Echelon System

Echelon System
Tewasnya Admiral Yamamoto


__ADS_3

Dua bulan tak terasa berlalu dengan sangat cepat. Tepatnya 18 April 1943 Nathan, Harry, Kevin, dan Robby kini tengah menyusuri hutan untuk menemui seseorang yang sudah mereka tunggu selama ini. Sementara para wanita masih tetap tinggal di kapal karena dua diantara mereka yaitu Julia dan Gisela tengah mengandung.


Saat tengah menebas pepohonan yang menghalangi jalan, untuk kesekian kalinya Kevin terus saja mengoceh sebab jalan yang mereka lewati sangat becek setelah semalam diguyur hujan lebat.


"Ini sangat merepotkan Nathan. Kenapa kamu tidak membawa kita semua terbang saja, itu akan jauh lebih mudah!" Ucap Kevin sambil membabat pepohonan di sekitarnya dengan malas.


"Aku tidak bisa menggunakannya terlalu sering, sabarlah sebentar lagi kita juga akan sampai..." Balas Nathan yang terlihat memimpin jalan ketiga pria dibelakangnya.


"Sebentar lagi apanya, kamu sudah mengatakan kalimat itu berulang kali tapi nyatanya kita sudah tiga jam lebih berjalan!" Ucap Kevin menggerutu.


Harry yang terus mendengar ocehan Kevin dari tadi kini tampak begitu kesal kepada pria itu. "Diamlah, dari tadi kamu mengoceh terus. Berisik!"


"Ya, berhentilah mengoceh Kevin. Lebih baik kamu menyimpan tenagamu dari pada terus berisik seperti seorang wanita!" Robby menimpali.


Kevin memegangi kepalanya yang terasa sakit usai ditepuk cukup keras oleh Harry. Dia kemudian berhenti dan menatap Harry serta Robby dengan kesal.


"Bukannya yang berisik itu kalian berdua. Setiap malam kalian terus bercinta dengan istri kalian sampai suaranya terdengar di mana-mana. Bahkan sekalian istri kalian hamil disaat seperti ini!" Ucap Kevin yang membuat wajah Harry dan Robby memerah karena malu.


Nathan yang melihat ketiga pria itu mulai ribut langsung memberikan mereka masing-masing tendangan cinta dikaki. "Kalian diamlah, kita sudah sampai!"


Harry, Kevin, dan Robby tampak kesakitan usai mendapatkan tendangan cinta dari Nathan yang membuat ketiganya sedikit ketakutan.


Kevin yang penasaran dengan perkataan Nathan kalau mereka telah sampai kemudian melihat sekitarnya, dan masih sama yaitu banyak pepohonan namun ada satu pohon yang sedikit lebih besar dari yang lain.


"Disini? Lalu dimana orang yang kamu maksud itu?" Tanya Kevin dengan raut wajah heran karena tidak menemukan siapapun selain mereka berempat disana.


"Tunggu saja, dia akan datang tak lama lagi. Setelahnya kita bisa meminta pertanyaan kepada pria itu..." Balas Nathan sambil duduk diatas batang pohon besar sambil mengupas apel ditangan nya.


Kevin menghela nafas panjang dan memilih untuk tidur diatas pohon sambil menunggu pria yang Nathan maksud. Sementara Harry dan Robby mengobrol bersama dengan Nathan untuk menanyakan beberapa hal yang ada dimasa depan.


*******


Disisi lain dilangit terlihat kampanye pesawat Kekaisaran Jepang yang terbang rendah diatas Kepulauan Salomon, dimana membawa Admiral Yamamoto yang akan menuju pangkalan militer di pulau tersebut.

__ADS_1


Awalnya tidak ada yang mencurigakan dan penerbangan berjalan dengan sangat lancar, namun tak berselang lama pesawat-pesawat asing milik Amerika datang dan menyerang kampanye tersebut.


Pertempuran diatas langit tidak bisa dihindari, dengan susah payah kru pesawat yang mengawal pesawat milik Admiral Yamamoto.


Namun karena kalah jumlah akhirnya pesawat yang didalamnya terdapat Admiral Yamamoto jatuh ke hutan dan pesawat tempur Amerika kemudian berputar arah untuk kembali setelah memastikan bahwa misi mereka telah selesai.


Yang tidak pilot-pilot Amerika sadari ternyata Admiral Yamamoto berhasil selamat dan tengah kini merangkat dengan susah payah keluar dari puing-puing pesawat.


Yamamoto yang merasakan kakinya mati rasa kemudian bersandar di sebuah pohon besar sambil menunggu bantuan. Namun seketika matanya terbuka lebar saat melihat ada empat orang pria yang dimana salah satunya ia kenali tengah duduk melihat kearahnya.


"Kalian lihat, aku sudah bilang pria itu akan datang sendiri..." Ucap Nathan sambil menunjuk Yamamoto yang kini hanya bisa terpaku melihatnya.


Sudut bibir Kevin berkedut saat melihat orang yang selama ini mereka tunggu ternyata adalah seorang Admiral besar untuk Kekaisaran Jepang.


Kevin, Harry, dan Robby jelas tidak menduga akan menjadi seperti ini apalagi saat tadi melihat dengan mata kepala mereka sendiri cara Yamamoto sampai kesana.


"Kamu sudah gila, apa kamu tahu kejadian ini dimasa depan?" Tanya Harry sambil menatap heran kearah Nathan.


"Tentu saja semua ini sudah ditulis dalam buku sejarah. Sudahlah ayo cepat datangi pria itu..." Balas Nathan sambil berjalan menghampiri Admiral Yamamoto.


"Siapa kamu sebenarnya. Kenapa bisa kamu masih hidup dan mengapa bisa ada ditempat ini!?" Tanya Admiral Yamamoto sambil menodongkan pistolnya dengan tangan gemetaran.


Nathan terkekeh lalu berjongkok di hadapan Yamamoto yang tengah terluka. "Tentu saja ini aku, pemuda yang kamu tembak saat itu. Kalau ditanya kenapa aku ada disini, tentu saja untuk bertemu denganmu..."


Yamamoto yang kesal dan merasa dihina oleh Nathan lalu melepaskan tembakan tepat didahi pemuda tersebut untuk memastikan agar dia benar-benar mati.


Tetapi siapa sangka setelah ditembak, luka didahi Nathan seketika menghilang dan pria itu tampak baik-baik saja yang membuat Yamamoto terkejut. Begitupun dengan Harry, Kevin, dan Robby saat melihat Nathan yang benar-benar tidak bisa mati.


"Tuan, bukannya tidak sopan menembak orang yang kamu ajak berbicara?" Tanya Nathan sambil tersenyum tipis yang malah membuat Admiral Yamamoto menjadi ketakutan.


Dengan putus asa Yamamoto terus menembak Nathan berulang kali hingga akhirnya ia kehabisan peluru namun pemuda itu masih tetap baik-baik saja.


"Siapa kamu sebenernya, apa yang kamu inginkan dariku!?" Tanya Yamamoto dengan raut wajah ketakutan seolah melihat hantu.

__ADS_1


Nathan tertawa dan menggelengkan kepalanya yang membuat Yamamoto semakin takut begitu pun Harry, Kevin, dan Robby yang menyaksikan kejadian tersebut.


"Pemuda yang ada didepanmu ini Nathan, tuan. Langsung saja ke intinya, aku menginginkan peta harta yang kamu sembunyikan..." Ucap Nathan sambil mengambil pistol yang ada ditangan Yamamoto dengan mudah.


"Kenapa kamu bisa tahu, dari mana kamu mendapatkan informasi itu?" Tanya Admiral Yamamoto yang masih penasaran tentang sumber informasi Nathan.


Nathan terkekeh lalu menatap lurus kearah Yamamoto. "Aku tahu semuanya, bahkan untuk mengubur informasi tentang harta yang kamu sembunyikan, kamu rela mengubur hidup-hidup tawanan perangmu dan juga anak buahmu sendiri agar informasi itu tidak bocor. Benarkan?"


Mendengar perkataan dari Nathan, Yamamoto yang merasa pemuda itu sudah tahu semuanya hanya bisa menghela nafas panjang dan pasrah jika hidupnya akan berakhir disana.


Dari dalam pakaian Yamamoto mengeluarkan sebuah gulungan berisi peta yang menunjukkan letak serta jebakan harta karun itu dan memberikannya kepada Nathan.


"Sayang sekali sepertinya aku tidak bisa bertemu lagi dengan istriku Reiko dan empat anak kami..." Ucap Yamamoto sambil tertawa ringan mengetahui ajalnya akan tiba sebentar lagi.


"Jangan khawatir, aku akan membagikan sebagian harta itu untuk keturunanmu suatu saat nanti..." Nathan menimpali.


Yamamoto terkekeh dan melihat sorot mata Nathan yang sama sepertinya. Pria itu kemudian mengeluarkan sebuah belati yang mana akan dimiliki oleh setiap petinggi militer dan didalam gagang pisau itu tersembunyi secarik kertas berisi sebuah pesan.


"Aku percayakan ini kepadamu, tolong berikan pisau ini kepada keluargaku..." Ucap Yamamoto sambil mengulurkan pisau yang terbungkus rapih oleh kain putih tersebut.


Nathan dengan senang hati menerima pisau itu dan menyimpan nya. Ia kemudian memberikan pistol milik pria itu kembali yang sudah diisi ulang pelurunya.


"Kamu bisa melakukannya sendiri bukan?" Tanya Nathan kepada Yamamoto agar melakukan Harakiri atau Seppuku yang biasa dilakukan oleh militer Jepang agar mati dengan rasa hormat.


Yamamoto terkekeh dan mengangguk, ia tak menyangka Nathan akan mengetahui hal semacam ini yang jelas membuat pria itu menjadi sedikit hormat kepadanya.


"Tenno Heika banzai!" Ucap Yamamoto sebelum melepaskan tembakan kearah dadanya dan juga salah satu matanya yang menembua kepalanya hingga membuat Admiral besar Kekaisaran Jepang tersebut akhirnya tewas.


Setelah Yamamoto tewas Nathan kemudian berjalan menghampiri Harry, Kevin, dan Robby yang tampak memperhatikan nya dengan heran.


"Ayo cepat kita harus segera kembali, untuk Admiral itu nanti akan ada regu pencari yang akan menemukan nya..." Ucap Nathan sambil melenggang pergi.


Harry, Kevin, dan Robby mengangguk lalu berjalan pulang di belakang Nathan.

__ADS_1


Hingga beberapa waktu kemudian regu pencari Amerika yang dikirim untuk memastikan apakah Yamamoto sudah tewas atau belum kemudian datang ke lokasi tersebut.


Setelah melihat jenazah Yamamoto regu pencari tersebut kemudian membakar nya sebagai rasa penghormatan sebelum abunya disimpan ke dua guci berbeda.


__ADS_2