
...Aku update nih. Enggak nyangka kalian bisa capai target....
...Yok langsung aja kita ke cerita....
...****************...
Mika mencoba menajamkan indera pendengarannya, dan suara petikan gitar itu semakin terdengar jelas menyalami gendang telinganya.
Gadis ayu itu mulai mengedarkan pandangannya, untuk memindai apa ada orang selain dirinya di rumah ini. Tetapi, yang kedua matanya lihat hanya lah kekosongan.
'aku mungkin salah dengar. Mana mungkin ada yang main gitar di tengah kebun seperti ini,' batin Mika, dan dia tak lupa menggelengkan kepala untuk mengusir suara petikan gitar yang dia kira hanya halusinasi.
Mika bergerak bangkit dari duduknya dengan masih memeluk buku album foto yang tadi siang diberikan oleh Kavin. Mika menghela napas, dan dia menolehkan kepala ke arah pintu masuk rumahnya.
'kenapa waktu begitu lama berjalan. Kapan Kavin akan kembali?' batin Mika dengan menatap sendu pintu masuk rumahnya.
Mika lagi-lagi menghela napas, dan dengan langkah gontai. Gadis itu berjalan mendekat ke pintu kamarnya, tapi suara petikan gitar lagi-lagi menghentikan langkahnya.
Dia kembali mengedarkan pandangannya ke sepenjuru rumah, tapi Mika masih melihat kekosongan, 'berhentilah berhalusinasi mendengar suara petikan gitar Mik-'
batin Mika terhenti saat petikan gitar itu, mulai berubah menjadi sebuah genjrengan. Mika yang mulai di penuhi rasa penasaran. Langsung merubah arah langkah kakinya menuju ke pintu belakang rumahnya yang ada di dapur.
Dari celah-celah pintu. Mika bisa melihat sebuah cahaya terang. Dari warnanya. Mika bisa menebak, kalau cahaya itu berasal dari kobaran api. Mungkin di area belakang rumahnya, sekarang ada orang yang sedang membaksr kayu bakar, tapi siapa?
Mika yang sudah diselimuti pemasaran, kembali melanjutkan langkahnya. Dia menghentikan ayunan kakinya tepat di pintu keluar bagian belakang rumahnya.
Mika bergerak memutar kunci, agar pintu itu bisa terbuka. Setelah terdengar bunyi khas kunci terbuka, barulah Mika menggenggam ganggang pintu itu, dan dia mundur satu langkah.
cklek!
Pintu terbuka lebar, dan pandangan mata Mika langsung terkunci di kobaran api yang tercipta dari pembakaran kayu tepat berada di tengah-tengah halaman belakang rumahnya.
jreng! jreng! jreng!
Mika masih berdiri di ambang pintu, saat suara genjrengan gitar kembali ditangkap oleh gendang telinganya. tiba-tiba saja gadis itu memicingkan mata, saat dia mulai merasakan kehadiran seseorang yang berdiri di sisi lain taman. lebih tepatnya, di hadapan Mika.
Jreng! Jreng! Jreng!
Kepala Mika mulai bergerak mengikuti langkah seseorang yang saat ini sedang berjalan pelan mengitari api unggun, dan kedua tangannya tidak berhenti untuk memainkan gitar yang juga sedari tadi dia pegang.
jreng! jreng! jreng!
"Permisi Nona cantik. Maaf mengganggu Nona di jam malam seperti ini," tutur suara seorang pria yang sangat-sangat Mika kenal pemiliknya.
Perlahan pria itu mulua berjalan ke tengah-tengah api unggun, membuat wajahnya juga perlahan sedikit kelihatan di mata Mika.
Sedangkan Mika masih berdiri di ambang pintu. Tiba-tiba saja tubuhnya serasa membeku. Terlebih lagi saat dia mendengar jelas suara pria yang tadi memanggilnya dengan sebutan nona itu.
Seketika mata Mika kembali mengeluarkan air hangat, saat sekarang dia jelas-jelas melihat sosok Kavin yang berdiri membelakangi api unggun.
Terlebih lagi saat ini kedua tangan pria itu sedang sibuk memainkan gitar, dengan terus menyungging senyum manis ke arah Mika. Jangan lupakan tatapan Kavin yang sekarang terlihat memancarkan kerinduan.
Mika menggelengkan kepala. Dia tidak akan tertipu lagi untuk saat ini, 'tidak— ini pasti halusinasi, dan ini pasti mimp- akhhh!' Mika meringis dalam hati saat dia tadi sedikit mencubit lengannya, dan ia masih bisa merasakan sakit.
Kavin yang melihat tingkah gadis desa di depannya itu, hanya menggelengkan kepala. Pria dua puluh tujuh tahun itu bergerak menaiki satu anak tangga agar bisa memijakkan kaki di teras rumah Mika.
__ADS_1
Jreng!
"Kau kenapa diam hem?" tanya Kavin yang sudah berdiri di depan Mika.
Mika masih diam, membuat Kavin tersenyum lebar, "Ini aku, gadis desa," ujar Kavin tepat di hadapan Mika, membuat gadis itu tersadar, "bodoh." Kavin menoyor kening Mika, karena gadis itu tadi terlihat sangat konyol.
"Ikut aku." Kavin menggenggum tangan Mika, dan dia langsung menuntun gadis itu duduk di tangga yang tadi sempat dia naiki.
Sekarang Kavin dan Mika sudah duduk berhadapan di teras, dengan cahaya api dari pembakaran kayu sebagai penerang, "Kenapa ekspresimu terkejut seperti itu hem?" tanya Kavin, dan Mika masih tidak bergeming.
Pasalnya dia masih belum percaya ini. Apa yang terjadi malam ini sungguh tidak bisa di percaya, dan karena masih belum bisa percaya. Mika tanpa sadar mengulurkan tangan, dan mulai membelai lembut wajah putih Kavin.
Kavin memejamkan mata merasakan gerakan tangan Mika yang saat ini membelai wajahnya. Dia tahu, kalau sekarang gadis itu pasti masih tidak percaya. Jujur saja. Kavin juga tidak percaya akan hal ini. Kenapa dia bisa membatalkan penerbangannya, dan memilih untuk kembali ke sini. Di hadapan Mika yang saat ini sedang membelai wajahnya.
"Aku ingin mengatakan sesuatu, dan bisakah kau memberiku waktu lima menit?" Mika menghentikan gerakannya mengelus pipi Kavin.
"Lima menit Mika, dan itu tidak akan lebih," imbuh Kavin dengan bergerak membuka matanya secara perlahan, membuat netra coklat itu bersitatap dengan mata hitam Mika.
Mika yang terbawa suasana di malam hari ini, menganggukkan kepala, dan itu membuat Kavin semakin melebarkan senyum, "Terima kasih," ujar pria dua puluh tujuh tahun itu. Dia mulai me.perbaiki posisi duduknya, dan Kavin juga mulai memperbaiki posisi gitarnya.
"Ikuti apa yang aku katakan yah," cicit Kavin, dan Mika yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala.
Kavin yang melihat itu, kembali melukis senyum, dan dia pria itu juga mulai memetik gitarnya untuk memainkan sebuah lagi milik hijau daun yang berjudul lima menit.
Kavin terus bermain gitar dengan kedua mata tidak lepas melihat wajah manis Mika. Dia mulai menarik napas dan...
"Lima menit saja
Berikan untukku
Mika bergerak memejamkan mata sesuai lirik lagu yang saat ini Kavin nyanyikan. Sedangkan Kavin yang melihat itu, hanya tersenyum, dan....
"Hanya lima menit
Untuk memelukmu
Dan kan ku katakan bahwa aku.
Aku.
Kavin menjeda lagunya, dan menggantung permainan gitarnya. Hal itu, membuat Mika membuka kembali matanya, dan langsung menaikkan satu alisnya.
"Aku apa?" tanya Mika menggunakan bahasa isyrat, membuat seutas senyum di wajah Radit semakin lebar.
"Aku persembahkan
Hidupku untukmu
Sebagai tanda
Kau takkan tergantikan sayang.
Cintaku padamu
Sebesar dunia
__ADS_1
Seluas samudra itu
Hanya untukmu."
Sekarang giliran Kavin yang memejamkan mata. Pria itu mulai bergerak memajukan duduknya, dan otomatis wajah Kavin juga ikut mendekat hingga jarak antara wajahnya dan wajah Mika semakin dekat.
Dirasa embusan napas Mika mulai Kavin rasakan. Baru setelah itu Kavin membuka mata, dan sekarang jarak antara kedua wajah mereka hampir tidak ada lagi. Bahkan jika salah satu diantara mereka bergerak maju. Bisa di pastikan, kalau kening mereka berdua akan saling menempel satu sama lain.
Kavin semakin melebarkan senyum di bibirnya, dan kedua tangannya sedari tadi tidak berhenti memainkan gitarnya, dan....
"Lima menit saja
Berikan untukku
Pejamkan matamu
Ada yang kan ku katakan."
Kembali, Mika lagi-lagi memejamkan mata, dan itu membuat senyum Kavin melebar.
"Hanya lima menit
Untuk memelukmu
Dan kan ku katakan
Bahwa aku~
Hanya lima menit
Untuk memelukmu
Dan kan ku katakan
Bahwa aku~"
Kavin menyingkirkan gitar yang dia mainkan itu menjauh dari pangkuannya, "Aku...." Kavin berucap dengan masih mengikuti nada lagu, walau sekarang tidak ada musik di antara mereka.
"Aku cinta padamu," ucap Kavin dengan tatapan mata yang sangat serius, dan...
Tuk!
Kedua kening mereka menyatu, "Mika— menikahlah denganku."
...T.B.C...
...Siapa yang ususnya melilit? Siapa yang senyam-senyum sendiri? siapa yang baper? siapa yang ditebak dengan cara seperti Kavin menembak Mika? Silahkan tunjuk tangan di kolom komentar...
...So sweet enggak?...
...Ada yang udah ditembak atau nembak cewek yang kalian sayang dengan cara Kavin enggak?...
...12500 hadiah untuk next up....
...Jika target enggak tercapai, tunggu aja yah besok😆😆...
__ADS_1