
"Menggelikan? Ah... Aku mengerti... Kamu merasa malu jika mengatakan cinta dan sayang bukan?" Emilia terkekeh.
Nathan terkejut dengan Emilia yang dapat dengan tepat menebak pemikiran nya. Ia merasa jika wanita yang akan dinikahi nya dapat mengetahui jalan pikiran nya.
Sosok istri yang sempurna dan cukup mengerikan jika Nathan dapat boleh berpendapat tentang Emilia. Gadis itu seperti memiliki insting yang kuat apalagi menyangkut orang terdekatnya.
Merasa sedikit kesal karena Emilia yang terlihat angkuh dihadapan nya, Nathan kemudian membaringkan wanita itu dengan paksa disofa dan menahan kedua tanganya.
"Apa yang kamu lakukan Nathan, kita tidak bisa melakukan nya sebelum menikah!" Ucap Emilia yang kini tampak gugup melihat keinginan Nathan untuk mengklaim dirinya.
"Kamu tadi mengatakan bahwa aku dapat melakukan apapun yang ku suka bukan, jadi jangan mengingkarinya..." Sahut Nathan sambil menatap wajah Emilia yang memerah dan gugup.
Sekuat apapun Emilia menolak pada akhirnya ia harus dibuat takluk setelah dicium oleh Nathan dan ini kali pertamanya wanita itu merasakan nya.
Ciuman yang awalnya biasa-biasa saja perlahan mulai menjadi liar saat Nathan menggigit bibir bagian bawah Emilia dan memasukan lidahnya.
Nafas Emilia menjadi menggebu-gebu dan tubuhnya terasa panas. Ia tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi kepada tubuhnya namun dia menikmati ciuman bersama Nathan.
Perlahan Nathan melepaskan ciumannya dan melihat ekspresi Emilia yang seperti ibu muda. Dengan tubuh dan ekspresi yang ditunjukan oleh Emilia, Nathan menjadi tidak tertolong lagi.
"Kita benar-benar tidak bisa melakukan nya Nathan..." Ucap Emilia yang tengah mengatur nafasnya.
"Haruskah kita berhenti setelah kamu menggodaku terus?" Tanya Nathan sambil tersenyum tipis dan membuat Emilia hanya bisa terdiam.
Melihat Emilia yang terdiam Nathan berniat melanjutkan aksinya. "Aku anggap diam mu itu menjadi isyarat untuk tetap melanjutkan nya..."
Perlahan Nathan mulai melucuti habis pakaian yang dikenakan oleh Emilia dan membuat wanita itu hanya bisa menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya saja.
Melihat tubuh matang seorang wanita yang dimiliki oleh Emilia membuat Nathan seolah tertimpa jackpot. Ia tak menyangka jika wanita yang akan menjadi istri nya memiliki tubuh indah yang sedikit lebih baik dari Alicia.
__ADS_1
"Bisakah kamu menyingkirkan tanganmu, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas..." Pintas Nathan.
Meski merasa sangat malu Emilia tetap melakukan apa yang diminta oleh Nathan dan menunjukkan semua lekukan tubuh yang sudah dijaga selama tiga puluh tahun.
"Jangan melihatku seperti itu, aku malu Nathan..." Ucap Emilia yang wajahnya sudah berwarna merah padam.
Nathan tidak mengiraukan perkataan dari Emilia dan ia kemudian memainkan analog merah muda milik wanita tersebut.
Emilia berusaha untuk menahan suara aneh yang ia buat saat kedua analog didanya dimainkan oleh Nathan. Tetapi semuanya sia-sia saat Nathan mulai melahap analog nya.
Wanita itu perlahan mulai mengeluarkan suara-suara aneh dari bibir indahnya dan saat Nathan melahap gua merah mudanya ia langsung terkejut hingga membuat ekspresi aneh.
"Nghhh... Nathan... Aku sudah tidak tahan lagi..." Rintih Emilia sambil mengapit kepala Nathan diantara kedua pahanya.
Sampai pada akhirnya Emilia tidak dapat menahan saat mencapai puncak dan untuk pertama kalinya keluar.
Cairan yang keluar cukup banyak dan semuanya dilahap oleh Nathan tanpa membuang setetes pun kemudian melepaskan bibirnya dari gua merah muda milik Emilia.
"Apa kamu hanya ingin diam saja tanpa melakukan sesuatu?" Tanya Nathan yang kini duduk dihadapan Emilia.
Emilia yang paham kemudian melepaskan pengaman milik Nathan dan melihat adik kecil pria tersebut yang sudah bangkit siap bertembur.
'Ini lebih besar dari yang aku kira sebelumnya. Biasanya milik pria hanya dikisaran lima belas senti tetapi ini seperti dua puluh satu lebih...Diameternya juga tidak main-main...' Batin Emilia.
Karena masih amatir, Emilia mulai mencium adik kecil tersebut dan melahap nya. Emilia yang percaya diri bisa melahap semuanya harus tersedak dan hampir muntah.
Adik kecil Nathan memenuhi tenggorokan Emilia dan membuat wanita cantik tersebut menjadi sedikit kesulitan bernafas.
Tetapi Nathan tiba-tiba memegang kepala Emilia dan mulai membuat wanita tersebut menerima tekanan yang cukup luar biasa.
__ADS_1
Dengan terpaksa Emilia berusaha untuk tetap bertahan agar tidak muntah sampai akhirnya berhenti stelah Nathan keluar cukup banyak didalam.
Air mata terlihat jelas disuduk pelupuk mata Emilia dan ia terkejut saat dipaksa menelan semua milik Nathan yang ada ditenggorokan nya.
Setelah beberapa saat Emilia melepaskan adik kecil Nathan dan berbaring sambil mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Tetapi Nathan tidak membiarkan Emilia untuk istirahat dan menempelkan ujung adik kecilnya di bibir gua merah muda milik wanita tersebut yang belum pernah dijamah.
Perlahan Nathan mulai memasuki gua merah muda milik Emilia sebelum dengan sekali hentak masuk seluruhnya kedalam yang membuat Emilia merasa sakit dan terkejut.
Emilia tidak bisa untuk tidak menitikan air matanya saat mahkotanya kini sudah diambil oleh Nathan. Meski merasa sakit ia cukup senang karena sebentar lagi akan menikah.
Dengan gerakan pelan Nathan berusaha membuat Emilia tidak merasakan sakit karena tahu ini pengalaman pertama calon istri nya tersebut saat melihat ada darah yang mengalir keluar di sana.
Tangan Nathan tidak tinggal diam saja dan mulai memijat melon yang dimiliki oleh Emilia agar membuat wanita itu menjadi sedikit rileks.
Beberapa waktu kemudian Nathan tidak dapat menahanya lagi dan mengeluarkan semuanya didalam tubuh Emilia hingga pada saat dicabut semuanya meluber keluar.
Gelembung terlihat meletup saat Emilia mengeluarkan milik Nathan yang ada didalam tubuh nya dan hal ini malah membuat pria itu kembali bersemangat.
Namun saat mendapati Emilia yang terlihat kelelahan, Nathan mengurungkan niatnya dan berbaring disamping Emilia sambil mendekap nya.
"Apa masih terasa sakit? Kita berhenti saja. Aku minta maaf, setelah ini aku akan bertanggung jawab saat kembali nanti..." Ucap Nathan sambil membelai rambut Emilia.
"Ya, kamu memang harus bertanggung jawab. Kamu terlalu kasar..." Balas Emilia sambil mencium leher Nathan.
Emilia kemudian bangkit dan balik menindihi tubuh Nathan. Hal ini membuat pria itu bingung dengan apa yang tengan dilakukan Emilia.
"Sekarang gantian aku untuk menikmati nya..." Ucap Emilia sebelum memasukan adik kecil Nathan kedalam miliknya yang masih basah.
__ADS_1
Gerakan pinggul ringan yang besar Emilia lakukan sambil mencium bibi Nathan dengan lambut dan dalam. Ini bukan nafsu semata tetapi juga bagaimana Emilia benar-benar menaruh harapan dan segalanya kepada Nathan mulai sekarang.
Nathan membalas ciuman lembut Emilia sambil sambil memegang pinggul wanita itu yang terasa lembut dan hangat seraya memijat nya.