
Nathan kembali ke kamarnya dengan lesu karena sudah menolak seorang wanita cantik. Meski sangat menyayangkan keputusan itu Nathan untuk saat ini hanya ingin fokus mencari cara agar dapat kembali ke masanya.
Setibanya dikamar, Nathan mendapati Harry yang tengah bernyanyi dengan suara sumbang menggunakan ukulele kesayangan.
"Berhentilah bernyanyi, suaramu sangat tidak enak didengar!" Nathan mendengus kesal dan meluapkan kekecewaan nya yang telah menolak seorang wanita cantik kepada Harry.
"Datang-datang marah tidak jelas, memangnya kenapa kalau suaraku tidak enak didengar. Apa masalah bagimu huh!?" Ucap Harry yang balik menjadi kesal.
Nathan berdecih dan berbaring diatas kasurnya mengabaikan Harry yang menatapnya dengan heran sekaligus kesal.
Harry kemudian lanjut memainkan ukulelenya dan hal ini membuat Nathan semakin frustasi hingga harus menutup wajahnya sendiri menggunakan bantal.
*******
Keesokan harinya dipagi-pagi buta seluruh pilot mulai menyiapkan pesawat mereka masing-masing dan memerikaanya untuk memastikan bahwa tidak ada kerusakan yang dapat mengganggu dalam pertempuran hari ini.
Nathan sendiri kini masih berada didalam kamar untuk bersiap-siap sementara Harry sudah terlebih dahulu pergi untuk mengecek kondisi pesawat mereka di deck kapal.
Setelah persiapan selesai Nathan melepaskan DogTag miliknya dan meletakkan diatas kasur sebelum beranjak pergi keluar kamarnya untuk menemui skuadron yang akan dipimpinnya hari ini.
Saat berjalan melewati koridor kapal Nathan tidak sengaja berpapasan dengan dokter Emilia dan terlihat bahwa wanita cantik tersebut sama sekali tak melirik kearahnya sedikitpun.
Nathan hanya bisa menghela nafas dan menyadari bahwa dokter Emilia sedang marah kepadanya setelah apa yang terjadi semalam.
Tanpa Nathan sadari dokter Emilia berbalik dan menatap dirinya dari belakang dengan raut wajah yang tampak sedih.
*******
Di atas kapal penjelajah Kashima milik Kekaisaran Jepang, Admiral Shigeyoshi Inoue melihat kearah Armada kapal Sekutu yang akan bergesekan kembali dengan Armada kapal nya.
Bayang-bayang hancurnya salah satu kapal induk dari Armadanya terus terngiang di pikirannya dan ia jelas tidak terima dengan hal tersebut.
Ia masih ingat bagaimana salah satu pesawat tempur milik pihak Sekutu menukik tajam kearah kapal induk Shoho dan menjatuhkan bom hingga membuatnya hancur telak.
"Jatuhkan pesawat tempur yang kemarin menghancurkan Shoho. Aku tidak perduli jika harus menggunakan beberapa pesawat untuk memburunya..." Ucap Admiral Inoue kepada anak buahnya.
*******
__ADS_1
Setelah memberi intruksi penyerangan kepada sepuluh pilot yang berada dibawah kepimpinannya dan persiapan sudah selesai, tepat pukul setengah delapan pagi Nathan dan anak buahnya berangkat meninggalkan kapal induk Yorktown bersama pilot-pilot lain.
Ketika sedang terbang menuju Armada kapal Kekaisaran Jepang, Nathan melamun memikirkan tentang nasibnya yang ia rasa kini tidak jelas.
Nathan merasa bimbang antara mengikuti peperangan atau berhenti. Ia berpikir tanpa dirinya ikut pun nantinya pihak Sekutu tetap akan menang.
Namun kalau ia mengundurkan diri maka sudah dipastikan akan menjadi aib keluarganya yang ada dimasa saat ini, dan disisi lain ia juga tidak bisa meninggalkan temannya begitu saja.
Harry yang menyadari kalau Nathan sedang melamun kemudian menepuk pundaknya agar kembali terjaga, dan akan sangat berbahaya jika melamun disaat seperti ini.
"Hei, sadarlah... Apa yang sedang kamu pikirkan, huh?" Tanya Harry yang dibuat penasaran dengan perubahan sikap Nathan sejak semalam.
"T-Tidak ada... Jika perang telah selesai dan kita masih hidup, apa yang mau kamu lakukan Harry?" Nathan bertanya balik kepada Harry.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu. Sudah jelas aku akan menikah dengan Marry saat kembali nanti dan membuat usaha kecil-kecilan!" Harry tersenyum dengan bangga tentang keinginannya untuk memiliki keluarga bersama kekasihnya nanti dikampung.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Harry yang merasa penasaran dengan tujuan sahabatnya tersebut setelah perang berakhir.
Untuk sejenak Nathan memikirkan apa yang ingin ia lakukan nantinya. Saat Nathan ingin menjawab pertanyaan dari Harry, tiba-tiba Kevin dan Robby yang terbang disamping menghubungi nya melalui radio.
"Hei, apa yang sedang kalian bicarakan. Kenapa terlihat serius seperti itu?" Tanya Kevin sambil menengok kearah Nathan dan Harry yang terbang di sampingnya.
Tak berselang lama pertempuran dihari itupun terjadi. Artileri dari Armada kapal Kekaisaran Jepang mulai menembaki pesawat-pesawat tempur milik pihak Sekutu.
Bukan hanya Artileri saja melainkan pesawat tempur Jepang juga mulai menyerang pesawat milik pihak Sekutu untuk melindungi Armada kapal mereka.
Fokus utama Nathan dan sepuluh pesawat yang ada dibawah komandonya adalah kapal induk Shōkaku, namun jelas ini bukanlah hal yang mudah mengingat kapal induk tersebut dijaga ketat oleh kapal-kapal perang lainnya.
Ketika merasa jarak mereka sudah cukup dekat Nathan kemudian membawa pesawat nya menukik kebawah diikuti oleh sepuluh pesawat tempur lainnya.
Mereka kemudian terbang rendah dua puluh meter dari permukaan air laut sambil menghindari serangan Artileri yang ditembak kan dari kapal perang serta kapat induk Jepang.
Dua pesawat terkena tembakan dari Artileri kapal musuh dan terpaksa harus melepaskan torpedo meski jaraknya belum cukup dekat dengan kapal Induk Shōkaku lalu terbang menjauh.
Alhasil torpedo tersebut tidak mengenai kapal induk Shōkaku dan dengan mudah dilewatinya begitu saja mengingat kecepatan kapal tersebut terbilang cukup cepat yaitu 32 knot.
Nathan dan sisa pasukannya kemudian melepaskan torpedo mereka saat berada di jarak 50 meter lalu terbang kembali keatas untuk menghindari tembakan Artileri musuh.
__ADS_1
Empat dari delapan torpedo yang mereka lepaskan berhasil dengan telak mengenai lambung kapal dan membuat kapal induk Shōkaku mengalami kerusakan cukup parah sampai ada kebocoran.
Tidak puas sampai disitu saja Nathan dan pasukannya menyerang kembali kapal induk Shōkaku dengan melemparkan bom yang mereka bawa kearahnya.
Tiga bom dengan telak mengenai deck kapal induk Shōkaku dan menghancurkan pesawat-pesawat tempur yang baru disiapkan untuk terbang.
Kebakaran seketika terjadi di deck kapal induk Shōkaku setelah terkena bom dan membuat kapal tersebut dipaksa untuk mundur, karena mengalami kerusakan cukup parah serta pesawat-pesawat nya kini juga ikut rusak.
Admiral Inoue yang melihat satu kapal induknya mendapat kerusakan parah dari orang yang sama dengan amarah memuncak langsung memerintahkan untuk menyerangnya.
Cara yang Admiral Inoue gunakan untuk melumpuhkan pasukan milik Nathan tidak main-main, ia memberikan perintah untuk menjatuhkan nya menggunakan segala cara termasuk menabrakkan pesawat kepadanya.
Alhasil tiga pesawat yang berada dibawah komando Nathan jatuh serta mengalami kerusakan usai terkena tembakan serta ditabrak oleh pesawat milik Jepang.
Nathan yang melihat pesawat anak buahnya jatuh kelaut hanya bisa mengeratkan giginya sambil berusaha menghindari tembakan pesawat yang mengejar di belakang.
"Kalian kembali ke kapal, aku akan memancing dan membukakan jalan untuk kalian!" Ucap Nathan kepada pilot pesawat-pesawat di pasukannya yang masih terisa termasuk Kevin dan Robby.
"Apa kamu bercanda, tentu saja kita tidak bisa meninggalkanmu dan Harry begitu saja!" Balas Kevin dengan kesal.
"Tidak ada penolakan, ini perintah!" Ucap Nathan melalui komunikasi radio yang membuat Kevin serta pilot lainnya terpaksa menjalankan perintah tersebut.
Setelah Kevin dan pilot lainnya pergi, Nathan kini dikejar oleh lima pesawat Jepang sekaligus dan melakukan manuver-manuver untuk menghindari hujan peluru yang ditembak kan kearahnya serta Harry.
Harry tidak tinggal diam begitu saja, dengan senapan mesinnya ia mencoba untuk menjatuhkan pesawat tempur milik Jepang yang mengejar mereka.
Satu pesawat berhasil Harry tembak jatuh namun sebagai balasannya ia harus terkena tembakan yang membuatnya seketika terkulai tidak berdaya di kursinya.
"Sepertinya aku akan mati, Nathan..." Ucap Harry dengan nada lemah usah terkena tembakan dibagian dada serta pundaknya.
Mendengar perkataan Harry barusan Nathan langsung menengok kebelakang dan benar melihat bahwa temannya tersebut mendapatkan luka cukup parah.
"Bertahan lah, aku akan membawamu pergi dari sini!" Ucap Nathan yang tidak tega kalau harus melihat temannya mati akibat keputusan sepihak nya.
Usai Nathan mengatakan hal tersebut seketika Harry tidak sadarkan diri dan membuat pria tersebut benar-benar merasa kesal serta panik.
Nathan yang awalnya hanya menghindar tembakan dari pesawat milik Jepang seketika menyerang mereka balik dan berhasil menjatuhkan lima pesawat tersebut dalam kurun waktu singkat.
__ADS_1
Tak mau membuang waktu lama Nathan kemudian membawa kembali Harry menuju kapal induk Yorktown untuk mendapatkan perawatan.
Setibanya dikapal induk Yorktown, Nathan langsung membawa Harry yang terluka menuju ruang medis dan menyuruh orang lain mempersiapkan kembali pesawat miliknya.