Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
part 13. Bingung.


__ADS_3

Agler masih setia bersembunyi di balik pohon kelapa, walau dia tahu seluruh tubuhnya yang besar, tidak mampu untuk di sembunyikan oleh batang pohon kelapa yang ramping itu. Matanya masih setia menatap gadis ayu dengan tubuh bergetar yang sedang duduk di atas batu karang.


Pandangan mata Agler, masih setia menatap Mika yang bisa dia tebak saat ini gadis itu masih menangis. Agler mulai keluar dari persembunyiannya, dan mulai mengayunkan langkah untuk mendekati batu karang yang di mana ada Mika yang sedang duduk di atasnya.


Pria yang usianya hampir sama dengan Kavin itu, menghentikan langkahnya setelah berada di belakang batu karang, atau bisa di katakan sekarang Agler sedang berdiri, dan menatap punggung Mika yang masih saja bergetar, tapi tidak ada suara isakan yang keluar dari mulut gadis itu.


"Khem!" ujar Agler berdeham, membuat Mika tersentak kaget, dan langsung menolehkan kepala ke belakang.


Tepat setelah itu. Pandangan mata Agler langsung di sambut oleh mata sembab dari Mika, pipi yang sudah terlihat membiru, dan satu lengan gadis itu memerah.


"Hai nona— apa aku boleh bergabung dengan anda?" Mika bergerak menghapus jejak-jejak air matanya, dan langsung menggelengkan kepala bertanda kalau dia tidak mengizinkan.

__ADS_1


Agler yang melihat gelengan itu bukannya melangkah pergi, melainkan pria tampan berusia 27 tahun itu naik ke atas batu karang yang sedikit tinggi itu, dan langsung memposisikan dirinya untuk duduk di sebelah Mika.


Sementara Mika yang ditemani seperti ini merasa aneh, dan hendak bangkit dari duduknya, tapi tangan besar Agler langsung menahan lengannya, membuat dia kembali duduk, "Lihat— tempat ini indah bukan?" celetuk Agler dengan tatapan mata lurus ke depan menatap luasnya bentangan samudra.


"Nona— anda sangat pandai memilih tempat untuk menenagkan diri," puji Agler sembari menolehkan kepala melihat ke arah Mika.


Merasa di lihat, gadis ayu itu ikut menoleh ke arah samping, di mana, di sana tempat Agler duduk. Kedua mata mereka bertautan, dan membuat mereka berdua terdiam mematung dengan masih saling menatap satu sama lain.


Melihat itu Agler seolah tersihir, tanpa sadar pria itu menggerakkan tangannya untuk menyingkap rambut hitam Mika yang menutupi wajah ayunya, "Anda tidak apa-apa?' tanya Agler yang sudah terbangun dari keterdiaman'nya, membuat Mika tersentak, dan langsung mengangguk.


"Apa Anda masih mengingat saya nona?" tanya Agrel, dan gadis itu terpaksa kembali menolehkan kepala untuk melihat Agrel. Padahal baru saja dia membuang pandangan ke depan untuk menghilangkan rasa gugup, karena duduk dengan seseorang untuk pertama kalinya.

__ADS_1


"Saya bertanya Nona, apa anda masih mengingat saya?" Mika hanya menganggukkan kepala untuk menjawab, karena hanya itu yang bisa gadis ayu itu lakukan.


"Ohh iya— tadi pagi saya bertanya tentang nama anda Nona. Apa anda bisa memberitahukan nama anda?" tanya Agrel. Seketika Mika langsung menundukkan kepala, dan gadis itu langsung diserang kebingungan. Bingung bagaimana cara dia untuk memberi tahukan namanya.


'bodoh— keluarlah kau suara bodoh!' batin Mika mengumpati kondisinya yang mempunyai mulut, tapi sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara.


T.B.C


Vote, share, gift, like, dan komen pleas☺️


satu lagi, kalian mau pakai visual nggk? Biar nanti bisa aku kasih visual versiku😋

__ADS_1


__ADS_2