Echelon System

Echelon System
Terjebak dimasa perang Dunia II


__ADS_3

Ditengah perjalanan Nathan yang merasakan jika tubuhnya mulai mati rasa dan kebas setelah menahan laju sebuah pesawat dengan berat puluhan Ton sebelum nya.


Akibat kondisi tubuhnya tersebut Nathan jatuh di atas sebuah bangunan dan langsung tersungkur. Nathan lalu membuka helmnya dan merasakan dadany yang kini terasa sakit.


"Uhuk!" Seteguk darah keluar dari mulut Nathan. Hal ini merupakan akibat karena ia menahan badan pesawat sebelumnya yang membuat tubuhnya harus menahan beban cukup berat.


Nathan masih dibilang cukup beruntung karena sebelumnya sudah menyuntikkan cairan penguat. Jika manusia biasa yang menahan laju sepertinya sudah bisa ditebak bahwa mereka akan tewas.


"Seharusnya aku tadi menggunakan cara lain yang tidak akan membuat tubuhku mati rasa seperti ini..." Nathan mendesah pelan dan kini hanya bisa terbaring diatap bangunan sambil menatap kearah langit malam.


"Kalau saja aku bisa memutar kembali waktu, mungkin aku tidak akan berakhir begini..." Gumam Nathan sambil memejamkan matanya.


Nathan tersenyum tipis dan menertawakan dirinya sendiri yang berpikir untuk mengulangi waktu. Jelas secara logika hal tersebut tidaklah masuk akan dan jika bisa ia sudah melakukannya.


"Kenapa tuan tidak menggunakan Time Stone untuk kembali mengulangi kejadian yang sebelumnya terjadi?" Tanya Echelon.


Mendengar ucapan dari Echelon, Nathan seketika tersadar dan hampir melupakan Time Stone yang ia miliki sekarang. Namun Nathan masih meragukan bahwa dengan menggunakan Time Stone ia dapat kembali ke waktu sebelumnya.


"Tidak ini mustahil untuk dilakukan dan jika bisa sekalipun pasti akan ada efek butterfly. Belum lagi nantinya akan ada dejavu yang akan terjadi..." Ucap Nathan yang kini sudah pasrah dan hanya bisa menunggu sampai tubuhnya dapat digerakan kembali.


Cahaya putih tiba-tiba muncul dari jam tangan milik Nathan dan membuat pria tersebut menjadi merasa bingung dengan apa yang sedang terjadi.


"Memulai proses pengembalian waktu. Menghitung mundur, lima... Empat... Tiga..."


Mendengar suara hitungan mundur yang berasal dari Echelon sontak membuat Nathan terkejut dan ingin membatalkan rencana tersebut.


"Echelon, tunggu-" Sebelum Nathan sempat meminta Echelon untuk berhenti ia sudah terlambat dan cahaya putih langsung menelannya dari tempat tersebut.


*******


Pandangan Nathan sekarang terhalangi oleh cahaya putih yang menelannya. Nathan merasa seolah matanya kini disorot langsung menggunakan lampu yang biasanya ada di stadion sepak bola.


Beberapa saat kemudian perlahanĀ  cahaya putih yang menutupi pandangan Nathan menghilang dan kini ia dapat melihat bahwa dirinya tengah berada di Cockpit pesawat.


Namun anehnya ruang Cockpit pesawat yang ia lihat sangatlah berbeda dan terlihat sangat ketinggalan jaman, bahkan semua indikatornya masih menggunakan jarum jam.


Nathan seketika menyadari bahwa pesawat yang ia tumpangi adalah pesawat tempur masa perang Dunia II jenis P-47 Thunderbolt.

__ADS_1


'Apa ini hanya mimpi?' Batin Nathan sambil mencoba untuk menggerakan stir pesawat tersebut kekanan dan kekiri.


Saat Nathan tengah memainkan stir pesawat tempur tersebut seseorang tiba-tiba menepuk kepalanya dari belakang.


"Hei Nathan, jangan melamun saja sebentar lagi kita akan segera sampai!" Seru seorang pria dalam bahasa Inggris yang kini tengah duduk dibelakang Nathan.


Mendengar suara seseorang yang menepuk kepalanya, Nathan menoleh kebelakang, dan menemukan seorang pria mengenakan pakaian khas seorang prajurit angkatan udara Amerika pada masa perang Dunia II dibelakangnya.


"Siapa kamu?" Tanya Nathan dalam bahasa Inggris kepada pria yang tampak masih berumur 23 tahun tersebut.


Plakkk!!!


Pria tersebut kembali menepuk pelindung kepala untuk seorang pilot yang Nathan kini pakai. "Apa kepalamu terbentur sesuatu sampai melupakan teman sekampung mu? Ini aku Harry sialan!"


Mendengar ucapan pria tersebut Nathan seketika dibuat kebingungan apalagi saat merasa pukulan dari pria itu terasa cukup sakit di kepalanya.


Sejenak Nathan memikirkan semua yang terjadi dan ketika melihat keluar jendela pesawat ia mendapati ada seratus lebih pesawat tempur yang terbang di sekitarnya.


'Ini bukan mimpi semuanya terlihat sangat nyata, tapi kenapa aku bisa ada disini?' Batin Nathan kemudian mengecek jam tangannya.


Nathan seketika terkejut karena tidak menemukan jam tangannya dan tanpa benda itu sudah jelas ia akan terjebak disana.


"Apa kamu bercanda Nathan? Sekarang tanggal 7 Mei 1942 dan kita akan menyerang konvoi kapal-kapal Jepang di Laut Koral! Sepertinya kepalamu benar-benar terbentur sesuatu sampai melupakan misi kali ini!" Balas Harry yang tampak bingung dengan sikap sahabatnya tersebut.


Untuk sejenak Nathan mencerna kembali apa yang diucapkan oleh pemuda bernama Harry tersebut. Dan hal ini semakin membuatnya merasa sangat kebingungan.


'System sialan, apa dia salah memprediksi waktu dan ingin membuatku tewas di medan perang!?' Batin Nathan sambil mencengkram kemudi pesawat.


Nathan tahu jika dalam pertempuran ini pihak sekutu akan dipukul mundur oleh pihak Jepang dan misi ini akan memakan korban jiwa yang tidak sedikit.


'Kalau tidak salah kapal induk Lexington akan hancur dan setelah itu pihak Sekutu serta Jepang akan mundur...' Nathan mencoba mengingat kembali buku sejarah yang pernah ia baca.


Ketika Nathan tengah melamun Harry kembali menepuk kepalanya dan berkata, "Hei Nathan jangan melamun saja sialan! Apa kamu mau membuat kita berdua mati!?"


Harry mengucapkan kalimat tersebut bukan tanpa alasan. Ia sengaja memberi peringatan kepada sahabatnya tersebut yang melamun padahal artileri dari Armada kapal Jepang mulai ditembakan kearah mereka.


Menyadari bahwa banyak peluru artileri yang meledak di sekitar dan menjatuhkan beberapa pesawat, Nathan yang tidak tahu cara mengendalikan pesawat tempur tersebut terpaksa harus belajar otodidak saat itu juga.

__ADS_1


"Semuanya berpencar!!!" Seru seorang pria yang merupakan pemimpin pasukan udara pihak Sekutu dari radio pesawat.


Pesawat-pesawat tempur milik pihak Sekutu mulai berpencar dan menukik kebawah untuk menjatuhkan bom-bom kearah Armada kapal perang Jepang.


Nathan yang masih belum paham cara mengendalikan pesawat akhirnya tertinggal dan membuat Harry menjadi kesal kepadanya.


"Kenapa kamu melamun saja dari tadi, cepat ikuti yang lainnya!" Seru Harry sambil menepuk-nepuk Helm milik Nathan dari belakang.


Dengan keahlian yang muncul disaat kepepet Nathan akhirnya dapat mengendalikan pesawat nya dan menukik kebawah menyusul beberapa pesawat lainnya.


Beberapa pesawat milik pihak Sekutu gagal mencapai target nya masing-masing dan satu persatu mulai dijatuhkan oleh Artileri yang ditembakkan oleh prajurit Armada Jepang.


Hal tersebut diperparah saat beberapa pesawat tempur Jepang mulai di terbangkan dari kapal induk untuk menyerang pesawat milik Sekutu.


Disisi lain Nathan melihat pesawat - pesawat tempur dihadapannya mulai menjatuhkan bom ke kapal induk ringan Jepang Shoho namun tidak satupun ada yang kena.


Nathan dengan nekat akhirnya memberanikan diri untuk melucur lebih dekat lagi kearah kapal induk Shoho meski dihujani tembakan Artileri oleh para pasukan Jepang.


Harry yang menyadari aksi nekat Nathan seketika memakinya. "F.CK YOU NATHAN...F.CK YOU!!! Ini sudah sangat terlambat!!!" Seru Harry sambil menangis ketakutan.


"SHUT UP HARRY!!!" Ucap Nathan yang sedikit kesal ketika mendengar Harry mulai merengek dan menangis.


"Aku ingin pulang saja dan berhenti menjadi Marinir, Mama!!!" Ucap Harry.


Mengabaikan Harry yang terus merengek dan bukannya membantu, ketika sudah mendekati target Nathan melepaskan bom miliknya dan segera menarik tuas pesawat.


BOOOMM!!!


Bom yang diluncurkan oleh Nathan berhasil mengenai lambung kapal induk Shoho dan membuat kapal tersebut mengalami kehancuran. Tak lama kemudian kapal induk Shoho tersebut meledak.


Melihat kapal induk Shoho meledak Harry yang awalnya merengek seketika berubah menjadi kegirangan dan mulai melontarkan umpatan nya.


"F.UCK YOU JAPANESE!!! Hahaha!!!" Umpat Harry sambil mengacungkan jari tengahnya kearah kapal induk Shoho yang terbakar dan mulai tenggelam.


Nathan yang mendengar umpatan Harry hanya bisa tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya. Ia kini tengah mencoba menghindari tembakan dari Artileri kapal penghancur milik Jepang yang ada dihadapannya.


Pesawat yang dikendalikan oleh Nathan tampak terbang rendah dan hanya berjarak sepuluh meter dari permukaan laut setelah berhasil menghancurkan kapal induk Shoho.

__ADS_1


Nathan melepaskan beberapa tembakan kearah prajurit Jepang yang terus menembakan Artileri kearahnya dan membuat beberapa dari mereka tewas sebelum dapat kembali terbang ke langit.


__ADS_2