
Satu minggu semenjak Nathan berada di Kota Underground, proses pengerjaan tubuh Android Echelon kini sudah memasuki tahap akhir.
Tubuh Android Echelon saat ini sudah dalam bentuk sempurna menyerupai seorang wanita. Hanya perlu sentuhan akhir dari Nathan untuk menyelesaikan nya.
Nathan sendiri sekarang tengah memprogram tubuh Android Echelon dan akselerator energi yang akan digunakan sebagai daya utama.
Sementara itu Li Shi juga sedang sibuk membuat robot petarung karena masih ingin mengikuti pertandingan itu dan belum puas sebelum menang.
Tentu saja dana yang digunakan oleh Li Shi untuk membuat robotnya berasal dari Nathan setelah beberapa kali ia memohon.
"Apa masih belum selesai juga?" Tanya Xiao Mei yang kini sudah mulai akrab dengan Nathan. Gadis itu duduk disamping Nathan dan memperbaiki perkerjaannya.
"Hanya perlu memasukkan beberapa program dan setelah itu selesai. Memangnya ada apa?" Balas Nathan yang tengah fokus mengetik.
"Tidak, aku hanya ingin tanya saja..." Ucap Xiao Mei yang terlihat jelas menyembunyikan sesuatu dari Nathan. Sebenarnya Xiao Mei ingin mengajak Nathan jalan-jalan berdua diluar, namun ia terlalu malu untuk menyatakannya.
Nathan menoleh kearah Xiao Mei sambil menatapnya dengan heran. Pria itu kemudian beranjak dari kursinya dan menghampiri tubuh Android Echelon yang terdiam kaku.
Nathan lalu menyentuh leher Android dihadapannya yang membuat wadah untuk akselerator terbuka di tengah-tengah dadanya.
Begitu Nathan memasukkan akselerator ketubuh Android Echelon, perlahan jantung Echelon mulai berdenyut dan mengaktifkan tubuh Android.
Echelon yang sudah menempati tubuh barunya perlahan mulai membuka mata dan memperhatikan Nathan serta Xiao Mei yang ada dihadapannya.
"Apa kamu bisa menggerakkan tubuhmu, Echelon?" Tanya Nathan yang langsung ingin membuat Echelon mencoba tubuh barunya.
Awalnya Echelon sedikit kesulitan menggerakkan tubuhnya, namun tak lama kemudian setelah berhasil melakukan konfigurasi, Echelon akhirnya dapat menggerakan tubuh nya.
Gerakan Echelon yang masih sedikit kaku membuat Nathan memaklumi hal tersebut, karena tau cepat atau lambat Echelon bisa menguasai tubuh barunya.
__ADS_1
"Saya memerlukan sedikit waktu untuk beradaptasi, Tuan..." Balas Echelon sambil menggerakkan jari-jemarinya karena merasa penasaran.
Nathan mengangguk dan tersenyum puas, sementara Xiao Mei memandangi Nathan aneh karena tidak memakaikan pakaian kepada Echelon.
"Apa kamu berencana untuk membuatnya telanjang seperti itu?" Tanya Xiao Mei dengan memasang raut jijik kepada Nathan karena berpikir lelaki tersebut sangat mesum.
"Apa yang kamu katakan, tentu saja tidak. Bisakah aku meminjam bajumu dulu, aku akan membayarnya nanti?" Elak Nathan saat dituduh yang tidak-tidak oleh Xiao Mei.
"Kalau begitu ikuti aku..." Ajak Xiao Mei yang seketika doang guki oleh Nathan untuk memilihkan baju Echelon.
Sebelum pergi Nathan menutupi tubuh Echelon terlebih dahulu menggunakan kain sebelum meninggalkannya bersama Li Shi yang masih sibuk merakit robot barunya.
Nathan kemudian dibawa oleh Xiao Mei menunju kamar untuk pertama kali. Selama seminggu terakhir ini Nathan banyak menghabiskan waktu di garasi dan naik ke lantai dua hanya untuk makan atau mandi.
Ketika memasuki kamar Xiao Mei, Nathan bisa melihat kalau tempat itu cukup rapih untuk seorang wanita. Jujur saja Nathan belum pernah melihat kalau kamar seorang wanita rapih.
"Bukannya aneh kalau aku yang datang ke sini. Kenapa tidak membawa Echelon saja kesini?" Tanya Nathan yang merasa canggung saat melihat koleksi pakaian milik Xiao Mei.
Meski Xiao Mei mengatakan tidak masalah, tetapi hal ini membuat Nathan semakin menjadi canggung dan ia berniat untuk memanggil Echelon saja kesana.
"Aku panggil Echelon saja kesini ya, biar kamu bisa memilihkan baju untuknya?" Ucap Nathan sambil tertawa canggung dan hendak keluar dari kamar.
Namun anehnya saat Nathan ingin membuka pintu untuk keluar, pintu tersebut justru tiba-tiba terjunci secara otomatis yang membuatnya terkunci bersama Xiao Mei dikamar itu.
Berulang kali Nathan mencoba membuka pintu namun tampaknya gagal dan saat itu tanpa diduga Xiao Mei memeluknya dari belakang.
"Terimakasih karena sudah mau membantuku dan kakak ku, Nathan..." Ucap Xiao Mei sambil membenamkan wajahnya dipunggung Nathan.
"Jangan dipikirkan, lagipula kalian juga sudah membantuku saat membuat tubuh Echelon..." Balas Nathan yang tampak canggung karena ia dapat merasakan benda empuk menempel di belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Ah benar juga, ada yang ingin aku berikan kepadamu. Tapi bisakah kamu melepaskanku dulu?" Tanya Nathan yang diangguki oleh Xiao Mei.
Nathan lalu mengambil sebuah serum dari kantung pakaiannya dan membuat Xiao Mei merasa heran saat melihat serum yang ada ditangan Nathan.
"Apa itu?" Tanya Xiao Mei sambil terus memandangi serum yang ditunjukkan oleh Nathan kepadanya.
"Ini serum untuk penyakit mu itu, aku sengaja membuatnya saat sedang senggang..." Balas Nathan yang seketika membuat Xiao Mei terkejut.
"Bagaimana kamu tau aku sedang sakit?" Tanya Xiao Mei yang tidak menyangka kalau Nathan bisa mengetahui penyakit yang hanya diketahui oleh Ia dan Li Shi.
Ditanya oleh Xiao Mei seketika membuat Nathan tertawa pelan. "Sebelumnya aku mengetahui kalau kakakmu telah mencuri uangku yang digunakan untuk belanja. Aku mengancamnya agar memberitahu untuk apa uang itu..."
Raut wajah Xiao Mei langsung merah kesal dan ia merasa sangat malu karena ternyata kakaknya telah mencuri uang milik Nathan serta membohonginya.
"Begitu... Maafkan kakaku, biar aku beri pelajaran nanti kepadanya!" Ucap Xiao Mei dengan kesal karena harus menanggung rasa malu.
Seketika Nathan mencegah Xiao Mei yang telah mengambil kunci inggri untuk memukuk Li Shi. "Tenanglah aku tidak mempermasalahkan hal itu. Lebih baik kamu duduk dan biarkan aku mengobatimu dulu..."
Xiao Mei menghela nafas dan menuruti perkataan dari Nathan. Xiao Mei kemudian duduk dan membiarkan Nathan untuk menyuntikan serum ke lengannya.
Setelah disuntik Xiao Mei merasa heran karena tidak ada apa-apa yang terjadi pada dirinya. Ia mengira kalau Nathan hanya ingin mengerjainya saja.
"Apa kamu berbohong kepadaku? Kenapa tidak ada efeknya sama sekali?" Tanya Xiao Mei yang mulai curiga dengan serum pemberian Nathan.
Dengan cepat Nathan mengelak kecurigaan Xiao Mei terhadap dirinya karena jelas ia tidak memberikan serum abal-abal kepada gadis itu.
"Siapa juga yang bercanda, ini baru beberapa saat setelah kamu disuntik. Tentu saja memerlukan waktu dasar bodoh..." Balas Nathan.
"Siapa yang kamu panggil bodoh hah? Memangnya aku tidak boleh curiga kepadamu, dasar mesum!" Kata Xiao Mei dengan kesal yang seketika membuat keduanya berkelahi.
__ADS_1
Nathan dan Xiao Mei saling melempar benda apa saja yang ada didekat mereka hingga membuat kamar gadis tersebut yang awalnya menjadi rapih menjadi sangat berantakan.
Saat sedang bertengkar dengan kesal Nathan mendorong Xiao Mei hingga membuat mereka berdua terjatuh di lantai dengan posisi aneh.