Echelon System

Echelon System
Bertemu Sumiko Yamamoto


__ADS_3

Perjalanan yang menempuh waktu sampai 11 jam akhirnya terbayarkan. Mobil yang dikendarai oleh Hirota dan Nathan kini sudah memasuki kota Kochi.


Beberapa menit kemudian Hirota menepikan mobilnya di depan sebuah rumah tradisional yang cukup besar, dimana tempat tersebut adalah rumah dari putri Yamamoto yaitu Sumiko Yamamoto.


"Tuan, kita sudah sampai..." Ucap Hirota sambil membukakan pintu mobil untuk Nathan.


Nathan hanya mengangguk lalu turun dari mobil. Dengan diikuti oleh Hirota dari belakang, Nathan berjalan memasuki pekarangan rumah tersebut.


Tetapi langkah mereka terhenti saat seorang wanita yang tengah menyapu dihalaman tersebut melihat mereka berdua lalu datang menghampiri.


"Permisi ada yang bisa saya bantu?" Tanya Kanae Yamamoto seorang wanita berusia 35 tahun cucu dari Sumiko Yamamoto.


Melihat kehadiran seorang wanita cantik Jepang yang menyapanya, Nathan untuk sejenak tertegun sebelum kembali sadar.


"Maaf, bisakah saya bertemu dengan Nyonya Sumiko? Saya memiliki kepentingan dengannya dan ingin berbicara..." Ucap Nathan sambil tersenyum hangat.


Kanae awalnya sempat ragu untuk mengijinkan seorang pria asing menemui nenek nya, namun setelah melihat senyuman pria tersebut membuatnya tiba-tiba langsung luluh.


"Perkenalkan saya Kanae cucu dari Nyonya Sumiko. Bisakah saya tau nama Anda, tuan?" Kata Kanae dengan sopan sambil tersenyum lembut.


Nathan mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Kanae. "Nathan... Senang bertemu denganmu, Nona Kanae..."


Setelah berkenalan, Kanae kemudian mengajak Nathan masuk ke dalam rumah untuk menemui nenek nya yang kini sudah berusia 100 tahun lebih.


"Aku baru tau, ternyata wanita Jepang aslinya sangat cantik..." Bisik Nathan kepada Hirota yang berjalan berdampingan dengannya.


"Mohon maaf tuan, tetapi lebih baik Anda kembali fokus dan mengingat tujuan kita datang kesini..." Balas Hirota tanpa ekspresi.


"Ada apa dengan wajah kusutmu itu Hirota? Apa kamu cemburu karena tidak diajak berkenalan?" Tanya Nathan sambil tertawa.


Merasa di ejek oleh Nathan, Hirota memilih untuk diam. Ia sebenarnya tidak tau apa yang ada di pikiran tuannya tersebut, padahal sudah memiliki istri secantik Emilia.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di depan pintu sebuah ruangan yang tertutup. Kanae kemudian mengetuk pintu ruangan tersebut.


"Nenek, ada seseorang dari Tokyo yang ingin bertemu denganmu..." Ucap Kanae dengan suara yang lembut dan sopan kepada nenek nya.


"Ya, biarkan mereka masuk kedalam..." Balas Sumiko Yamamoto.

__ADS_1


Setelah mendapatkan ijin, Kanae kemudian menyuruh Nathan masuk ke dalam sementara dirinya akan menunggu diluar ruangan bersama Hirota.


Begitu masuk kedalam Nathan dapat melihat foto keluarga dan barang-barang peninggalan masa perang Dunia II. Di dalam ruangan tersebut juga Nathan melihat seorang wanita tua yang tengah duduk sambil mengelap sebuah pedang Katana tajam.


"Duduklah, kamu siapa anak muda?" Tanya Sumiko Yamamoto tanpa menoleh ke belakang dan masih memilih untuk mengelap pedang milik peninggalan kakaknya yang tewas saat perang.


Nathan duduk dan berkata, "Perkenalkan saya Nathan, Nyonya Sumiko. Maaf sudah mengganggu waktu Anda..." Balas Nathan dengan sopan.


"Nathan? Ada perlu apa kamu datang untuk menemuiku, anak muda?" Ucap Sumiko yang heran sebab tidak kenal dengan anak bernama Nathan sebelumnya.


"Ini tentang mendiang Ayahmu, Isoroku Yamamoto..." Balas Nathan yang seketika membuat Sumiko berhenti mengelap pedangnya.


Mendengar Nathan menyebut mendiang ayahnya, Sumiko kemudian berbalik dan melihat kalau orang yang mengajaknya berbicara adalah seorang pemuda tampan.


"Apa kamu ingin aku menceritakan kisah orang tuaku sama seperti orang-orang yang datang kemari?" Tanya Sumiko dengan raut wajah tidak suka kalau harus bercerita untuk kesekian kalinya.


Nathan menggelengkan dan mengeluarkan sebuah bola kecil dari balik jasnya. Pemuda itu kemudian menaruh bola tersebut di lantai.


Lampu yang menerangi ruangan tersebut seketika padam. Dari bola kecil milik Nathan tadi kemudian mengeluarkan sebuah proyeksi 4 Dimensi yang menampilkan kejadian disaat Nathan bertemu dengan Yamamoto paska sedang sekarat.


Melihat wajah ayahnya yang sudah sangat lama tidak ia lihat seketika membuat air mata keluar dari pelupuk Sumiko. Wanita paruh baya tersebut tampak tidak kuasa saat melihat penampakan ayahnya yang sedang terluka dan hanya bisa bersanda di sebuah pohon besar.


"Anda akan segera mengerti setelah melihat semuanya..." Balas Nathan singkat.


Proyeksi tersebut kemudian menampilkan kehadiran Nathan, Harry, Kevin, dan Robby yang berada di dekat Yamamoto.


Sumiko yang melihat kehadiran Nathan didalam proyeksi tersebut menjadi terkejut sekaligus heran. Tetapi ia tidak langsung bertanya dan menyaksikan setiap kejadian sebelum ayahnya tewas dengan menembak kepalanya sendiri.


Proyeksi 4 dimensi kemudian berakhir dan lampu di ruangan tersebut kembali menyala. Nathan hanya bisa terdiam saat menyaksikan wanita lanjut usia tersebut tengah menangis setelah melihat semua kejadian dimasa lalu.


Untuk beberapa saat Sumiko menitikan air matanya sebelum akhirnya berhenti. "Apa orang itu kau? Bagaimana kamu bisa ada di sana?" Tanya Sumiko yang percaya kalau rekaman tadi sungguh-sungguh terjadi.


"Iya Nyonya, saya adalah pemuda yang ada di dalam rekaman tadi. Untuk bagaimana saya ada di sana, saya minta maaf tidak dapat memberitahu Anda..." Balas Nathan sambil menundukkan sedikit kepalanya.


"Jangan membungkuk seperti itu Tuan Nathan. Saya tidak mempermasalahkan jika Anda tak ingin menceritakan nya..." Ucap Sumiko sambil tersenyum dan tampak tidak menyimpan dendam kepada Nathan setelah apa yang sudah terjadi.


Nathan tersenyum canggung dan memberikan sebuah belati peninggalan Yamamoto kepada Sumiko yang sudah dijanjikan dulu.

__ADS_1


Dengan tangan bergetar Sumiko menerima belati yang diberikan oleh Nathan. Seperti sudah sangat paham dengan belati tersebut, Sumiko kemudian mengambil sebuah surat rahasia yang disembunyikan dalam belati.


Secarik kertas dengan tulisan ciri khas dari Isoroku Yamamoto kemudian dibaca oleh Sumiko. Dalam surat tersebut Yamamoto mengungkapkan rasa rindunya kepada istri dan anak-anaknya.


Yamamoto juga menulis bahwa ia merasa hidupnya tidak lama lagi. Pria tersebut juga mengatakan tentang keberadaan seorang pemuda yang benar-benar membuatnya cukup terkejut karena mengetahui rahasia kerajaan, yang tidak lain adalah Nathan.


Setelah membaca surat tersebut Sumiko langsung menyimpan nya kembali dan meletakkan belati itu didekat guci berisi sebagian abu jenazah Yamamoto.


"Saya sebagai perwakilan keluarga mengucapkan terimakasih sedalam-dalamnya, karena sudah memberikan kematian yang terhormat untuk mendiang ayah saya..." Ucap Sumiko sambil membungkukan tubuhnya.


Dengan cepat Nathan mencegah Sumiko membungkuk kearahnya karena tidak suka diperlakukan seperti itu, yang akhirnya membuat Sumiko tidak jadi membungkuk.


Nathan kemudian mengeluarkan surat cek Bank dan menyodorkan nya kepada Sumiko. "Mohon di isi nominal yang Anda inginkan Nyonya Sumiko. Ini adalah janji yang harus saya tepati kepada mendiang orang tua Anda, untuk membagi sebagian harta masa itu..."


Melihat surat cek Bank tersebut, dengan cepat Sumiko menolaknya. "Maaf Tuan Nathan, tetapi saya harus menolak tawaran dari Anda..."


"Kenapa menolak? Tidak bisa, saya sudah berjanji untuk membagi hasilnya..." Ucap Nathan yang bersikukuh.


Tetapi sekeras apapun Nathan menyuruh Sumiko untuk mengisi nominal di cek Bank yang ia berikan, pada akhirnya Sumiko tidak mau menerimanya.


"Saya benar-benar harus menolak nya, kami benar-benar tidak kekurangan uang sepeser pun, Tuan Nathan..." Ucap Sumiko.


"Lalu bagaimana saya harus menepati janji, Nyonya Sumiko?" Tanya Nathan.


Sumiko kemudian tersenyum tipis dan membuat sudut bibir Nathan berkedut karena tahu apa yang akan diminta oleh wanita lanjut usia tersebut.


"Kamu sudah bertemu dengan cucuku Kanae bukan sebelumnya? Menurut mu dia bagaimana?" Tanya Sumiko.


"Y-Ya dia cantik dan..." Balas Nathan yang tidak bisa menyelesaikan perkataan nya karena sangat tak bagus jika di katakan.


"Dan menggoda buka? Aku sudah tau... Wanita di keluarga kami selalu memiliki tubuh yang menggoda bagi para pria. Tenang saja dia bisa melakukan pekerjaan rumah tangga dengan baik dan memiliki sifat yang ke ibuan..." Ucap Sumiko sambil meminum teh dengan santai.


Nathan tertawa canggung dan menggaruk pipinya karena tak menyangka jika harus menghadapi situasi semacam ini.


"Bagaimana jika saya membawanya pergi nanti, siapa yang akan merawat Anda dirumah. Sepertinya kalian hanya tinggal berdua saja..." Ucap Nathan yang secara tidak langsung menolak permintaan Sumiko.


"Jangan khawatir, kami tidak tinggal berdua. Orang tua gadis itu juga tinggal disini dan sedang pergi keluar. Sebentar lagi juga akan kembali..." Balas Sumiko.

__ADS_1


"Maaf Nyonya Sumiko, tetapi saya bukan pria yang baik untuk cucu Anda. Saya sudah memiliki seorang istri dan tiga kekasih..." Kata Nathan.


"Lalu? Apa salahnya jika tambah satu... Dimasa depan kamu pasti memiliki banyak keturunan dan itu sangat akan sangat bagus. Jangan menolaknya, anggap saja untuk membayar janjimu dengan ayahku. Aku akan membicarakan ini dengan putraku dan istrinya nanti..." Balas Sumiko yang langsung membuat Nathan mati kutu.


__ADS_2