Echelon System

Echelon System
Hubungan Istimewa


__ADS_3

Seorang pria tampak berjalan melewati lorong sebuah mansion mewah dengan santai. Beberapa orang yang berpapasan dengannya langsung membungkukkan badan untuk memberi hormat kepadanya.


Pria itu tidak lain adalah Nathan yang kini tengah berjalan menuju ruangan seseorang untuk menjemputnya pergi menghadiri sebuah acara penting.


Begitu sampai didepan pintu setinggi tiga meter para penjaga pintu langsung membukakan pintu untuknya dan mempersilahkan Nathan masuk.


Seorang wanita cantik dengan ciri fisik orang asia terlihat tengah duduk sambil melukis dikanvas yang ada dihadapannya dengan diiringi suara piano santai.


Nathan kemudian berjalan menghampiri wanita yang tengah melukis tersebut dan berdiri dibelakangnya sambil memperhatikan lukisan yang tengah dibuat.


"Apa yang sedang kamu lukis, Yifei?" Tanya Nathan kepada wanita cantik yang tidak lain adalah Liu Yifei anak angkatnya.


Liu Yifei sendiri kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang cantik dan anggun. Gadis itu kini sangat berbeda dan berusia 33 tahun.


"Aku sedang membuat lukisan diriku dan seorang pria yang aku suka, ayah..." Balas Liu Yifei tanpa menengok kearah Nathan karena tengah fokus kepada lukisan nya.


Nathan yang mendengar jawaban dari Liu Yifei menjadi penasaran dengan pria yang disukai oleh putrinya tersebut, sebab selama ini Liu Yifei sama sekali tidak pernah menunjukkan ketertarikan kepada para pria yang ingin melamarnya.


Pandangan Nathan kemudian tertuju kearah lukisan kembali dan ia belum tahu siapa pria yang disukai oleh Liu Yifei dikarenakan lukisan nya sendiri masih belum jadi.


"Heh... Rupanya kamu sudah tumbuh menjadi wanita dewasa. Jadi kapan kamu akan membawa pria itu kerumah? Aku ingin bertemu dengannya." Ucap Nathan sambil mengusap rambut Liu Yifei yang sangat halus dan lembut.


Liu Yifei yang ditanyai siapa pria yang ia suka oleh Nathan tidak menjawab dan terlihat seolah menyibukkan diri untuk mencampur catnya.


"Ayolah ceritakan saja jangan malu-malu..." Goda Nathan sambil menggelitiki Liu Yifei, tetapi justru malah membuat wanita cantik itu menjadi kesal kepadanya.


"Hentikan itu ayah, aku sedang melukis!" Ucap Liu Yifei sambil menatap Nathan dengan kesal karena mengganggu dirinya.


Sudut alis Nathan berkedut ketika melihat Liu Yifei memarahinya dan tidak menduga kalau gadis kecil tersebut kini sudah tumbuh menjadi wanita dewasa yang berani kepadanya.

__ADS_1


Menurut Nathan itu cukup bagus karena selama ini Liu Yifei selalu tidak berani mengutarakan emosinya dan dengan Liu Yifei yang kini sudah berani membuatnya lega.


"Baiklah, jangan marah-marah seperti itu nanti cantiknya hilang. Apa kamu tidak mau ikut keacara pernikahan adikmu?" Tanya Nathan yang mengajak Liu Yifei menghadiri acara dari putranya Robby yang dimana sudah di anggap sebagai adiknya sendiri oleh Liu Yifei.


"Tidak... Aku masih mau melanjutkan lukisan ku..." Balas Liu Yifei yang enggn menghadiri acara pernikahan Carl adiknya.


"Memangnya pria itu setampan dan sebaik apa sampai membuatmu tidak mau untuk menghadiri acara pernikahan adikmu itu?" Tanya Nathan yang merasa Liu Yifei sudah memiliki perasaan cukup dalam kepada pria yang dia suka sampai tidak mau menghadiri acara pernikahan adik kesayangannya itu.


Liu Yifei menundukkan wajahnya dan meletakkan palet serta kuas keatas meja. Ia kemudian berbalik dan memegang kemeja yang dikenakan oleh Nathan.


"Aku mencintaimu..." Ucap Liu Yifei dengan lirih dan tidak berani untuk menatap wajah Nathan secara langsung saat mengutarakan perasaan nya.


Mendengar perkataan dari Liu Yifei membuat otak Nathan berpikir sejenak. "Ayah juga mencintaimu, Yifei..." Balas Nathan sambil mengelus rambut Liu Yifei.


Liu Yifei yang merasa Nathan salah paham dengan pernyataannya tadi lalu berdiri dan memberanikan diri untuk menatap wajah pria tersebut dari dekat.


Raut wajah Nathan tentu saja kini menjadi terkejut dan kepalanya menjadi sedikit pusing karena tidak menyangka jika Liu Yifei selama ini menyukainya.


"Yifei, kita ini ayah dan anak. Tidak mungkin untuk mencintai lebih dalam lagi. Apa kamu mengerti?" Ucap Nathan yang mencoba membuat Liu Yifei mengerti meski usahanya tersebut akan percuma saja.


"Tidak, kita tidak memiliki hubungan darah, aku tidak mau terus di anggap sebagai gadis kecil dan putrimu terus. Aku sudah muak untuk terus bersandiwara menjadi putrimu, aku mau dianggap sebagai seorang wanita dimatamu. Kumohon mengertilah..." Ucap Liu Yifei sambil menangis terisak.


Melihat Liu Yifei yang menangis Nathan kemudian membawa tubuh wanita cantik tersebut kedalam pelukannya dan mencoba untuk menenangkan nya.


Saat sedang menenangkan Liu Yifei, pandangan Nathan kemudian tertuju kearah semua lukisan yang terpajang disetiap sudut dinding kamar Liu Yifei.


Hanya ada satu karakter dalam setiap lukisan dan semua itu adalah dirinya sendiri. Jujur saja ini pertamakalinya Nathan melihat lukisan dirinya yang dibuat oleh Liu Yifei, karena setelah berusia 15 tahun wanita cantik tersebut mulai menutup dirinya dan tidak membiarkan siapapun masuk kedalam kamarnya.


Kini Nathan sadar kenapa setiap kali Liu Yifei bertemu dengannya selalu menghindar dan tidak berani menatap wajahnya lagi setelah remaja.

__ADS_1


"Baiklah aku mengerti dan paham, kita akan membahasnya nanti. Sekarang bersiaplah, kita berangkat ke acara pernikahan adikmu..." Ucap Nathan sambil tersenyum lembut dan menyeka air mata milik Liu Yifei.


Liu Yifei mengangguk pelan dan membuat Nathan kemudian berencana untuk menunggu wanita cantik tersebut agar bersiap-siap.


Tetapi saat ingin keluar, pintu kamar tersebut terasa seolah dikunci dan membuat Nathan cukup kesulitan untuk membukanya.


"Yifei, apa kamu punya kunci lain. Sepertinya pintu ini tidak sengaja terkunci-" Sebelum Nathan menyelesaikan perkataannya ia terkejut saat menoleh kebelakang dan mendapati Liu Yifei yang tidak mengenakan busana.


Tubuh indah dan kulit seputih batu giok yang terlihat rapuh milik Liu Yifei kini dapat Nathan lihat dengan mata telanjang. Hanya sehelai kain putih tipis yang kini Liu Yifei kenakan untuk menutupi **** ********** dengan raut wajah memerah.


"Apa yang kamu lakukan Yifei, cepat pakai bajumu lagi..." Ucap Nathan dengan gugup sambil mencoba menutupi matanya dari keindahan sejati yang tidak pernah dia lihat dari wanita mana pun.


Bagi Nathan setelah melihat tubuh Liu Yifei, ia rasa tidak ada wanita cantik lagi diluar sana yang dapat menandinginya bahkan untuk Emilia dan Alicia sekalipun.


"Apa menurut tubuhku tidak menarik dimatamu sampai-sampai kamu menutupi matamu?" Tanya Liu Yifei yang terlihat sedih saat Nathan tidak melirik nya sedikitpun.


"Bukan begitu, hanya saja jika kamu tetap seperti itu sesuatu yang buruk akan terjadi..." Balas Nathan sambil tetap memalingkan pandangannya dari Liu Yifei.


Liu Yifei yang mengerti maksud dari Nathan kemudian berjalan menghampiri nya dan memeluk pria tersebut sambil menjatuhkan kain yang menutup daerah kewanitaannya.


"Aku tidak keberatan asal itu kamu..." Ucap Liu Yifei sambil mengeratkan pelukannya karena sudah sangat lama tidak merasakan kehangatan dari Nathan selama bertahun-tahun.


Nathan yang terpancing dengan kata-kata dari Liu Yifei membuat naluri prianya menjadi menggebu-gebu. Pria itu kemudian menatap wajah Liu Yifei yang kini juga sedang menatapnya.


Perlahan wajah mereka semakin mendekat sampai akhirnya bibir keduanya bertemu untuk pertama kalinya dan secara tak sadar ciuman mereka semakin dalam.


Liu Yifei yang merasa bahwa perasaannya selama ini kini sudah terbalaskan merasa senang dan menikmati ciumannya sambil merangkul leher Nathan.


Sambil berciuman Nathan menggendong tubuh indah Liu Yifei dan membandingkan nya diatas kasur dengan hati-hati. Sedangkan Liu Yifei membantu melepaskan pakaian milik Nathan.

__ADS_1


__ADS_2