Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
Part 17. Temani Aku.


__ADS_3

"Hai— mau apa kau ke sini?" Jantung Mika berdegup cepat saat gendang telinganya menangkap suara datar terkesan dingin yang keluar dari mulut pria di hadapannya saat itu.


Pria itu melangkah lebar semakin mendekati tubuh Mika yang juga spontan ikut melangkah, tapi ke belakang. Tetapi, langkah kakinya kalah cepat dengan gerakan tangan pria yang entah kapan sudah berdiri di hadapannya dengan Hoodie sweater hitam yang masih menutupi kepala beserta wajahnya, "Kau mau pergi kemana?" tanya pria itu kembali sembari tangan kirinya yang bebas, mulai bergerak membuka hoodie'lnya, dan terpampang jelas wajah tampan Kavin, membuat Mika meronta minta dilepaskan.


"Aku bertanya— apa yang kau lakukan di depan motelku?" tanya dingin Kavin, dan Mika hanya bisa menggeleng untuk menjawab pertanyaan pria kasar, sombong, arogan, sok berkuasa di hadapannya saat ini.


"Kalau tidak ada— tadi kau bicara dengan siapa? Apa itu Agrel?" Mika kembali menggerakkan kepala untuk menjawab pertanyaan Kavin, tapi gerakan kepala yang dilakukannya saat ini mengangguk seolah membenarkan tebakan pria di hadapannya saat ini.


"Apa kau sedari tadi lagi bersama Agrel?" tanya kembali Kavin, dan Mika juga langsung menganggukan kepala.


Melihat wanita di depannya itu sudah berhenti meronta, Kavin mulai melepas cekalan tangannya di pergelangan Mika. Seelah pergelangan tangannya dilepaskan, Mika kembali meringis, dan membungkukkan kepala seolah ingin minta maaf.


"Hay— apa yang kau lakukan? Angkat kepalamu gadis desa," perintah Kavin dengan nada bossy khas pria itu. Mendengar itu, Mika langsung menegakkan tubuh, dan langsung menatap tepat ke wajah Kavin dengan senyum yang mengembang.

__ADS_1


"Berhenti tersenyum seperti itu, dan turunkan pandangan," perintah Kavin, dan Mika hanya bisa mengikuti perintah itu.


Entah ada apa dengan pria arogan, angkuh, sombong itu. Padahal niat sebenarnya Kavin, iyalah untuk meminta kepada Mika, tapi karena gengsi dan tidak mau merasa bersalah, membuat dia mengurungkan niat yang sebenarnya.


"Kenap kau mau menghabiskan waktu dengan Agrel? Apa kau dibayar untuk mengikutinya?" tanya Kavin, dan Mika yang masih menunduk hanya bisa menggelengkan kepala.


"Kalau begitu, aku juga ingin kau menemaniku jalan-jalan menikmati malam di pantai Kuta ini. Aku minta kau, menuntunku ke tempat yang menurutmu sangat indah," perintah Kavin, membuat Mika menegakkan kepala.


"Tenang— kau pasti akan aku bayar. Jadi cepat bawa aku ke sesuatu tempat yang indah malam ini."


'dasar orang kota aneh. Bukannya tadi dia memintaku untuk menuntunnya pergi ke tempat yang indah malam ini? Lalu kenapa dia menyuruhku berjalan di belakangnya?' batin Mika, tapi wanita dua puluh tiga tahun itu kembali ke posisinya semula.


Kavin yang sudah kembali melihat wanita yang dia tahu namanya Mika itu, sudah kembali ke posisi semula. Dia bergerak memutar tubuhnya, dan mulai mengayunkan langkah, diikuti Mika dari arah belakang.

__ADS_1


'sebenarnya siapa sih yang mau di tuntun? Aku atau dia?' batin Mika, dan setelah gerutu'an dalam hati itu selesai. Tiba-tiba saja, Kavin menghentikan langkahnya, dan kembali memutar tubuhnya menghadap ke arah Mika.


"Hai— bukankah aku meminta kau untuk menuntunku? Lalu kenapa kau berjalan di belakang?" geram Kavin, membuat Mika berhasil membulatkan mata.


'tuan— bukankah tadi anda yang meminta saya untuk berjalan di belakang? Lalu kenapa anda kembali memarahi saya?' balas Mika dalam hati.


"Kenapa kau masih diam di sana? Cepat kasih tahu jalan untuk pergi ke tempat yang indah untuk menikmati suasana malam di pantai ini." Mika hanya bisa menurut sambil memanyunkan bibirnya, dan kelakuannya itu membuat desiran aneh muncul di dada Kavin, tapi pria itu tidak menyadarinya.


T.B.C


Gimana part ini?


Udah double up yah😜

__ADS_1


Mungkin part selanjutnya aku bakalan kenalin para visualnya.


Jangan lupa untuk SHARE, VOTE, KOMEN, LIKE, DAN JUGA KASIH GIFT YAH!


__ADS_2