Echelon System

Echelon System
Hampir menjadi korban


__ADS_3

Nathan terkekeh saat melihat Liu Yifei yang terlihat malu harus mengakui kebenarannya. Nathan lalu mengalihkan pandangannya dari Liu Yifei kearah lukisan yang berada didalam ruangan tersebut.


Disana terdapat lebih dari sepuluh lukisan dengan tema yang sama yaitu seorang wanita dalam potrait monokrom. Nathan tentu dapat menebak siapa pelukis dari semua gambar disana.


"Kelihatan nya kamu memiliki banyak waktu senggang sampai bisa melukis sebanyak ini, Yifei?" Singgung Nathan tentang banyaknya lukisan yang dibuat oleh Liu Yifei.


Liu Yifei lalu melihat kearah lukisan-lukisan didinding yang sengaja ia buat untuk mengekspresikan penantian panjang yang ia lalui hanya karena seorang pria saja.


"Tidak juga, kebetulan saja aku sedang senggang dan ingin melukis saja..." Balas Liu Yifei yang belum mau mengakui alasan kenapa dia melukis gambar sebanyak itu.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Liu Yifei, tentu saja Nathan yang sudah merawat wanita cantik itu dari kecil tau betul sifatnya. Nathan bisa menebak kalau Liu Yifei menyembunyikan sesuatu darinya.


"Hanya ingin melukis saja ya... Lalu kenapa semua lukisannya memiliki pola yang sama, yaitu seorang wanita yang sedang menunggu seseorang. Apa kamu tengah merindukan seseorang, Yifei?" Ucap Nathan sambil tersenyum tipis.


Menyadari kalau Nathan sudah bisa menebak tentang alasannya melukis sebanyak itu, Liu Yifei merasa kesal mendorong Nathan hingga membuat pria tersebut terpojok.


"Kamu sudah bisa menebaknya bukan. Kenapa harus bertanya lagi kepadaku?!" Kata Liu Yifei dengan raut wajah kesal dan menahan pergerakan Nathan.


Nathan tertawa sambil menepuk-nepuk kepala Liu Yifei. "Baiklah aku minta maaf..." Ucap Nathan yang terlihat mengatakannya dengan tulus.


Setelah meminta maaf Nathan hendak melihat-lihat lukisan disana namun tanpa sebab Liu Yifei tidak mau membiarkannya pergi dan menahan pergerakan nya.


Ketika melihat raut wajah Liu Yifei, Nathan seketika menyadari kalau ada hal yang tidak beres dan sudah bisa ia tebak apa yang Liu Yifei inginkan darinya sekarang.


"Mengapa kamu tersenyum seperti itu?" Tanya Nathan.


Liu Yifei tersenyum dan berkata, "Kita baru melakukannya sekali waktu... Aku mau merasakannya lagi setelah sekian lama.... " Liu Yifei tersenyum tipis sambil memegang junior milik Nathan.

__ADS_1


Dengan cepat Nathan langsung menjauhkan diri dari Liu Yifei yang tampak sudah tidak bisa menahan diri setelah sekian lama tak melakukan itu dengannya.


"Hei... Kita baru saja jangan terlalu buru-buru dan setidaknya kamu lihat dimana sekarang berada. Banyak orang di gedung ini sekarang..." Ucap Nathan sambil berjalan mundur.


"Siapa yang peduli, lagipula tidak akan ada orang yang datang kemari karena sibuk dengan acara itu!" Balas Liu Yifei sambil berjalan mendekat kearah Nathan.


Nathan kini benar-benar dibuat terkejut dengan sikap Lih Yifei yang jauh lebih berani dari terakhir kali mereka bertemu.


Tidak ingin tenaganya diperas dengan brutal oleh Liu Yifei, Nathan hendak melarikan diri namun Liu Yifei langsung melempar tas dan membuat Nathan tersandung sebelum akhirnya jatuh.


Setelah Nathan jatuh Liu Yifei mengurai rambut panjang miliknya yang sempat di sanggul dan menghampiri pria tersebut sebelum duduk di atas tubuhnya.


"Tenanglah Yifei, kita masih memiliki banyak waktu. Jangan sekarang..." Ucap Nathan sambil menahan Liu Yifei yang ingin melakukan dengannya secara brutal.


"Memangnya kenapa?" Tanya Liu Yifei yang benar-benar tidak dapat menahan lagi hasratnya dan ingin melampiaskan semua kepada pria yang telah membuatnya menunggu sangat lama.


Liu Yifei berdecih dan terpaksa melepaskan Nathan kali ini. Jujur saja ia sangat penasaran tentang dua wanita Jepang yang Nathan nikahi.


"Baiklah, kalau begitu ajak aku sekarang menemui mereka!" Kata Liu Yifei sambil membenarkan gaun hitam miliknya.


"Lalu bagaimana dengan acaramu malam ini. Sebaiknya kamu kembali dulu ke sana, aku akan menunggumu sampai acaranya selesai diparkiran..." Ucap Nathan.


"Bukan masalah, lagipula putriku akan menggantikan ku. Aku tidak akan membiarkan mu pergi lagi kali ini!" Balas Liu Yifei yang keras kepala sambil merangkul lengan Nathan.


Tidak memiliki pilihan lain, Nathan akhirnya membawa Liu Yifei keluar dari Museum melalui pintu samping lalu menghampiri Hirota yang sudah standby di mobil.


Melihat Nathan membawa salah satu petinggi perusahaan masuk kedalam mobil, Hirota seketika dibuat terkejut karena belum diberi tau sebelumnya kalau orang yang akan Nathan temui adalah Liu Yifei.

__ADS_1


Tentu Hirota sedikit mengenal Liu Yifei karena beberapa sempat bertemu saat ia bertugas sebagai pengawal pribadi Emilia sebelumnya.


Hirota tidak mau bertanya kepada Nathan tentang hubungan pria tersebut dengan Liu Yifei dan langsung melakukan mobilnya menuju hotel.


Beberapa menit kemudian mereka akhirnya sampai dihotel. Nathan dan Liu Yifei lalu segera masuk kedalam sementara untuk Hirota dirinya tidak akan ikut dan memilih berkeliling di kota tersebut.


Setibanya sampai dikamar yang sebelumnya sudah dipesan, Nathan menemukan Eimi dan Kanae yang tengah menonton TV di ruang tamu.


Menyadari kedatangan Nathan, Eimi lalu menoleh kearahnya. "Selamat datang, kenapa kamu kembali begitu cepat?" Tanya Eimi yang mengira Nathan memiliki acara penting malam ini.


"Ada sedikit masalah sebelumnya dan aku memutuskan untuk kembali. Oh iya, aku ingin memperkenalkan kalian dengan seseorang..." Balas Nathan sebelum menyuruh Liu Yifei masuk.


Begitu Liu Yifei masuk, Eimi san Kanae merasa cukup terkejut karena Nathan membawa pulang seorang wanita cantik yang tentu saja mereka pernah melihat fotonya.


Beda halnya dengan Liu Yifei yang tampak bersikap dingin saat melihat Eimi serta Kanae. Jujur saja ia merasa sangat cemburu dengan mereka dan jika Nathan tidak ada disini, mungkin Liu Yifei sudah melakukan hal diluar nalar sekarang.


Nathan memutuskan meninggalkan mereka bertiga untuk mengobrol terlebih dulu sementara ia pergi menuju kamar.


Akibat Nathan pergi seketika atmosfer diruang tamu mendadak menjadi mencekam disaat Liu Yifei mulai menatap dengan intimidasi kepada Eimi dan Kanae.


Sementara itu Nathan yang sudah berada didalam kamar langsung mengganti pakaian dan menjatuhkan tubuh di atas kasur lalu membuka ponselnya.


Nathan kemudian segera mencari beberapa bahan untuk membuat tubuh android untuk Echelon sekaligus melakukan riset, agar Echelon merasa puas dengan tubuh Androidnya nanti.


Untuk membuat tubuh android yang menyerupai manusia sungguhan tentu saja sulit, apalagi Echelon meminta agara dirinya dapat merasakan semua hal yang dapat dilakukan oleh manusia.


Beberapa permintaan tersebut antara lain mekanisme tubuh seperti indra perasa, pendengar, peraba, indra pendengar, bahkan sampai mekanisme jantung yang mengalirkan darah.

__ADS_1


Nathan tidak menyadari saat tengah mengurus tubuh android untuk Echelon, saat ini diruang tamu sedang terjadi perkelahian dengan ketiga wanita cantik miliknya yang sangat ricuh.


__ADS_2