
Pagi harinya Nathan terbangun setelah semalaman bergadang hanya untuk membuat komposisi beberapa komponen tubuh android milik Echelon.
Rencananya ia akan mulai mencari barang-barang yang dibutuhkan sesegera mungkin, sebab sejak semalam Echelon terus memojokkan untuk dibuatkan tubuh lebih cepat.
Setelah mandi Nathan yang hanya mengenakan celana boxer saja keluar dari kamar dan langsung terkejut saat melihat keadaan ruang tamu yang berantakan.
Layar TV pecah akibat terkena kampak, pecahan beling dari gelas dan piring dimana-mana, sofa sobek yang membuat kapuk bertebaran, plafon berlubang, bahkan sampai jendela pecah.
Pandangan Nathan kemudian tertuju kearah Eimi, Kana, dan Liu Yifei. Posisi tidur mereka tampak membingungkan dengan masing-masing memegang sebuah senjata, entah itu pisau, pedang, bahkan senjata api.
Jarak posisi ketiga wanita cantik itu juga berjauhan seolah mereka tengah menjaga jarak satu sama lain dan memiliki posisi tidur bertahan.
Nathan hanya bisa menatap mereka dengan heran. Dengan hati-hati Nathan melewati pecahan beling yang bertebaran di lantai untuk sampai ke dapur.
Pria itu kemudian membuat sandwich untuk sarapan dan segelas susu. Sambil makan Nathan terus memperhatikan ketiga wanita yang masih tertidur dalam posisi bertempur.
"Apa kamu tau apa yang sebenarnya terjadi semalam?" Tanya Nathan sambil mengunyah sandwich isi ikan tuna miliknya.
"Benar tuan, semalam mereka saling menyerang dan ingin membunuh satu sama lain, tetapi pada akhirnya mereka berhenti dan ketiduran!" Balas Echelon.
"Sungguh? Kenapa semalam aku tidak mendengar suara perkelahian mereka bertiga, padahal disini keadaannya menjadi sangat kacau?" Tanya Nathan penasaran.
"Sebenarnya semalam saya mengaktifkan peredam suara yang ada dikamar tuan agar anda tidak terganggu saat bekerja!" Balas Echelon menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
Nathan hanya mengangguk, jujur saja ia sangat berterimakasih kepada Echelon. Masalahnya kalau semalam Nathan keluar dari kamar, bisa-bisa ia yang menjadi korban mereka.
Dengan hati-hati Nathan berjalan kembali menuju kamar untuk memakai baju agar tidak membangunkan ketiga singa betina yang sedang tertidur.
Jujur saja Nathan tidak mau terlibat dalam pertengkaran diantara Eimi, Kanae, dan Liu Yifei yang sebenarnya diakibatkan oleh dirinya sendiri.
__ADS_1
Begitu selesai memakai pakaian Nathan segera meninggalkan hotel dan berlari menghampiri Hirota yang sudah menunggunya di dalam mobil.
"Cepat jalankan mobilnya!" Ucap Nathan sambil mengatur nafasnya dan ingin segera cepat meninggalkan hotel tersebut sebelum ketiga wanita itu bangun.
Melihat Nathan yang datang dalam keadaan panik seakan-akan dikejar sesuatu, Hirota tentu merasa penasaran mengapa pria sekuat Nathan bisa merasa takut.
"Apa ada hal yang salah tuan? Kenapa buru-buru sekali? Bagaimana dengan Nona Eimi, Kanae, dan Liu Yifei? Apa kita akan meninggalkan mereka disini?" Tanya Hirota.
Nathan yang dicecar pertanyaan bertubi-tubi oleh Hirota merasa kesal dan mengeratkan giginya. "Jangan banyak tanya, cepat jalankan saja mobilnya!"
Awalnya Hirota masih bingung, namun setelah mobilnya ditembak seseorang dari atas seketika Hirota melihat Eimi, Kanae, dan Liu Yifei memiliki ekspresi marah tengah menembaki dirinya serta Nathan.
"Berhenti dan turunkan pria itu Hirota atau kamu tidak akan selamat!" Ucap Eimi dengan suara lantang dari jendela lantai enam.
Hirota yang diancam tentu tidak ingin terlibat dalam pertengkaran diantara Nathan dan ketiga wanita itu, tetapi ia juga tidak bisa membiarkan Nathan terluka karena mereka.
Akhirnya Hirota membuat keputusan yang bakal membuat hidupnya ikut terancam dengan langsung melajukan mobilnya dan membawa Nathan pergi.
"Maaf telah membuatmu terlibat Hirota!" Ucap Nathan sambil tertawa dan menepuk pundak Hirota dari belakangan.
"Tidak masalah tuan, jangan dipikirkan...." Balas Hirota yang jelas berbohong kalau dia tidak kenapa-kenapa dan tentu kini merasa takut karena telah masuk daftar hitam.
Kemampuan Hirota dengan pemimpin pasukan Textron di China bernama Fang Wei jelas-jelas berbeda jauh, dimana ia hanya bisa bertahan beberapa menit saja karena pernah melakukan duel sebelumnya.
Beberapa panggilan masuk kedalam ponsel Nathan. Pria itu yang tau siapa orang yang menghubunginya adalah mereka, langsung mematikan ponselnya agar tidak dilacak.
Tiga jam kemudian Hirota dan Nathan telah sampai di sebuah gang sepi yang jauh dari jalan raya. Beberapa preman berbadan besar tampak memperhatikan kedatangan mereka.
"Aku akan masuk sendirian. Kamu bisa pergi, aku akan menghubungi mu nanti kalau sudah selesai..." Ucap Nathan sebelum keluar dari dalam mobil meninggalkan Hirota.
__ADS_1
Hirota hanya mengangguk dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk mencari tempat persembunyian, sebab ia tau intelijen Textron cabang China dapat melacak nya dengan mudah, apalagi di negara itu banyak terpasang CCTV di setiap sudut kota.
Setelah Hirota pergi, Nathan kemudian masuk kedalam tempat menyerupai Laundry dan anehnya tempat tersebut sangat sepi. Bahkan penjaganya seolah tidak perduli dengan kedatangannya.
Nathan yang sudah tau tempat apa sebenarnya itu kemudian membeli satu koin untuk mencuci dan menuju ruangan mencuci lain.
Pria itu kemudian memasukan koinnya kedalam salah satu mesin cuci dan seketika muncul sebuah alat yang menscan wajahnya.
Ketika sudah mendapat konfirmasi, mesin cuci dihadapan Nathan digantikan oleh sebuah lift yang langsung membawa Nathan masuk kedalam tanah.
Saat pintu lift terbuka Nathan dapat melihat sebuah kota Underground yang cukup luas. Banyak robot dengan bebasnya berkeliaran di jalanan kota dan berbaur dengan para manusia.
Nathan yang tidak mempunyai waktu lama kemudian menuju sebuah tempat dimana merupakan arena pertarungan para robot.
Seorang petugas yang berjaga diluar arena langsung memberhentikan Nathan dan menyuruh untuk menunjukkan kartu Identitas di kota Underground.
Dengan tenang, Nathan yang sudah mendapat kartu Identitas untuk di kota Underground dari seseorang yang memang tinggal disana dengan mudahnya lolos dalam pemeriksaan.
Setelah lolos pemeriksaan Nathan segera masuk kedalam arena dan melihat sedang ada pertarungan robot setinggi tiga meter diatas arena.
Nathan kemudian mencari seseorang yang sudah memiliki janji dengannya, namun tidak menemukan keberadaan pria tersebut di kursi para penonton.
Hingga secara kebetulan Nathan akhirnya menemukan pria tersebut tengah mengendalikan salah satu robot yang sedang bertarung di arena.
Nathan yang melihat pria tersebut tengah bertarung tidak langsung menghampiri dan memilih untuk menonton pertandingannya.
Ketika melihat robot milik pria tersebut, Nathan menemukan beberapa bagiannya yang rapuh. Komponen robotnya juga hanya terbuat dari metal rongsokan dan beberapa kali mengalami delay saat di gerakan.
Sementara robot milik musuhnya jauh lebih baik dan kelihatan mahal, yang jelas Nathan langsung bisa menembak siapa pemenangnya.
__ADS_1
Dan benar saja hanya dengan satu pukulan di wajah, robot milik pria yang dikenal Nathan langsung ambruk dengan kepala robot yang terlepas.
Pria tersebut seketika kehilangan robot dan juga uang sebesar 10.000 dollar yang menjadi taruhan pertarungan ini.