
...Ada yang kangen ๐...
...14400 hadiah, aku update lagi...
...Jika enggak sampai target, kalian tunggu updatenya besok pagi yah....
...Makasih๐๐๐. Yok Bisa yok 14400 Hadiah. Kasih tips juga boleh kok๐๐๐...
...****************...
Beberapa menit yang lalu.
Terlihat sebuah mobil hitam melaju membelah jalanan ibu kota yang selalu saja ramai. Entah itu pagi, siang, sore, dan malam.
Mobil hitam itu terlihat berbelok, saat plang bertuliskan kompleks cempaka meminta mereka untuk belok kiri, "Kerja jadi supir sudah lama pak?" tanya amak Kasim yang saat ini sedang duduk di kursi penumpang bagian depan.
Mendengar penuturan pertanyaan itu ditunjukkan ke Diaโ Haris Gunawan, orang kepercayaan Rama langsung menoleh, "Saya bukan bos pak, tapi saya orang kepercayaan Papa dari Tuan muda saya," jawab Haris dengan penutur kata terdengar sangat hormat, tapi percayalah kalau pria yang tidak terlalu tua itu sedang menahan amarah.
Bagaimana Haris tidak marah, kalau dia dikira seorang sopir, 'dasar orang desa tidak tahu sopan santun,' cibir Haris dalam hati.
"Mau orang kepercayaan Papa kek, atau apa kek. Kau kan juga selalu menyupiri Papa. Jadi, pekerjaanmu itu memang seorang supir bukan?" celetuk Kavin dari arah kursi kemudi bagian belakang, dan perkataannya itu langsung menusuk ke jantung Haris.
"Iโiya Tuan," jawab Haris mengiyakan, dan mana mungkin dia akan membantah ucapan benar dari anak Tuan besarnya, 'tapi bisa dibilang aku ini supir sekaligus orang kepercayaan tuan Rama. Tuan muda tahu apa coba?' imbuhnya dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa kau lama sekali melajukan mobil ini, Haris?" geram Kavin yang sedari tadi merasa kalau mobil yang saat ini dia tumpangi melaju sangat lamban. Bahkan lebih lamban dari semut yang bergoyang.
"Kita sebentar lagi akan sampai kompleks Tuan, jadi nikmati saja perjalanan Tuan," jawab Haris, dan setelah itu dia membentuk sebuah seringai, 'nikmati saja dulu kesenangan yang saat ini Tuan rasakan, sebelum semuanya lenyap di rumah utama nanti,' batin Haris dengan bibir masih membentuk sebuah seringai.
"Tumben otak kau sedikit pintar, Haris." Kavin memuji, dan setelahnya. Dia langsung merebahkan punggung tegapnya di sandaran kursi.
Iya, kendaraan roda empat yang saat ini sedang melaju ke kompleks perumahan cempaka adalah mobil yang ditumpangi oleh Kavin, amak Kasim, Haris, dan juga Mika yang duduk di kuris penumpang bagian belakang bersama dengan Kavin.
Kavin yang baru saja menyandarkan punggungnya, langsung menolehkan kepala ke arah Mika. Pria dua puluh tujuh tahun itu bergerak mengangkat tangannya, dan dia mulai mengelus pipi Mika, "My wife." Kavin bergumam dengan nada yang sangat pelan, agar gadis yang dia panggil istriku itu, tidak terganggu.
Kavin menyungging seutas senyum, dan pria itu langsung meraih ponsel yang sedari tadi dia letakkan di pangkuannya.
ckrek!
Kavin memotret wajah damai Mika, dan setelahnya. Dia langsung membuka aplikasi chat yang ada di ponselnya, memindahkannya ke bagian pembaruan status.
Seperti itulah caption yang Kavin tulis, dan setelahnya dia langsung memposting foto Mika yang tertidur dengan masih mengenakan mukenah putihnya, "Terima kasih, dan aku mencintaimu," tutur Kavin dengan nada yang sangat pelan dan terkesan sangatlah lembut.
Pria dua puluh tujuh tahun itu langsung mencium kening Mika, dan dia juga bergerak memindahkan kepala gadis itu agar bersandar di dada bidangnya yang terbalut baju kok warna putih.
"Hentikan mobilnya Haris!" perintah Kavin. Haris pun langsung berhenti dengan mendadak. Beruntunglah Mika sudah berada di dekapan Kavin, dan jika tidak. Mungkin gadis itu akan terlonjak ke depan.
"Yang tadi masuk bukankah mobil Lio?" gumam Kavin menebak, dan Haris yang tadi juga melihat sebuah mobil putih langsung menganggukkan kepala.
__ADS_1
"Iya Tuanโ sepertinya begitu," gumam Haris seolah terdengar ragu-ragu, tapi padahal dia sangat yakin kalau itu mobil Agler. Dia juga tahu, kalau sekarang ada pertemuan penting di rumah utama.
"Tumben sekali dia datang ke sini?" gumam Kavin sembari bergerak mengelus-elus kepala Mika yang terbalut mukenah itu dengan sayang.
"Mungkin Keluarga Adelio sedang ada acara. Jadi, Tuan muda keluarga mereka pulang ke rumah."
Kavin yang mendengar penuturan Haris, hanya menganggukkan kepala, "jalankan mobilnya lagi!" perintah Kavin, dan itu langsung di ikuti oleh Haris.
Sementara amak Kasim. Pria paruh baya itu sekarang tengah menatap kagum pemandangan kota Jakarta yang baginya sangat baru di matanya. Karena hal itu juga, amak Kasim sedari tadi diam tidak berbicara.
...****************...
Kembali ke saat ini, di kediaman keluarga besar Bagaskara.
"Tidakโ aku sudah sampai kok," jawab seorang pria yang tidak lain adalah Kavin, dan itu berhasil membuat semua orang yang ada di ruang tamu menganga diam tanpa suara.
Sebenarnya mereka tidak terkejut akan kedatangan Kabin, tetapi mereka terkejut dengan seorang gadis yang terbalut mukenah warna putih yang saat ini sedang digandeng Kavin, yang juga tengah menggunakan baju Koko warna putih yang dipadukan dengan celana levis hitam serta sebuah peci.
"Apakah akan ada acara, hingga kalian berkumpul di sini? Atau kalian semua di sini ingin menyabut kepulanganku dan juga istriku?" Pertanyaan itu sontak membuat semua orang terkejut. Tetapi, tidak untuk Agam yang sudah tahu saat melihat sw milik Abangnya tadi.
"Apa ini gurauan Kavin?"
...T.B.C...
__ADS_1
...Yang mau tahu kelanjutannya, push dulu hadiahnya hingga 14400....
...Jika target udah tercapai, aku update hari ini. Jika enggak, yah tunggu kelanjutannya besok yah, love you readerku ๐...