
Acara tampaknya baru saja akan dimulai sewaktu Nathan masuk kedalam. Bertepatan dengan itu Nathan bisa melihat bintang dari acara malam ini yang tengah menuruni anak tangga.
Nathan tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Marsella yang terlihat cantik dengan gaun panjang dan riasan tipis diwajahnya.
Tetapi setelah Marsella sudah turun ia tidak dapat melihatnya lagi dikarenakan adanya beberapa orang yang menghalangi pandangannya.
Pada akhirnya Nathan memutuskan untuk meminum segelas Wine sambil memakan hidangan yang telah disediakan sembari menunggu kerumunan orang tersebut mereda.
"Kalau tahu akan begini jadinya, seharusnya aku membeli pakaian yang lebih bagus kemarin..." Gumam Nathan yang merasa pesimis setelah melihat pakaian milik orang lain disana.
Nathan hanya bisa menoleh kesana kemari sebab tak ada satupun orang yang ia kenal selain Dion, Angel, dan Marsella disana.
Disisi lain Marsella tampak mencari keberadaan seseorang di antara kerumunan orang yang tidak lain adalah Nathan.
Tetapi setelah menyapu pandangannya ia masih belum menemukan keberadaan Nathan dan hal ini membuatnya merasa cukup sedih bahkan mengira pria tersebut tidak akan pernah datang.
Seorang wanita cantik yang berada di sebelah Marsella, ia tak sengaja melihat raut wajah Marsella yang tampak masam dan memperhatikan bahwa wanita tersebut tengah mencari seseorang.
"Apa kamu sedang mencari keberadaan pria itu, Marsella?" Tanya wanita cantik tersebut yang tidak lain adalah Anna ibu dari Marsella sendiri.
Marsella seketika menjadi murung dan mencoba untuk menutupi nya. "Kalau aku berkata tidak apa Mama akan percaya?"
Anna yang melihat putrinya murung langsung mengelus punggung Marsella. "Kamu tenang saja dia pasti datang, mungkin dia hanya terlambat..."
Marsella mengangguk dan segera memulai acaranya yang dihadiri oleh teman, rekan bisnis, dan beberapa orang kenalannya.
Saat acara potong roti ulang tahun beberapa pria disana tampak sangat mengharapkan potongan pertama dari Marsella tak terkecuali Dion.
Setelah memotong roti ulang tahunnya Marsella kembali mencari keberadaan Nathan, dan raut wajahnya yang murung seketika berubah saat melihat pria tersebut tengah meminun segelas Wine di belakang kerumunan orang.
Marsella kemudian berjalan kearah Nathan sambil membawa sepotong kue ulang tahunnya dan membuat beberapa orang yang ada di hadapan salah paham.
Dion yang melihat Marsella berjalan kearahnya langsung melepaskan tangan Angel dari lengannya dan dengan percaya diri menyapanya.
Hal ini jelas membuat Angel merasa kesal dan melirik kearah Marsella dengan penuh kebencian terhadap wanita tersebut.
"Selamat ulang tahun Nona Marsella-" Sebelum Dion menyelesaikan perkataan nya ia langsung dibuat kecewa karena Marsella melewati nya begitu saja.
Raut wajah Dion seketika menjadi kesal dan ia merasa malu saat melihat bahwa Marsella ternyata bukan menghampiri nya melainkan Nathan.
Nathan sendiri tidak menyadari bahwa Marsella kini berdiri tepat dihadapannya karena tengah menoleh kesamping melihat kearah tumpukan makanan yang ada di salah satu meja.
Namun Nathan merasa tidak enak saat orang-orang mulai melihat kearah nya padahal tadi tidak ada satupun orang yang menghiraukan nya.
Betapa terkejutnya Nathan saat baru menyadari Marsella kini beridiri dihadapannya dan membuatnya langsung beranjak dari bangku.
"Selamat malam tuan Nathan..." Sapa Marsella sambil tersenyum manis kepada Nathan.
__ADS_1
Melihat Marsella yang tersenyum manis dan tampak sopan kepada seorang pria seketika membuat semua orang di aula tersebut menjadi kaget begitupun dengan Anna.
Semua orang termasuk Anna sendiri tidak pernah melihat Marsella bersikap lembut kepada seseorang terutama pria, karena ia biasanya akan bersikap dewasa dan sangat menjauhi hal-hal yang berbau romantis.
Anna yang baru pertama kali melihat Nathan tampak kaget dan menjadi tertarik kepadanya.
Kembali kepada Marsella dan Nathan keduanya kini tengah mengobrol santai bahkan mengabaikan orang-orang yang memperhatikan mereka.
"Oh iya, kue yang kamu bawa untuk siapa?" Tanya Nathan sambil memperhatikan kue yang berada ditangan Marsella.
"Ah iya saya lupa, ini untuk Anda tuan Nathan!" Ucap Marsella sambil memberikan potongan pertama kue ulang tahunnya kepada Nathan.
Nathan dengan senang menerima kue pemberian Marsella dan mencobanya. Ia sendiri tidak tahu bahwa kue tersebut merupakan potongan pertama dan mengira bahwa kue tersebut berasal dari meja hidangan para tamu.
"Kamu sebaiknya menyapa mereka semua dan melanjutkan acaranya..." Ucap Nathan sambil melihat para tamu yang terus memperhatikan mereka.
Marsella yang terbawa suasana saat berbicara dengan Nathan menjadi lupa bahwa ini adalah acara ulang tahunnya dan langsung mulai menyapa para tamunya.
Setelah Marsella pergi untuk menyapa para tamu undangan Nathan yang tengah memakan kuenya dihampiri oleh Angel, karena kekasih wanita tersebut tengah berkumpul untuk menyapa Marsella.
"Aku tidak menyangka kamu mengenal wanita kaya itu..." Ucap Angel sambil memperhatikan Nathan dari atas sampai bawah dengan sinis.
Nathan mengangkat wajahnya dan menatap Angel dengan tanpa minat sedikitpun meski wanita tersebut memakai gaun yang sedikit terbuka.
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Nathan dengan nada dingin yang membuat Angel menjadi kesal.
Angel tertawa dengan tidak percaya bahwa Nathan telah melupakannya begitu saja setelah semua yang mereka lakukan bersama selama lima tahun.
Merasa pembicaraan akan berlangsung lama dan tidak mau berlama-lama dengan Angel, Nathan langsung bertanya ke intinya.
"Apa yang kamu inginkan?" Tanya Nathan.
Angel tersenyum tipis dan berkata, "Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi. Tenang saja aku yang akan menangung biaya hidup kita nantinya dan aku juga akan meninggalkan pria itu. Bagaimana?"
Mendengar ucapan dari Angel membuat Nathan ingin tertawa. Tanpa mengatakan sepatah katapun Nathan langsung meninggalkan Angel begitu saja.
Melihat Nathan yang mengabaikan tawaran nya jelas membuat Angel merasa kesal. Meskipun begitu ia tidak akan menyerah dan menargetkan Nathan agar kembali bersamanya kembali.
Setelah pergi meninggalkan Angel, Nathan kini terlihat tengah menikmati angin malam dibalkon sambil melihat kearah taman yang ada di Mansion milik Marsella.
"Balikkan, yang benar saja..." Gumam Nathan saat kembali mengingat perkataan Angel sebelumnya yang membuatnya ingin tertawa.
Mood Nathan kini sudah hancur setelah bertemu dengan Angel dan Dion di acara ulang tahun milik Marsella yang membuatnya ingin segera pulang.
Seseorang tiba-tiba datang menghampiri Nathan dan langsung menepuk punggungnya yang membuat pria tersebut menjadi kaget lalu berbalik.
Mata Nathan seketika terbuka lebar saat mendapati sosok wanita cantik yang memiliki kemiripan dengan Marsella.
__ADS_1
"Anda siapa Nona?" Tanya Nathan sambil menjaga jarak dari wanita cantik tersebut.
Mendengar ucapan dari Nathan seketika wanita cantik tersebut tertawa lirih sambil menutup mulutnya. "Nona? Apa aku semuda itu? Saya Anna orang tua Marsella, tuan Nathan..."
'F*ck... Apa dia bercanda denganku?' Batin Nathan yang tidak menyangka bahwa wanita cantik dihadapannya adalah ibunya Marsella.
Dari segi penampilan memang memiliki kesamaan terutama rambut pirang dan mata biru sapphire. Yang membedakan hanya bentuk tubuh Anna jauh lebih matang dari Marsella.
Meski tidak percaya seratus persen bahwa wanita cantik dihadapannya adalah ibunya Marsella, pada akhirnya Nathan hanya bisa menganggukan kepalanya.
"Maaf atas perkataan ku yang kurang sopan sebelumnya, Nyonya..." Ucap Nathan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena gugup.
"Ya, aku tidak mempermasalahkannya dan justru sebaliknya..." Balas Anna.
"Apa ada yang bisa saya bantu, Nyonya Anna?" Tanya Nathan.
"Sebelumnya saya berterimakasih kepada tuan Nathan yang telah membantu perusahaan kami dari kebangkrutan..." Ucap Anna sambil membungkukan sedikit tubuhnya kearah Nathan.
"Jangan membungkuk dan membahasnya lagi. Saya jadi merasa tidak enak, Nyonya..." Ucap Nathan yang sebenarnya tidak tahan saat melihat dada milik Anna.
Menyadari bahwa Nathan tadi memperhatikan dirinya membuat Anna tersenyum tipis dan memperhatikan pria tersebut dengan hangat.
"Kamu tidak berubah sama sekali setelah dewasa, Nathan..." Ucap Anna.
"Apa yang anda maksud?" Tanya Nathan yang kebingungan dengan perkataan dari Anna karena sebelumnya ia tidak pernah mengenal wanita tersebut.
"Tidak ada sepertinya aku hanya meracau saja, Hahaha..." Balas Anna.
Nathan yang melihat Anna tertawa dibuat bingung oleh wanita tersebut, dan ia kemudian mengalihkan pandangannya kearah Marsella yang tengah menerima hadiah dari beberapa tamu undangan.
Sewaktu memperhatikan Marsella tanpa sengaja Nathan melihat sebuah lukisan seorang pria tengah memangku seorang gadis kecil yang terpampang di dinding.
Entah kenapa saat melihat lukisan tersebut Nathan merasa bahwa pria yang ada disana memiliki kemiripan dengan dirinya.
"Maaf nyonya Anna, lukisan yang ada di sana berasal dari mana ya?" Tanya Nathan sambil menunjuk kearah lukisan tersebut.
Anna segera melihat kearah lukisan yang ditunjuk oleh Nathan. "Ah... Lukisan itu pemberian dari salah satu teman saya yang berasal dari Beijing China beberapa tahun lalu. Yang saya tahu lukisan tersebut merupakan lukisan dari orang tuanya..."
Nathan mengangguk dan masih terpaku kearah lukisan yang sangat mirip dengannya. Hal ini jelas membuat Nathan merasa heran dan memiliki niat untuk bertemu orang tua dari kenalan Anna.
Merasa tidak enak karena berduaan dengan wanita yang sudah berumah tangga dan ingin pulang Nathan memutuskan untuk pamit.
Tetapi sebelum pamit Nathan memberikan sebuah kotak yang berisi hadiah ulang tahun Marsella dan satu kotak kayu kecil kepada Anna.
"Nyonya Anna, saya titip hadiah untuk Marsella karena tidak bisa berlama-lama disini sebab masih ada banyak kerjaan..." Ucap Nathan.
"Terimakasih tuan Nathan karena sudah mau meluangkan waktunya..." Balas Anna yang kemudian memberi ciuman dipipi Nathan.
__ADS_1
Nathan terkejut dengan ciuman yang diberikan oleh Anna namun meski begitu ia mencoba berpikir positif dan segera pergi dari pesta tersebut.
Ketika Nathan telah pergi Anna menyentuh bibirnya dan tersenyum tipis seolah ia telah mendapat sesuatu yang menarik untuk dirinya.