
Diatas kasur Nathan dan Emilia saling menatap satu sama lain dalam diam. Nathan tampak memasang ekspresi datar sementara Emilia justru tersenyum. Hal ini terjadi karena Emilia tidak mau melepaskan pelukan nya kepada Nathan.
Saat Nathan mencoba melepaskan pelukan Emilia justru wanita itu malah semakin mengeratkan pelukan nya hingga terjadilah pergulatan di antara keduanya.
"Emilia berhenti mencium leherku, itu sangat menggelikan!" Kata Nathan saat Emilia meniki tubuhnya dan mulai menciumi lehernya.
"Ayo lanjutkan yang tadi pagi!" Ajak Emilia sambil tersenyum manja dan jelas saja Nathan tetap akan menolaknya.
"Tidak untuk malam ini kucing nakal!" Tolak Nathan yang membuat Emilia merasa kesal dan kembali mencium lehernya.
Nathan yang ingin tidur nyenyak malam itu akhirnya menggunakan tenaga untuk membungkus Emilia menggunakan selimut hingga hanya menyisakan wajahnya, dan menjadikan wanita cantik itu menjadi gulingnya.
"Lepaskan atau aku akan marah!" Kata Emilia dengan nada lantang dan jelas tidak digubris oleh Nathan meski ia terus memberontak.
Sampai pada titik Emilia sudah merasa lelah ia dengan kesal akhirnya menyerah pada keadaan dan menyusul Nathan yang sudah terlebih dahulu tidur.
*******
Setelah berlayar selama satu bulan lebih, akhirnya kapal yang dikemudikan oleh Kevin sampai dipantai San Francisco Amerika Serikat dan semua orang lalu menepi kepantai menggunakan sekoci.
Mereka tiba di San Francisco tepat pada tengah malam hari dan tidak ada seorangpun yang ada dipantai tersebut selain mereka semua. Mereka kemudian segera berpisah untuk kembali kerumah masing-masing sebelum besok pagi bertemu kembali.
Sambil menggendong Liu Yifei yang tertidur Nathan dan Emilia akhirnya sampai dirumah kemudian segera menidurkan gadis kecil itu dikamar lain sementara keduanya menuju kamar mereka.
Malam itu keduanya tidur seperti biasanya dan tidak melakukan kegiatan lain karena merasa sama-sama lelah setelah perjalanan yang selama ini mereka lakukan.
*******
Pagi harinya Nathan terlihat tengah membaca surat kabar sambil meminum secangkir kopi dimeja makan sementara Liu Yifei tengah sarapan bersama Emilia.
Suara ketukan pintu seketika membuat Nathan harus meletakkan surat kabarnya dan beranjak untuk menemui orang yang mengetuk pintu rumahnya.
__ADS_1
Saat membuka pintu Nathan tampak terkejut ketika mendapati ada ayah mertuanya yang datang bersama dengan beberapa pria berjas. Tetapi yang paling membuat heran adalah beberapa orang tentara yang ikut datang juga ke rumahnya.
Nathan kemudian menjabat tangan Admiral Frank dan tersenyum kearahnya. Tetapi Admiral Frank yang melihat mimik wajah Nathan menyadari bahwa pria itu merasa heran dengan kedatangan banyak orang didepan rumahnya.
"Ada yang bisa aku bantu tuan-tuan?" Tanya Nathan sambil tersenyum kearah beberapa orang pria yang berdiri di belakang Admiral Frank.
Melihat senyuman dari Nathan bukannya membuat para pria tersebut menjadi senang melainkan menjadi gugup karena mereka semua tahu siapa sebenarnya sosok pemuda tersebut.
Salah satu pria berpakaian jas rapih kemudian maju dan menunjukkan sebuah surat yang berisi perintah untuk penahanan Nathan.
"Mohon kerjasamanya tuan Nathan..." Ucap pria berjas tersebut yang kemudian dua polisi militer segera memborgol tangan Nathan meski merasa ketakutan.
"Hah? Kenapa kalian mau menahan ku, memangnya aku salah apa?" Tanya Nathan yang tengah kebingungan dan tidak melawan saat tangan nya diborgol.
"Anda dituduh melakukan disersi dengan memalsukan kematian anda beberapa waktu yang lalu..." Ucap pira berjas sambil menyimpan kembali surat ijin penahan disaku bajunya.
Nathan yang masih merasa bingung lalu menatap kearah Admiral Frank untuk meminta penjelasan namun tampaknya hal itu percuma saja.
Tanpa perlawanan Nathan hanya menurut dan dimasukkan kedalam mobil dengan pengawalan ketat sebelum dibawa pergi menuju suatu tempat.
Emilia yang diam-diam melihat kejadian itu kemudian menghampiri ayah angkatnya untuk meminta penjelasan kepadanya tentang penangkapan Nathan.
"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa mereka membawa Nathan pergi?" Tanya Emilia dengan nada cemas.
Admiral Frank menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya saat ditanyai oleh Emilia. "Sepertinya kalian habis pergi ke suatu tempat bukan? Beberapa orang yang kalian temui sepertinya membuat tuduhan kepada Nathan dan tiga temannya..."
"Cepat siap-siap jika kamu mau ikut aku menuju pengadilan..." Ucap Admiral Frank yang membuat Emilia segera bergegas bersiap-siap.
Tak lama kemudian setelah bersiap-siap Emilia menghampiri Admiral Frank tetapi tidak sendirian melainkan bersama Liu Yifei.
"Siapa gadis kecil itu?" Tanya Admiral Frank yang penasaran dengan gadis kecil yang berdiri disamping Emilia sambil memegangi tangan wanita itu.
__ADS_1
"Ah... Ini Liu Yifei. Aku dan Nathan mengadopsi nya..." Balas Emilia.
Alis Admiral Frank terangkat sebelah dan cukup terkejut karena Emilia serta Nathan mengadopsi seorang putri yang memiliki ciri fisik orang Asia.
Admiral Frank kemudian berjongkok dihadapan Liu Yifei dan melepaskan topi militernya. "Liu Yifei... Nama yang indah..." Ucap Admiral Frank sambil tersenyum.
Liu Yifei yang melihat seorang pria paruh baya asing awalnya tampak ketakutan, tetapi setelah dijelaskan oleh Emilia akhirnya ia memberanikan diri dan berkenalan dengan kakeknya tersebut.
Setelah berkenalan Admiral Frank lalu memakaikan topinya dikepala Liu Yifei dan menggondong gadis kecil itu dipundaknya menuju mobil dengan diikuti oleh Emilia dari belakang.
*******
Nathan disisi lain kini dibawa masuk kedalam ruang sidang dimana sudah ada banyak orang disana, tetapi yang membuat mencolok adalah kehadiran beberapa perwira militer diruangan sidang tersebut.
Nathan kemudian dikumpulkan bersama dengan Harry, Kevin, dan Robby yang sudah terlebih dulu sampai. Mereka berempat tampak memiliki ekspresi yang sama yaitu masih saja bingung dengan penangkapan kepada mereka.
"Kalian juga ada disini?" Tanya Nathan yang baru sampai dan duduk satu kursi bersama ketiga pria tersebut.
"Ya begitulah..." Ucap Harry dengan santai.
"Sial, sebenarnya apa yang terjadi. Beberapa pria tiba-tiba pria datang saat aku sedang makan tadi!" Ucap Kevin sambil berdecih kesal.
"Entahlah... Ini sangat merepotkan!" Sahut Robby yang sama kesalnya karena bangun tidur langsung ditarik oleh beberapa polisi militer dirumahnya.
Tak berselang lama beberapa orang yang wajahnya cukup familiar untuk Nathan, Harry, Kevin, dan Robby muncul dan duduk bersebrangan dengan mereka.
Melihat kedatangan beberapa pria tersebut seketika membuat mereka sadar apa yang telah terjadi, dimana orang-orang itulah yang mengadukan mereka.
"Sialan, dasar tidak tahu diri sudah ditolong malah ngelunjak!" Maki Kevin dengan kesal dan meluapkan emosinya kepada beberapa pria yang merupakan korban kapal dagang waktu itu.
Harry dan Robby yang berada di dekat Kevin langsung menahannya agar tidak menimbulkan keributan, meskipun sebenarnya mereka juga ingin memukuli orang-orang yang tidak tahu diri dan menyebarkan informasi mereka.
__ADS_1