
Eimi yang masih bingung kenapa dia bisa di dalam sebuah pesawat, seketika dikejutkan dengan suara pintu kamar yang terbuka dan langsung membuatnya menoleh.
Perasaan Eimi menjadi tidak enak di detik-detik saaf pintu terbuka, ia membayangkan ada seorang om-om berbadan gemuk yang membawanya ke sana akan masuk.
Gadis itu kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan memegang lampu yang ada di atas meja dengan menjadikannya sebuah senjata.
Tepat saat kaki seorang pria terlihat Eimi langsung berteriak dan melemparkan lampu yang ada ditangan nya. "Pergilah dasar pria mesum biadab!!!"
Nathan yang baru saja akan masuk kedalam kamar membawakan makanan untuk Eimi sontak kaget saat sebuah lampu tidur melayang kearahnya.
Untungnya Nathan dapat menghindar sebelum lampu itu mengenai wajah tampannya, yang alhasi membuat lampu jatuh dan pecah di lantai.
"Rupanya setelah tidur kamu bisa sangat aktif seperti ini, Eimi..." Ucap Nathan dengan nada dingin sambil menatap tajam ke arah Eimi.
Merasa mengenali suara pria yang masuk ke dalam kamar, Eimi langsung membuka mata nya dan melihat Nathan yang tengah berdiri sambil menatapnya dengan tajam.
Dengan canggung Eimi tertawa dan menggaruk kepalanya sambil mengalihkan pandangan dari Nathan. "Maaf, aku kira tadi yang datang adalah om-om berbadan gendut..."
"Oh, jadi apa kamu lebih suka tipe pria seperti itu? Lalu kenapa kamu mau menikah denganku?" Nathan berjalan dan meletakkan nampan berisi makanan di atas meja yang ada disamping tempat tidur.
Eimi dengan cepat menggelengkan kepala dan tidak mau Nathan salah paham tentangnya. "Bukan seperti itu, tapi aku sering mendengar berita tentang penculikan seorang gadis muda oleh om-om di TV!"
"Ya..." Jawab Nathan dengan ketus sebelum hendak pergi meninggalkan Eimi, namun tangannya seketika dipegang oleh gadis itu yang membuat langkahnya terhenti.
"Kamu mau kemana?" Tanya Eimi dengan raut wajah bersalah sekaligus takut karena merasa ada yang tidak beres dengan sikap Nathan.
Nathan berbalik dan melepaskan tangan Eimi dari lengannya. "Apa kamu tidak lihat serpihan kaca disana? Aku mau membereskan nya dan cepat makan makananmu, atau kamu mau aku suapin dengan paksa?"
"Tidak perlu, aku bisa memakannya sendiri..." Jawab Eimi dengan cepat sambil tertawa canggung karena takut kalau disuapin oleh Nathan secara paksa.
__ADS_1
Melihat Eimi yang mulai memakan makanannya, Nathan kemudian segera membereskan serpihan kaca yang berserakan di lantai dan membuangnya ke tempat sampah.
Begitu selesai membereskan kekacauan yang dibuat oleh Eimi, Nathan berjalan menghampiri gadis itu dan duduk di dekatnya.
Eimi mengangkat wajahnya saat merasa ditatap oleh Nathan. Gadis itu seketika menjadi bingung mengapa Nathan menatap nya dari tadi. "Apa ada yang salah?" Tanya Eimi penasaran.
Nathan menggelengkan kepala dan menyipitkan matanya. "Jadi... Bagaimana kamu bisa di culik oleh Tanaka dan teman-temannya tadi?"
"Entahlah, saat aku berjalan di lorong sekolah tiba-tiba ada memukul ku dari belakang dan ketika sadar aku sudah berada ditempat itu bersama mereka..." Balas Eimi.
"Begitu... Lalu kenapa matamu menjadi sembab sebelumnya. Apa kamu menangis?" Tanya Nathan sambil menyeringai menatap Eimi.
"Tentu saja aku menangis, gadis mana yang tidak menangis dan panik saat diculik oleh sekumpulan pria!" Jawab Eimi.
Mendengar jawaban dari Eimi seketika membuat Nathan menyeringai lebar. "Bukannya kamu pernah mengatakan kalau pandai melakukan kick boxing. Kenapa bisa-bisanya sampai diculik dan menangis seperti bayi?"
Diejek oleh Nathan tentu saja Eimi tidak terima, gadis itu kemudian berusaha menendang perut Nathan karena saking jengkel nya.
"Yeah... Kamu sendiri bukan yang bilang kalau tidak ada orang di dunia ini bisa membuat mu menangis. Bahkan kamu sangat percaya diri bisa menghajar pria yang mencoba macam-macam dengan mu!" Balas Nathan sambil mencoba menahan kaki Eimi yang berusaha menendangnya.
Eimi yang tidak tahan lagi lalu meletakkan nampan berisi makan miliknya ke atas meja dan langsung mendorong Nathan hingga terjatuh diatas kasur.
Seperti adegan di MMA Eimi mengunci pergerakan Nathan dan berusaha menyerang pria tersebut menggunakan lutut kaki, bahkan secara terang-terangan Eimi menarik rambut Nathan.
Tidak merasa puas Eimi lalu berusaha memukul wajah Nathan yang ditutupi menggunakan tangan bertubi-tubi dengan berbagai cara.
Namun jelas serangan yang diberikan oleh Eimi tidak berefek apapun pada Nathan dan justru membuatnya lama-lama menjadi lelah sendiri.
Eimi duduk diatas tubuh Nathan dan mulai mengatur nafasnya yang menggebu-gebu sambil memberi tatapan penuh kebencian pada sosok suaminya sendiri.
__ADS_1
Nathan menyeringai ketika melihat Eimi yang kelelahan dan berusaha untuk memancing emosi gadis itu, karena baginya sangat suka ketika melihat Eimi yang sedang marah.
Pria itu bahkan menyamakan Eimi dengan seekor anak kucing yang jika sedang marah bukannya terlihat menyeramkan dan justru terlihat lucu.
"Kenapa kamu begitu sangat menyebalkan kepadaku, sedangkan kepada Kanae tidak?!" Tanya Eimi sambil memukuk dada Nathan dengan kesal.
"Karena aku suka melihatmu marah saja, kalau aku membuat Kanae marah bisa-bisa aku dimutilasi olehnya..." Jawab Nathan sambil tertawa.
"Dasar pilih kasih!" Kata Eimi seraya bersedih kesal. "Sekarang kita sedang terbang kemana?" Tanya Eimi melihat kearah luar jendela.
"Shanghai, China. Aku ingin menemui seseorang disana!" Balas Nathan sambil membayangkan sosok wanita yang tidak lain adalah Liu Yifei.
Melihat Nathan tersenyum aneh saat mengatakan kemana tujuan mereka terbang seketika membuat insting Eimi sebagai seorang istri menjadi curiga.
"Memangnya siapa orang yang kamu maksud itu?" Tanya Eimi dengan nada menyelidiki seraya menatap tajam kearah Nathan.
"Namanya Liu Yifei, aku sudah lama tidak bertemu dengan gadis itu..." Balas Nathan sambil tersenyum seperti predator wanita.
Mendengar nama yang tidak asing lagi di telinganya, Eimi kemudian menyingkir dari atas tubuh Nathan dan meraih ponselnya untuk mencari siapa wanita yang dimaksud oleh suaminya.
Begitu hasil pencarian terbuka, Eimi seketika terkejut namun ia belum yakin jika wanita yang dimaksud oleh Nathan adalah seorang pemilik bisnis minyak terbesar di China.
"Apa yang kamu maksud wanita ini?" Tanya Eimi sambil menunjukkan sosok Liu Yifei yang memiliki ekspresi dingin dan anggun.
Nathan menyipitkan matanya dan ketika melihat sosok Liu Yifei seketika membuatnya sedikit heran. "Ya, memang dia. Tapi kenapa gadis itu terlihat tidak bersemangat seperti dulu?"
"Hei jangan bercanda, mana mungkin kamu bisa mengenal sosok seperti dia!" Kata Eimi dengan raut wajah tidak percaya.
"Apa kamu tidak lihat nama perusahaan yang dipegang oleh wanita itu?" Tanya Nathan.
__ADS_1
Awalnya Eimi sedikit bingung dengan apa yang dimaksud oleh Nathan, tetapi setelah melihat bahwa perusahaan yang dipegang oleh Liu Yifei adalah anak perusahaan milik Nathan akhirnya membuat Eimi dapat mempercayainya.