Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
108. Terkejut.


__ADS_3

...Siapkan hati untuk menyambut konflik yang sebentar lagi bakalan muncul yah....


...Seneng udah, dan sekarang tinggal konfliknya kan, terus ke penyelesaian, dan terakhir ending....


...Bantu promo yah😭....


...****************...


tiga bulan kemudian.


Tak terasa Mika dan Kavin menjalin bahtera rumah tangga sudah tiga bulan lamanya. Banyak suka yang mereka lalu, dan untuk duka? aku kira tidak ada karena jujur. Seluruh keluarga besar Kavin begitu menghormati, dan menyayangi Mika.


Terlebih lagi tidak ada yang mengungkit-ungkit perihal kebisuan Mika, karena jujur. Mereka semua tidak mempermasalahkannya. Bahkan Adena— mama Tiri Kavin mulai menerima keberadaan Mika. Awalnya dia memang tidak suka dengan adanya gadis desa itu, tapi mau bagaimana lagi. Kavin sudah menikahinya, dan dia mulai belajar mendekatkan diri dengan menantunya.


Sedangkan Mika. Setelah menikah, wanita itu begitu merasa bahagia. Hatinya selalu berbunga-bunga saat Rama— papa mertuanya menanyakan apa dia sudah sarapan, dan hanya karena hal itu Mika sangat bahagia.


Mungkin karena sedari kecil dia sudah hidup sendiri, makanya dia gembira saat mendapatkan perlakuan sayang, dan perhatian dari seorang pria paruh baya yang di mana pria itu meminta, Mika, untuk menganggapnya ayah.


Sekarang jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Diluar suasana rumah sudah nampak gelap, tapi beruntung ada lampu-lampu pilar yang menerangi sudut-sudut halaman, tapi itu tidak akan mengubah suasana langit yang sekarang tengah terselimuti awan mendung.


Tidak ada bintang, pun bulan yang Mika lihat berpijar di atas sana. Iya, sekarang Mika sedang berada di balkon kamarnya, dan patut kalian ketahui kalau penampilan wanita desa itu susah berubah drastis.


Seperti sekarang. kulitnya yang dulu sering terpapar sinar matahari, sudah mulai agak memutih karena, Adena— mama mertuanya selalu mengajak dia perawatan. Pun pakaian yang dia kenakan sudah tidak lagi terlihat kampungan, dan itu lagi-lagi perbuatan mama mertuanya.

__ADS_1


Sebenarnya Adena punya peran penting dalam perubahan Mika. Jujur, wanita paruh baya itu berjuang keras mengajari Mika cara berdandan, dan bersikap layaknya keluarga kaya raya. Memang melelahkan, tapi entah kenapa Adena merasa ada kesenangan mengajari menantu pertamanya itu.


'apa, mas, masih di ruang kerja?' tanya Mika dalam hati, sembari menoleh ke arah pintu kamar yang tidak ada tanda-tandanya akan terbuka.


Mika kembali menegakkan kepalanya melihat hamparan luas halaman rumah keluarga Bagaskara dengan menyunggingkan senyum teramat lebar.


'nak— lihat, papamu sangat rajin bekerja. Besok jika kamu sudah lahir, kamu harus mencontoh papamu, paham?' pesan Mika dalam hati sembari bergerak mengelus perut yang di mana, tadi pagi sudah dinyatakan mengandung, pun usia kandungannya baru jalan dua Minggu.


Iya, tadi pagi terjadi kekacauan karena Kavin begitu senang mengetahui Mika— istirnya mengandung. Dia tidak menyangka kerja kerasnya setiap tiga kali satu Minggu, berhasil membuahkan hasil.


Sedangkan Mika yang melihat kegirangan sang suami hanya menggelengkan kepala, pun dia juga turut senang. Siapa sih yang tidak akan bahagia jika akan menjadi seorang ibu?


'sayang, gimana kalau kita menemani papa kerja. Siapa tahu, pekerjaannya akan cepat selesai, kalau kita menemaninya,' batin Mika, dan setelahnya. Wanita ayu itu, langsung bangkit dari tempat duduknya.


'sekarang kita temui papa," batin Mika girang, dan wanita ayu yang saat ini terbalut baju tidur warna pink bermotif bunga-bunga itu, mengayunkan langkah keluar dari dalam kamar.


Setibanya di luar kamar. Mika kembali mengayunkan langkah untuk turun ke lantai dua, si mana di sana, ruang kerja berada. Mika berjalan dengan terus mengembangkan senyum. Pun tangan kanannya tidak berhenti untuk mengelus tubuh bagian perutnya yang masih nampak datar.


Beberapa menit kemudian, akhirnya mika menapakkan kaki di marmer dingin lantai dua, dan itu bertepatan dengan datangnya embok Erna— kepala pelayan di kediaman keluarga besar Bagaskara.


Sontak Mika menjulurkan tangan dengan jemari yang terbuka lebar seolah ingin meminta embok Erma yang saat ini berjalan, dengan membawa nampan yang berisikan dua cangkir kopi panas.


Sedangkan embok Erma yang melihat gelagat Nyonyanya itu, langsung menghentikan langkah, "Ada apa Nyonya? Kenapa Nyonya Kavindra belum tidur? Nanti jika Tuan Kavindra tahu, dia pasti akan marah."

__ADS_1


Mika menggelengkan kepalanya, dan setelah itu. Dia menunjuk nampan yang dibawa oleh si embok, "Ini minuman untuk Tuan, Nyonya." Si embok menjawab seolah tahu apa yang ingin di katakan wanita bisu di depannya ini. Jujur— sebenarnya si embok tidak terlalu mengerti isyrat tangan, tapi dia menjawab asal saja.


Sedangkan Mika yang mendengar itu, langsung mengambil alih nampan tersebut, dan dia melenggang pergi meninggalkan si embok dalam keterkejutan, "Gawat," gumam si embok, tapi dia tidak mengejar langkah kaki Mika yang sudah menjauh, dan hampir sampai di pintu masuk ruang kerja.


Mika menghentikan langkahnya tepat di depan sebuah pintu berwarna coklat. Dia menarik napas, dan bergerak membawa nampan berbentuk persegi panjang itu dengan tangan kiri, sedangkan yang kanan langsung meraih ganggang pintu.


ceklek!


Mika mendorong pintu dengan perlahan, tapi tiba-tiba gerakannya mendorong seketika berhenti, dan malah menyisakan celah kecil yang mampu membuat dia mendengar suara Kavin yang sedang berbicara dengan—


"Aku sudah lelah, Mas. Aku lelah melihat kamu seperti itu dengan wanita lain." Mika membulatkan mata, saat dia mendengar jelas suara seorang wanita yang dari nada bicaranya seperti suara Zaly.


"Sebentar lagi Zal. Bertahan sebentar lagi, hingga anak di dalam kandungan gadis itu lahir." Mika kembali mendengar suara, dan itu sudah pasti milik Kavin— suaminya.


"Tapi aku takut— aku takut kamu jatuh cinta pada gadis itu, dan melupakanku. Jujur— aku lelah mendapati sikap dingin, dan acuh tak acuhmu. Aku lelah, dan aku merasa kamu benar-benar akan meninggalkanku." Mika mulai melepas pegangannya tangan kanannya yang ada di ganggang pintu, karena tiba-tiba saja tangan kirinya gemetar, pun dengan nampan yang juga mu bergerak-gerak hingga hampir jatuh, tapi beruntunglah tangan kanan Mika sigap membantu memegangi nampan kaca itu.


"Tidak sayang, kamu wanita satu-satunya di hidupku, dan tidak akan ada yang bisa menggantikanmu."


prang!


...T.B.C...


...Nah loh, apa-apaan ini? Apa ini plot twist?...

__ADS_1


...jeng! jeng! jeng! ditunggu komen kalian😄😄😄...


__ADS_2