Echelon System

Echelon System
Li Shi dan Xiao Mei


__ADS_3

Dengan raut wajah kecewa dan kesal karena harus kalah untuk kesekian kalinya, Li Shi turun dari arena dan hendak mengambil bangkai robot miliknya yang sudah rusak.


Belum sempat ingin mengambil bangkai robotnya, beberapa orang tiba-tiba datang menghampiri Li Shi dan langsung membawanya secara paksa ketempat sepi.


Sekelompok pria berbadan kekar langsung saja menghajar Li Shi secara brutal dan tidak segan untuk memberi luka serius kepadanya.


Li Shi hanya bisa meringkuk sambil menahan rasa sakit ketika dipukul dan ditendang oleh beberapa pria yang tentu saja ia kenal.


Mereka adalah rentenir yang uangnya Li Shi pinjam untuk membuat robot dan sebagai taruhan di atas arena pertarungan antar robot.


Puas telah membuat Li Shi menjadi babak belur, pemimpin orang-orang tersebut kemudian menyuruh anak buahnya untuk menyita robot milik Li Shi.


"Uhuk! Jangan ambil robot ku, hanya benda itu satu-satunya yang aku punya!" Pinta Li Shi dengan banyak memar diwajahnya.


Bughhhh!!!


Pemimpin para rentenir langsung menendang wajah Li Shi yang memohon di kakinya hingga tersungkur kembali. "Aku akan menyita rongsokan mu itu sampai kamu membayar semua hutang mu, atau kamu ingin membayarnya dengan adikmu itu?"


Mendengar ucapan dari pemimpin rentenir yang ingin mengambil adik perempuan nya, jelas membuat Li Shi merasa takut karena hanya adiknya saja yang ia miliki sekarang.


Ketika pemimpin rentenir telah pergi bersama anak buahnya, Li Shi merebahkan tubuhnya yang sudah penuh luka sambil memandangi langit-langit kota Underground.


Saat Li Shi tengah merenungi nasibnya suara langkah kaki seketika terdengar yang membuatnya langsung menengok untuk melihat siapa orang tersebut.


Li Shi merasa heran saat melihat seorang pemuda yang kelihatan dua tahun lebih muda darinya. Penampilan pemuda tersebut tampak biasa-biasa saja, tetapi Li Shi yang mengetahui mereka pakaian yang dipakai pemuda tersebut, langsung dapat menyimpulkan kalau pemuda tersebut adalah orang kaya.

__ADS_1


"Li Shi, apakah itu namamu?" Tanya sang pemuda yang tidak lain adalah Nathan. Sebenarnya sejak awal Nathan melihat bagaimana Li Shi dihajar oleh sekelompok pria, tetapi memilih hanya membiarkan nya saja.


Nathan sebelumnya hanya ingin melihat masalah apa yang dimiliki oleh Li Shi karena merasa penasaran sampai dihajar oleh sekelompok rentenir.


"Kenapa kamu tau namaku, siapa kamu sebenarnya. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Li Shi yang mulai menjadi waspada karena menganggap Nathan adalah bagian dari para rentenir.


Melihat sikap waspada yang ditunjukkan oleh Li Shi seketika membuat Nathan menghela nafas. Natha kemudian mengeluarkan kartu pengenal yang sebelumnya telah dikirimkan oleh Li Shi kepadanya.


"Ini aku Nathan, orang yang ingin memesan barang itu..." Balas Nathan sambil menunjukkan kartu hologram ditangannya kepada Li Shi agar percaya.


Li Shi memicingkan matanya saat melihat kartu pengenal yang dipegang Nathan. "Jadi kamu pria yang ingin memesan barang kepadaku itu? Aku kira kamu seorang pria berusia lanjut!"


"Hah.... Bisakah kamu langsung saja menujukan barang itu kepadaku? Aku tidak punya banyak waktu disini..." Ucap Nathan.


"Tentu saja, silahkan ikuti aku!" Balas Li Shi dengan semangat dan mengabaikan rasa sakit di tubuhnya karena sekarang yang terpenting baginya adalah mendapatkan uang.


Tanpa bertanya pun Nathan sudah memahami apa yang sedang Li Shi rasakan saat ini. Nathan kemudian berjalan mengikuti Li Shi dari belakang menuju pemukiman yang tampak diperuntukkan untuk kelas bawah.


Saat sampai Nathan bisa melihat tempat tinggal Li Shi yang memiliki dua lantai, dimana lantai pertama tampaknya digunakan sebagai bengkel untuk membuat atau memperbaiki robot, sementara lantai dua untuk tempat beristirahat.


"Xiao Mei aku pulang!" Ucap Li Shi kepada adik perempuan nya yang tengah menonton TV dilantai dua sambil memakan sarapannya.


Mendengar suara kakaknya, Xiao Mei lalu turun dan menemukan bahwa kakaknya membawa seorang pria masuk kedalam rumah mereka.


Xiao Mei menatap kearah Nathan dan mengangguk pelan sambil tersenyum untuk menyapa, sebelum dengan cepat membawa Li Shi menjauh dari Nathan untuk berbicara berdua.

__ADS_1


"Kakak, siapa pria yang kamu bawa itu huh? Apa dia rentenir baru yang ingin kamu pinjam uangnya?" Bisik Xiao Mei dengan raut wajah tidak senang karena mengira Li Shi membawa seorang rentenir baru.


Li Shi menggelengkan kepala dan berusaha menjelaskan siapa pria yang ia bawa ke rumah mereka. "Tentu saja bukan bodoh. Dia itu investor yang akan mendanai project kakakmu ini!"


"Project apa memangnya. Dari sekian hal yang kamu buat, tidak pernah ada satupun benda yang benar-benar sempurna. Hasilnya kosong dan hanya tumpukan hutang yang bisa kamu buat!" Ucap Xiao Mei dengan kesal.


Meski kelihatannya Xiao Mei kesal terhadap kakaknya, ia sendiri sebenarnya merasa kasihan kepada Li Shi yang selalu berurusan bersama rentenir dan selalu pulang dengan keadaan babak belur seperti sekarang.


Kejadian seperti ini sudah sering terjadi setelah ayah mereka telah meninggal beberapa tahun lalu yang membuat ekonomi keluarga mereka hancur.


Sebelumnya Li Shi dan Xiao Mei merupakan anak yang sangat berkecukupan bahkan terbilang kaya karena pekerjaan ayahnya sebagai seorang peneliti di sebuah perusahaan besar.


Tetapi semua itu seketika berubah dan membuat Li Shi serta Xiao Mei terpaksa tinggal disana karena banyaknya hutang yang mereka buat untuk hal robotik seperti saat ini.


Ibu mereka sendiri juga sudah meninggal saat melahirkan Xiao Mei karena mengalami pendarahan cukup parah hingga tidak dapat bertahan lama lagi.


"Kamu tenang saja, kali ini aku pasti akan berhasil. Apa kamu lihat aku membuat barang yang pria itu buat dengan menggunakan hasil penelitian ayah dulu. Ini pasti akan berhasil, aku yakin!" Balas Li Shi dengan percaya diri sambil menunjukkan cetak biru kepada Xiao Mei.


Dengan kesal Xiao Mei menepis cetak biru yang ditunjukkan oleh Li Shi hingga jatuh. "Sampai kapan kakak akan bertingkah seperti anak kecil, apa kakak tidak perduli denganku. Para rentenir itu tadi datang kerumah dan hampir saja ingin meniduri ku jika aku tidak melawan!"


Usai mengatakan keluh kesahnya, Xiao Mei meninggalkan Li Shi sambil menangis menuju lantai dua dan benar-benar kesal terhadap sikap kakaknya tersebut.


Li Shi hanya bisa terdiam dan mengambil kembali cetak biru yang terjatuh. Jujur saja ia menyalahkan dirinya sendiri karena membuat adiknya terlibat ke dalam masalahnya.


Hanya dengan cara mengerjakan barang pesanan Nathan saja satu-satunya cara terakhir untuk Li Shi agar bisa membayar semua hutangnya. Tetapi jika gagal maka semuanya sudah berakhir dan ia akan membawa Xiao Mei keluar dari kota Underground.

__ADS_1


Nathan yang menyaksikan pertengkaran antara adik dan kakak, ia hanya diam bertingkah seolah tidak mendengar atau menyaksikan kejadian tersebut.


__ADS_2