Gadis Bisu Pemikat Hati

Gadis Bisu Pemikat Hati
77. Hilang Kendali.


__ADS_3

Deg!


Kavin bergerak menjauhkan ponsel yang tadinya menempel di telinganya. Dia bergerak melihat siapa nama sang penelepon, dan tulisan "Papa" terpampang jelas di layar ponsel.


"Apa kau mendengar yang Papa ucapkan, Kavin?" Suara seorang pria paruh baya terdengar jelas keluar dari dalam ponsel.


Kavin yang awalnya sempat terkejut, kembali menempelkan beda pipih itu di telinganya, "Kavin...." panggil pria paruh itu kembali, dan suara itu terdengar jelas di tangkap oleh gendang telinga milik Kavin, tapi pria dua puluh tujuh tahun itu seolah tidak ingin menangapi panggilan Papanya.


Mungkin Kavin tidak tahu haru menjawab dengan apa permintaan dari pria yang sangat-sangat dia hormati. Terlebih lagi tadi Kavin mendengar jelas suara tegas milik Papanya.


"Alfarizi Kavindra. Apa kau mendengar perkatan Papa?" Kavin semakin dipenuhi kegugupan. Dari tadi dia sangat sulit untuk menelan ludahnya sendiri.


"Pa—"


"Pulang, dan berhenti bermain-main seperti pengangguran. Apa kau tidak mengigat status yang kau sandang saat ini Alfarizi Kavindra?" Ucapan Kavin terpotong oleh kata-kata tegas yang dipenuhi penekanan dari sang Papa yang ada di ibu kota sana.


"Kau itu seorang pemimpin nak. Jadi, berhentilah bertingkah seperti ini," imbuh Papa Kavin dengan penuturan kata yang tidak berubah.


"Kavin akan pulang sebentar lagi Pah. Jadi, berhentilah menghawatirkan diriku, karena aku bukan anak kecil. Aku sudah bisa menjaga diri, dan bisa mengurus diri sendiri." Kavin mulai mengeluarkan suara membalas perkataan tegas Papanya, dengan jawaban yang juga tak kalah tegas.


Bahkan Mika sampai terkejut saat melihat ekspresi Kavin yang begitu asing di matanya. Bagaimana bisa begitu? Karena dari pengelihatan Mika, sekarang Kavin terlihat tidak seperti biasanya. Aura hitam yang mencekam memenuhi tubuh Kavin. Terlebih lagi mata Kavin yang sekarang menatap tajam ke arah depan.


"Papa tidak menghawatirkanmu. Tetapi, Papa menghawatirkan perusahaan yang saat ini sedang ditinggalkan oleh seorang pria tidak bertanggung jawab sepertimu." Suara Papa Kavin mulai meninggi, membuat pria dua puluh tujuh tahun itu memejamkan matanya.

__ADS_1


"Kavin tidak lari dari tanggung jawab Pa." Nada bicara Kavin mulai melemah, dan kedua matanya tiba-tiba berubah merah.


"Jika kau seseorang yang tidak lari dari tanggung jawab. Pulang ke ibu kota, dan buktikan itu semua kepada Papa nak." Suara Papa Kavin juga ikut melemah, dan itu berhasil membuat hati Kavin merasa goyah untuk tetap tinggal di sini.


"Papa sudah tua, dan tolong pikirkan Papa nak. Sekarang perusahaan kita sedang membutuhkan kehadiran pemimpin sepertimu," imbuh Papa Kavin, dan itu kata-kata yang selalu berhasil membuat pria dua puluh tujuh tahun itu luluh.


"Kavin sudah lelah Pah. Selama ini Kavin selalu memikirkan Papa, tapi Apa Papa pernah memikirkan Kavin?" Papa Kavin yang berada di seberang sana malah terdiam tanpa kata. Bahkan embusan napasnya saja tidak terdengar keluar dari dalam ponsel.


Kavin yang menyadari Papanya yang langsung membisu, hanya bisa menyungging senyum ironi, dan itu tidak lepas dari pengelihatan Mika, "Aku masih ingat jelas Pah. Aku masih ingat jelas saat setelah Mama di kebumikan. Papa di malam itu pulang dengan membawa seorang wanita, dan anak bayi...." Kavin menjeda ucapannya. Pria dua puluh tujuh tahun itu mendongakkan kepala, untuk menahan agar air matanya tidak terjatuh.


"Biarpun saat itu Kavin masih berusia lima tahun, tapi Kavin sudah mengerti semuanya Pah. Walau Kavin sudah mengerti semuanya, Kavin tetap diam Pah. Padahal Mama belum genap sehari meninggal dunia, dan saat tahlilan Mama. Papa malah pulang bersama wanita, dan anak haram Papa it-"


"Jaga bicaramu, Kavin! Di mana rasa hoematmu kepada Papa hah!" Papa Kavin malah berteriak, dan itu malah membuat Kavin mengeluarkan kekehan.


"Hormat? Selama ini Kavin kurang hormat apa sama Papa, sama istri Papa, dan sama Anak Papa? Kavin selalu hormat, dan sekarang. Papa tiba-tiba menanyakan di mana rasa hormat Kavin?"


"Jika Kavin mau tetap di sini gimana?" ujar Kavin, dan itu berhasil membuat seseorang yang ada di seberang sana terdengar mengeluarkan decakan.


"Pulang, atau Papa yang akan menjemputmu ke sana."


Tut! Tut! Tut!


Kavin yang mendengar kata-kata terkahir sang Papa, semakin menajamkan tatapan matanya, "Sialan!"

__ADS_1


Prang!


Kavin tanpa hati melempar ponsel yang tadi dia gunakan untuk bercakap dengan sang Papa, hingga tepat beradu dengan tembok, "Kenapa semua ini terjadi pada gue sialan!"


Kavin kembali melempar dua keresek yang berisikan beberapa setel baju, Martabak manis, dan Martabat telor yang baru dia beli hingga berserakan di lantai. Saat ini Kavin sedang dipenuhi oleh amarah, dan dia tidak bisa mengendalikan itu semua.


Sementara Mika yang baru saja melihat sikap Kavin yang seperti itu, langsung tersentak kaget. Tetapi, entah dia dapat dorongan keberanian dari mana. Mika tiba-tiba mengulurkan tangannya hendak menepuk pipi Kavin.


Namun, gerakan tangannya tergantung di udara saat Kavin melemparkan lirikan tajam ke arahnya, "Kenapa? Kau kasihan padaku kah?" Kavin bertanya dengan nada datar.


Pria dua puluh tujuh tahun itu, sudah menghadap Mika, "Kenapa kau merasa kasihan padaku, sialan? Kenapa?n" Tanpa sadar Kavin mengeluarkan nada tinggi saat ke Mika, membuat gadis ayu itu ketakutan, dan dengan perlahan dia mulia memundurkan langkah.


"Aku bilang jalan menatapku dengan pandangan seperti itu, sialan!" Kavin semakin meninggikan suaranya, dan itu berhasil membuat Mika lagi-lagi tersentak kaget.


Mika yang mulai diselimuti ketakutan, langsung berlari keluar dari dalam motel, dan meninggalkan Kavin. Entah dia mau pergi kemana, tapi yang jelas Mika sudah keluar dari dalam motel dengan keadaan menangis.


Kavin yang sadar akan sikapnya, langsung bertekuk lutut, "Akhhhhh!" Kavin berteriak dengan kedua tangan menjambak sisi rambutnya.


"Hah— hah— hah. Apa yang aku lakukan?" Kavin bergumam, dan setelah itu. Dia bangkit dari bertekuk lututnya, dan langsung berlari keluar motel untuk mengejar Mika.


...T.B.C...


...Gimana Part ini....

__ADS_1


...Yok yang penasaran tentang Kavin siapa?...


...Target 10.200 hadiah Aku doubel update!...


__ADS_2