
...Sekarang aku enggak bisa update double gaysðŸ˜...
...Maaf yah, jujur aku banyak kerjaan di real life. lagi renovasi kamar biar makin indah, jika dipandang....
...Ini aja aku sempat-sempatin ngetik, karena lagi rehat sejenak....
...Langsung aja yah, komen jika menemukan typo, atau apapun itu. Terima kasih😘...
...3 komentar yang di bales Kavin di Instagram, "sahabatparis_gbph" ada di bawah👇...
...Makanya komentar yok, siapa tahu para pemain bakalan bales komentar kalian. terlebih lagi jika itu menarik minat mereka😘...
...Follow juga akun Instagram Kavin, Mika, dan kawan-kawan. Cari nama Instagram mereka, "sahabatparis_gbph" ditunggu yah😘....
...***...
"Gadis desa," panggil Kavin dengan bernada sembari melemparkan butiran-butiran pasir kecil ke arah Mika, yang saat ini sedang duduk jongkok, membeli sebuah kelapa muda.
Mika yang mendengar itu, tidak menoleh. Malahan sekarang kedua matanya, sedang sibuk memperhatikan bapak-bapak penjual kelapa muda, yang saat ini tengah menyiapkan pesanan Mika.
__ADS_1
Bukan Mika sih, tapi Kavin lah yang ingin meminum kelapa muda itu. Padahal saat mereka keluar dari motel tadi. Hadi sudah menjelang sore, dan entah dapat alasan dari mana. Dia tiba-tiba memerintah Mika untuk membelikannya kelapa muda.
Katanya dia haus. Padahal sebelum jalan-jalan. dia sudah menandaskan satu botol air mineral berukuran sedang, dan tiba-tiba saja dia kehausan, "Gadis desa— kau dengar aku apa tidak?" Kavin berbicara dengan nada yang sudah terdengar kesal.
Mika dengan masih sabar menolehkan kepalanya, untuk melihat Kavin yang saat ini berekspresi sinis. Mika menaikkan satu alisnya seolah bertanya, "Apa?"
Kavin yang sudah mengetahui arti gerakan itu, langsung memicingkan mata, "Kenapa kau lama sekali. Apa kau berniat membuatku mati kehausan?" hardik Kavin dengan mata masih memicing.
Mika yang mendengar itu, langsung melakukan Isyarat tangan, "Sabar. Kita baru memesannya satu menit yang lalu Kavin."
"Tapi itu tetap saja lama. Kau memang gadis paling lelet, paling bodoh, paling jelek yang pernah aku kenal di dunia ini." Kavin berucap dengan nada kesal. dia membuang pandangannya ke arah kanan, dan kedua mata coklatnya langsung disambut oleh pohon kelapa, yang bergoyang-goyang karena diterpa angin laut.
'dan Kavin orang teraneh yang pernah aku temui,' balas Mika dalam hati, dan tanpa memperdulikan si songong itu lagi. Mika kembali melihat proses pembukaan kelapa muda yang Kavin pesan tadi, tapi Mika lah yang dia suruh ambil.
***
Iya, sekarang Kavin dan Mika sedang jalan-jalan menikmati sore hari di pantai Kuta. tetapi, mereka tidak pergi ke pesisir pantai, karena Kavin masih duduk di kursi roda, dan tidak mungkin juga mereka akan pergi ke pesisir pantai. Bisa-bisa kursi roda Kavin tidak akan bisa bergerak.
Maka dari itu, Mika memilih mengajak Kavin berjalan-jalan di jalanan paving blok uang ada di belakang motel. Biar begitu, mereka masih bisa melihat indahnya cahaya jingga yang sekarang keluar dari sang surya.
"Kenapa kau selalu mendiamkan aku, gadis desa?" sinis Kavin sembari mendongakkan kepala melihat raut wajah Mika yang ayu, dan sekarang tengah disinari semburat warna jingga, 'manis,' puji Kavin dalam hati.
Sementara Mika. gadis ayu itu hanya bisa menyungging senyum. jujur saja, dia sudah lelah dengan sikap Kavin. Tetapi, ada rasa aneh yang menggelitik jantungnya saat Kavin bersikap seperti itu.
Mika bergerak melepas pegangan tangannya di ganggang pendorong kursi roda. Dia langsung bergerak melakukan isyrat tangan, "Kavin sudah mengatakannya sepuluh kali, dan aku juga sudah mencobanya sepuluh kali."
__ADS_1
"Emang gimana rasanya, saat tadi kau merasakan ini?" tanya Kavin saat mengetahui arti Isyarat tangan Mika.
Mika yang mendengar itu, kembali melakukan isyrat tangan, "Rasanya manis, enak, dan menyegarkan."
"Jika kau mengatakan itu, aku akan mencobanya." Kavin kembali menyedot air yang ada di dalam kelapa muda, menggunakan sebuah pipet.
Mika yang melihat itu mulai mengayunkan langkah ke hadapan Kavin. Sementara Kavin yang melihat itu, hanya bersorak dalam hati, "Tetap aja pait. Kalau kau tidak percaya, coba minum ini." Kavin langsung menyodorkan kelapa mudanya, tepat ke hadapan Mika yang sudah jongkok di depannya.
Iya, Mika sudah tahu kalau Kavin akan mengatakan itu. Karena selama sepuluh kali. Mika sudah melakukan ini. Tanpa banyak melakukan isyrat tangan. Mika langsung menyedot air kelapa itu, menggunakan pipet yang Kavin gunakan.
Rasa dingin, nikmat, manis, langsung menjalar ke tenggorokan Mika. Dia melepas ujung pipet itu dari mulutnya, dan langsung melakukan isyrat tangan, "Rasanya masih sama Kavin. mungkin Kavin merasakan pahit, karena sekarang Kavin masih sakit."
"Tidak— kau salah. Kau tidak merasa pahit, karena kau minum dari bekas bibirku. Bukankah dulu kau pernah merasakan manisnya bibirku?" ujar Kavin dengan bangganya, dan itu langsung membuat Mika berdiri dari jongkoknya.
Mika berjalan cepat ke belakang kursi roda, memutar arahnya, dan langsung mendorong kursi itu kembali ke motel, "Apa kau tidak mengingat waktu it- akhhh!" Kavin menjerit saat Mika tanpa hati menjambak rambutnya, "Kau sudah berani denganku yah, gadis desa."
...T.B.C...
...Gimana Part ini?...
...Ada kata buat Mika?...
...atau buat Kavin?...
......Atau buat mereka bedua?......
__ADS_1
...Yok komen, siapa tahu komentar kalian aku posting di Instagram, "sahabatparis_gbph" Follow dulu yakan Instagramnya...
...See you next part!...