Echelon System

Echelon System
Penjelasan


__ADS_3

Ivan dan Nathan dihadapkan dengan Alicia yang tengah berdiri sambil menyilangkan kedua tangannya. Tatapan mata dan raut wajah wanita itu terlihat kesal dengan kedatangan dua pria tersebut.


Melihat tatapan mata dari putrinya, Ivan tertawa canggung dan mengobrol dengannya dalam bahasa Rusia yang sama sekali tidak dimengerti oleh Nathan.


Raut wajah dan sikap Alicia seketika berubah saat mendengar perkataan dari Ivan, ia tampak senang dan mencium pipi ayahnya lalu memeluknya untuk beberapa saat.


Ivan dan anak buahnya kemudian pergi, namun sebelum itu ia menyerahkan dua buah tas cukup besar kepada Nathan yang didalamnya terdapat barang-barang yang ia minta.


"Jadi kamu sudah tahu hal yang sebenarnya terjadi, aku mendengar nya dari anak buah ayahku tadi..." Ucap Alicia sambil menatap lurus kearah Nathan.


Merasa aura ditempat itu dan perubahan pada Alicia dari yang tampak senang berubah kembali menjadi dingin membuat Nathan sedikit waspada.


"Ya, aku sudah mengetahui semuanya..." Balas Nathan.


Alicia menghela nafas dan melakukan hal yang sama sebelumnya seperti Ivan. Ia melepas topeng wajah dan rambut palsu serta lensa kontak di matanya.


Penampilan Alicia seketika berubah total. Rambut cokelat sedikit kemerahan, dua mata yang berbeda warna dimana satu berwarna biru sedangkan satunya lagi berwarna hijau kebiruan, dan kecantikan alami wanita Rusia.


Setelah melepas penyamaran nya selama ini Alicia kemudian menatap Nathan untuk melihat respon dari pria tersebut.


Sudut bibir Alicia sedikit terangkat saat melihat reaksi dari Nathan yang tampak biasa saja dan tidak ada respon terkejut sama sekali.


"Apa kamu tidak terkejut sama sekali dengan penampilan asliku, Nathan?" Tanya Alicia.


Nathan menyilangkan kedua tangannya dan memperhatikan Alicia dari bawah sampai atas lalu menggelengkan kepalanya.


"Hm... Kamu terlihat sedikit lebih baik dari sebelumnya..." Balas Nathan sambil menganggukkan kepalanya.


Mendengar komentar dari Nathan, Alicia langsung mencubit perut pria tersebut dengan kesal yang membuat Nathan merintih kesakitan.


"Sedikit lebih baik katamu, berarti maksudmu aku terlihat jelek sebelumnya begitu?" Ucap Alicia dengan kesal sambil mengencangkan cubitan nya di perut Nathan.

__ADS_1


Nathan mengeratkan giginya dan berkata, "B-Bukan seperti itu maksudnya, tapi memang kamu terlihat lebih baik sekarang. Bisakah kamu melepaskannya?"


Bukannya melepas cubitan nya Alicia justru semakin menguatkan cubitan nya karena tidak puas dengan apa yang diucapkan oleh pria dihadapannya.


"Bisakah kamu mengganti kalimat 'Lebih Baik' menjadi cantik? Sudah banyak pria yang memujiku dengan kata 'Cantik' tetapi justru kamu sebaliknya tidak penah memujiku dengan kata 'Cantik' atau mengatakan bahwa kamu mencintaiku!" Ucap Alicia dengan geram.


"Setiap orang berbeda-beda dan mengatakan dua hal itu membuatku merasa geli, bisakah kamu mengerti?" Balas Nathan.


Dengan kesal Alicia melepas cubitan nya dan mendengus. Ia kemudian menyuruh Nathan untuk duduk dan menghabiskan makanan yang sudah dia masak sebelumnya.


Nathan mengelus bagian perutnya yang sempat dicubit oleh Alicia, dan kemudian duduk untuk memakan masakan yang sudah dibuat oleh Alicia meski masih merasa bingung.


Dengan ragu-ragu Nathan mulai memakan nasi goreng buatan Alicia. Sewaktu makan Nathan terus mendapat tatapan dingin dari Alicia.


"Aku mau tahu bagaimana caranya kamu dapat mengetahui semua hal tentangku dan juga ayahku!?" Tanya Alicia.


Nathan meletakkan sendoknya dan menatap lurus kearah Alicia yang tampak seolah tengah menginterogasi nya seperti seorang tahanan.


"Cukup mudah, pertama bagaimana mungkin seorang pemilik restauran kecil memiliki sebuah Black Card dan sebuah mobil sport?


Untuk yang ketiga aku tidak dapat menjawabnya karena akan terdengar sedikit menjijikan..." Jelas Nathan.


Alicia mengangguk dan menyadari kesalahan yang tanpa sadar ia perbuat, namun ia masih penasaran dengan hal ketiga yang tidak dapat Nathan katakan.


Dengan bersikukuh Alicia mendesak Nathan untuk mengatakan hal ketiga yang membuat pria tersebut terpaksa membisikkan nya.


Pipi Alicia seketika memerah setelah mendengar penjelasan dari Nathan tentang caranya dapat mengidentifikasi identitasnya.


Cara yang Nathan lakukan ialah, dengan menggunakan cairan milik yang Alicia keluarkan sewaktu mereka berdua berhubungan badan.


Kalau Nathan tidak melakukannya akan sulit untuk mencari informasi mengenai Alicia. Jika melalui sidik jari mustahil mengingat Alicia sudah menutupi nya dengan semacam pelekat.

__ADS_1


Jika melalui test DNA melalui rambut juga mustahil karena Alicia selalu memakai rambut palsu, dan jika melalui retina mata juga mustahil sebab wanita tersebut memakai lensa kontak.


Untuk test DNA melalui darah juga akan sulit mengingat cara mendapatkan nya justru akan membuat penyelidikan Nathan terbongkar.


Hanya satu hal yang bisa Nathan lakukan yaitu dengan menggunakan air liur serta cairan milik Alicia mengingat opsi tersebut adalah yang paling aman.


"Bodoh, apa yang kamu lakukan. Kalau mau kamu bisa menanyakannya langsung dan tidak perlu melakukan hal menjijikkan seperti itu!" Ucap Alicia dengan malu sambil menutupi wajahnya yang memerah.


Nathan menggaruk pipinya dan berkata, "Kalau aku tidak melakukan nya maka akan sulit untuk membuat kesepakatan dengan ayahmu..."


"Cukup memintanya kepadaku dan aku akan memberikan nya secara percuma. Apa kamu tahu barang-barang yang kamu minta sangat mahal dan bagaimana kamu dapat membayar semuanya?" Tanya Alicia.


"Aku memiliki cukup uang dan kamu tenang saja semuanya sudah lunas. Kalau kamu bertanya dari mana aku mendapatkan uang sebanyak itu, aku tidak dapat mengatakannya sekarang..." Balas Nathan.


Nathan kemudian melanjutkan makannya dan membiarkan Alicia yang masih saja penasaran dengan sumber keuangan nya.


Melihat Nathan yang mengabaikan nya Alicia dengan kesal, mendapat ide agar pria tersebut mau mengatakan hal yang sejujurnya tentang sumber keuangannya.


Nathan yang sedang makan seketika berhenti dan terkejut saat Alicia mulai meraba celana miliknya dengan kaki.


Alicia tersenyum nakal sambil menatap Nathan yang sedang melihatnya dengan tatapan mata yang sedang terkejut.


"Jadi, dari mana kamu bisa mendapat uang sebanyak itu?" Tanya Alicia sambil memainkan barang milik Nathan dengan kakinya dibalik meja.


Raut wajah Nathan memerah dan menatap Alicia. Ia kemudian memundurkan kursinya untuk menghindari gerakan nakal dari kaki wanita cantik tersebut.


Usahan Nathan gagal saat Alicia menjepit barang miliknya dan membuat pria tersebut mau tidak mau harus tetap pada posisi sebelumnya.


"Hentikan, aku akan memberitahumu semuanya!" Ucap Nathan sambil menahan adik kecilnya yang akan segera bangkit akibat ulah Alicia.


Alicia tersenyum dan menghentikan gerakan kakinya yang memainkan adik kecil milik Nathan lalu menunggu penjelasan darinya.

__ADS_1


Untuk meredakan pikiran nya Nathan segera menenggak minuman pemberian Alicia dan mencoba menenangkan jiwanya yang sedikit terguncang mengetahui sifat nakal wanita tersebut.


Wanita cantik yang tampak lugu dan sering marah-marah tanpa sebab kepadanya, kini sudah berubah menjadi sosok wanita nakal dan senang untuk menggodanya.


__ADS_2