
Seusai menghabisi Tanaka dan teman-temannya, Nathan menggeledah pakaian milik pemuda tersebut dan menemukan sebuah suntikan lengkap dengan serumnya.
Melihat ada logo milik perusahaan yang ia bentuk, Nathan merasa kalau ada orang dalam yang dengan menjual serum hasil ciptaannya ke pasar gelap.
"Siapa yang sudah menyebarkan serum milikku... Bukannya aku sudah melarang mereka?" Gumam Nathan yang masih tak percaya kalau serum miliknya bisa keluar dari fasilitas penelitiannya.
Tak terima kalau hasil penelitian nya di sebar secara bebas, seketika Nathan menjadi kesal dan akan menanyakan semua ini saat pertemuan nanti dengan teman-temannya.
Nathan lalu menyimpan bekas serum yang sudah kosong ke dalam saku dan berjalan meninggalkan ruangan terbengkalai itu.
Sekelebat sosok berpakaian putih secara tak sengaja Nathan lihat saat ingin menuruni tangga. Melihat penampakan itu Nathan seketika mengurungkan niatnya untuk menuruni tangga dan mencari sosok putih barusan.
Nathan bukan nya takut berasa di bangunan terbengkalai sendirian dan justru dengan berani mengejar penampakan sosok putih yang melayang cepat.
Langkah Nathan terhenti saat sosok putih tersebut menembus dinding. Merasa penasaran bagaimana sosok putih itu menembus tembok, Nathan kemudian meraba-raba tembok didepannya dan merasa tidak ada yang aneh.
"Bagaimana dia bisa menembus tembok yang masih kokoh ini dengan mudah?" Gumam Nathan yang masih merasa heran.
Tidak mau ketinggalan jejak makhluk halus tadi, Nathan lalu memukul tembok di hadapan dengan keras hingga membentuk celah untuk dirinya masuk.
Secara tak terduga Nathan menemukan sebuah ruangan dibalik tembok yang ia kira tembok itu sendiri hanyalah jalan buntu saja.
Nathan kemudian menyalakan senternya untuk melihat apa yang sebenernya ada diruangan gelap gulita dimana seolah keberadaannya sengaja disembunyikan.
Begitu menyalakan senter Nathan langsung dibuat terkejut saat melihat kalau tempat itu ternyata adalah bekas laboratorium yang tampaknya digunakan untuk sebuah penelitian rahasia.
Dengan rasa penasaran yang tinggi Nathan mulai menyusuri laboratorium tersebut dan melihat beberapa kapsul. Seketika Nathan dapat menyimpulkan kalau tempat itu digunakan untuk sebuah eksperimen manusia.
Hal ini dibuktikan dengan beberapa mayat manusia yang ada didalam kapsul berisi cairan berwarna hijau. Beberapa dari mereka bahkan ada yang dari kalangan anak-anak.
__ADS_1
Nathan berjalan mendekat kearah salah satu kapsul dan mengelap tabel informasi yang tertera disana. "Seribu sembilan ratus delapan puluh enam... Sudah lama juga ternyata..."
Pria itu kemudian melanjutkan ekspedisi nya di dalam laboratorium untuk mencari serta mengetahui siapa orang yang mendirikan fasilitas semacam ini.
Tetapi setelah satu jam berkeliling Nathan masih tidak dapat mendapatkan berkas yang dia inginkan dan membuatnya memutuskan untuk pergi dari sana.
Namun sebelum pergi Nathan melemparkan sebuah alat seukuran kelereng dan beberapa detik kemudian langsung meledak hingga menghancurkan bangunan rumah sakit.
Hirota dan Kanae yang melihat bangunan rumah sakit mulai runtuh dari luar, menjadi panik dan khawatir jika Nathan tewas tertimpa runtuhan.
Tetapi kekhawatiran mereka tampaknya sia-sia saja setelah melihat Nathan dengan santai keluar dari reruntuhan rumah sakit.
Kanae langsung berlari menghampiri Nathan dan memeriksa tubuh pria tersebut dengan raut wajah khawatir. "Apa kamu baik-baik saja, apa ada yang terluka?"
"Ya aku baik-baik saja, tapi apa kamu bisa mencabut batang besi ini?" Kata Nathan sambil menunjukkan batang besi yang menancap dan menembus dadanya.
Melihat batang besi yang menembua dada Nathan, sontak membuat Kanae panik begitupun dengan Hirota karena takut jika pria itu akan tewas.
"Tuan, sebaiknya sekarang kita segera kerumah sakit. Akan sangat berbahaya jika mencabutnya secara langsung!" Ucap Hirota saat melihat darah keluar dari luka tusukan didada Nathan.
"Tidak perlu aku baik-baik saja, tolong bantu aku mencabutnya..." Balas Nathan sambil mencoba mencabut sendiri batang besi yang menancap di dadanya.
Kanae yang melihat Nathan mencoba mencabut batang besi itu langsung menahanya dengan kesal karena pria itu masih saja sempat-sempatnya bertingkah aneh disaat seperti ini.
"Apanya yang baik-baik saja, berhentilah bercanda!" Ucap Kanae dengan panik sekaligus kesal yang justru membuat Nathan merasa heran.
"Aku benar-benar baik saja, Hirota bantu aku mencabutnya. Atau aku akan memecatmu!" Kata Nathan sambil menatap tajam Hirota.
Mendengar perintah dari Nathan, Hirota menjadi dilema. Jika ia mencabutnya maka Nathan akan mengalami pendarahan hebat, namun jika tidak mencabutnya maka ia akan di pecat yang membuatnya akan mendapat hukuman berat.
__ADS_1
Hirota kemudian segera memgang batang besi didada Nathan meski sempat dicegah oleh Kanae. Ia lalu menarik batang besi dari dada Nathan dan membuat mereka bisa melihat lubang menganga didada Nathan. Tetapi dengan cepat lubang tersebut menutup.
"Kalian lihat, aku baik-baik saja..." Ucap Nathan sambil menunjukkan dadanya yang tidak meninggalkan jejak luka lagi.
"Bagaimana ini bisa terjadi?" Gumam Hirota yang cukup terkejut karena ternyata Nathan bisa meregenerasikan lukanya sendiri.
"Kenapa kamu terlihat kaget seperti itu Hirota. Tentu saja aku dapat melakukan hal ini sama sepertimu, karena aku sendiri yang membuat serum itu..." Kata Nathan yang mengangguk mengerti.
Sedangkan Kanae yang tidak mengerti tampak masih kebingungan dengan obrolan kedua pria tersebut. "Serum apa yang kalian maksud dan kenapa lukamu bisa sembuh dengan sangat cepat, Nathan?"
"Tidak ada... Sudah, ayo segera kembali. Sebentar lagi kita harus segera berangkat..." Balas Nathan seraya berjalan masuk kedalam mobil yang mana sudah ada Eimi yang tengah pingsan didalam.
Merasa ada yang ditutupi oleh Nathan tentu saja membuat Kanae penasaran. "Apa kamu bisa mengatakan tentang serun yang kalian maksud?" Tanya Kanae kepada Hirota.
Jelas Hirota tidak akan memberitahu tentang serum tersebut jika Nathan sendiri tak mau mengatakan nya sendiri, Hirota memilih untuk mengabaikan Kanae dan masuk kedalam mobil untuk menyetir.
Kanae bersedih kesal dan menyusul Nathan yang sudah masuk terlebih dahulu. Meski tidak mendapat jawaban hari ini, tapi Kanae yakin cepat atau lambat dia akan segera mengetahuinya.
*******
Beberapa jam kemudian Eimi yang pingsan akhirnya sadar dan merasakan pusing. Begitu membuka matanya ia terkejut karena kini sudah berada di sebuah kamar mewah.
Pikiran buruk seketika terlintas di kepala Eimi. Ia masih ingat tengah disekap oleh Tanaka dan merasa janggal saat tiba-tiba ada di dalam sebuah kamar.
Dengan panik Eimi segera mengecek kondisi tubuhnya karena tidak ingin dinodai oleh pria lain. Namun begitu mengeceknya Eimi langsung bisa bernafas lega karena tidak ada hal mencurigakan pada tubuhnya.
Merasa penasaran dengan tempatnya berada sekarang, Eimi lalu membuka jendela yang terlihat seperti jendela pesawat.
Mata Eimi seketika membelalak mengetahui kini dirinya berada didalam sebuah pesawat yang tengah melakukan penerbangan menuju suatu tempat.
__ADS_1