Echelon System

Echelon System
Perkelahian Jalanan


__ADS_3

Ditempat yang biasa digunakan untuk perkumpulan anak-anak muda pecinta balap liar, terlihat sudah banyak orang-orang berkumpul dengan beberapa mobil hasil modifikasi terparkir.


Beberapa orang juga tampak melakukan dance cover dan berbagai permainan dengan di iringi suara musik dari speaker yang sengaja dipasang di beberapa mobil.


Tanaka terlihat duduk santai di atas kap mobilnya, pemuda tersebut tampak tengah mengobrol dengan beberapa temannya sambil menunggu kedatangan lawannya datang.


"Hei, bagaimana jika kamu kalah dari pria itu nantinya?" Tanya seorang wanita penghibur yang duduk di atas pangkuan Tanaka.


"Mana mungkin aku kalah darinya, kalau kalah pun aku masih memiliki cara lain untuk mendapatkan kembali Eimi kedalam gengaman ku..." Balas Tanaka.


"Apa kamu masih belum merelakannya?" Tanya wanita itu lagi.


"Bukan begitu, aku hanya mencicipi nya saja dan mendapatkan uang lagi darinya..." Balas Tanaka sambil mencoba membujuk wanita yang ada di pangkuan nya karena terlihat cemburu.


Tak lama berselang sebuah mobil Van keluarga yang belum pernah dimodifikasi sedikitpun datang ke sana dan membuat orang-orang melihat serta menertawakan nya.


Mobil Van itu tidak lain adalah mobil yang digunakan oleh Eimi dan Nathan. Keduanya tampak mengabaikan semua perhatian orang-orang dan menghampiri Kaito serta teman-temannya yang telah menunggu.


"Bagaimana mobilku, apa semuanya sudah beres?" Tanya Eimi sambil melemparkan kunci mobil milik Kaito kepada pria tersebut.


"Jangan remehkan aku, semuanya sudah selesai..." Balas Kaito dengan percaya diri dan mempersilahkan Eimi mengecek mobilnya.


Disisi lain Nathan yang baru saja keluar dari mobil sambil memakan snack keripik kentang, tampak sedikit terhibur dengan perkumpulan para pecinta otomotif di sana.


Nathan kemudian mulai berkeliling sendiri untuk melihat mobil-mobil yang sengaja kap mobilnya pada dibuka menampilkan rangkaian mesin dan juga modifikasi mobil.


Langkah kaki Nathan terhenti di depan mobil Mazda rx8. Karena mengetahui sedikit tentang otomotif. Beberapa hal yang perhatikan dari mobil tersebut antara lain: Cold air intake, Flash tune / custom tune, Headers, Midpipe, Catback exhaust system, Lightweight flywheel, Pulleys, Intake & exhaust porting, Turbochargers & superchargers.

__ADS_1


Ditempat lain Tanaka yang melihat Nathan tengah memperhatikan mobil milik temannya, ia langsung tersenyum tipis dan menepuk pria di samping nya.


"Kent, lihat ada seseorang yang menyentuh mobil kesayangan mu!" Kata Tanaka kepada seorang pria yang memiliki tinggi di atas orang Jepang pada umumnya.


Pria yang memiliki tinggi dua meter itu kemudian melihat kearah yang ditunjuk Tanaka dan mendapati seseorang yang tidak ia kenal tengah menyentuh-nyentuh mobil miliknya.


Kent yang tidak suka kemudian langsung berjalan menghampiri Nathan dan membuat Tanaka tersenyum tipis, sebab ingin melihat bagaimana Nathan akan menghadapi seorang atlet Karate sabuk hitam yang sering mendapatkan medali emas dalam Olimpiade Internasional tersebut.


"Hei! Apa yang kamu lakukan dengan mobilku!?" Kata Kent dengan nada tidak suka sambil mencengkram bahu Nathan dari belakang.


Nathan yang awalnya tengah melakukan inspeksi sedikit merasa kaget dan berbalik menghadap ke arah pria yang memiliki tinggi 10cm di atas nya.


"Aku tidak melakukan apa-apa kawan, hanya melihat-lihat saja..." Balas Nathan dengan santai sambil memakan keripik kentang nya.


Dengan kesal Kent berdecih dan menampar makanan miliki Nathan hingga jatuh berserakan di jalan. "Sialan! Jangan menyentuh mobilku sembarangan, apa kamu tahu berapa lama aku harus mengelap nya sampai terlihat mengkilap!?"


Nathan terkekeh dan menatap Kent dengan tajam sambil tersenyum tipis. "Santai saja tidak perlu berteriak seperti itu. Kalau kau tidak suka bilang saja, aku bisa mengirim orang untuk mengelap kembali mobilmu..."


Kerah baju milik Nathan langsung di cengkram oleh Kent dan keduanya saling menatap satu sama lain yang membuat orang-orang di sana memperhatikan mereka.


Nathan yang kerah bajunya di cengkram seperti itu oleh Kent hanya tersenyum tipis dan tidak menunjukkan rasa takutnya sedikitpun.


Alhasi Kent yang tidak terima langsung melepaskan tinjunya kearah wajah Nathan dan membuatnya terdorong kebelakang.


Orang-orang yang melihat ada perkelahian langsung ramai-ramai berkumpul dan membentuk lingkaran menyerupai arena untuk menikmati pertarungan antara Nathan serta Kent.


Nathan meludahkan secercak darah dan menyeka bibirnya lalu melemparkan jaket kulit hitam yang ia pakai ke sembarang arah. Dimana membuat semua orang bisa melihat bentuk tubuh yang tercetak jelas di pakaiannya.

__ADS_1


Kent yang tidak mau kalah lalu melepaskan juga jaketnya dan langsung berlari menerjang kearah Nathan dengan kepalan tinjunya.


Dengan santai Nathan membunyikan tulang lehernya yang kaku dan menangkap tinju milik Kent menggunakan satu tangan saja.


Kent yang baru melihat ada seseorang dapat menangkap tinjunya dengan mudah sedikit tercengang, namun ia segera melancarkan tinju lainnya kepada Nathan.


"Lambat..." Gumam Nathan sebelum melepaskan tinjunya ke arah perut Kent dan membuat pria besar itu tertunduk dijalan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


Kent seketika memuntahkan seteguk darah. Ia kemudian mengeratkan giginya dan menatap Nathan dengan kesal. Namun sebelum sempat berdiri, Nathan langsung menendang kepala Kent dengan keras hingga membuatnya tersungkur di atas aspal.


Tanpa belas kasihan Nathan menghampiri Kent yang tergeletak di tanah dengan kening bercucuran darah. Ia kemudian meletakkan sepatunya di atas mulut Kent dan sedikit membungkuk.


"Kau ini terlalu lemah dan menjijikkan. Kenapa kamu bisa terlahir, apa kau ini produk gagal Tuhan?" Kata Nathan sambil menatap Kent dengan dingin.


Seolah merasakan tubuhnya mati rasa di bawah kaki Nathan, Kent yang ingin menyingkirkan sepatu pria itu dari atas mulutnya dan membalasnya tampak membeku bahkan tak bisa mengucapkan sepatah katapun.


Merasa bosan dan awalnya ia mengira akan dapat sedikit hiburan, Nathan lalu berjalan meninggalkan Kent dan ingin mengambil jaket miliknya.


Tetapi tanpa disangka Kent yang sudah bangkit kemudian merebut botol kaca dari seorang penonton dan hendak memukul Nathan dari belakang.


Namun Nathan yang sudah mengantisipasinya hanya tersenyum tipis dan dengan mudah menghindar. Hal ini membuat Kent merasa kesal dan melancarkan serangan bertubi kearah nya berulang kali.


Di suatu kesempatan Nathan menendang botol kaca yang dipegang oleh Kent lalu menendang lutut pria tersebut hingga membuatnya jatuh kembali.


Saat Kent sudah jatuh Nathan langsung menginjak-injak pria tersebut tanpa henti, bahkan saat darah dari Kent mulai membuat sepatu milik yang berwarna putih menjadi merah darah Nathan tampaknya belum mau berhenti.


Melihat kejadian didepan mereka, semua orang hanya bisa menutup mulut mereka dan mengalihkan pandang sambil merekam menggunakan ponsel.

__ADS_1


Eimi, Kaito dan teman-temannya yang juga berada disana tampak tidak percaya saat melihat Nathan dengan mudahnya membuat pemenang medali emas menjadi babak belur sampai wajahnya tak bisa dikenali lagi.


Tanaka dan rekan-rekannya juga tampaknya tidak percaya melihat salah satu teman mereka mendapatkan penghinaan seperti itu. Namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena tadi pagi juga habis dihajar oleh pria tersebut.


__ADS_2