Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
66. Living together


__ADS_3

...Sahabat Paris— Mika and Kavin comeback😘...


...Yok siapa yang nunggu dua bucin ini?...


...Aku ada sesuatu buat kalian loh😘...


...wait yah!...




...Nah loh Kavin marah tuh😂😂😂. Tanggung jawab oi. Gara-gara kalian dia ngambek ke Mika....


...Yok follow Ig Mika and kawan-kawan. di Ig, "sahabatparis_gbpa" saya akan upload komentar kalian. Terlebih lagi kalian bakalan lihat ke uwuan si Kavin😘....


...Satu lagi, semua yang aku jadikan visual tidak ada sangkut pautnya dengan cerita ini. Aku hanya pakai mereka untuk halu aku aja. jadi, jangan bawa-bawa real life visual yah, love kalian sahabat paris 😘...


...***...


"Kau mengantuk?" tanya Kavin yang sedari tadi melihat Mika hanya menolehkan kepala ke arah kanan, dan itu membuat dia gedek. Pasalnya Mika tidak sama sekali melihat dirinya. Dia juga bingung harus dengan apa, dia membuat perhatian Mika tertuju padanya.


Dan bukan ke arah luar jalanan. Iya, sekarang Kavin dan Mika sudah berada di dalam mobil taksi. Mereka sudah beberapa menit yang lalu, meninggalkan rumah sakit.


Jika kalian mau tahu, tadi sempat ada drama antara Kavin dan juga Ridwan— perawat pria itu. Drama itu terjadi, karena Ridwan tidak sengaja membuat kaki Kavin yang di perban, menapak ke tanah.


Padahal Ridwan tahu itu hanya akting, tapi si Kavin yang penuh drama itu sok-sokan berteriak histeris, dan itu dia lakukan hanya untuk mendapatkan perhatian Mika. Entah kenapa sekarang, dia ingin sekali Mika memperhatikannya.


Dan baginya, perhatian Mika itu. Sudah menjadi candu. Walaupun dia tidak meminta itu terang-terangan, Karen rasa gengsi yang menyebalkan, "Gadis desa, aku bertanya. Apa kau mengantuk?" tanya ulang Kavin, dengan nada sinis, dan mata memicing.


Mika mengehal napas lelah, dan gadis ayu itu langsung menolehkan kepala. Melihat Kavin, yang sekarang berekspresi tidak suka kepadanya, 'ada apa lagi sih Kavin? Aku tidak mau terlalu memperhatikanmu, karena jantungku akan berdetak sangat cepat. Aku takut akan terkena serangan jantung nanti,' batin Mika, dan gadis ayu itu mulai bergerak, membuat Isyarat tangan.


"Aku tidak mengantuk Kavin."

__ADS_1


"Tapi, aku ngantuk Mika. Kedua kakiku juga masih ngilu, gara-gara si perawat sialan itu," ujar Kavin membuat ekspresi lelah Mika menguap, dan terganti dengan ekspresi panik.


Mika dengan panik langsung bergerak menunduk, dan hendak memegang kaki Kavin yang sekarang, sedang selonjoran. Kenapa bisa begitu, karena tidak ada siapapun yang duduk di kursi penumpang bagian depan, sang pemilik taksi, yang juga merasa kasihan. Langsung menidurkan sandaran kursi penumpang bagian depan, agar Kavin dapat selonjoran.


"Jangan dipegang juga dong. Kau mau buat aku tidak sembuh-sembuh hah?" protes Kavin, dan itu berhasil menghentikan gerakan Mika.


Mika kembali menegakkan badannya, dan dia langsung bergerak membuat isyarat, "Apa benar-benar sakit, Kavin?" tanya Mika dengan ekspresi bak orang yang kesakitan juga.


Kavin tidak menjawab apapun, selain kepalanya yang mengangguk, dengan ekspresinya kesakitan yang sedang dia tunjukkan, dan itu terlihat sangat natural, "Aku ngantuk," Adu Kavin dengan menguap.


Pak sopir yang melihat itu, dari kaca spion yang tergantung di langit-langit mobil, berucap, "Jika Tuan ngantuk, Tuan bisa sedikit menurunkan sandaran kursi mobil itu, ag-"


"Diam lah jelek!" potong Kavin dengan nada tidak suka, "Biarpun aku menurunkan sandaran kursi ini, tetap saja punggungku nyeri. Mana sandarannya keras lagi," imbuh Kavin dengan nada protes.


Mika yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepala. Entah kenapa melihat sifat songong Kavin, membuat dia selalu terhibur. Mika bergerak menepuk pelan pipi pria yang beberapa hari terakhir ini, selalu membuat degup jantungnya tak normal.


"Apa?!" ketus Kavin, dan itu berhasil membuat terkekeh dengan kepala menggeleng, 'kenapa sikap pria kota seperti ini sih,' batin Mika tidak percaya.


Mika yang mendengar itu mulai melakukan isyrat tangan, "Jika Kavin ngantuk, dan tidak mau tidur dengan menyandarkan punggung. Sini, Kavin tidurin kepalanya di pundak aku saja. Itupun jika Kavin mau."


Melihat isyrat tangan itu, batin Kavin langsung bersorak-sorak girang. Pasalnya inilah yang dari tadi dia tunggu-tunggu.


Namun, kalian harus tahu. walaupun batinnya bersorak girang, tapi sekarang. Kavin masih memicingkan mata, melihat wajah gadis desa itu, dengan penuh rasa curiga.


"Kau kira aku akan senang jika kau berkata seperti itu? Tetapi, karena aku sedang mengantuk berat. Aku akan menuruti keinginanmu, yang mencoba untuk merebut hatiku. Satu lag-"


"Jangan harapkan aku berterima kasih, karena kau yang meminta itu semua." Mika melanjutkan perkataan Kavin dengan isyrat tangan.


Kavin yang melihat itu, mati-matian menggigit bibir dalamnya, agar tidak menyungging senyum, 'kau sangatlah manis, gadis desa,' batin Kavin, dan setelahnya. Dia langsung menidurkan sisi kepala bagian kananya di pundak Mika.


Dan sekarang, Mika sedang menahan degup jantungnya yang sangat berdetak cukup cepat, "Jantungmu sedang bergemuruh yah, Gadis desa?" tanya Kavin dengan senyum kecil yang terukir di wajahnya.


Mika yang mendengar itu, hanya bisa membuang pandangan ke arah luar, 'dasar pemalu. Itu terjadi bukan di jantungmu saja gadis desa. Jantungku juga sekarang seperti itu, tapi aku menikmatinya,' batin Kavin berucap dengan kedua sudut bibir, masih menyungging senyum.

__ADS_1


***


"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan, Nona," pamit sopir taksi itu, setalah dia membantu Kavin untuk keluar dari dalam mobil, dan itu sangatlah menyusahkan.


Aneh, padahal kakinya sudah sehat walafiat. Tetapi, kenapa dia sangat hobi menyusahkan orang-orang, hanya karena. Dia ingin mendapatkan perhatian Mika.


Mika yang melihat mobil taksi itu sudah pergi, mulai memandang Kavin, yang juga sedang melihatnya. Dia langsung bergerak melakukan isyrat, "Apa tuan masih menyewa di motel itu?"


Kavin hanya menganggukkan kepala, dan Mika kembali membuat isyrat tangan, "Kalau begitu saya akan mengantar Tuan terlebih dulu, agar Tuan bisa beristirahat."


"Kenapa kau harus mengantarku? Emang aku meminta kau mengantarku?" tanya Kavin, dan dia mulai menunjukkan ekspresi khas dirinya.


Mika yang mendengar itu langsung menundukkan kepala, dan tangan kanannya bergerak menggaruk tengkuknya, yang tidak gatal, "Kenapa kau selalu memperjelek dirimu?" ketus Kavin, yang sebanyak ingin mengatakan, 'kenapa kamu selalu terlihat sangat imut,' tapi itu, tidak mampu keluar dari mulutnya.


Mika yang mendengar itu mengangkat kepalanya, dan langsung melakukan isyrat tangan, "Kalau Kavin tidak mau diantar, baiklah. Kalau begitu, aku permisi dulu."


Mika hendak bergerak memutar tubuhnya, tapi suara songong Kavin menghentikan hal itu, "Kau mau kemana? Bukankah rumah butut kau itu sudah kebakaran?" Mika memejamkan mata, dan kedua tangannya terkepal. Iya, dia sudah tahu tempat tinggalnya terbakar, tapi kenapa pria kota di depannya ini selalu menghina.


"Cepat dorong aku. Karena aku baik, dan sesuai perjanjian kita. Kau akan aku tampung di motelku," ujar ketus Kavin, tapi percayalah kalau pria itu, sedang bersorak girang di dalam hati. Terlebih lagi, saat melihat ekspresi terkejut Mika saat ini.


"Mulai hari ini, hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Kita akan tinggal bersama," imbuh Kavin, dan itu semakin membuat Mika melongo.


...T.B.C...


...Gimana part ini say?...


...Yok komen yang keren-keren. Siapa tahu, komentar kalian akan aku post di Ig, "sahabatparis_gbph"...


...Satu lagi, Ayok dong follow Ig Mika and Kawan-kawan. Nama instagramnya itu gampang banget. ketik aja 👉 sahabatparis_gbph. Pasti akan muncul...


...See you next part all!...


...Kasih hadiah yang banyak buat double update!...

__ADS_1


__ADS_2