
Setibanya di restauran, Nathan yang ingin langsung pulang diajak oleh Alia untuk mampir sebentar dan karena melihat wajah memelas dari wanita tersebut, Nathan terpaksa mengikuti nya.
Suasana di restauran tampak sudah sepi pengunjung mengingat hari kini sudah menjelang petang dan hanya ada beberapa orang saja yang datang kesana.
Begitu masuk kedalam hal pertama yang Nathan rasakan adalah perasaan terancam dan ia merasakan jika tengkuknya terasa dingin.
"Tunggu sebentar aku akan kebelakang untuk mengambilkan minum dan memberikan barang belanjaan yang diminta oleh ayahku..." Ucap Alia.
Nathan mengangguk dan kemudian duduk di salah satu bangku yang berada disisi ruangan. Ia kemudian membuka ponselnya sambil menunggu Alia.
Pemberitahuan dari Echelon yang sudah cukup lama Nathan tunggu akhirnya muncul dan membuat rasa penasaran pria tersebut semakin besar.
"Tuan, identifikasi DNA yang Anda minta sudah selesai dan telah saya kirimkan ke perangkat ponsel milik tuan..." Ucap Echelon.
Raut wajah Nathan terlihat waspada akan hal yang berada disekitarnya, dengan tergesa-gesa ia kemudian berjalan menuju toilet dan mengunci pintu salah satu biliknya.
Setelah memastikan bahwa tidak ada orang ditoilet pria, Nathan lalu mengeluarkan ponsel nya dan melihat fakta-fakta mengejutkan tentang orang yang sebelumnya ia coba selidiki.
Foto mengenai Alia dan identitas sebenarnya dari wanita cantik tersebut berhasil Nathan dapatkan dan beberapa catatan gelap milik Alia kini bisa Nathan lihat dengan jelas.
Tak hanya Alia saja yang Nathan selidiki melainkan Pak Danang juga. Data yang Nathan dapatkan terlalu banyak hingga membuatnya tahu setiap detail jejak kehidupan ayah dan anak tersebut.
Satu kata yang ada didalam pikiran Nathan saat ini yaitu 'Sial' karena tanpa ia sadari selama ini dia berada dikandang beruang Siberia.
"Kenapa aku tidak tahu lebih awal, sial bagaimana jika orang tua itu tahu kalau aku sudah meniduri putrinya dan mengambil mahkotanya!?" Gumam Nathan sambil mengutuk dirinya sendiri.
Merasa sudah terlalu lama didalam kamar mandi, Nathan memutuskan untuk keluar dan duduk kembali ke tempat duduk yang ia gunakan sebelumnya.
Perasaan Nathan kini menjadi gelisah dan hal ini terlihat dengan bagaimana ia mengetukkan jari telunjuknya berulangkali dimeja.
Orang yang saat ini tidak ingin Nathan temui tiba-tiba datang menghampiri nya dan langsung duduk dihadapannya. Dia adalah Pak Danang.
__ADS_1
Nathan yang melihat cara menatap Pak Danang kepadanya sangat tajam berusaha menahan rasa takutnya dan mencoba bersikap seperti biasanya.
"Apa yang kamu dan putriku lakukan sampai baru kembali saat hari sudah menjelang petang padahal aku hanya menyuruh untuk membeli dua barang saja?" Tanya Pak Danang sambil menyesap rokok milik nya.
Tatapan mata Nathan menjadi gusar saat melihat rokok yang sedang dihisap oleh Pak Danang dan ia mengetahui jika harganya cukup mahal untuk sebuah rokok.
Cohiba Esplendido sebuah Cerutu termahal didunia yang merupakan merek dagang asal Kuba. Harga satu kotaknya mencapai 9 Juta rupiah. Dalam satu kotak cerutu ini berisikan 25 cerutu.
Penampilan Pak Danang meski masih memakai celemek memeasak dan pakaian koki tetapi masih menunjukkan sisi dirinya yang sebenarnya.
"Tadi kami bermain sebentar disana dan tidak sadar kalau hari sudah menjelang petang..." Balas Nathan dengan sikap yang biasa-biasa saja.
Pak Danang meniupkan asapa dari mulutnya dan mengangguk, tapi tak lama kemudian Alia datang sambil membawakan minuman untuk Nathan.
"Kenapa ayah ada disini dan tidak lanjut memasak?" Tanya Alia dengan raut wajah kebingungan apalagi saat melihat ayahnya yang merokok padahal dia membuat peraturan yang melarang orang merokok didalam restauran.
Hembusan asap dari cerutu berkualitas tinggi kembali Pak Danang tiupkan kelangit-langit dan ia kemudian berkata, "Tidak ada orang yang memesan makanan lagi, lebih baik kamu memasak sesuatu sementara ayah akan berbicara sebentar dengan Nathan..."
"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan denganku, paman?" Tanya Nathan sambil meletakkan minuman yang baru saja dia minum kemeja.
Pak Danang meletakkan cerutu nya di asbak dan menyangga dagunya dengan kedua tangan sambil menatap lurus kearah Nathan.
"Sudah seberapa jauh hubunganmu dengan putriku?" Tanya Pak Danang yang langsung keinti pembicaraan.
Nathan tidak mengatakan sepatah katapun dan hanya memperagakan gerakan jari telunjuk masuk kedalam dua jari yang berbentuk lubang kepada Pak Danang.
Urat didahi Pak Danang langsung mencuat dan ia berusaha menahan emosi nya saat mengetahui bahwa putri kecilnya sudah dirusak oleh pemuda di hadapan nya.
"Nathan, apa kamu tahu konsekuensi yang bakal terjadi kepadamu?" Pak Danang kembali menekankan pertanyaannya.
Dengan santai meski sebenarnya gugup Nathan mengangguk dan berkata, "Ya, aku siap dengan semua konsekuensinya. Tapi sebelum itu aku ingin membuat kesepakatan denganmu, Tuan Ivan Cyzarine..."
__ADS_1
Mendengar nama aslinya disebut oleh Nathan, Pak Danang atau yang sebenarnya Tuan Ivan Cyzarine terkejut dan segera tersenyum tipis.
"Alex, tutup restauran nya sekarang juga dan usir saja para pelanggan!" Perintah Ivan Cyzarine kepada salah satu Karyawan atau lebih tepat anak buahnya.
Tanpa banyak bertanya Alex dan para rekan nya segera mengusir para pelanggan restauran meski banyak orang yang protes namun mereka tetap melakukannya.
Restauran kemudian segera ditutup dan memastikan orang diluar tidak dapat melihat kejadian yang ada didalam.
"Bagaimana kamu mengetahui nama asli ku, dan apa kamu sudah tahu semua tentangku?" Ivan bertanya sambil meletakkan sebuah pistol diatas meja.
Melihat pistol yang dikeluarkan oleh Ivan diatas meja, Nathan berusaha untuk tenang dan tetap percaya diri seolah menunjukkan bahwa dirinya tidak tertekan sama sekali oleh Ivan.
Nathan kemudian memberikan ponselnya kepada Ivan dimana data semua hal tentang pria tersebut dan putrinya ada didalamnya.
Saat Ivan mulai membaca hasil identifikasi yang dilakukan oleh Nathan, pemuda itupun mulai mengatakan hal apa saja yang sudah ia ketahui.
"Ivan Cyzarine seorang pengusaha pertambangan yang memfokuskan pada penggalian berlian terbesar asal Rusia, dan juga merupakan seorang ketua Mafia King Tiger. Memiliki seorang putri bernama Alicia Cyzarine dan memiliki 5000 pengikut lebih..." Ucap Nathan lalu menyesap minuman nya.
"Apa aku perlu menjelaskan hal lainnya?" Sambung Nathan sambil tersenyum kearah Ivan.
Anak buah Ivan segera menodongkan senjata api kearah Nathan begitu mendengar semua informasi rahasia yang dikatakan oleh pemuda tersebut.
Ivan yang melihatnya kemudian segera menyuruh para anak buahnya untuk berhenti menodongkan senjata kepada Nathan dan tertawa sejenak.
"Tak kusangka seseorang kini sudah mengetahui identitas asliku, bahkan para kolega ku tidak tahu mengenai informasi sedalam itu tentangku..." Ucap Ivan sambil tertawa.
Ivan Cyzarine lantas melepaskan topeng wajah yang selama ini ia gunakan dan menampilkan rupa aslinya sebagai seorang Mafia besar asal Rusia.
Hal ini sontak membuat Nathan terkejut dan tidak menyangka bahwa selama ini wajah pria tersebut hanyalah sebuah topeng yang digunakan untuk menyamar.
Rambut klimis yang disisir kebelakang, janggut dan kumis tipis serta paras yang menunjukkan sosok ketampanan pria eropa terpampang jelas pada diri Ivan Cyzarine.
__ADS_1