harry dan Robby menertawakan Kevin.
Raut wajah Kevin seketika menjadi merah padam karena ditertawakan oleh ketiga pria itu dan juga empat wanita yang ada disana.
Kevin yang tak mau menanggung malu lebih dari ini lalu mencari akal untuk membalas perbuatan Nathan karena telah membuatnya ditertawakan oleh semua orang dan juga istri nya sendiri.
__ADS_1