
Pagi harinya Eimi terbangung dan merasakan kepalanya masih pusing. "Sial, sepertinya semalam aku minum terlalu banyak..." Gumam Eimi.
Saat membuka matanya Eimi sedikit terkejut karena menyadari ia terbangun dikamar seseorang yang tidak ia kenal. 'Jangan bilang...' Gumam Eimi sebelum mengecek celananya.
Eimi menghela nafas saat melihat kalau ia masih berbusana, tetapi saat menoleh ke samping Eimi langsung terkejut ketika melihat pria tampan tengah tertidur di sampingnya dengan tenang.
Raut wajah Eimi langsung memerah dan sebagai wanita tentu saja ia terpesona dengan ketampanan pria yang tidak pernah ia temui sebelumnya.
Tanpa sadar Eimi mulai menyentuh wajah Nathan dan membelainya dengan pelan agar tidak membuat pria tersebut bangun.
"Kalau aku jadi kamu, aku tidak akan melakukannya, nona..." Ucap Nathan tanpa membuka matanya yang langsung membuat Eimi terkejut karena tidak mengetahui kalau pria tersebut sudah bangun.
Eimi yang tidak mau di anggap wanita murahan, dan ingin menjaga imagenya sebagai putri seorang pengusaha yang berpengaruh di Jepang, kemudian menendang Nathan hingga jatuh ke lantai.
"Dasar mesum, apa yang sudah kamu lakukan kepadaku semalam!?" Tanya Eimi dengan nada kesal kepada Nathan.
Nathan meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya setelah jatuh dari kasur karena ditendang oleh Eimi. "Wanita gila, bukannya minta maaf atau berterimakasih kamu justru malah menuduhku!"
"Untuk apa aku minta maaf kepadamu, semalam kamu pasti sudah menodaiku. Akuilah!" Balas Eimi yang tidak mau disudutkan.
Dengan kesal Nathan mengambil kameranya yang menyala semalaman dan memberikannya kepada Eimi. "Coba lihat rekaman semalam dan kalau masih tidak percaya, kenapa tidak cek saja tubuh mu langsung. Dasar gila..."
Setelah mengatakan hal tersebut Nathan kemudian keluar dari kamar dan membuat Eimi yang kurang percaya lalu melihat bukti rekaman semalam.
Raut wajah Eimi seketika menjadi merah karena melihat kejadian semalam, dimana ia benar-benar sangat memalukan bertingkah ganas dan ingin meniduri Nathan.
Eimi dengan cepat menutup rekaman kamera tersebut dan takut keluar dari kamar karena merasa sangat malu kepada pria yang sudah ia tuduh macam-macam.
'Dasar bodoh, kamu seharusnya tidak melakukan itu!' Batin Eimi yang menyalahkan dirinya sendiri, karena telah menuduh macam-macam pria yang sudah membantunya.
__ADS_1
Tetapi karena takut dimarahi oleh ayahnya sebab tak pulang semalam, Eimi menghela nafas panjang dan memberanikan diri untuk keluar dari kamar menemui Nathan.
Saat keluar dari kamar Eimi baru menyadari jika tempat tinggal pria tersebut terbilang cukup mahal dan ia sendiri tahu lokasi tempat ini.
Aroma masakan yang menggoda seketika terendus oleh Eimi dan membuat perut wanita cantik tersebut berbunyi. Perlahan ia mulai mengikuti sumber aroma sedap tersebut hingga berhenti saat melihat Nathan tengah makan di ruang makan.
Eimi menelan ludahnya dalam-dalam saat melihat steak yang tengah Nathan santap dimeja makan dan jelas ia juga ingin mencicipi nya, namun sangat malu.
Melihat kedatangan Eimi, Nathan kemudian menyodorkan salah satu piring berisi steak buatannya. "Makanlah dan setelah itu kamu bisa pergi..." Ucap Nathan dengan acuh.
Eimi mengangguk dan duduk didepan Nathan sambil melihat kearah steak yang sangat menggoda dihadapannya saat ini, tetapi ia tidak berani untuk memakannya karena takut ada bahan mencurigakan di dalamnya.
Menyadari apa yang tengah dipikirkan oleh Eimi, Nathan kemudian memotong sedikit steak milik wanita tersebut dan memakannya. "Lihat, aku tidak menaruh obat tidur atau bius didalam makanan ini. Kamu bisa memakannya..."
Raut wajah Eimi kembali memerah sebab ia lagi-lagi salah paham kepada Nathan. Bukannya tidak percaya, tetapi setelah dikhianati oleh pacar dan temannya semalam rasanya kepercayaan Eimi terhadap seseorang mulai berkurang hingga membuatnya sangat waspada.
Eimi lalu memotong sedikit steak miliknya dan mulai memakannya yang membuatnya merasa meleleh dengan rasa dari steak buatan pria tersebut.
"Eimi Tsukamoto... Kamu?" Balas Eimi sambil bertanya kembali kepada Nathan.
"Nathan..." Jawab Nathan singkat.
Eimi mengangguk pelan dan keduanya lalu menghabiskan pagi dengan sarapan bersama sebelum acara makan mereka selesai.
Setelah selesai sarapan Eimi beranjak dari kursinya dan membungkuk kearah Nathan. "Sebelumnya aku minta maaf karena telah menuduhmu, aku juga ingin berterimakasih karena kamu telah membantuku semalam..."
"Tidak masalah... Pintu keluarnya ada disebelah sana dan selamat tinggal..." Balas Nathan cuek sambil membaca majalah di tangannya.
Melihat sikap acuh Nathan membuat Eimi sejujurnya merasa kesal tetapi di sisi lain rasa ketertarikannya semakin bertambah, karena ia belum pernah diacuhkan seperti itu oleh para pria diluar sana.
__ADS_1
Sebuah ide yang cukup beresiko seketika terlintas dipikiran Eimi untuk bisa bersama dengan Nathan lebih lama lagi karena ia sendiri masih penasaran terhadap pria tersebut.
"Unm... Tuan Nathan... Bisakah kamu mengantarkan ku kembali kebar untuk mengambil mobilku?" Tanya Eimi dengan penuh harap.
"Tidak, bukannya kamu punya uang. Kenapa tidak naik taksi saja, aku sedang sibuk sekarang..." Balas Nathan dengan dingin.
'Cih! Sibuk apanya, dari tadi kamu hanya membaca majalah dewasa saja!' Batin Eimi dengan kesal.
Eimi kemudian kembali berpikir keras agar Nathan mau mengantarnya. "Dompetku tertinggal di tas dan tasku sendiri sekarang pasti ada dibar itu. Kumohon antarkan aku..."
"Nona, kamu punya sepasang kaki yang masih utuh dan sehat. Kenapa tidak jalan kaki saja?" Ucap Nathan yang enggan mengantar Eimi karena tidak ingin berurusan dengan wanita tersebut.
Merasa sudah sangat kesal dengan sikap Nathan, akhirnya Eimi memiliki ide yang dapat memaksa Nathan untuk mengantar nya.
"Apa kamu tidak mengetahui siapa aku?" Tanya Eimi dengan kesal dan ingin mengungkapkan jati dirinya kepada Nathan meski sangat beresiko.
"Kenapa tanya aku, kamu bisa tanyakan sendiri kepada ibumu siapa itu kamu..." Balas Nathan yang membuat kepala Eimi memanas.
"Aku adalah putri dari pemilik perusahaan Mitsubishi Motors!" Kata Eimi sambil mengeratkan giginya karena begitu kesal dengan Nathan.
"Oh... Lalu?" Tanya Nathan dengan acuh sambil membaca majalah dewasa ditangannya.
"Apa kamu tahu, aku memiliki perusahaan yang bergerak dibidang media televisi. Bagaimana jika ada berita tentang seorang putri pengusaha besar yang ingin dinodai oleh pria tidak dikenal. Pasti akan jadi trending topic..." Kata Eimi yang secara tidak langsung mengancam Nathan.
Merasa diancam oleh Eimi jelas membuat Nathan sedikit kesal karena ia tidak ingin disorot oleh media apalagi namanya akan menjadi tercoreng.
Nathan lalu meletakkan majalahnya dimeja dan berjalan mendekat kearah Eimi. "Nona, aku sudah membantumu dan sekarang justru kamu ingin mengancanku dengan membuat berita palsu? Seharusnya kamu berhati-hati dan tahu posisi sekarang..."
Eimi yang dipojokkan oleh Nathan dan diancam balik tidak mau terpengaruh. Untuk menyembunyikan rasa takutnya Eimi kemudian tersenyum lebar seolah tidak takut jika akan diapa-apakan oleh Nathan.
__ADS_1
"Kamu sadar bukan, kalau sampai kamu macam-macam denganku kehidupan mu pasti akan kacau menjadi sorotan media masa. Seharusnya kamu sadar kalau disini ada CCTV-nya..." Ucap Eimi sambil melirik kearah CCTV.
Nathan berdecih kesal saat baru menyadari kamarnya terpasang CCTV dan terpaksa ia mengiyakan permintaan Eimi dari pada harus berurusan panjang dengannya.