Echelon System

Echelon System
Lexton Company


__ADS_3

Setibanya diruang sidang Emilia dan Admiral Frank yang tengah menggendong Liu Yifei, langsung menuju tempat duduk untuk mengikuti jalannya persidangan.


Terlihat sidang nampaknya sudah berjalan beberapa menit yang lalu, dan seorang Jaksa tengah membacakan tuntutannya kepada Nathan serta ketiga temannya yang dituduh melakukan disersi.


Nathan, Harry, Kevin, dan Robby tampaknya tidak ingin membuat Admiral Frank terlibat, bahkan memilih bungkam saat ditanyai mengenai siap saja yang terlibat dalam aksi mereka.


Meski sudah terbukti bersalah keempat pria itu tampak masih terlihat tenang dan sama sekali tidak merasa takut, terutama untuk Nathan yang sudah mulai menyadari bahwa semua ini hanya untuk agar dirinya ikut kembali kemedan perang karena memiliki sebuah pakaian tempur canggih.


Hakim kemudian menjatuhkan hukuman lima belas tahun penjara kepada mereka dan pemecatan sebagai seorang tentara.


Mendengar putusan dari Hakim yang harus membuat mereka berempat mendekam selama lima belas tahun dipenjara, tidak membuat keempat pria tersebut sedikitpun menyesal ataupun khawatir sebab mereka tahu bagaimana caranya kabur.


Tetapi saat mendengar perkataan dari sang Hakim seketika membuat sorot mata Nathan berubah. "Dari hasil diskusi sebelumnya kami akan memberi penawaran kepada kalian, berupa pengurangan masa tahanan jika tuan Nathan memberikan pakaian tempurnya kepada pemerintah. Bagaimana?"


Nathan terkekeh dan sambil menutup mulutnya karena dugaan yang sebelumnya ia pikirkan ternyata terbukti benar bahwa dia dibawa kesana hanya untuk dimintai pakaian tempurnya saja.


Harry, Kevin, dan Robby yang melihat Nathan sedang menahan tawa justru menjadi gugup karena takut sesuatu yang buruk sebentar lagi akan terjadi diruangan sidang tersebut.


Hakim yang melihat Nathan menertawakan tawarannya tadi seketika menjadi kesal namun mencoba untuk tetap profesional dan menahan dirinya.


"Apakah ada yang lucu dengan perkataan yang sebelumnya saya tanyakan, tuan Nathan?" Tanya Hakim sambil menatap tajam kearah Nathan.


Nathan yang ditanya lalu berhenti tertawa dan menatap balik Hakim tersebut dengan santai. "Tentu saja apa yang anda katakan sangat lucu. Saat saya dibawa ke ruang sidang sebelumnya saya sudah curiga kalau kalian tampaknya mengincarku dan ikut menahan teman-temanku, agar saya merasa tertekan dan memberikan teknologi itu kepada kalian bukan?"


Seluruh petinggi militer dan orang-orang yang menghadiri persidangan tersebut kini tatapan mereka tertuju kepada Nathan, berharap pria itu memberikan teknologi miliknya.


"Tuan Nathan biar saya beri tahu kepadamu. Jika anda mau memberikan teknologi itu kepada kami maka anda akan sangat berkontribusi besar untuk mengakhiri perang yang sedang terjadi ini, dan sudah menjadi kewajiban anda sebagai warga negara untuk melayani negara ini..." Ucap Hakim yang membuat semua orang mengangguk kecuali beberapa orang.

__ADS_1


Nathan menggelengkan kepalanya dan berdiri. "Maaf saya tidak akan memberikan teknologi itu kepada kalian. Lebih baik saya dan teman-temannya saya menjalani hukuman yang sudah diberikan sebelumnya, oleh Yang Mulia..."


Sehabis mengatakan hal tersebut Nathan, Harry, Kevin, dan Robby beranjak dari kursi mereka lalu menghampiri polisi militer agara membawa mereka segera.


Sontak kericuhan terjadi dari para perwira yang bersikeras agar Nathan mau memberikan teknologi miliknya. Awalnya Nathan masih tidak perduli, namun ketika mendengar perkataan Hakim berikutnya seketika membuat perasaan Nathan menjadi buruk.


"Aku hanya ingin memberi tahu kalian berempat satu hal. Ketika kalian berada didalam penjara maka tentu saja tidak ada yang akan melindungi keluarga kalian. Kalian mengerti maksud ku bukan?" Ucap Hakim memberi peringatan kepada keempat pria tersebut.


Nathan yang sudah tersulut emosinya kemudian berbalik dan berjalan menghampiri Hakim tersebut sambil memakai pakaian tempurnya.


Delapan buah drone seketika melayang diatas Nathan dan tengah mengisi daya untuk menembak jika hal itu diperlukan oleh pria tersebut.


Semua orang yang awalnya mengira Nathan tidak memiliki pakaian tempur tersebut kini menjadi percaya dan menjadi takut sekaligus senang ketika berharap memilikinya juga.


"Pak tua, aku dari tadi mencoba bersikap sopan kepadamu karena kamu lebih tua dariku. Tetapi aku tidak menduga kamu justru semakin berani, sampai mengancamku!" Ucap Nathan sambil mengarahkan salah satu tangannya kepada sang Hakim.


Tetapi sesaat kemudian seorang perwira langsung memberikan perintah kepada beberapa polisi militer dan tentara untuk melumpuhkan Nathan dengan cara apapun, sebab sangat ingin memiliki setelan pakaian tempurnya.


Alhasil suara tembakan terdengar didalam ruangan yang membuat situasi menjadi sangat kacau. Harry, Kevin, dan Robby segera tiarap dibawah meja begitupun dengan beberapa orang lainnya.


Hal yang mengejutkan terjadi dimana saat ditembaki meski tidak memakai pakaian tempurnya, Nathan tampak baik-baik saja sebab sebuah pelindung tipis menyerupai cangkang telur langsung melindungi tubuhnya.


Suara tembakan seketika terhenti ketika kepala sebelas orang termasuk seorang perwira yang menyuruh untuk melumpuhkan Nathan terlepas dari leher mereka dan langsung tergeletak begitu saja dilantai.


Seorang wanita cantik dengan tatapan dingin dan tangan berlumuran darah yang berdiri didekat mayat-mayat itu langsung membuat semua orang yang melihatnya merasa ketakutan.


Tentu saja mereka ketakutan dengan sosok yang tidak lain Emilia, karena gerakan wanita cantik tersebut sangat cepat dan hanya dalam sekejap mampu membunuh sebelas pria sekaligus dengan mudah seperti seorang Assassin.

__ADS_1


Disisi lain beruntung Admiral Frank dengan sigap langsung menutup mata Liu Yifei karena tidak mau kesehatan mental cucunya tersebut terganggu, akibat ulah Emilia yang sebenarnya membuatnya sangat terkejut juga.


Sementara itu Harry yang melihat pembunuhan yang dilakukan oleh Emilia bergidik ketakutan, karena sempat beberapa bulan lalu membuat wanita cantik tersebut marah dan hampir saja menyerangnya.


Karena merasa puas setelah memberi ancaman kepada semua orang disana, Nathan, Harry, Kevin, Robby, Emilia, dan admiral Frank yang tengah menggendong Liu Yifei kemudian pergi dari sana untuk kembali pulang.


Akhirnya para petinggi negara dan militer memutuskan untuk tidak membuat masalah dengan kelompok tersebut, karena khawatir semua anggota kelompok tersebut memiliki kemampuan yang sama dan akan sangat berbahaya jika diusik.


Meskipun begitu para petinggi tersebut tetap mengirimkan mata-mata untuk mengawasi pergerakan kelompok tersebut karena khawatir jika melakukan balas dendam kedepannya.


*******


Setelah kejadian tersebut para petinggi negara sekaligus militer menghapus tentang aksi yang dilakukan oleh Nathan dan Emilia agar tidak membuat kepanikan ditengah masyarakat tentang keberadaan kelompok mereka.


Waktu dengan cepat berlalu dan semua orang sudah melupakan tentang sosok pria berbaju besi yang sempat menjadi headline koran karena aksinya.


Pemerintah tampaknya kini sudah menutup semua kejadian yang berkaitan dengan Nathan rapat-rapat karena suatu hal yang sangat penting untuk kesetabilan negara adidaya tersebut.


Hal penting tersebut tidak lain karena kini setelah 24tahun Nathan dan rekan-rekannya sudah menjadi pendiri sebuah Bank Dunia, yang memiliki anggota lebih dari 74 negara.


Kelompok mereka kini sangat dipercaya oleh berbagai negara dalam hal penyediaan uang bukan karena alasan, sebab mereka mempunyai jaminan yaitu emas dan beberapa benda berharga lainnya. Jadi dengan adanya Bank mereka semua negara yang menderita kerugian besar terutama untuk German dan Jepang mampu membangun kembali negara mereka masing-masing.


Semua itu tidak lepas dari usaha mereka selama ini yang kini memiliki berbagai perusahaan ternama selain Bank Dunia yaitu, Volkswagen, Freeport, Sinopec, Lockheed Martin, dan Shenhua Energy.


Tak hanya sampai disitu saja, ekspansi bisnis mereka juga merambat sampai kebidang militer dengan membuat sebuah pelatihan khusus untuk para pilot jet tempur serta menyewakan tentara bayaran. Bukan itu saja jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut, tetapi mereka juga memproduksi berbagai senjata militer sampai kendaraan perang, dan perusahaan tersebut dinamai Textron.


Semua perusahaan tersebut tentunya memiliki beberapa anak perusahaan lainnya tetapi semua perusahaan tersebut hanya memiliki satu induk perusahaan yaitu Lexton Company.

__ADS_1


__ADS_2