
Sewaktu mendengarkan rencana yang disampaikan oleh Emilia tentang menghabiskan waktu bersama selama 25 tahun, Nathan hanya mengangguk saja dan karena sudah ngantuk berat pria itu akhirnya tertidur.
"Dan nanti kita bisa tinggal di tepi pantai..." Emilia yang tengah mengungkapkan keinginannya seketika menghentikan perkataan nya saat menyadari Nathan sudah tertidur.
Emilia lalu mencubit perut Nathan yang membuat pria itu mengaduh kesakitan dan terbangun. "Apa kamu mendengarkan semua yang aku katakan barusan?" Tanya Emilia dengan tatapan tajam.
"Ya aku dengar, kita akan memelihara seekor kuda nanti. Sudahlah... Biarkan aku tidur..." Balas Nathan dengan nada lirih sambil memejamkan mata.
"Ishh! Bukan itu yang aku maksud dan jangan tidur, ini sudah pagi dan kita harus melanjutkan perjalanan. Memangnya apa yang membuatmu sampai ngantuk begini?" Ucap Emilia dengan kesal.
"Semalam ada gadis kecil yang menangis dan aku tidak bisa tidur karenanya..." Sindir Nathan.
Emilia yang diingatkan kembali tentang kejadian memalukan semalam jelas tidak terima dan mencubit perut milik Nathan lagi.
"Apa yang kau mau sebenarnya, biarkan aku tidur lima menit saja..." Pinta Nathan yang sudah benar-benar ngantuk berat.
"Umm... Ini tentang darah yang pernah kamu bicarakan dengan seseorang bernama Echelon..." Balas Emilia sambil menatap Nathan dengan tatapan gugup.
"Sekarang? Lakukan saja apa yang kamu mau, aku mau tidur. Kamu tahu sendiri bukan caranya?" Balas Nathan tanpa membuka matanya. Ia berpikir Emilia bisa melakukan nya sendiri dengan cara mengambil darahnya menggunakan jarum suntik sebelum disuntikan kembali ke tubuh wanita itu sendiri.
Namun apa yang Nathan pikirkan salah, dimana Emilia dengan polos menatap lehernya dan mulai mengendus. Dengan ragu-ragu Emilia kemudian menggigit leher Nathan dan mulai menghisap darahnya.
"A-Apa yang kamu lakukan, lepaskan Emilia..." Ucap Nathan yang merasakan sakit dibagian lehernya sambil mencoba untuk menjauhkan Emilia darinya.
Tetapi Emilia yang mulai merasa candu dengan darah manis Nathan tidak menghiraukan perkataan pria itu. Ia mengeratkan pelukannya dan tetap menghisap darah nya.
Karena tidak berhasil menjauhkan Emilia dari lehernya, Nathan akhirnya menyerah dan membiarkan Emilia melakukan apa yang dia inginkan. Lagipula rasa sakit yang ia rasakan tidak separah seperti di awal.
Perlahan kulit Emilia semakin memutih dan taring digiginya sedikit memanjang. Mata biru Emilia juga mulai mengalami perubahan dari yang semula berwarna biru berubah menjadi merah darah.
__ADS_1
Kuku wanita cantik itu juga berubah menjadi berwarna hitam legam dan kini ia benar-benar mengalami perubahan seperti seorang Ratu Vampir.
Emilia perlahan melepas taringnya dan menjilat sisa darah dileher Nathan. Ia merasakan sensasi aneh didalam tubuhnya seolah dia memiliki tenaga lebih untuk mengangkat barang berat.
Tak hanya itu saja, Emilia merasa indera ditubuhnya menjadi lebih sensitif dan pandangannya jauh lebih jernih dari sebelumnya.
Emilia kemudian melihat kearah cermin yang ada didekatnya dan melihat semua perubahan pada tubuhnya dan hal ini membuatnya cukup terkejut.
Namun disisi lain ia merasa senang karena penampilan nya kini jauh lebih cantik dan indah seperti yang dia impikan, yaitu seorang Vampir.
"Nathan lihat aku, ini benar-benar luar biasa seperti sebuah keajaiban! Aku merasa bisa mengangkat beban lima kali dari tubuhku!" Ucap Emilia dengan raut wajah senang.
Tetapi raut wajah Emilia seketika berubah menjadi bingung saat melihat tampak pucat dan berkeringat dingin seolah terkena demam.
Saat Emilia menyentuh kening Nathan itu terasa panas dan karena khawatir, Emilia kemudian keluar untuk mencari sesuatu untuk meredakan suhu tubuh Nathan.
Begitu keluar dari kamar Emilia melihat Harry, Kevin, dan Robby yang sudah siap dengan koper mereka untuk pergi menuju tempat tinggal mereka.
"Tentu saja pulang, bagaimana dengan kalain. Apa sudah berisap, kita harus segera berangkat..." Balas Harry dengan ragu-ragu dan terlihat ia tampak terpesona saat melihat Emilia, begitupun dengan Kevin dan Robby.
"Aku dan Nathan akan tetap disini untuk menghabiskan waktu berdua. Kalian bisa pergi saja dulu..." Ucap Emilia dengan tetap menyembunyikan kecemasan nya.
"Umm... Okey... Kalau begitu kami pergi dulu dan nanti siang aku akan menjemput kalian. Bye..." Balas Harry.
Setelah Harry, Kevin, dan Robby pergi. Emilia lalu mencari kompres dan sarapan untuk dirinya serta Nathan yang sedang demam.
Begitu kembali kekamar Emilia langsung mengompres kening Nathan dan memberikan susu hangat untuk suaminya yang ia dapat dari karyawan Hotel.
Nathan yang sangat lemas hanya bisa mengikuti perawatan Emilia dan setelah itu kembali tidur dengan wanita cantik itu menjaganya.
__ADS_1
Disisi lain Emilia terlihat merasa bersalah karena berpikir telah terlalu berlebihan menghisap darah Nathan. Memang tidak dipungkiri kalau semua hal yang berasal dari Nathan membuat Emilia kecanduan hingga tidak dapat mengontrol dirinya sendiri.
Bahkan disaat Nathan sedang tidur seperti sekarang, Emilia memiliki niat untuk menghisap darahnya lagi tetapi ia mencoba menahan diri.
'Apa yang sebenarnya terjadi kepadaku...' Batin Emilia yang merasa bingung dengan nalurinya untuk menghisap darah. 'Mungkin sedikit saja, tidak apa-apa...' Batin Emilia saat melihat kembali bekas gigitannya dileher Nathan.
Perlahan Emilia membuka mulut manisnya dan taring gigi mulai terlihat mendekati leher Nathan. Raut wajah Emilia memerah seperti orang mabuk saat mencium kembali aroma darah milik Nathan dari jarak dekat.
'Tidak... Kamu tidak bisa melakukannya Emilia...' Emilia menggelengkan kepalanya dan memutuskan untuk tidur disamping Nathan sambil menahan nafsunya.
*******
Saat hari menjelang siang Nathan terbangun dan kaget saat melihat mata merah darah Emilia yang menatapnya erat seolah dirinya ini adalah seekor mangsa.
Nathan langsung menjauh dan menjaga jarak dari Emilia. "Apa yang terjadi denganmu, kenapa kamu menatapku begitu?"
"Aku juga tidak tahu, setelah menghisap darahmu aku jadi seperti seorang Vampir. Apa yang harus aku lakukan?" Emilia mendekati Nathan dengan raut wajah cemas.
Melihat raut wajah Emilia yang seperti itu membuat Nathan merasa iba dan mengendurkan kewaspadaan. Tetapi tindakannya sangat salah dan Emilia yang sudah tidak tahan langsung menyerang.
Emilia mendorong Nathan dan menggigir leher pria itu untuk mendapatkan hal yang membuatnya kecanduan yaitu darahnya.
Dengan perasaan terkejut sekaligus panik karena darahnya dihisap begitu saja oleh Emilia, Nathan langsung mendorong wanita itu dan menjauh.
Merasa belum puas, kuku Emilia memanjang 5cm dan ia mengeluarkan taringnya untuk menyerang kembali Nathan.
"Emilia... Kamu tidak serius untuk melakukannya bukan? Sadarlah..." Ucap Nathan sambil berjalan mundur dan waspada tingkat tinggi.
Posisi Nathan sekarang tidak baik-baik saja dan ia seperti mangsa empuk untuk dimakan oleh predator seperti Emilia.
__ADS_1
Dengan mata merah darah yang menyala Emilia tersenyum tipis dan menjilat bibirnya. Ia kemudian melesat kearah Nathan untuk mendapatkan apa yang diinginkan oleh nya.