
"Mika! Bukankah aku sudah pernah bilang untuk jangan berjualan di sini? Dasar gadis bisu! Tidak tahu diri!" Belum hilang rasa sakit yang ada di lengannya, dari arah belakang ada sebuah tangan yang menarik kasar rambut sepunggungnya, hingga membuat dia tersungkur, dan terduduk di pasir putih pantai Kuta.
Mika yang merasakan sakit tanpa sadar membuka mulut untuk mengeluarkan rintihan, tapi nihil. Hanya hening yang terdengar, dan gadis itu langsung menutup mulutnya untuk menyembunyikan fakta kalau dia bisu.
Bugh!
"Bukannya kami sudah katakan ke lo untuk jangan jualan disini bodoh! Lo itu bisu! Bukannya tuli hingga nggk denger yang kami katakan kemarin bodoh!" Setelah menendang paha Mika, Rina langsung mengumpat gadis malang yang saat ini menahan sakit di area kepala, lengan, dan paha.
Mika hanya mampu mengeluarkan air mata. Tangan kanannya masih setia membekap mulutnya, tapi tangan kirinya sudah berada di pahanya yang tadi ditendang.
"Pergi enggak lo!" Mika tidak bergeming, masih setia dengan duduknya, dan air matanya semakin deras keluar.
__ADS_1
"Kurang ajar! Pergi nggk lo bis-" Rina yang hendak melayangkan pukulan untuk Mika, langsung dihentikan paksa oleh lengan kecoklatan milik pak pramuwisata.
Pak pramuwisata itu langsung menghempas tangan Rina, dan otomatis tubuhnya juga ikut sedikit mundur ke belakang, "kembe jak? (Ada apa?)," tanya pak pramuwisata itu dengan bahasa daerah Lombok.
Rina yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecut, "ye bait langananku bejual (dia ambil tempat aku jualan)," jawab Rina ketus dengan ikut berbahasa Lombok.
"Mikir! Taok bi arak dengan rame. Gerah ne doang taok dengan bedagang? Gitak ye maseh luas taok bi jak pade bedagang, endek ape lek te doang (Miki! Kamu tahu banyak orang. Masak di sini aja temapat orang jualan? Lihat, masih luas tempat ini, dan bukan disini saja)," sembur pak pramuniaga itu, dan membuat sepasang wisatawan asing, Kavin, Agrel, dan Zaly tidak mengerti.
Bugh!
Satu tendangan bersarang di pipi gadis itu, membuat Mika berbaring miring dengan semakin menangis terisak, tapi tanpa suara.
__ADS_1
"Lihat pembalasan gue," ancam Rina dan langsung berlari, karena tahu kalau setelah ini keamanan akan datang mencarinya.
Sementara itu, keenam orang yang ada di sana langsung membulatkan mata terkejut. Mika yang mendengar ancaman itu segera bangkit dari jatuh dalam posisi tidurnya. Tidak lupa gadis malang itu memunguti pernak-perniknya yang berjatuhan, dan masih di dalam posisi terduduk. Dia terlihat menggambar sesuatu di beberapa lembar kertas.
Setelah gambarannya selesai. Gadis itu berdiri, air mata masih deras keluar begitu juga punggungnya yang semakin bergetar. Namun, gadis itu tak memikirkan hal itu, dia dengan cepat bergerak setengah menunduk seolah meminta maaf, dan baru setelah itu dia membagikan kertas-kertas yang di sana tergambar emoticon senyum.
Mereka berenam mengambil selembar kertas itu tanpa tahu maksud dari emoticon senyum yang tergambar disana, tapi berbeda dengan pramuwisata itu. Dia sudah kenal mengenal Mika sangat lama, dan pramuwisata itu sudah paham betul tentang anak gadis malang di depannya ini yang sekarang kembali menunduk.
Iya, mika kembali menundukkan badannya, dan langsung pergi dari tempat itu dengan masih meninggalkan kebingungan tentang kertas yang bergambar emoticon senyum itu.
T.B.C
__ADS_1
Vote, share, gift, like, dan komen pleas☺️