Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
117. Apa Kamu Hamil?


__ADS_3

...Rindu Kavin?...


...Aku sih rindu pakai banget terus dipakai gula Jawa pokoknya komplit deh....


...Udah berapa hari aku enggak bisa tengok cerita ini dan saya mohon maaf kepada kalian yang menunggu, okeh....


...Selamat membaca yah....


***


"Langsung aja bawa baju ganti, biar setelah pulang dari kantor. Kita langsung ke rumah, Papa." Kavin berucap sembari mengepal nasi yang sudah dia campur dengan sambel menggunakan tangannya.


Mika yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya sembari bergerak membuka mulutnya. tidak lebar dan tidak juga kecil.


Kavin yang sudah melihat itu, langsung mengarahkan tangannya untuk memasukkan nasi yang sudah dia kepal di jemari kanannya ke dalam mulut Mika, "Makan yang banyak. Akhir-akhir ini kamu sering males makan. Giaman kalau nanti sakit?" ujar Kavin sembari bergerak menyuapi nasi yang dia ambil dari piring yang sama.


Sekarang pasangan suami istri muda itu tengah sarapan bersama dalam satu piring yang sama dan satu suapan yang sama juga. Yaitu, dari tangan Kavin.


Setelah menikah, Kavin sudah mulai jarang menggunakan sendok dan garpu sebagai alat makannya. Mungkin dia akan menggunakannya saat tengah meeting dengan kolega bisnisnya di sebuah restoran.


Namun, jika seperti ini. Dia lebih baik menggunakan tangan, "Apa kamu mau bawa Miranda lagi ke kantor?" tanya Kavin sembari menyuapi istrinya lagi.

__ADS_1


Mika yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya sembari menerima suapan dari tangan sang suami, "Suka sama Miranda yah?" tanya Kavin. Mika yang masih mengunyah hanya bisa menunjukkan senyum sembari menaikkan dua tangannya untuk melakukan gerakan isyrat.


"Abisnya dia itu lucu, Mas. Bulu-bulunya itu loh lembut banget. Makanya aku jadi suka."


Kavin yang melihat itu hanya terkekeh. Dia bergerak berdiri dari kursinya sembari membawa serta piring yang tadi dia gunakan.


"Kalau kamu suka, bawa aja. Lagian Miranda sepertinya juga suka, kamu." Kavin berucap sembari berjalan ke dapur.


Pria itu tepat berhenti di wastafel. Dia menghidupkan keran, mengambil spons, dan mulai menggosok piring yang tadi dia dan Mika gunakan untuk makan.


Sedangkan Mika yang mendengar penuturan Kavin langsung berdiri dengan mengulas senyum. Dia bergerak, mengambil beberapa piring yang masih tersedia beberapa lauk di atasnya, membawanya ke dapur, dan langsung menyimpang di dalam.kulkas.


Mika mengayunkan satu langkah lebar hingga sekarang, dia sudah berdiri di sebelah suaminya.


"Ditanya ada apa malah gitu. Kamu kenapa sih?" tanya kembali Kavin sembari mematikan keran air dan menaruh piring basah itu di sebuah rak yang ada di atas.


"Kenapa hem?" tanya Kavin sembari kedua tangan sudah berada di pinggang sang istri, "sekarang mau apa lagi? Kemarin kamu minta aku jadi kuda, tengah malam kamu minta aku cariin mangga, dan sekarang apa lagi?" imbuh Kavin dan itu membuat Mika menggigit bibir bawahnya.


Mika dengan takut-takut mengangkat kedua tangannya untuk membuat isyrat, "Aku pengen es krim mangga." Mika langsung membenamkan wajahnya di dada sang suami yang sudah terbungkus kemeja putih.


Sedangkan Kavin yang melihat isyarat tangan itu hanya melongo, "Sekarang?" cicit Kavin, dan Mika menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Enggak ahh. kamu ada-ada aja loh." Kavin menolak dengan nada yang benar-benar terdengar tidak mengizinkan.


Mika yang mendengar itu mendongak dengan mata berkaca-kaca, "Masih pagi loh. masih jam tujuh dan kamu mau makan es krim?" Mika mengangguk dengan tatapan mata berkaca-kaca.


Kavin yang benar-benar tidak suka melihat tatapan itu mengembalikan napas dan dengan terpaksa. Dia menganggukkan kepalanya membuat Mika tersenyum senang.


wanita yang sudah berstatus istri dari Alfarizi Kavindra itu, bergerak melakukan isyrat tangan lagi, "Di mall itu lagi yah."


Kavin hanya berdahem sebagai jawaban. Mika yang mendengar itu langsung memeluk sang suami, "Aku juga cinta kamu. malahan cinta banget." imbuh Kavin menjawab ungkapan cinta lewat pelukan yang Mika lakukan.


Kavin mencoba tersenyum dan kedua tangannya bergerak membalas pelukan sang istri, "Aku bahagia jika melihatmu seperti ini, sayang," ujarnya dan dia bergerak mengecup pucuk kepala Mika.


Sepasang suami istri itu larut dalam keromantisan yang mereka buat, "Sayang ...." Kavin memanggil Mika dengan nada terkejut, membuat suasana menenangkan itu menguap.


Mika yang dipanggil hanya bisa mendongak menatap raut wajah Kavin yang menelisik, "Apa kamu hamil?" tanya Kavin dan itu berhasil membuat Mika membulatkan mata terkejut.


"Iya, pasti kamu hamil sayang. Akhir-akhir ini kamu sering muntah-muntah pagi, dan menginginkan hal yang tidak-tidak. Jadi, pasti kamu saat ini sedang hamil." Kavin mengeluarkan asumsinya dengan nada bicara begitu percaya.


...T.B.C...


...Done untuk hari ini. Vote dong, dan kasih gift atau tips juga....

__ADS_1


...See you. ...


__ADS_2