Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
Part 20. Mengantar Pulang.


__ADS_3

...Gays sebenernya kemarin aku udah niat mau up, tapi kendala rasa kantuk melanda, membuatku hanyut ke dalam sebuah ilusi mimpi. Jadi, aku mohon maaf buanget ya!...


...Lagi yok, spam komen jika mau double up, atau capai 20 like. Bisa nggk 20 like? Bisa lah, kalau kalian bantu share, dan perkenalkan ini ke temen...


...***...


Bulan masih setia bersinar terang di malam yang perlahan mulai bertambah larut. Tetapi, itu tidak menghentikan langkah dari dua pasang manusia yang saat ini masih setia mengayunkan kaki mereka untuk berjalan ke sesuatu tempat, yang tidak lain dan tidak bukan iyalah. Gubuk peyot milik Mika.


Iya, kedua orang itu adalah Mika dan juga Kavin. Seperti yang Kavin katakan beberapa menit yang lalu, kalau dia akan mengantar Mika pulang, dan ternyata. Kavin benar-benar menepati perkataanya itu. Padahal Mika sudah mengatakan tidak perlu, tapi Kavin yang memiliki sifat yang tak bisa dibantah, bersikukuh. Bahkan pemuda itu memaksa Mika, membuat gadis itu menyerah, dan memberikan Kavin melakukan apapun.


"Aku mengantar kau, bukan karena aku menghawatirkan kau. Tetapi, aku mengantar kau pulang, karena aku takut terjadi sesuatu pada kau," ucap Kavin, dan itu sudah kesekian kalinya Mika dengar, dan gadis itu Bernai menebak kata selanjutnya yang akan Kavin keluarkan.


'ingat— aku tidak menghawatirkan kau,' tebak Mika dalam hati.


"Ingat— aku tidak menghawatirkan kau," imbuh Kavin, dan itu membuat Mika menyungging senyum karena berhasil menebak kata-kata yang dikeluarkan Kavin.


"Hai— kenapa kau tersenyum? Kau mengejekku yah gadis desa?" tuduh Kavin saat matanya tadi tak sengaja melihat senyum yang tersungging di wajah Mika.


Mendengar tuduhan yang keluar dari mulut pria kota itu, Mika seolah menulikan diri, dan memilih untuk mempercepat jalannya, "Hai gadis desa! Kau berani sekali mengacuhkanku seperti itu," sungut Kavin, dan pria kota itu, ikut mempercepat langkahnya.

__ADS_1


Langkah mereka berdua semakin masuk ke dalam sebuah perkampungan yang ada di pesisir pantai Kuta itu. Saking cepatnya Kavin berjalan, dia sampai tidak menyadari kalau dia sudah memasuki sebuah kebun yang ditumbuhi banyak sekali pohon rambutan, dan mangga yang tumbuh sangat lebat. Bahkan saking lebatnya, kebun itu sampai di selimuti kegelapan, tanpa ada sedikitpun cahaya.


"Gadis desa— woi gadis desa! Kenapa kau membawaku masuk ke sini? K—kau tidak akan berbuat macam-macam denganku kan?" Mika masih tidak bergeming dengan racauan yang keluar dari dalam mulut Kavin. Sebenarnya dia ingin sekali menyahuti pria itu. Tetapi, kebisuannya membuat dia mengurungkan niat. Ingin memberi tahukannya lewat bahasa isyarat, Mika berpikir itu percuma saja, karena akan membuang-buang waktu.


Alhasil Mika membiarkan pria kota itu mengeluarkan racauan tidak jelasnya, hingga tepat di sebuah gubuk lusuh. Mika menghentikan langkah, dan sontak itu juga membuat Kavin berhenti, "Jangan kau berani berbuat macam-macam gadis desa," ujar Kavin dengan nada mengancam yang begitu kentara di wajah Kavin, walau suasana di dalam kebun itu masih terbilang cukup gelap.


'ya tuhan, kenapa ada orang seaneh ini yang masih kau biarkan hidup di dunia ini dengan kondisi menghawatirkan seperti itu. Bukankah seharusnya akulah yang harus merasa takut diapa-apain di sini?' batin Mika menggerutu, dan baru setelah itu dia menggerakkan tangan untuk membuat bahasa isyarat. Tetapi, tangannya malah tergantung di udara, karena tiba-tiba saja Kavin menggenggam pergelangannya itu.


"Tunggu sebentar," perintah Kavin, dan setelah itu dia bergerak meronggoh saku sweeter hitamnya, untuk mengeluarkan ponsel yang selalu senantiasa menemani dirinya jika ingin berbicara dengan Mika.


Kavin bergerak menghidupkan senter ponselnya, untuk dia gunakan sebagai penerang. Setelah itu, dia bergerak mengarahkan senter ponselnya menelisik ke penjuru kebun itu, dan tempat terakhir yang dia sorot adalah sebuah gubuk lusuh, "Lanjutkan," perintah Kavin yang sudah membuka Google, dan bersiap dengan kamus bahasa isyaratnya.


Kavin mengernyitkan dahinya, dan wajah pria itu seketika berubah dipenuhi amarah, "Masih mending aku mau mengantar kau pulang, dan kau tadi bilang itu tidak perlu? emang gadis desa sepertimu tidak tahu terima kasih," sembur Kavin, membuat Mika menaikkan satu alisnya.


Wanita itu hendak melakukan isyrat tangan lagi, tapi Kavin malah berjalan masuk ke dalam gubuk lusuh tempat tinggalnya, "Apa kau tinggal di tempat jelek ini?" cemooh Kavin sembari mengayunkan langkah masuk ke dalam gubuk gelap yang tidak memiliki satupun penerang. Beruntung ada senter ponselnya yang saat ini menyala, dan itu dapat membantu Kavin menelisik gubuk kecil dan lusuh itu.


"Kenapa ada manusia yang mau tinggal di tempat jelek seperti ini?" cemooh Kavin kembali, tanpa memfilter ucapannya setelah dia melihat gubuk yang hanya ada sebuah ranjang dengan kasur sobek, satu lemari kecil tanpa pintu yang dipenuhi banyak baju, dan sebuah tungku terbuat dari tumpukan batu bata yang di letakkan berbentuk segitiga.


Mika yang mendengar cemoohan dari Kavin hanya bisa berpura-pura tidak mendengarnya, walaupun hatinya sedikit tercubit, "Kenapa kau tidak mengontrak saja?" tanya Kavin sembari menoleh ke belakang, tapi dia tidak menemukan siapapun, karena Mika sudah sedari tadi berjalan untuk menghidupkan lilin berharga seribuan, untuk dia gunakan sebagai penerang.

__ADS_1


"Baiklah— sepertinya aku sudah cukup untuk malam ini. Kalau begitu aku pergi dulu, dan bersiap-siaplah untuk besok pagi, karena kita kau akan menemaniku berjalan-jalan mengelilingi pantai ini. Kau tidak perlu mempermasalahkan soal uang, karena aku akan membayar kau double," terang Kavin panjang lebar, dan membuat Mika masih menganga dengan lilin di tangannya.


"Jadi— sampai jumpa besok gadis desa."


......**T.B.C......


...Gimana part ini?...


...Mau double up? kalau mau, kalian hanya tinggal spam komen, dan capai like bab ini 20 dan bab sebelumnya 15. setelah itu, aku bakalan update lagi....


...Masa sih 20 like nggk bisa? Bisa lah yah, kalau kalian share dan promoin ini novel...


...Satu lagi, jangan. lupa Vote dan Gift yah!...


...Ada kata buat:...


...Mika?...


...atau...

__ADS_1


...Kavin**?...


__ADS_2